That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_04



"Angela kemana Mom? bukannya dia dirumah terus?" tanya Leon yang tidak melihat adiknya itu makan malam.


"Entahlah Mommy juga gak tahu kenapa dia gak ikut makan malam." jawab Elsa.


"emm... Rere juga merasa aneh sih Mom. selama kak Angie pulang, dia jarang sekali keluar kamar. biasanya dia sering ngrecokin Rere yang sedang ngerjain tugas cuma sekedar ngajak jalan. tapi gak tahu kenapa ini sekarang kak Angie jadi pendiem." kata Rere.


Mendengar perkataan Rere membuat semakin penasaran seluruh anggota keluarga. apa yang terjadi dengan Angela? kenapa semenjak pulang kerumah dia jarang keluar kamarnya.


Jackson yang merasa paling dekat dengan putri kandung semata wayangnya itu pun mencoba untuk melihat keadaan Angela. dia mencoba masuk kedalam kamar anaknya yang tidak tertutup rapat. dia menjulurkan kepalanya untuk melongok sekilas anaknya sedang apa. dia melihat Angela sedang sibuk melukis.


"sayang..." kata Jackson mendekati anaknya.


"Daddy..."


"kamu kenapa tidak pernah keluar kamar? semuanya khawatir sama kamu nak. semuanya ingin lihat kamu yang ceria seperti dulu lagi."


"emm.. maafin Angel Dad.." Angela menunduk. dia enggan mengatakan apa yang terjadi pada dirinya yang sebenarnya.


"tidak apa-apa kalau kamu belum siap sayang. yang terpenting, bangkitlah. semuanya sedih kalau melihat kamu seperti ini." Jackson diam sejenak. dia melihat lukisan seorang pria yang sedang dilukis anaknya itu. "apa karena dia yang membuat kamu jadi seperti ini sayang?" tanya Jackson tepat.


Angela kaget dan langsung menunduk. matanya memerah. dia tak bisa lagi menahan tangisnya.


"ceritakan apa yang telah dia buat kepada kamu sayang?"


"emm... dia campakin Angel Dad. dia pergi dari kehidupan Angel. Angel benci dia Dad. Angel benci. tapi Angel juga cinta sama dia Dad." tangis Angela pecah dalam pelukan Daddynya.


Melihat itu, akhirnya Jackson paham kalau ini semua masalah tentang cinta. Jackson tak bisa berkata-kata lagi. dia hanya bisa menenangkan anaknya.


"menangislah nak, jika itu membuatmu merasa lebih baik. tapi Daddy mohon setelah kamu menangis, kamu harus langsung kembali ceria. Daddy gak mau kamu kehilangan semangat hidupmu hanya karena kamu ditinggal kekasih mu." kata Jackson.


Sejenak, Angela merenungkan kata - kata Daddynya itu. dia berfikir ada benarnya. kalau apa yang Jackson bilang itu benar. dia harus bangkit. dia harus maju kedepan. masih banyak lelaki diluar sana yang lebih baik dari Samudera.


***


Sebulan telah berlalu. kini Angela sudah menjalani hari seperti biasa. dia kembali ceria dan cerewet jika sedang bersama keluarganya. dia juga mulai masuk kuliah. selama ini Leon, Angela dan Rere tak pernah tampil dihadapan publik dengan nama keluarga Wang. mereka sering iseng menggunakan marga yang lain.


Oleh karena itu mereka memiliki banyak teman yang gak pernah tahu identitas asli mereka. mereka tak mau kalau identitas mereka terungkap maka akan ada teman yang bermuka dua mendekati mereka. biarlah mereka tahu kalau Leon, Angela dan Rere itu dari keluarga biasa.


Hanya Rey dan Franky yang selama ini tahu siapa Leon. sedangkan Angela tak banyak yang tahu karena dia sudah lama berada diluar. sedangkan Rere, dia memang cantik. tapi dia tak terbuka. dia lebih seperti kutu buku yang menghabiskan waktunya di perpustakaan.


Banyak yang mencoba mendekatinya tapi tak pernah ada yang bisa menjadi teman dekat bagi Rere. hanya Rey dan Franky, teman Leon yang bisa membuat Rere tersenyum lebar.


Hari ini Rey dan Franky berjanji untuk datang ke rumah Leon yang sedang tak ada orang tuanya. Jackson sedang bertugas keluar kota, sedangkan Elsa selalu mengikuti kemanapun Jackson pergi karena mereka tak pernah terpisahkan. bahkan kasih sayang keduanya menjadi panutan untuk Leon, Angela dan Rere.


"Ngie, Re. hari ini Rey sama Franky mau datang. kalian gak ada acara kan?" tanya Leon.


"wah sayang sekali, Rere hari ini ada pesta ulang tahun teman Rere kak. gak bisa nemenin kalian." kata Rere menyesal. padahal dia ingin sekali menemani kakaknya itu, terutama Rey. dia menyesalkan hal itu.


"gak papa. masih ada Angel kok. Angel free. tapi mungkin nanti Angel selesaiin dulu lukisan Angel. Angel mau serahin tugas. udah dikejar deadline ini." kata Angela.


"yang penting kamu bisa ikut kumpul udah seneng kakak Ngie." kata Leon.


Tepat pukul tujuh malam, Rey dan Franky datang kerumah Leon. mereka membawa banyak sekali bahan makanan untuk barbeque an. Leon menyambut dengan hangat mereka semua.


"On, lo tahu gak gue bawa siapa?" tanya Rey membuat Leon penasaran.


"Surprise..." teriak Sam. ya, orang yang dibawa Rey adalah Sam, Samudera.


