That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Perawan Tua



Ditempat Jackson.


"wah gak nyangka kalau orang yang sudah memberiku keuntungan dalam perusahaan adalah orang yang akan menjadi adik iparku nanti." kata Kevin.


"ahh bang Kevin bisa aja. tapi bang, jangan bilang sama Elsa ya bang. aku mau kasih kejutan buatnya saat pernikahan Kak Key 2 bulan lagi." kata Jackson.


"udah kamu Terima beres aja. pokoknya kamu bakal jadi nikah sama Elsa." kata Kevin. "lagipula dari awal abang juga gak setuju kalau dia ada hubungan sama Evan. karena abang tau Evan itu orang seperti apa. tapi biarlah Elsa saja yang mengetahui lewat matanya sendiri. abang tak mau membuat dia sedih kalau abang memberitahunya sekarang." lanjutnya.


"iya bang, semoga masih sempat ya bang buat Jackson dapatin Elsa." kata Jackson.


"sempat. karena Elsa lebih mendengarkan omonganku daripada mama atau papa, terlebih omongan Key. jadi kalau abang tak merestui, Elsa tak akan pernah menikah dengan siapapun selain orang yang abang restui. dan orang yang abang restui itu kamu, Jackson."


"makasih ya bang udah percaya sama gue. gue janji akan buat Elsa bahagia." kata Jackson.


***


Ditempat Elsa.


"sudah seminggu sejak kejadian gue sama Evan, dia udah gak hubungi gue lagi. gak tahu dia kemana. bahkan gue telfon pun gak diangkat. apa dia sibuk dikantor ya? gue samperin ahh dikantor bokapnya." kata Elsa pada diri sendiri.


Elsa langsung melajukan motornya ke kantor milik ayah Evan. dengan semangat dia menuju ke lobi saat sudah sampai di kantor setelah memarkirkan kendaraannya. dia menuju resepsionis.


"permisi mbak, ada yang bisa saya bantu?" kata resepsionis itu ramah.


"pak Evan nya ada mbak?" tanya Elsa.


"ohh maaf mbak, tadi Pak Evan keluar sekitar pukul 10.00 pagi untuk meeting diluar kantor sekalian untuk makan siang mbak." kata resepsionis itu.


"ya sudah kalau gitu makasih ya mbak." kata Elsa lalu pergi meninggalkan kantor itu.


Dia melakukan motornya menuju ke sebuah cafe. dia bingung mau cari Evan kemana lagi. ke tempat yang sekiranya dia tahu dimana Evan sering berada pun dia tak ada. dihubungi pun tak bisa.


"sebulan lagi pernikahan kak Key, tapi aku malah belum ada gandengan. Jackson pergi. Evan tak bisa dihubungi. gimana mau punya gandengan besok? apa dikata yang lain. Sian udah sama Arian. Mark sama Meisya, Dion udah sama Rose. lah gue. jomblo dong. ahh sial banget sih hidup gue" gumam Elsa.


"hidup siapa yang sial Els." kata seseorang yang menghampiri.


"ehh kaget gue. lo kalau mau ngomong tu nampakin diri dulu dong, jangan asal keluar suara aja. gue pikir penunggu cafe ini tahu gak." kata Elsa yang ternyata ada Arian, Dion dan Mark yang menghampiri mereka.


"siapa suruh lo ngedumel sendiri. kita udah berkali-kali manggil lo tahu gak." kata Mark sambil duduk disamping Elsa dan yang lain duduk disisi lain sofa.


"ehh sumpah gue gak denger kalian manggil gue. sorry ya." kata Elsa sambil nyengir.


"Ehh lo sendiri aja? gak sama yang lain?" tanya Dion setelah memberikan pesanan mereka ke writers.


"Gak, gue emang mau sendiri aja." kata Elsa tak ingin permasalahan hatinya diketahui mereka..


