
"kakakku gak ada disini. tapi itu. itu. itu. itu. dan masih banyak lagi termasuk Doni pemilik club ini, mereka semua anak buah kakakku. siapapun yang berani mendekati dan menggodaku tiap aku disini, mereka akan turun tangan dan menghajar habis. paling baik mereka hanya masuk rumah sakit. tapi yang paling parah langsung meninggal. itu seperti om-om hidung belang yang hendak memperkosa ku dikamar mandi. itu yang paling parah." kata Elsa menjelaskan dan Jack menatap takut.
Jackson menarik tangan Elsa saat dikira nya Elsa sudah benar-benar pulih dari hangover nya. dan mereka pun berjalan turun ke lantai. mereka berdua berjoget sesuai irama mereka. berjingkrak menghilangkan rasa penat. saat musik berganti dengan musik balad yang romantis, mereka berdua pun ikut irama yang romantis. saling berpelukan seperti yang lain.
Mata Jackson menatap Elsa penuh dengan cinta,namun Elsa masih belum bisa menatap dengan penuh cinta kepada Jackson karena mereka baru saja bertemu dan Elsa terpaksa mau menjadi pacarnya karena takut kalau Jackson nekat melamarnya di depan sang papa. saking menghayati lagunya Jack mencium dan mel*mat bibir Elsa dengan lembut. Mereka terus berciuman selama musik itu terjadi. hingga musik kembali terdengar dengan ritme cepat kembali.
Membuat Elsa menarik pagutannya dan tersenyum ke arah Jack. Dia melepaskan pelukannya dan kembali duduk di table nya. Dia mencari hpnya dan memasukkan ke dalam tas dan segera beranjak untuk pulang karena ternyata sudah dini hari.
"Mau kemana?" tanya Jackson mencoba menghentikan Elsa.
"Gue mau pulang." kata Elsa menghempas tangan Jackson.
"Gue anter."
Akhirnya dengan berat hati, Elsa menerima tawaran Jackson. diapun diantar oleh Jackson sampai apartemennya. karena Elsa tak mau dimarahi oleh Alexa jika pulang dini hari. bersama lelaki lagi.
Setelah sampai di apartemen, Elsa menawarkan Jackson untuk mampir sebentar. Jackson pun mengikuti Elsa. Malam itu terasa begitu dingin.
"Sayang, gue mau tanya." kata Jackson sambil menyesap minuman hangat yang dibuatkan oleh Elsa.
"Apa?"
"Lo mau menikah gak sama gue?"
"Menikah? kita baru aja kenal Jack."
"Tapi gue udah cinta sama lo Elsa. gue sayang sama lo. gue cinta sama lo. butuh bukti apa biar lo tau kalau gue beneran cinta sama lo?"
"Tapi guenya yang gak bisa nikah sama lo." ucap Elsa.
"Tapi kenapa? apa alasannya."
"tidak ada alasan."
Mendengar itu Jackson pun ingat nama Evan.
"apa ini karena janji Evan?" kataku pelan namun itu cukup membuat Elsa kaget.
"darimana kamu tahu?" tanya Elsa penasaran. belum sempat Jackson jawab, HP Elsa berbunyi menandakan ada panggilan.
Jackson menajamkan telinganya mendengar suara Elsa yang terdengar lembut sambil sedikit tertawa. membuat hatinya seperti teriris saat dia mendengar nama Evan terucap dari bibir Elsa. Bibir yang dia harapkan hanya menyebut namanya. bukan nama lelaki lain. Saat Elsa sudah berbalik setelah menutup telfonnya, Jackson pun langsung menghampirinya.
"apa itu Evan?" tanya Jackson.
"bukan urusanmu." jawab Elsa dengan nada ketus.
"hei.. apa kamu lupa kita pacaran?" kata Jackson menaikkan sedikit nada suaranya.
"kita memang pacaran. tapi kamu gak ada berhak aku mau dekat dengan siapa saja." kata Elsa dengan tak kalah sengit.
"tapi aku berhak tau kamu berteman dengan siapa saja Els. kamu itu milikku. kalau kamu berkata aku tak boleh meninggalkanmu, lalu kamu yang akan meninggalkan aku?" kataku dengan kasar. "dan juga karena alasan Evan kamu tak mau menikah denganku iya kan?"bentak ku lagi.
"cukup ya Jack. ternyata kamu kaya gini ya sama aku." kata Elsa. "keluar.. sekarang kamu KELUAR!" bentaknya.
"oke aku akan keluar Els. tapi aku gak berhenti sampai disini. sampai kapanpun bagaimanapun caranya, kamu tetap akan menjadi milikku. hanya aku. Jackson Wang." kataku lalu pergi dari apartement nya dengan amarah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi harinya.
Elsa terbangun dari tidurnya. dia langsung berendam didalam bathtub. dia memikirkan kembali apa yang dia dan Jack debatkan.
Aku memang tak mencintaimu Jack. entahlah apa yang aku rasakan sehingga aku mau mau saja menjadi pacarmu. tapi jujur saja aku tak mencintaimu Jack. aku hahya mencintai Evan. cinta pertamaku. tapi aku juga takut akankah dia menerimaku lagi. bagaimana aku mau menjelaskan kepadanya tentang hubunganku denganmu. batin Elsa.
Dia kembali bersiap - siap untuk berangkat kuliah. dia mengaca kembali melihat dirinya didepan cermin. lalu dia keluar dan turun ke parkiran dan melakukan mobilnya kekampus.
Dikampus pun dia memasang muka ceria agar tak ada yang tahu bahwa dia sedang ada masalah dengan Jackson.dia berjalan dengan anggun. semua mata menatapnya penuh dengan kekaguman.
Dia menghampiri meja kantin yang berisikan 6 orang terdekatnya. tapi dia tak melihat seseorang.
"Hai.. kalian lihat Jackson gak?" tanya Elsa pelan.
"kamu gak tahu? Jackson pulang ke Kanada. orang tuanya memanggilnya untuk pulang. dan kemungkinan dia akan pindah kuliah disana." kata Arian.
"bukankah semalam kamu dengannya? kenapa kamu gak tahu?" tanya Mark.
"emm.. entahlah. setelah dia mengantarku pulang, dia lalu pergi dan aku terbangun tadi pagi. aku tak dapat pesan apa-apa darinya." kata Elsa berbohong.