"Woy bro... akhirnya pulang juga lo. kapan pulang lo?"kata Leon sambil memeluk Sam.


" udah sebulan yang lalu bro. tapi karena sibuk pulang kuliah langsung ngurus kantor yang keteteran semenjak bunda sakit jadi ya mau gak mau harus ikut ngurus kantor. karena si cecunguk satu itu gak mau ikut."kata Sam mencibir Rey.


"bukannya gue gak mau ya bang. gue kan emang gak suka dunia bisnis kaya lo. gue lebih suka dunia fashion kaya Leon." Rey membela dirinya.


"alah, lo suka fashion juga semenjak tahu kalau adiknya Leon masuk jurusan design. iya kan?" kata Frank tepat sasaran.


Belum juga Rey menjawab, terlebih dahulu dia melihat kearah tangga. dia melihat Rere turun menggenakan dress putih selututnya tanpa lengan yang memamerkan pundaknya yang indah. mata Rey juga tak luput menatap indahnya dada Rere yang sedikit terbuka itu.


"ya udah hati-hati ya. pulangnya nanti telfon aja biar kakak jemput." kata Leon mengecup puncak kepala Rere seperti biasanya.


"iya kak." Rere pun mengalihkan pandangannya kearah Rey dan Frank. juga kearah Sam yang merasa asing. "Hai Bang Rey, bang Franky." kata Rere menyapa mereka.


"Hai Re." jawab Franky singkat.


"Hai bidadari.. cantik banget. mau kemana nih?" kata Rey genit.


"iya ini bang, Rere mau ke party temen Rere." jawab Rere.


"Ohh gitu. Ohh iya ini kenalin, dia Sam. abangnya bang Rey." kata Rey memperkenalkan Sam.


"Ohh abangnya bang Rey yang ada di New York itu ya? kenalin, aku Rere." kata Rere yang menyapa Sam.


Sam terpaku melihat senyum Rere. senyum yang indah menurutnya. matanya juga memindai tubuh Rere. Oke juga bodynya, kayanya juga masih segelan. batinnya dalam hati. dia menyambut uluran tangan Rere. "Sam, Samudera."


Rere agak familiar dengan nama Samudera. sekilas dia melihat sebuah gelang yang Sam pakai. dia merasa tidak asing dengan gelang itu.


"ya udah kalau gitu, Rere pamit ya semuanya." kata Rere meninggalkan mereka.


Sam mengikuti arah jalan Rere. dia begitu terpesona dengan kecantikan Rere. seperti saat dia terpesona kecantikan Angela saat pertama kali bertemu. yang walaupun waktu itu saat bertemu Angela masih berumur tiga belas tahun, tapi kecantikannya sudah terpancar begitu kuat.


"Ingat bang, itu gebetan gue." bisik Rey sambil menyikut perut Sam.


"Lo kan masih ada kakaknya. gue adiknya ya. satu lah buat gue." kata Sam ditelinga Rey.


"Abang kakaknya aja. adiknya buat gue. gue udah mantap nih mau macarin adiknya. kakaknya juga gak kalah cantik kok."


"kalau abang gak mau gimana rey?"


"oke kita saingan. siapa dulu yang dapatin Rere, dia yang menang. dan yang kalah harus terima kekalahan." kata Rey dan diangguki oleh Sam.


Mereka berempat kembali menyiapkan barbeque an. sambil berbincang dan tertawa. Tiba-tiba Sam teringat sesuatu.


"Ohh iya Le, bukannya kata lo, lo punya adik yang sekolah di New York ya?" tanya Sam.


"iya, tapi dia udah pulang dan kuliah disini. satu kampus malah sama kita." kata Leon.


"Ohh ya? My Angel kuliah disana juga? kok gue gak tahu ya?" pekik Rey.


"My Angel My Angel. emang punya lo?" kata Franky dengan menggeplak kepala Rey menggunakan sendok ditangannya.


"Ya kan gue cuma niruin Leon kalau manggil adiknya. My Angel sama My sweet." kata Rey dengan tawanya.


"tapi kok gue gak lihat ya Le?" tanya Sam yang lebih fokus pada Leon. menghiraukan apa yang Rey dan Frank obrolin.


"dia lagi nyelesaiin tugas. nanti kalau udah selesai dia pasti turun. dia gak mau diganggu kalau sudah berurusan dengan kanvas dan cat air. keluarganya sampai dilupain." cibir Leon membuat Frank tertawa.


"iya kalau sama lo, lo bakalan dicuekin. tapi kalau gue yang manggil, pasti dia bakalan nurut." kata Frank membanggakan diri. karena memang selama ini Angela lebih dekat dengan Franky.


"ya udah sono panggilin. gue udah gak sabar." kata Sam.


"kok jadi lo bang yang gak sabar?" heran Rey.


"ya iyalah, selama gue kenal Leon, dia selalu nyeritain tentang adiknya itu. nah tadi kan baru ketemu satu, aku mau tahu yang satunya. bener gak kalau dia juga cantik." kata Sam.


Selang lima menit, Franky datang dengan muka ditekuk penuh dengan cat air.


Hahahahaha...


"Muka lo kenapa Frank?" tanya Rey.


"tadi gue ketuk pintu kamarnya, karena gak ada jawaban gue masuk aja tuh. gue kagetin aja dia. gak tahunya gue malah kena geplak mukanya pake kuas cat air. dan gue diusir." kata Frank.


"lo sih belagak sok sok an manggil dia. kan gue udah bilang kalau dia gak akan keluar kalau tugasnya belum selesai. udah sana bersihin muka lo dulu." perintah Leon.