
Deg.
Jantung Franky serasa berhenti berdetak. dia kaget begitu mendengar nama Sam, sahabatnya terdengar. dia yakin kalau nama Sam yang disebut oleh Angela itu Sam yang sama dengan sahabatnya.
"Apa kamu tahu dimana dia sekarang sweetheart?" tanya Franky, dia berharap kalau Sam yang dimaksud Angela bukan Sam yang itu.
"semenjak dia melakukan itu kepadaku, aku sudah hilang kontak sama dia bang. aku bingung mau bagaimana bang. aku gak mungkin besarin anak aku sendiri. tapi aku mau nyari bang Sam kemana? terus bagaimana aku mau bilang sama keluarga aku bang?" kata Angela.
"Itu kita pikirin nanti. aku akan coba kerahkan semua anak buahku untuk bantu kamu. aku akan cari kemana saja orang yang tega menghamili kamu. kamu tenang aja. untuk sementara waktu, selama perut kamu belum membesar, biarlah hanya abang dan kak Friska yang tahu. untuk urusan kedepannya nanti kita pikir lagi." kata Franky mengecup kening Angela dengan sayang.
Angela keluar dari rumah sakit bersama Franky. di halaman rumah sakit, mereka tak sengaja melihat Rey. Franky memanggil Rey dan menyuruh Rey untuk mengantar Angela kerumah.
"makasih ya bang, kamu udah mau nganter aku. maaf udah ngerepotin." kata Angela. selama dia telah kembali, Rey jadi lebih dekat dengan Angela. ini semua bukan semata-mata karena Rey suka sama Angela. dia hanya menganggap Angela adiknya begitupun perasaan Angela terhadap Rey.
Namun dimata Rere yang melihat kedekatan Angela dan Rey, terlihat kalau mereka berdua seperti orang kasmaran. dia merasakan sesak dihatinya. dia begitu menyukai Rey, dan Rere juga bilang kepada Angela, tapi kenapa dia sekarang yang dekat dengan Rey?
Akhirnya Rere yang melihat pemandangan itu dari jauh pun mengurungkan niatnya untuk masuk rumah dan kembali masuk kedalam sebuah mobil yang membuat orang si empunya mobil kebingungan.
"Kenapa balik lagi dek? gak jadi pulang?" tanya lelaki itu.
"bang, apa abang serius suka sama Rere?" tanya Rere.
"Jujur Re, mungkin abang memang playboy. abang memang suka mempermainkan perasaan wanita. tapi itu dulu saat abang masih di New York. sebelum abang pulang dan ketemu kamu. setelah abang ketemu kamu, abang merasa kalau abang sudah benar-benar jatuh cinta sama kamu dek."
"kalau begitu apa pertanyaan abang masih berlaku? tentang maukah aku jadi pacar abang?" tanya Rere.
"aku akan selalu menunggumu dek."
"kalau aku jawab sekarang?".
" tentu abang dengan senang hati mendengarnya. dan abang juga harap tak ada penolakan dari kamu."
"aku mau jadi pacar kamu bang." kata Rere dengan senyumnya.
"kamu serius dek? aaaa.... i love you"
"I love you Bang Sam." kata Rere sembari memeluk lelaki itu.
Ya, setelah pertemuannya yang pertama itu, Rere semakin dekat dengan Sam. disetiap Rere pergi, disitu pasti dia akan bertemu dengan Sam. bukan tanpa alasan. itu semua memang ulah Sam yang selalu membuntuti Rere kemanapun Rere pergi.
Hingga akhirnya Sam mengutarakan perasaannya. entahlah, Sam hanya berpikir kalau memang dia beneran suka sama Rere. tak ada nafsu saat melihat Rere. dia hanya merasakan nyaman saat melihatnya.
Dan dia begitu bahagia saat tahu Rere menjawab ajakan nya untuk menjadi pacarnya. dia begitu bahagia sampai tak bisa melepaskan pelukan Rere.
Sedangkan dipihak Rere, dia terpaksa menerima ajakan Sam. dia hanya merasa sakit hati saat melihat Angela dan Rey bersama. mungkin ini namanya pelampiasan. tapi biarlah.
Maaf ya bang Sam. mungkin kamu hanya aku jadikan sebagai pelarian. hanya sebagai batu loncatan agar aku bisa melupakan bang Rey. aku akan belajar mencintaimu bang. kata Rere berjanji dalam hatinya.
***
Kini keluarga wang sedang makan malam. semuanya terlihat antusias kecuali Rere dan Angela yang tengah berada dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba Rere mengutarakan pikirannya.
"Mom.. Dad, Rere mau bicara serius." kata Rere setelah dikiranya kedua orang tuanya sudah selesai makan.
"mau bicara apa sayang?" kata Jackson.
