That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Foto



Dikampus pun dia memasang muka ceria agar tak ada yang tahu bahwa dia sedang ada masalah dengan Jackson.dia berjalan dengan anggun. semua mata menatapnya penuh dengan kekaguman.


Dia menghampiri meja kantin yang berisikan 6 orang terdekatnya. tapi dia tak melihat seseorang.


"Hai.. kalian lihat Jackson gak?" tanya Elsa pelan.


"kamu gak tahu? Jackson pulang ke Kanada. orang tuanya memanggilnya untuk pulang. dan kemungkinan dia akan pindah kuliah disana." kata Arian.


"bukankah semalam kamu dengannya? kenapa kamu gak tahu?" tanya Mark.


"emm.. entahlah. setelah dia mengantarku pulang, dia lalu pergi dan aku terbangun tadi pagi. aku tak dapat pesan apa-apa darinya." kata Elsa berbohong.


"kurang ajar sekali tu anak. beraninya main kabur aja dari sepupu gue. lo udah diapain aja sama dia?" tanya Arian tiba-tiba.


"diapain emang? gak diapa-apain. nih masih utuh akunya." kata Elsa.


"bukan gitu Els. si Jackson itu kalau udah tidur sama cewek itu gak lebih dari dua kali. paham gak? ya gue takut aja lo diapa-apain sama dia." kata Arian terlihat khawatir.


Mendengar itu Elsa serasa seperti disambar petir yang sangat dahsyat. Dia berharap apa yang dia dengar itu bukanlah hal yang sebenarnya. tapi dia mencoba tak perduli dengan itu semua. yang di hatinya hanya ada Evan seorang.


"ahh lo ian, gak kok. gue gak di apa-apain sama tu anak." kata Elsa meyakinkan.


"tapi kok aneh ya, lo kan pacarnya, kenapa gak dikasih tahu kalau dia mau pindah ke Kanada?" tanya Sian.


"sekarang gue tanya, kalian denger langsung dari mulutnya?" tanya Elsa.


"gak sih, gue tadi gak sengaja ketemu asisten pribadi keluarganya didepan ruangan rektor, gue tanya aja." kata Dion.


"nah berarti kalian gak ada yang dikasih tahu kan?" tanya Elsa lagi dan semua mengangguk. "ya udah sih. berarti sama. mungkin dia benar-benar terburu-buru dan penting gak sempet kasih kabar." kata Elsa dan lagi semuanya mengangguk.


***


Ditempat lain, di negara lain.


"Nak, ada apa kamu pulang dadakan kaya gini?" kata Rahma Wang, Bunda Jackson.


"Jackson mau selesaiin kuliah disini sambil mengurus bisnis Ayah biar Jackson bisa buktiin kalau Jackson lebih sukses dari saingan Jackson." kata Jackson menggebu-gebu.


"tunggu, saingan apa maksud kamu nak?" tanya Tomy Wang, ayah Jackson.


"ayah masih ingat tidak sama Om Elvano?" kata Jackson.


"ingat, emang ada apa sama Om Elvano nak?" heran Tomy.


"jangan bilang kamu suka sama si bungsu Elsa nak?" tebakan ibunya yang 100% benar.


"ibu tahu deh. hehehe" kata Jackson. "tapi Jack belum bisa sepenuhnya menggaet hatinya bund. dia masih jalan ditempat menunggu cinta pertamanya sedangkan Jackson sudah mengajaknya lari. dan dilihat dari pandangan Elsa, cowok itu hebat. jadi Jack pengen lebih hebat dari dia bund, yah." kata Jackson.


"kasihan anak bunda, baru kali ini bunda lihat kamu galau karena di tolak cewek. butuh bantuan bunda sama ayah gak nak?" kata Rahma.


"emang ayah sama bunda mau bantu apa?" Jackson menanya balik.


"udah gak perlu tanya lagi. besok kamu ikut ayah ke kantor, ayah kenalin sama seseorang yang bakalan bisa deketin kamu sama Elsa." kata ayah membuat mata Jackson berbinar.


***


Kembali ke tempat Elsa.


"Elsa, ke kantin yuk. habis ini kosong kan?" kata Rose.


"duh maaf ya guys, gue mesti cabut. soalnya gue mau nganter kak Key foto prewedding. sekalian mau cari seragam buat keluarga besar." kata Elsa seperti terlihat terburu-buru.


