
"apa yang terjadi pada Elsa kenapa bisa jadi seperti ini Aldo?" tanya Elvano. ya, dia memang sibuk dengan pekerjaannya namun dia tak pernah luput dari pengawasan para anaknya. dia juga tahu siapa saja teman dari anak-anaknya dan bagaimana latar belakangnya.
"maaf Om ini kelalaian Aldo gak bisa menjaga Elsa dengan baik." kata Aldo menunduk.
"ini bukan salah kamu, kami tidak menyalahkan kamu. tapi kami cuma mau tanya kronologi tentang apa yang sudah menimpa Elsa." kata Alexa lembut. karena dia yakin gak ada yang berani menyakiti Elsa selama ini.
"sebenarnya tadi saat Elsa datang ke arena balap, Aldo melihat Elsa seperti sedang kalut. dan kata Doni, tadi sebelum ke arena, Elsa sempat mampir sebentar ke tempatnya. tapi yang bikin aneh dia sempat pergi tanpa pamit. bahkan para pengawal didibuat pusing juga karena tumben-tumbennya dia minta dikepung di mejanya." jelas Aldo.
"coba aku tanya sama Kevin." kata Key langsung menelfon Kevin.
"gak usah telfon, aku langsung kesini pas dengar Elsa kecelakaan. kebetulan aku sedang ada kerjaan di Bali." kata Kevin yang muncul dibelakang mereka bersama asistennya yang telah mengikutinya selama ini. bu Tika.
"gimana? apa yang sudah terjadi sama Elsa?" tanya Alexa cepat.
"dia hanya patah hati karena dikhianati Evan. Evan selingkuh." kata Kevin singkat karena dia tak mau kalau keluarganya tahu tentang seburuk itu sifat Evan. dia akan membereskan sendiri.
"jadi itu yang buat dia kalut saat balapan?" tanya Aldo. "sungguh cinta itu membuat orang bisa kaya gitu ya." kata Aldo lagi pada diri sendiri.
"terus kita mau bicara gimana kalau Elsa sudah datang nanti?" tanya Julian yang akhirnya berani bicara.
"aku sudah siapin kado buat Elsa. ya sebenarnya kado ini mau aku kasih saat Key dan Julian menikah nanti. tapi karena sekarang keadaan Elsa sedang kaya gini dan butuh orang yang bisa buat hatinya melupakan Evan ya terpaksa aku keluarkan hadiah ku sekarang." kata Kevin. "dia akan sampai 1 jam lagi." lanjutnya.
"apa maksud kamu...." kalimat Elvano menggantung karena ruang operasi terbuka dan dokter keluar. semua langsung berhambur mengerubungi dokter tersebut.
"bagaimana dok anak saya?" tanya Elvano dengan cemas sambil merangkul pundak istrinya yang tak kalah cemas dan khawatir.
"alhamdulilah tuan, nyonya. untungnya nona muda kedua segera dilarikan ke rumah sakit. jadi pendarahannya segera bisa dihentikan dan nyawanya bisa tertolong. semua berkat teman nona muda kedua tuan." kata Dokter itu.
"kalau begitu apa kami bisa melihatnya dok?" kata Alexa.
"nanti Nonya dan Tuan bisa melihat kalau sudah dipindah ke lantai khusus keluarga. karena masih pengaruh bius jadi nona muda ketiga mungkin akan sadar paling cepat 3 jam lagi. itupun kalau memang dia merespon dan ingin sembuh." kata Dokter itu.
"maksud dokter apa?" tanya Kevin cepat.
"setelah dilihat, saya merasa bahwa nona muda kedua seperti ada rasa enggan untuk bangun menghadapi kehidupannya. entah saya tak tahu apa permasalahannya. mungkin diantara tuan dan nyonya ada yang tahu. tapi saya rasa jika nanti nona muda kedua sadar, jangan ungkit hal yang membuatnya sakit. jika dia sampai terguncang lagi hati dan pikirannya, takutnya dia akan melupakan semuanya termasuk dirinya sendiri. atau bisa dibilang amnesia." kata dokter itu lagi panjang lebar.
" mama sama papa tenang saja. Key yakin Elsa akan baik-baik saja. dia gak mungkin amnesia sampai melupakan kita semua. dia anak yang tangguh. dia anak yang kuat. dia gak akan kenapa-kenapa."kata Key menguatkan kedua orang tuanya terutama mamanya yang begitu sayang kepada putri bungsunya itu.
Setelah Elsa dipindahkan ke ruang rawat dilantai khusus hanya untuk keluarga Diwangkara dan Angkasa, mereka semua langsung menunggu Elsa didalam ruang rawat yang sebenarnya hampir mirip dengan apartemen karena ada kamar mandi, ruang berkumpul, dapur bahkan kamar untuk istirahat.
Julian dan Aldo pulang. Julian pulang untuk memberi kabar kepada kedua orang tuanya sedangkan Aldo memberi kabar kepada Doni agar memberi tahu semua sahabat dan teman Elsa satu gengnya.
***
Kini sudah 3 jam lebih Elsa masih belum bangun. bahkan salah seorang yang masih setia menunggui Elsa dan tak mau beranjak dari tempat tidur Elsa barang sejengkal pun. bahkan tangannya tak lepas dari tangan Elsa. siapa lagi kalau bukan Jackson yang sudah datang dari 2 jam lalu.
Dia orang yang paling terpukul atas kejadian Elsa. bahkan melebihi keterpukulan orang tua Elsa. dia begitu terlihat rapuh saat mendekati brangkar Elsa. dia menatap wajah Elsa yang masih tetap cantik walau dalam keadaan pucat dan sakit ini.
"nak, makan dulu ya. kamu dari tadi pagi belum makan lagi." bujuk Rahma kepada anaknya. iya Rahma dan Tomy memaksa ikut karena takut dijalan Jackson akan bertindak nekat karena mereka melihat Jackson begitu terpukul.
"gak bund, Jackson mau nungguin Elsa. Jackson mau disuapin sama Elsa." kata Jackson terlihat rapuh.
"nak, kamu jangan begini sayang. nanti kalau Elsa tahu kamu kaya begini yang ada dia akan marah sayang." kata Rahma yang masih membujuk anaknya itu.
"gak papa bunda, asal dia sadar, Jackson rela kok dimarahin sama Elsa bunda. Jackson rela dipukul sama Elsa bunda, Jackson rela sala Jackson bisa melihat Elsa bahagia dan tersenyum lagi." kata Jackson yang membuat semua yang ada disana menjadi terharu.
"ohh jadi kamu rela aku hukum karena ninggalin aku tanpa kabar selama ini?" sebuah suara yang membuat semua yang ada disana kaget. terlebih Jackson.
Mereka menatap Elsa yang masih memejamkan matanya perlahan mulai membuka matanya. dia tersenyum lebar melihat wajah Jackson yang ternyata selama ini dia rindukan.
"kamu sudah sadar sayang?" tanya Alexa.
"apa yang sakit sayang? apa yang kamu rasakan?" berondong Elvano.
"kakak panggilin dokter ya sayang." kata Key.
"Kamu mau apa? mau makan apa? atau mau barang limited edition keluaran terbaru apa? atau mau mobil baru? motor ducati atau mau apa abang belikan." kata Kevin membuat Elsa tertawa mendengar semua yang mereka katakan.