
Hari ini hari yang menegangkan bagi Angela. dia harus bertemu kembali dengan mantan mertuanya. lebih tepatnya mantan mertua yang dipaksakan menjadi mantan. entah apa yang nanti akan terjadi, semoga dia bisa mengendalikan hati dan emosinya agar tidak meluap.
Mobil yang mereka tumpangi masuk ke dalam sebuah pelataran rumah mewah. Angela memandangi rumah itu tak ada yang berubah. hanya waktu yang membuat orangnya berubah. Angela menatap pilar besar di sisi kiri rumah itu. dia teringat saat dulu kakaknya melabrak Sam untuk mempertanggungjawabkan karena telah menghamili nya. namun, disana juga dia hampir kehilangan Princess.
Sam menggandeng tangan Angela dan yang satunya menggendong Princess. dia terlihat bahagia. bahkan dia sampai tak melihat ekspresi Angela yang sudah ketakutan. terlebih saat Angel memasuki ruang keluarga setelah melewati ruang tamu, Angela kembali melihat tangga yang terhubung ke lantai dua. tangga dimana dulu dia menjatuhkan diri dari atas, berharap bisa pergi selamanya dari kehidupan Sam bersama sang anak. Namun kini dia harus kembali menghadapi kenyataan bahwa dia akan kembali menjadi Nyonya muda pertama keluarga itu.
"Bunda... bunda.. lihat siapa yang aku bawa." kata Sam kepada bundanya yang semalam sudah diberi tahu kalau Sam akan membawa pulang seorang wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya. Bahkan Sam sudah menceritakan semuanya dengan detil sampai status bahwa wanitanya itu single parent. Dan Melati pun dengan senang hati menerimanya seperti apapun wanitanya itu karena baginya yang terpenting kebahagiaan Sam yang semenjak kepergian Angela terlihat seperti mayat hidup.
"Iya sebentar sayang ini bunda juga lagi menyiapkan minuman untuk tamu.... mu..."
Pyaaaarrrrr....
"Angelaaaaa.." ucap Melati sampai dia melepaskan nampan berisi minuman yang sengaja dia siapkan karena dia sudah diberi tahu kalau hari ini Sam akan membawa wanitanya.
"Bunda... bunda gak papa?" kata Rey yang muncul begitu saja setelah mendengar teriakan Sam dan seketika menghampiri Melati.
"Bunda sama kak Rey ya.. biar Eli yang bersihkan." Eli pun mengambil nampan dan gelas pecah itu lalu menyuruh pembantu menyelesaikannya.
Melati perlahan jalan menuju ke arah Angela. dia meraba wajah Angela dengan sayang. dia begitu merindukan istrinya. namun saat dia hendak memeluknya, Melati dikejutkan dengan panggilan dari anak kecil di gendongan Sam.
"Nenek!" ucap Princess.
"Bunda... ini Queen, pacar sekaligus calon istri Sam. dan ini Princess, anak semata wayang Queen." kata Sam.
"bukan.. ini Angela. kamu Angela kan?" kata Melati.
"Maafkan saya tante. tapi saya memang Queen tante." ucap Angela dengan setenang mungkin tidak boleh begitu terlihat kalau dia ingin menangis.
"benarkah? kenapa mukamu mirip sekali dengan mendiang menantuku? dan nama anakmu pun sama dengan nama cucuku? apa kalian reinkarnasi mereka?" ucap Melati masih memegang lembut wajah Angela.
"hanya kebetulan tante." kata Angela ramah.
Setelah itu Melati mulai bisa mengontrol emosinya. dia bisa menerima Angela sebagai Queen dengan baik. Angela pun bersyukur tapi juga merasa bersalah kerena terus membohongi. tapi semua itu sudah terjadi dari delapan tahun silam. Baginya Angela sudah lama mati. kini hanya tinggal Queen dan Princess. dia tidak mau terus hidup dalam bayangan. dia hanya ingin melangkah kedepan. kalaupun sekarang dia harus kembali bersama dengan Sam. baginya ini suatu takdir dan jodohnya hanya Sam.
***
Pulang ke hotel.
"Bagaimana? bundaku gak gigit kan?" kata Sam.
"apaan sih, bunda sendiri di bilang gitu. awas aja ya aku kasih tahu Bunda."
"Queen gak mau ngerepotin kamu, abang sayang. jadi biarlah Queen tinggal di hotel. toh juga cuma sebulan. selagi masih nyaman kenapa gak?" kata Queen sambil tersenyum manis ke arah Sam.
"ya udah kalau begitu pindah ke hotel ku aja gimana?"
"kenapa gak sekalian ke rumah utama mu aja daripada di hotelmu." ucap Angela sambil cemberut karena kebebasannya harus terhalang kalau dia berada terus di sekitar Sam.
"ide bagus tuh. biar aku telfon Burhan untuk membantu Morgan dan Thom mengemasi barangmu. sekarang kita kembali kerumah." kata Sam sembari memutar balik arah mobilnya dan menelfon Burhan asistennya.
"Ya! Samudera!" teriak Angela yang sudah marah. Namun Sam hanya diam saja, dia malah memperhatikan putrinya yang tengah sibuk memakan coklat.
"Ust... diamlah. lihatlah putrimu, dia sedang asyik makan coklat." kata Sam.
"Sayang.. bantu bunda dong. bujuk ayah Sam agar memulangkan kita ke hotel." kata Angela dengan tampang memelas.
Sedangkan Sam diam-diam memberi kode kepada Princess agar tidak menyetujui permintaan Angela. Dasarnya Princess yang pintar, diapun dapat dengan mudah menangkap sinyal dari sang ayah.
"Gak mau Bunda, Princess malah seneng bisa tinggal dirumah Ayah Sam. Princess bisa setiap hari makan coklat ini." kata Princess tanpa mengalihkan pandangannya dari coklat.
Angela pun mencibir bibirnya membuat Sam menjadi gemas dan ingin menciumnya. dia berpikir lagi, ternyata sudah lama dia tidak merasakan bibir manis milik mantan istri yang akan menjadi istri lagi itu.
Cup... cup.. cup..
Sam berulang kali mengecup bibir merah muda milik Angela saat mobil yang ditumpanginya berhenti di lampu merah. Angela tersipu malu sedangkan Princess menutup matanya.
"Ayah... Bunda... lihat-lihat dong.. ada anak kecil ini." katanya sambil terus mengunyah coklat dan menutup matanya.
"kamu ish.. udah tahu ada Princess kenapa seperti itu."
"habis kamu gemesin. pengen deh ngelahap kamu di ranjang." bisik Sam ditelinga Angela agar sang anak tak mendengarnya.
"Apaan sih. jangan macam-macam lho ya." kata Angela sambil menyilangkan tangannya di dadanya.
"gak macam-macam kok sayang, cuma satu macam aja. mendesah lah dibawah ku." kata Sam sambil meniup telinga Angela.
"kyaaaaa! Mesum.." teriak Angela sambil mendorong dada bidang Sam membuat Sam kembali duduk dengan benar di kursinya.
Sam melirik ke arah anaknya yang sibuk dengan coklat. sang anak pun mengacungkan tanda jempol yang artinya rencananya agar bisa tinggal serumah dengan Sma berjalan lancar.
Sebenarnya rencana untuk tinggal dirumah Sam sudah mereka berdua rencanakan saat ada waktu berbincang berdua tanpa Angela. dan benar saja, Angela tak bisa berkutik setelah sang anak menyanggupi itu. Akhirnya mulai hari ini sampai sebulan kedepan, Angela akan tinggal bersama keluarga Sam dirumah utama Sam.