That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_30



Rey sampai di kantor milik Sam bertepatan dengan Franky dan Kattie datang. mereka langsung menuju keruangan milik Sam. mereka tak menggubris sapaan para karyawan Sam. saat mereka sampai diatas, mereka melihat muka cemas Eli diluar.


"Sayang..." kata Rey menyapa istrinya..


"aduh pah.. kok lama banget sih. aku takut terjadi apa-apa sama abang. barusan belum lama terdengar suara barang yang dibanting di lantai. terus suara erangan putus asa. tapi aku mau masuk gak bisa dibuka soalnya pintunya dikunci sama abang. " kata Eli khawatir.


"kamu yang teman ya El. sekarang mending kita dobrak aja pintunya." kata Franky.


"biar aku panggil security." kata Kattie yang lalu menuju ke meja Eli dan menelfon resepsionis untuk memanggil security keatas.


Tak lama dia orang security dan dua orang bodyguard Sam dengan badan besar ikut naik. mereka langsung mendobrak pintu kantor Sam saat mendapatkan perintah dari Rey. mata mereka terbelalak saat melihat ruangan Sam seperti kapal pecah. semua barang yang ada di meja jatuh berserakan dilantai.


Namun mata mereka tak menatap keberadaan Sam. sekilas Rey melihat pintu kamar mandi terbuka. dia bergerak berjalan kesana dan benar saja. seperti perkiraannya. dia melihat Sam yang bersimbah darah. kaca kamar mandi pecah seperti dipukul menggunakan tangannya, dan tangan Sam makin berdarah karena menggenggam serpihan pecahan kaca tersebut dengan pandangan kosong dan air mata yang mengalir deras di pipinya.


"Abang... abang gak papa? abang kenapa jadi begini sih.. sini.. abang lepasin dulu kacanya ya. nanti tangan abang makin sakit." bujuk Rey.


Rey bukan pertama kalinya ini untuk membujuk Sam. sudah berkali-kali Sam menyakiti dirinya. namun selalu saja Rey gagalkan. dia selalu bisa membujuk Sam. seperti sekarang. Sam dengan perlahan langsung melepaskan serpihan kaca tersebut dan semakin menangis terguguk dihadapan Rey.


Eli yang melihat itu langsung menghubungi dokter pribadi keluarga Surya Atmaja. sedangkan Franky membantu Rey membawa Sam kedalam kamar untuk istirahat. kamar yang hanya tersedia di ruangan CEO. Kattie dengan cekatan mengambil kotak p3k untuk pertolongan pertama.


Sam masih saja melamun dalam tangisnya. dia melihat kearah luar jendela. bahkan dia tidak sadar kalau saat ini dia berada dalam mobil. dengan perintah Eli seluruh karyawan sudah dipulangkan sebelum Sam dibawa pulang. hal itu untuk antisipasi menyebarnya kabar tentang keadaan Sam. hal ini bisa mempengaruhi saham perusahaan.


Sampai dirumah Sam langsung dibawa ke kamarnya dalam keadaan sudah tertidur. dia tertidur setelah kelelahan menangis. seluruh keluarga begitu kasihan melihat Sam seperti itu.


"Mau sampai kapan kamu Sam akan seperti ini." gumam Franky namun masih bisa didengar semua yang ada disana.


"tidak cukupkah penderitaannya selama ini. kenapa dia masih belum bisa melepaskan Angela." kata Kattie.


"itulah cinta. bila sudah mencintai seseorang sampai sedalam itu, dia akan bertindak seperti ini jika kehilangan." kata Eli. dia kembali melihat dirinya pada Sam, seperti dulu saat dia terpuruk. namun dulu dia ada Reyhan junior sebagai semangatnya. sedangkan Sam, dia tak ada yang menyemangati.


***


Pagi hari disuatu tempat.


"Sayang... dimana dasiku? aku sudah telat nih." kata seorang lelaki sekitar berumur dua puluh tujuh tahun.


"iya sayang sebentar." teriak istrinya dari bawah. "bi, jagain Hero sebentar ya. aku mau keatas dulu. ngurusin bayi tua." kata istrinya yang meninggalkan sang anak yang baru berusia satu tahun kepada pembantunya.


"baik Nyonya Rezka."