"gini Mom, Dad. Rere boleh gak pakai salah satu apartemen kita di gedung Z?" kata Rere pelan.
"gini semuanya, Rere kan udah masuk kelas tiga. kegiatan Rere disekolah semakin banyak. Rere sudah kualahan untuk kelas tambahannya. jadi Rere pasti akan semakin kecapekan kalau pulang kerumah. belum kalau Rere ada tugas, belum sempat Rere kerjakan, Rere pasti akan kecapekan. jadi kalau Rere punya apartemen sendiri kan Rere jadi pulang lebih awal. soalnya kan apartemen dari sekolah cuma sepuluh menit. boleh ya?" kata Rere memohon.
"Biarin aja lah Dad. biar Rere mandiri juga. toh selama ini Rere yang paling manja kan?" kata Angela membela Rere.
"ahhh... kak Angie memang yang paling cantik deh." kata Rere memeluk Angel dari samping.
maafin Rere ya kak. sebenarnya Rere hanya tak mau melihat kakak selalu bersama kak Rey, dengan adanya aku keluar dari sini dan gak bisa melihat kakak, itu sedikit mengurangi sakit hatiku. batin Rere.
"baiklah kalau begitu. tapi Daddy gak bisa ngelepasinn kamu gitu aja ya sayang. Daddy akan nyuruh supir dan satu pengawal buat kamu." kata Daddy.
"Mommy juga akan mengirim satu pembantu kita untuk menjadi teman sekaligus membantumu di apartemen." kata Mommy.
"makasih Mom.. Dad.. sayang kalian." kata Rere memeluk Jackson dan Elsa.
***
"Jadi disini kamu tinggal sekarang sayang?" kata Sam yang ikut membantu Rere merapikan apartemen barunya.
"iya sayang. mulai hari ini aku tinggal sendiri disini. kamu kalau mau main kesini main aja yang. biar aku ada temennya." kata Rere.
"emang kamu gak papa aku main kesini?" kata Sam sembari memeluk Rere dari belakang dan menciumi pundak Rere.
"iya sayang gak papa. aku malah seneng kok. tapi kalau kamu gak sibuk dan aku ada dirumah ya sayang." kata Rere.
Sam hanya tersenyum dan membalikkan tubuh Rere. dia mencium bibir Rere dengan lembut. Rere pun membalas ciuman Sam. semakin lembut dan menuntut. tak ingin berlanjut, Rere mewlpaskan ciuman itu dikala merasakan sesak saat berkurangnya asupan oksigen.
Sam tersenyum melihatnya, sedangkan Rere hanya malu dan menyembunyikan mukanya di dada bidang Sam.
"i love you Rezka" kata Sam sambil mengeratkan pelukannya. tak pernah dia merasakan bahagia seperti ini.
Namun siapa sangka dibalik kebahagiaannya dia tak pernah tahu ada yang sedang menanggung beban yang besar akibat kesalahannya.
Angela kini tengah duduk santai di ruang keluarga bersama Jackson dan Elsa. sedangkan Leon baru saja pulang dari kuliahnya.
"loh dek, kamu gak kuliah?" kata Leon yang langsung memberikan kecupan di kening Angela.
"kak, aku udah ijin sama Mommy Daddy kalau mau kuliah online. aku udah pindah kuliah ke salah satu Universitas di Inggris. dan aku akan setor tugas aku tiap ada dosen yang sedang ke Indonesia. aku titip mereka." kata Angela.
"iya, adik kamu itu pengen bebas katanya. katanya pengen habisin waktu dirumah sama Mommy buat nebus enam tahun yang sudah - sudah tak pernah bisa berkumpul bersama katanya." kata Elsa.
"iya, tapi kan bentar lagi Daddy dan Mommy pergi." kata Leon.
"ha? pergi kemana?" tanya Angela bingung.
"Daddy sama Mommy mau ke Amerika. mau ngurus perusahaan peninggalan Grandpa Tomy. ada masalah serius disana. dan Mommy kamu sengaja Daddy ajak soalnya bakalan lama disana." kata Jackson.
"yah... Angela sendiri dong ya." kata Angel.
"kan ada kakak sayang. kakak akan sering dirumah. kalaupun nanti anak-anak kumpul, kakak akan ajak mereka kumpul dirumah kita aja. biar rumah juga sering ramai." kata Leon.
"baiklah kakakku sayang.. janji ya." kata Angela manja.
"iya janji."
Melihat kedekatan Angela dan Leon membuat hati Jackson dan Elsa damai. walaupun Rere juga sama anak angkat seperti Leon, namun karena tak adanya hubungan darah diantara mereka membuat Elsa dan Jackson sedikit ada jarak diantara mereka meskipun mereka juga mencintai Rere seperti anaknya sendiri tapi, cinta mereka untuk Leon dan Angel lebih besar daripada cinta mereka ke Rere.