
Kepergian Rey membuat Eli takut. jika Rey serius dalam hal mengajukan gugatan hak asuh anak, tidak berkemungkinan kalau Rey juga bisa mendapatkan Reyhan. karena bagaimanapun Rey juga ayah kandungnya. terlebih penghasilan Rey lebih besar darinya. bahkan dia bisa membeli Jaksa di meja hijau.
Kini Eli semakin ketakutan. dia tidak mau kalau anaknya diambil Rey, tapi dia juga tidak mau menerima kembali Rey. karena baginya Rey itu sudah mati di hatinya dan cintanya untuk Rey pun sudah musnah. Dia tidak mau untuk kehilangan yang kedua kalinya. cukup dia dulu kehilangan semuanya demi bayi itu. dan kini dia tidak mau kehilangan anaknya yang sudah menjadi dunianya.
Hal yang membuat galau juga terjadi pada Angela. dia masih sedih akan perpisahannya dengan sang anak nanti. dia kini sedang berada di dalam Mall milik keluarga Julian. dia sendiri disana. karena dia sendiri, dia membawa pengawal untuk menjaganya. dia sudah seperti artis yang dijaga ketat oleh pengawal. tidak tanggung - tanggung. ada delapan pengawal di samping kanan kiri depan dan belakang. tidak lupa juga pengawal yang berada di jarak beberapa meter dibelakangnya.
Dia ingin menenangkan sejenak kepalanya. dia tidak mau ada orang yang mengganggunya. maka dari itu dia ingin ada pengawalan yang menjaganya dari orang yang hanya sekedar say hello dengannya.
"kalian tolong kosongkan resto itu. aku ingin menyendiri." kata Angela.
"baik Nona Pertama."
Salah satu pengawal menjawab dan membungkukkan kepala. dia memang selalu menjadi nona pertama keluarga Wang. oleh sebab itu meskipun dia sudah menjadi Nyonya muda Surya Atmaja, namun jika masih didalam lingkup keluarga Wang, dia masih tetap menjadi nona pertama. tidak seperti di keluarga Diwangkara dan Angkasa. warisan yang dilimpahkan ke Elsa kini hanya tinggal nama saja karena di akuisisi oleh Jackson, suaminya sendiri. jadi usaha Angkasa semua menjadi milik Wang. namun untuk Diwangkara tetap ada karena masih diteruskan oleh Key dan Kevin.
Angela kini duduk sendiri di resto itu. namun beberapa menit kemudian, dia mendengar keributan didepan resto. Angela merasa terganggu. dia juga melihat seorang pengawal berlari kearahnya.
"Nona pertama, didepan ada nona Rere yang mencari anda. dia ngotot ingin bertemu dengan anda nona." kata pengawal itu.
Rere? untuk apa dia ingin bertemu denganku?
"baiklah, bawa dia masuk. sendiri. aku tak ingin ada keributan lagi di luar. aku pusing mendengarnya." kata Angela dingin membuat para pengawal takut. bagaimana tidak, selama ini Angela terkenal sebagai senyuman bidadari seperti namanya. namun dia mereka tidak bisa menyangka kalau Angela juga bisa bersikap dingin seperti malaikat maut.
Rere terlihat berlari menghampiri Angela. Angela menatap Rere dengan tak suka. namun tiba-tiba dia kaget dengan apa yang di lakukannya. Rere bersimpuh dikaki Angela. dia bahkan bersujud dan mencium kaki Angela.
"kakak, maafkan aku kak. maafkan aku yang sudah jahat dengan kakak. maafkan aku yang sudah hampir membuat kakak kehilangan anak kakak. maafkan aku kak. maafkan aku." tangis Rere pecah. terdengar pilu dan menyesakkan dada. Angela orang yang paling mudah tersentuh. dia memegang pundak Rere dan membawa Rere duduk didepannya.
"kakak yang seharusnya minta maaf kepada kamu Re. maafkan kakak yang sudah merebut Sam dari kamu. maafkan kakak yang sudah merebut kebahagiaan kalian. tak seharusnya kakak seperti itu kepada kalian Re." kata Angela.
"tidak kak. aku yang salah. lagipula aku juga tidak serius dengan Sam. cintaku tak sebesar cinta kakak kepada bang Sam.aku lah yang merebut bang Sam dari kakak dan anak kakak. aku tak seharusnya berpacaran dengan bang Sam kak."
"tapi jujurlah pada kakak. apa sekarang kamu masih mencintainya?"
"kakak ini bicara apa. tidak mungkin aku masih mencintainya kak. aku ini sadar tidak mungkin aku mencintai suami orang kak." kata Rere yang heran dengan pertanyaan kakaknya itu. bagaimanapun cintanya untuk Sam sudah pudar karena dia menyesal akan apa yang dia lakukan kepada Angela.