Ya.. wanita itu adalah Rezka alias Rere. Delapan tahun lalu, setelah kepergian Angela, dengan uang tabungannya dia pergi ke NYC. Dia menempuh pendidikan dengan beasiswa disana. disana dia bertemu dengan beberapa orang yang kenal dengan Angela. termasuk Jhon Kennedy, lelaki yang cinta mati dengan Angela dahulu.


Awalnya saat tahu Rere adik dari Angela, Jhon hanya iseng mendekatinya untuk mengorek info tentang Angela. namun ternyata usaha sia-sia belaka karena Angela sudah meninggal. disana Rere juga bertemu dengan Diana. dan dari Diana dia juga mendapatkan pengampunan dari sang kakak Leon.


Kedekatannya dengan Jhon Kennedy membuahkan benih-benih cinta diantara keduanya. dan tiga tahun lalu saat Jhon ditetapkan sebagai CEO di perusahaan keluarganya, Jhon menikahi Rere dan satu tahun yang lalu Rere melahirkan anak pertama mereka yang diberi nama Hero Kennedy.


"Sayang, kebiasaan deh. udah disiapin masih aja teriak-teriak." kata Rere yang masuk ke dalam kamar dan melihat Jhon sudah rapi bahkan sudah memakai dasinya.


"habis kamu kalau aku gak teriak-teriak gini kapan mau ngurusin aku. kamu terlalu sibuk sama Hero. kamu kan istri aku." kata Jhon merajuk.


"Ya Tuhan, Jhon... keterlaluan ya kamu cemburu sama anak sendiri. gimana bisa coba seorang ayah cemburu sama anaknya sendiri. aku kan juga ibunya Hero, Jhon. jangan bikin aku bad mood deh pagi-pagi." sahut Rere.


"iya lah sayang. cium dong." Jhon memajukan bibirnya pertanda ingin di cium.


Cup. Rere mengecup sekilas bibir suaminya itu.


"Ohh iya, nanti malam jadi kan? udah setahun aku gak pulang. aku kangen sama Princess Aurora" kata Rere.


"iya nanti kita akan temui keponakan kamu. sekarang ayo sarapan. aku sudah lapar. belum nanti aku juga mesti makan yang banyak karena mau ada rapat sampai siang." kata Jhon.


Mereka berdua pun berjalan turun ke meja makan. mereka masih bisa melihat Hero disuapi oleh pembantu. mereka pun sarapan bersama disertai dengan tawa bahagia saat melihat kelucuan Hero.


Terimakasih kak. berkat kakak yang sudah memaafkanku, aku jadi menemukan belahan jiwaku. semoga kakak bahagia ya disana.


***


Masih di NYC. Pagi di sebuah apartemen.


"Hoaaamm... gini amat ya jadi single hidup seorang diri. bangun pagi gak ada yang bangunin. ada sih pacar. tapi belum mau diajak menikah." gumam Leon terbangun dari tidurnya.


Semenjak pindah ke NYC bersama Diana delapan tahun yang lalu, Leon tinggal sendiri di sebuah apartemen mewah. namun hampir tiap hari sekretaris pribadi sekaligus pacar dan tunangannya itu selalu datang. siapa lagi kalau bukan Diana. namun setiap menyinggung masalah pernikahan, pasti Diana mengalihkan pembicaraan nya.


Seperti hari ini, Diana datang membawakan sarapan untuk sang tunangan tercinta. dia datang saat Leon sedang mandi. dia pun menyiapkan semua keperluan Leon seperti seorang istri. dia juga merapikan seluruh apartemen milik Leon yang sempat bisa dia rapikan sebelum berangkat ke kantor. meskipun nanti akan ada pembantu yang membersihkannya, tapi untuk mengisi waktu sebelum berangkat ke kantor, dia selalu menyempatkan sebentar.


"Sayang, kamu masak apa hari ini?" tanya Leon yang sudah rapi saat keluar kamarnya.


"emm.. seperti permintaanmu semalam. nasi goreng seafood."


"Asyik.. makan lahap nih. ohh ya, agenda hari ini kita akan kemana saja?"


"hari ini dari jam sembilan sampai jam sebelas ada meeting dengan perusahaan milik Jhon. lalu kita ada janji makan siang dengan Nona Sierra. jam tiga nanti kita ada temu klien dari perusahaan J sampai jam empat. setelah itu kita pulang. malamnya baru kita menghadiri pesta ulang tahun Princess Aurora." kata Diana seperti sekretaris profesional.