"tumben lo Els. gak biasanya lo kaya gini. apa lo patah hati karena tak dapat kabar dari Jackson?" tebak Arian.


"nah itu lo tahu. tapi emang serius ya kalian gak dapat kabar dari tu Alien satu?" tanya Elsa menelisik.


"lah lo yang udah kencan sama dia aja gak dikasih tau apalagi kita yang cuma jadi teman pas dibutuhin saat dia kosong aja Els." kata Arian.


"betul itu. seharusnya kita yang tanya sama lo. kenapa dia gak pernah kasih kabar." sambung Mark.


"ya mana gue tahu. gue hubungin dia aja kagak." kata Elsa.


"wah lo kurang ajar lo ngatain gue jadi perawan tua."


"iya lo. jutek-jutek gini sepupu gue On.


ya kali masak sepupu seorang Arian yang ketampanannya tersohor sampai seluruh negeri punya sepupu perawan tua sih. tapi emang bener sih Els, lo jangan gengsi dog. telfon gih Jackson." kata Arian yang langsung mendapat gerakan dari Elsa.


"lo mau bela gue apa Dion sih. sama aja lo ngatain gue ****." kata Elsa. "udah ahh gue mau ke arena aja. biar jernih ini otak gue gak gila kaya lo pada." lanjut Elsa dan beranjak pergi dari mereka bertiga.


***


Ditempat Jackson.


"Bund, ayah mana bund?" tanya Jackson kepada bundanya karena hanya ada bundanya dimeja makan.


"ayah kamu pergi ke Indonesia buat ketemu sama Om Elvano." kata Rahma.


"buat apa ketemu sama Om Vano bund?" tanya Jackson heran.


"ya buat bahas perjodohan kamu sama Elsa lah. sekalian langsung pernikahannya." kata Rahma enteng.


mendengar itu Jackson terbelalak kaget namun dia bersorak girang seperti anak kecil yang habis dibelikan jajan oleh orang tuanya.


"serius bunda?" tanya Jackson meyakinkan.


"serius lah. ngapain bunda bercanda. udah sekarang kamu harus kerja yang rajin. tunjukin sama ayah kamu kalau kamu nanti siap buat pegang perusahaan ayah kamu yang ada di Indonesia." kata Rahma.


"baik bunda"


***


Ditempat lain duduk dua orang lelaki paruh baya yang hampir memasuki umur setengah abad namun masih terlihat tampan dan gagah.


"gimana Van? lo trima gak pinangan anak gue untuk anak bontot lo?" kata Tomy.


"gue sih Terima aja Tom. terlebih Jackson orangnya baik, pekerja keras. tapi gue gak tahu anak gue mau gak. terlebih dia juga punya cinta pertamanya. namanya Evan dari keluarga Tn. Nugraha." kata Elvano sambil memijit keningnya. dia tak menyangka anaknya sudah punya hubungan dengan lelaki lain.


"udah kalau masalah Elsa nya gampang lah nanti biar abangnya yang turun tangan. yang penting gue denger dulu dari mulut lo, lo setuju gak kalau anak lo gue nikahin sama anak gue?" tanya Tomy lagi.


"ya pastinya setujukah Tom. agar kita bisa sahabatan lagi kaya dulu waktu masih SMA." kata Elvano.


"tapi bini lo gimana?"


"udah, bini gue pasti setuju lah. secara yang mau jadi besannya kan sahabatnya sendiri. jadi mana mungkin dia nolak Tom." kata Elvano yakin.


"lo yakin amat kalau bini lo bakal nerima Van." kata Tomy.


"ya yakin dong. masak mau jadi besan sahabat karib gue sendiri harus nolak. terlebih anak lo ganteng tahu Tom." kata Alexa yang ternyata sudah dari tadi menguping pembicaraan mereka.


"Alexa! lo nguping?" tanya Tomy.


"hehehe.. habis penasaran." kata Alexa sambil melihatkan giginya yang rapi putih bersih itu.