
Dirumah sakit keluarga Jackson.
"Bagaimana dok? apakah janinnya sehat?" tanya Jackson.
"Sehat tuan. sehat sekali. bahkan kalau dilihat ibunya juga sehat, berarti dia juga tak merepotkan ibunya." kata Dokter tersebut.
"syukurlah.. Ohh ya dok, lalu apa istri saya boleh bepergian dengan pesawat?" tanya Jackson.
"karena umur janin baru sepuluh minggu, saya sarankan jangan dulu tuan. tunggu sampai melewati trimester pertama dimana janin sudah mulai kuat atau sekitar dua puluh minggu. dan bukan cuma itu saja, tuan juga harus berpuasa agar tidak mempengaruhi janin karena ****** bisa memicu kontraksi." kata dokter itu menjelaskan.
Jackson dan Elsa yang paham apa yang dokter bicarakan itu pun hanya mengangguk malu. setelah pemeriksaan, Jackson dan Elsa keluar untuk mengambil obat.
"maaf Tuan, tolong tulis keterangan data diri istri tuan karena tadi tuan tidak menulis dibagian pendaftaran." kata kasir tersebut.
"apakah saya masih harus mengisi data untuk istri saya? cepat berikan obatnya." kata Jackson sedikit emosi.
"maaf tuan, kalau tuan belum melunasi pembayaran, saya tidak. bisa memberikan obat tersebut." kata kasir iu yang masih tetap ramah.
"siapa kamu mengatur saya! security, security!" teriak Jackson.
"pak maaf, jangan teriak - teriak dirumah sakit. ini bukan rumah sakit bapak." kata kasir itu yang masih ngotot kalau dia benar. tak selang lama security tersebut datang.
"ada apa tuan?" tanya security.
"panggilkan kepala rumah sakit kalian. pak Edward." kata Jackson.
Setelah menunggu dengan tegang, akhirnya pak Edward datang dengan tergopoh-gopoh.
"ada apa tuan?" tanya Edward yang ketakutan melihat wajah Jackson sedang marah.
"aku, Jackson Wang, apa harus mengisi data diri dan membayar obat ketika membawa istriku sendiri kesini?" kata Jackson galak.
"tidak Tuan."
"kalau begitu cepat jelaskan kepada kasir mu itu. aku tak bisa berlama-lama disini. antar obatnya kerumahku." perintah Jackson dan pergi meninggalkan kasir menuju kearah istrinya.
Sepulang dari rumah sakit, Elsa langsung masuk ke dalam kamar. entah kenapa di merasa semenjak mengandung moodnya gampang berubah. kadang tiba-tiba tertawa, kadang tiba-tiba menangis. seperti sekarang, dia tiba-tiba menangis tanpa tahu apa penyebabnya. membuat Jackson kalang kabut.
"kamu kenapa sayang? kenapa kamu menangis?" tanyanya.
"aku juga gak tahu yang, aku cuma ingin menangis saja. huhu.." kata Elsa. namun tiba-tiba tangisannya berhenti. "Sayang, aku mau corndog keju." kata Elsa merengek.
"corndog? gimana kalau aku yang bikinin. aku bisa kalau cuma bikin corndog." kaga Jackson membanggakan diri.
"boleh.tapi kalau gak enak aku mau makan disemua tempat dikota ini yang jual corndog." kata Elsa.
***
Di sebuah rumah mewah di Amerika.
"Selamat datang kembali Nona." kata seorang kepala pelayan kepada gadis yang baru saja datang dengan mantel bulunya dan membawa kopernya.
"selamat bertemu kembali Mr. Harry." sapa gadis itu ramah.
"Rumah ini tidak berbeda masih sama seperti dulu ketika Tuan dan Nyonya masih ada Nona. kami tak memindahkan barang apapun walau hanya se-cm." jelas Mr. Harry.
"Rumah ini memang tidak berbeda Harry, tapi orang yang ada didalamnya lah yang berbeda. jika dulu aku tidak melakukan sebuah kesalahan yang fatal, mungkin aku sampai sekarang masih bisa melihat tawa bahagia dari mamaku dan juga kakek nenekku. terimakasih Harry, berkat bantuan kamu aku jadi bisa aku membeli rumah ini kembali bahkan kamu juga sudah membantu merawat rumah ini." kata Gadis itu.
"Nona Bianca tak perlu berterimakasih kepada saya. itu sudah kewajiban saya sebagai pengurus Nona. bahkan semenjak keluarga Nona sudah meninggal dan hanya tinggal papa Nona di Mexico, papa Nona juga mempercayakan saya untuk selalu menjaga Nona. jadi Nona jangan merasa bersalah dengan apa yang terjadi dulu. mungkin memang ini sudah jalannya Nona." kata Mr. Harry.
"iya Harry, aku harap bisa kembali menjalani hidup seperti dulu bersama dengan Jackson. Ohh iya, bagaimana kabar Jackson? Sudah lima tahun aku tak melihatnya setelah oma opa meninggal dan rumah ini sempat pindah tangan, selama aku di Mexico aku tak pernah mendengar kabarnya lagi." kata Bianca.
"setahu saya, setelah Nona ikut Tuan Anthony Matthew, papa Nona, dia juga pergi ke Indonesia. dia ikut kakek neneknya disana dan bersekolah disana." kata Harry.
"Bahkan dia tak menepati janjinya dengan mendiang mamaku. dulu dia bilang kalau dia akan selalu disampingku meskipun aku harus ikut papaku ke Mexico. justru karena aku ikut ke Mexico dia malah pergi ke Indonesia. ya mungkin memang sudah jalanku dan dia seperti ini. kalau dulu aku mengikuti sarannya untuk memutuskan George, mungkin aku tidak jadi seperti ini. bahkan dikala aku terpuruk, sekarang perusahaan George yang notabene perusahaan rintisan mamaku semakin berkembang. hanya dengan aku bersekutu dengan keluarga Jackson, aku bisa kembali merebut perusahaan Mama." kata Bianca penuh ambisi.
***
Halo guys.. buat kalian nih ya yang bilang kalau Elsa udah hamil, emang benar kalau di chapter 21 itu dia sempat telat satu minggu, tapi kan hasil tesnya negative. dan baru ke deteksi sekarang. jadi aku bukan amnesia.. cuma emang sengaja bikin ceritanya begini😊