"kalau bang Sam masih mencintaimu dan ingin kamu kembali, apa kamu mau menerimanya?" kata Angela tanpa basa basi. inilah pertanyaan yang dia ingin tanyakan saat bertemu dengan Rere.
"kak, aku ini wanita. aku ini juga ingin menikah dengan orang yang aku cintai. tapi itu bukan suami orang lain kak. lagian kakak ini aneh-aneh saja. mana mungkin bang Sam masih mencintai aku. sedangkan dia sudah tahu busuknya aku kak. dan aku juga wanita yang tak mau diduakan kak."
"siapa bilang bang Sam tidak mencintaimu Re. dia masih mencintaimu Re. dia bahkan mencarimu kesana kemari. kamu tidak usah takut untuk menjadi yang kedua Re. karena sebentar lagi kamu akan menjadi yang pertama dan satu-satunya milik Sam."
"kakak ini ngomong apa sih. mana mungkin aku menjadi istri bang Sam kak. bang Sam kan suami kakak. lagian kakak ini ngomong kaya mau pergi aja."
"benar dek. kakak memang mau pergi. kakak hanya punya waktu tak lebih dari dua bulan lagi. setelah anak ini lahir, kamu akan menjadi istri bang Sam dan juga ibu dari anakku."
"gak kak. aku gak mau menambah dosa lagi. aku sudah bahagia melihat kakak bahagia. aku kesini karena ingin meminta maaf kepada kakak. bukan untuk membuat kakak pergi dan menyerahkan suami serta anak kakak. aku sudah tidak mencintai bang Sam lagi. karena bagiku sekarang hanyalah menunggu lelaki yang mau menerima masalalu kelamku. bukan kembali ke orang yang ada dimasa lalu." kata Rere serius.
"tapi kakak juga serius dek. setelah anak ini lahir, bang Sam akan menceraikan kakak dan anak ini akan menjadi anaknya. itulah yang tertulis dalam surat perjanjian pra nikah. jadi apapun keputusanmu, kakak tetap akan pergi dari hidup bang Sam." kata Angela yang terlihat tegar namun Rere tahu kalau matanya memancarkan kesedihan yang teramat dalam.
"kalau memang itu yang terjadi, kakak pasti bisa membuatnya jatuh cinta dalam kurun waktu dua bulan ini. aku yakin itu kak. aku kesini bukan untuk merebut kebahagiaan kakak lagi. aku hanya ingin mendapatkan maaf dari kakak. karena kakak sudah menerima maafku, maka dari itu aku akan pergi dari kehidupan kakak dan menjalani hidup dengan baik." kata Rere dengan senyum bahagianya. dia tak pernah ingin kembali merebut Sam. dia juga sudah menghilangkan perasaannya untuk Sam. kini dia ingin menata kehidupannya dengan baik.
"baiklah. kakak juga tidak akan membuat bang Sam menemukanmu kalau itu yang kamu mau. tapi bolehkah kakak menyimpan nomormu?" tanya Angela berharap masih selalu bisa menghubungi adiknya.
"boleh kak."
***
Setelah pertemuannya dengan Rere, dia semakin yakin ingin pergi dari kehidupan Sam. dia bisa melihat dari apa yang dipakai Rere kalau kehidupannya tidak baik-baik saja. dia yakin kalau Sam bisa menemukannya pasti Rere akan kembali bahagia. kembali menjadi wanita sosialita seperti dulu lagi.
Saat dia masih melamun di balkon, terdengar suara mobil dibawah. dia bisa melihat Sam pulang dari sana. dia melihat Sam pulang dengan lesu. tak lama berselang Sam sudah masuk kedalam kamarnya. Sam melempar tasnya dikasur dan menarik tangan Angela dengan kasar.
"ahh.. sakit bang." tahan Angela.
"jadi abang memata-mataiku?"
"kalau iya emang kenapa? aku melakukan itu karena aku tak mau kamu tiba-tiba mencelakai anakku."
"Bang, aku bukan wanita gila ya bang ingin mencelakai anakku sendiri. aku juga tidak menyuruh Rere untuk bersujud di kakiku. dia sendiri yang melakukan itu."
"jangan kamu bilang itu anak kamu. itu anak aku. bukan anak kamu."
"bang, aku ini ibunya. aku ini yang mengandungnya. jadi aku ibunya."
"tidak.selamanya aku tidak mau anak itu memiliki ibu seperti kamu. dia hanya akan memiliki ibu seperti Rere. tidak seperti kamu yang hanya bisa menghancurkan kebahagiaan orang lain." kata Sam yang terlontar begitu pedas.