"kalau gitu nanti siang setelah makan siang dengan nona Sierra, kita masih ada waktu tuh sebelum jam tiga. kita cari kado yuk buat Princess Aurora kita." kata Leon.


"harus dong..." jeda Leon. "ngomongin Princess, kapan kita akan punya princess sendiri sayang?" tanya Leon.


"Nikah dulu Le baru bikin princess. itupun kalau keluarnya princess, kalau yang keluar prince?" kata Diana paham kemana arah pembicaraan Leon.


"boro-boro nikah. kamu aja gak menerima lamaranku." kata Leon.


"Udah deh Le.. gak usah dibahas lagi. kamu kan tahu, kalau ibunya Princess belum bisa..." kata Diana terpotong.


"iya aku paham. tapi apa kamu pernah berpikir, kalau kita menikah itu akan menjadi kabar baik bagi dirinya. kabar baik juga bagi Princess. kamu gak ingat kalau Princess itu ingin punya adik?" kata Leon.


"kan dia udah punya Hero. udah ahh Le. jangan buat hariku yang indah ini menjadi kacau karena pembahasan ini lagi. nanti kita bicarakan lagi. udah sekarang kita pergi kekantor." kata Diana memutus perkataan Leon.


***


Malam hari di pesta ulang tahun Princess Aurora.


"selamat ulang tahun Princess nya auntie dan uncle." kata Rere memberi selamat kepada Princess.


"terimakasih auntie dan uncle. terimakasih juga my bro Hero..." kata Princess menyubit pipi Hero yang tengah di gendong Jhon.


"selamat malam sayang. selamat ulang tahun.. semoga apa yang kamu inginkan segera terwujud." kata Diana menghampiri Princess bersama Leon.


"terimakasih Auntie. dan Uncle Le.. kamu tidak memberiku selamat?" tanya Princess.


"yah.. selamat ulang tahun ya sayang. jangan tambah nakal. kasihan bunda mu." kata Leon.


"iya uncle. kan Princess udah besar. jadi bisa jagain. bunda." kata Princess dengan senyum yang begitu ceria. senyum yang begitu menawan.


Acara puncak pun berjalan. setelah meniup lilin dan memotong kue ulang tahun, Princess pun naik ke sebuah mini panggung dan duduk didepan sebuah piano. dia memainkan piano dengan indahnya. dia juga menyanyikan sebuah lagu dengan suara emasnya.


"Lagu ini aku persembahkan untuk Bunda yang sedang berada disana...


*I’m sitting here I’m thinking back to a time when I was young…


My memory, is clear as day


I’m listening to the dishes clink, you were downstairs, you would sing


Songs of praise


And all the times we laughed with you, and all the times that you stayed true to us


Now we say…


I said I thank you, I’ll always thank you


More than you could know, than I could ever show


And I love you, I’ll always love you


There’s nothing I won’t do, to say these words to you


That you’re beautiful forever


You were my mom, you were my dad, the only thing I ever had was you, it’s true


And even when the times got hard, you were there to let us know…that we’d get through


You showed me how to be a woman, you taught me how to understand the things, people do


You showed me how to love my God, you taught me that not everyone knows the truth


And I thank you, I’ll always thank you


More than you could know, than I could ever show


And I love you, I’ll always love you


There’s nothing I won’t do, to say these words to you


That you will live forever


Always, always and forever*


(Good Charlotte- Thank you Mom)


Princess menyudahi permainannya dengan begitu indah. semua mata yang memandang begitu takjub. mereka tak percaya bahwa apa yang mereka lihat adalah seorang gadis kecil yang beruntung berumur delapan tahun. namun sifat dan sikapnya melebihi umurnya.


Princess berjalan menuju seorang wanita yang tengah menyeka air matanya dan sedang duduk di sebuah kursi roda yang didorong oleh Rere. samping kanan kirinya ada Leon dan Diana. Princess memberikan sebut mawar putih yang cantik.


" Terimakasih Bunda.. terimakasih sudah melahirkan Princess ke dunia ini. terimakasih Sudah menjadi Bunda sekaligus ayah untuk Princess. Bunda cepat sembuh ya.. sesuai janji Princess. Princess akan bawa bunda ke pantai kalau bunda sudah sembuh. i love you Bunda.."kata Princess dan langsung memeluk bundanya dengan erat.