"Ohh jadi nikah kak Key? emang kapan hari H nya?" tanya Mei.


Elsa melajukan mobilnya menuju ke butik langganan keluarganya. hari ini dia mengendarai motor gedhenya. dia akan menjadi gadis tomboi jika sudah berurusan dengan motor seperti hobinya sebagai pembalap. tapi dia bukan type yang suka balapan liar, dia type pembalap arena.


Elsa memarkirkan motornya didepan butik. dia lalu tak sengaja melihat ke seberang. dia sekilas melihat sepasang kekasih yang sedang mesra memasuki sebuah mobil. namun, dia merasa bahwa lelaki itu begitu familiar. dia merasa kenal dengan lelaki yang di yakini mirip dengan Evan.


"ahh pasti cuma mirip aja. gak mungkin Evan. dia kan pulangnya seminggu lagi." kata Elsa menggelengkan kepalanya dan beranjak masuk ke dalam butik.


Elsa mencari di mana kakaknya berada. butik itu dilengkapi dengan studio foto in door. dan Elsa langsung menuju kesana melihat kakaknya. disana sudah ada asisten kakaknya, Alexa dan Julie.


"kok lama amat nak. kemana aja?" kata Alexa.


"Ohh tadi agak macet jalanannya Ma. halo tante." sapa Elsa kepada Julie.


"halo sayang. aduh makin hari kamu makin cantik aja sih. coba aja tante punya anak dua, dan laki juga, bakalan tante jodohin dia sama kamu biar tante punya anak cewek yang cantik kaya kamu." kata Julie.


"kan udah ada Key ma." sahut Julian, calon Key.


"ya gak papa dong punya anak dua." kata Julie.


"tapi mending jangan deh ma, nanti mama tekor deh ngurusin Elsa. soalnya dia itu boros ma. makannya banyak." kata Key membuat Elsa mendelikkan matanya.


"jelekin aja terus adek kak. jelekin aja terus. adek Terima kok." kata Elsa memasang muka tampang sedih membuat yang ada disana tertawa.


"Ohh iya dek, kamu mau foto shoot gak? kalau mau, mumpung ada tawaran dari abang buat jadi model." kata Julian.


"boleh bang?" tanya Elsa dengan mata berbinar.


"boleh lah. sana ganti baju kamu. adek kakak harus cantik." kata Key.


"siap.. pokoknya adek kakak pasti jadi bidadari yang paling cantik." kata Elsa.


Elsa langsung memilih baju berwarna cerah. dia menggerai rambutnya. berpose secantik mungkin didepan kamera. bahkan sang fotografer pun ikut terpana akan kecantikan Elsa.


"mas, adek saya difoto dong jangan cuma dilihatin aja." kata Key menghentikan lamunan sang fotografer.


"habis adek mbak kaya bidadari mbak. berasa lihat bidadari turun dari kayangan mbak." kata sang fotografer gombal membuat semua yang ada disana tertawa sedangkan Elsa sudah berpose.


Setelah puas dia berpose didepan kamera, mereka melihat bersama dan Elsa pun puas dengan hasil foto sang fotografer tersebut.


"mas, bisa kirim ke HP saya gak mas? mau saya upload. hehe" kata Elsa dan sang fotografer pun hanya mengangguk dan langsung mengirim ke Elsa.


Dia membuka foto itu dan mengupload nya di instagram.



@Els`Angkasa


nemenin foto prewedding @KeyshaD dan @JulianJul, tapi pada akhirnya ikut jadi model juga.


Tulisnya dalam keterangan foto itu lalu dia memposting nya. tak butuh waktu lama sudah banyak yang nge like dan komen. ada yang kagum, memuji atau nge gombal tapi ada juga yang mencelanya.


Ya Elsa hanya menanggapi sebatas lalu saja. karena kalau dimasukin ke hati pun juga gak akan ada habisnya karena mulut orang lain bukan dia yang mengontrol.


"kak, ma, Elsa pulang dulu ya." pamit Elsa.


"pulang apa ke arena kamu?" tanya mama karena mama tahu ini malam minggu arena pasti ramai.


"hehe mama tau aja. boleh kan ma?" mohon Elsa.


"boleh.tapi pulangnya jangan malam dan pulang ke rumah." kata mama.


"siap ma. ya udah kalau gitu Elsa pamit dulu ya ma." kata Elsa langsung keluar pergi menuju motornya.