"kalau kamu memang ingin mempunyai anak dari Rere kenapa kamu tidak menghamili nya saja. kenapa harus aku yang kamu hamili? aku mencintaimu lebih tulus. aku juga mencintaimu melebihi aku mencintai diriku sendiri. bahkan sedikitpun penyesalan aku yang hamil anakmu pun tidak. aku rela menanggung malu demi tetap mempertahankan anak ini. dan dengan egoisnya kamu bilang kalau anak ini bukan anak aku? aku yang mengandungnya, selamanya anak ini akan menjadi anakku. kalau kamu tidak menganggap aku sebagai ibunya, lebih baik aku pergi bersama anakku selamanya." kata Angela dan berlalu ingin pergi dari rumah itu namun Sam menghalanginya. tapi justru itu semakin membuat Angela gelap mata.
"kalau kamu ingin keluar dari rumah ini, keluarkan dulu anak kamu itu. baru kamu bisa keluar dari rumah ini. karena anak itu milik keluarga Surya Atmaja." kata Sam yang mengejar Angela sampai diujung tangga.
"baik, kalau itu maumu. akan aku kabulkan. tapi sebelum itu, aku cuma ingin bilang sama kamu bang. Aku mencintaimu tanpa syarat. aku mencintaimu dari petama kali kita bertemu." Angela berkata pelan sambil berjalan mundur sedikit demi sedikit mendekati tangga. "Aku mencintaimu begitu besar dan tulus selama hampir enam tahun ini. apapun yang kamu lakukan aku tidak akan pernah menyesal pernah mencintaimu. bahkan jika kamu hanya mampu menerima anak ini tanpa menerimaku pun aku dengan senang hati masih bisa mencintaimu. namun ternyata aku salah. aku ternyata sudah mencintai seorang iblis yang rela memisahkan ibu dari anaknya. karena kamu lebih rela melihatnya lahir prematur, maka akan ku kabulkan. semoga kamu bahagia dengan Rere. i love you so much bang." kata Angela dan tepat setelah itu dia menjatuhkan dirinya dari tangga dan terguling kebawah.
"ANGELAAAAAAAA!" Sam berteriak saat melihat Angela jatuh.
Melati dan Heru yang tengah berada diruang keluarga pun langsung bergegas melihat apa yang terjadi setelah mendengar teriakan Sam. dan Rey pun yang baru saja pulang matanya langsung menatap tubuh tak berdaya Angela di ujung tangga bawah. Darah bersimbah di mana-mana.
"ANGEL!" teriak mereka bertiga.
Semuanya langsung berlari kearah Angela. Sam kamu melihat Angela terbujur tak berdaya dihadapannya dengan darah bersimbah di mana-mana. dia menarik rambutnya. dia terlihat frustasi. dia tadi hanya menggertak Angela, dia tak ada maksud untuk membuat Angela seperti ini.
***
Semua orang yang mendengar kabar Angela masuk rumah sakit pun langsung pergi kesana. Angela langsung dibawa ke ruang operasi. semua keluarga Angela pun ikut berkumpul. masih belum tahu apa penyebab Angela sampai terjatuh.
Hingga akhirnya Rey dan Leon yang tak mendapat jawaban dari Sam karena masih saja diam tak menjawab pertanyaan mereka pun sibuk mencari alasan kenapa semua ini terjadi.
"Bukannya dirumahmu ada CCTV yang sekaligus bisa merekam suara ya? coba kamu lihat apa yang terjadi saat sebelum Angel mengalami ini." kata Franky.
"ohh iya.. kenapa aku gak kepikiran ya? kalau gitu aku akan suruh asisten Opa untuk melihatnya." kata Rey yang langsung menghubungi sekretaris Opa.
Saat itu terlihat seorang dokter keluar dengan panik. Semua mata memandang dokter itu.
"Pasien kekurangan darah. dia memiliki golongan darah O resus negatif. apa ada yang memiliki golongan darah yang sama?" tanya dokter itu.
"saya dok. golongan darah saya sama. saya ibunya." jawab Elsa.
"golongan darah saya juga sama dok." jawab Kattie.
"saya juga dok." jawab Ina, yang kebetulan mendengar kabar itu sedang bersama Cello. dan mereka langsung kerumah sakit.
"baiklah.kalian bertiga ikut saya masuk. dan juga setelah ini tuan Leon diharap masuk ke ruangan dokter karena ada yang ingin dibicarakan oleh dokter." kata dokter itu kembali masuk kedalam diikuti Elsa, Kattie dan Ina.
Leon pun masuk keruangan dokter yang dimaksud. dia masuk bersama Rey karena dia ingin Leon menjadi orang pertama yang tahu apa penyebab Angela bisa celaka.
"paman Jojo?" kata Leon saat melihat kakak dari mendiang papanya yang ternyata ikut menangani Angela.
"iya ini paman. dan yang berada didalam juga tante kamu. tante kamu tengah berjuang menyelamatkan Angela dan anaknya. sekarang paman tanya, apa yang terjadi?" tanya Jojo.
Belum sempat mereka menjawab, HP Rey bergetar. dia pun membuka pesan dari asisten Opanya itu. dan menunjukkan kepada Leon dan Jojo.
"aku rasa video ini yang akan menjawab semuanya dok." kata Rey.