
Angela keluar dari kamar, dia hendak menuju ketempat para lelaki barbeque an. tapi matanya menatap ke tubuh seseorang yang keluar dari rumahnya. langkahnya semakin cepat mencari kakaknya.
"Kak.. kak.. itu tadi ada orang yang keluar dari rumah kita siapa? Jangan-jangan maling kak." kata Angela.
"hush ngawur kamu itu dek. itu tu abangnya Rey. temen kakak juga." jawab Leon.
"emang bang Rey punya abang?" tanya Angel kepada Rey yang tengah menyantap makanannya.
"Iya." jawab Rey singkat dengan mulut penuhnya.
"ganteng juga gak kaya bang Rey?" tanya Angela polos.
"ganteng, ganteng banget malah. tapi lebih gantengan bang Rey. hehehe" kata Rey.
"wah sayang, Angel gak bisa kenalan sama dia. iy deh bang Rey itu ganteng. tapi bagi Angela bang Rey biasa aja. tapi bagi Rere, bang Rey itu kaya pangeran inggris." kata Angela.
"yang bener kamu Ngie? Rere yang bilang begitu?" kata Franky.
"iya bang, Rere sering critain bang Rey. bahkan Rere bilang sama Angel kalau Rere suka sama bang Rey." kalimat itu membuat Rey melotot tak percaya.
"serius Ngie?" kata Rey masih tak percaya.
"iya serius. makanya abang jangan godain Angel terus, nanti takutnya Angel dimusuhi sama Rere. abang mending deketin Rere aja. abang gak akan kecewa deh sama Rere." kata Angela.
"iya Rey, gue tahu kalau adik gue yang satu itu suka sama lo. gue lihat lo juga kadang perhatiin dia. jadi tolong lah lo bikin adik gue bahagia Rey. caranya dengan balas perasaannya." kata Leon.
"emang lo bolehin gue pacaran sama adik lo? lo tahu kan gue gimana orangnya?" tanya Rey.
"ya boleh lah. tapi gue gak mau gitu aja nyetujuin. lo harus janji sama gue buat gak main main lagi. tobat lo. kaya Franky nih alim." kata Leon.
"oke kalau gitu. selama lo udah kasih lampu hijau udah cukup buat gue On." jawab Rey dengan semangat.
"dan satu lagi, karena lo mau jadi adik ipar gue, berhenti panggil gue On. kaya Frank atau abang lo gih. Le gitu lebih enak dengernya." kata Leon tak suka.
"iya kakak Leon." kata Rey dengan nada bak perempuan.
"NAJIS!" serempak mereka bertiga berteriak di muka Rey membuat Rey tertawa lepas.
***
Disuatu tempat.
"wah, El.. mantu dan anak lo udah hebat sekarang. lo udah gak perlu susah payah ngurus perusahaan." kata Heru SA, rekan bisnisnya dan juga sahabatnya.
"ahh kamu bisa aja. ini semua juga karena usaha keras mereka. kamu juga bersyukur, semenjak cucu kamu pulang, anak kamu bisa bangkit kembali." kata Elvano.
"Ahh Om bisa aja. kalau Melati gak bangkit, bagaimana bisa melati hidupin anak melati om?" kata Melati.
"benar itu Melati. wanita itu tidak boleh lemah. aku mendukungmu melati." ucap Elsa yang ada disana juga.
"iya ELs, ohh iya, bukannya anak kamu perempuan ya Els? bagaimana kalau kita jodohkan? aku punya dua lelaki." kata Melati semangat.
"ohh ya? kebetulan. aku juga punya dua anak perempuan." kata Elsa semangat.
"kalau begitu bagaimana calon besan? apakah bisa diterima?" kata Jackson kepada tuan Heru.
"dengan senang hati calon besan. hahaha"
Mereka semua tertawa diselingi dengan rencana mempertemukan anak mereka juga rencana pernikahan yang akan langsung dilaksanakan dengan secepatnya.
***
"bagaimana dok, saya sakit apa?" tanya Angel penasaran.
"bu, anda tidak sakit. justru anda sehat."
"tapi kenapa saya mudah pusing dan lemas dok? dan juga tiap pagi saya selalu muntah dok." tanya Angela heran.
"justru itu karena anda sedang mengandung bu. jadi anda mengalami morning sickness."
Duaaarrr...
Seperti disambar petir, Angel tak bisa menerima kenyataan ini. dia mematung mendengar pernyataan dari dokter tersebut.
"lebih baik anda periksa ke dokter kandungan untuk lebih jelasnya."
"baik, makasih dokter." Angela keluar dari ruangan itu dengan gontai. dia melangkah melamun menuju ke ruang obsgyn.
Tanpa sengaja dia menabrak seseorang. karena orang itu terlihat sedikit lebih cepat berjalan membuat Angela jatuh terduduk dan merasakan sakit di perutnya. dia tak sengaja menyebutkan kata bayi sat menahan sakitnya. akhirnya lelaki itu membawanya ke ruang obsgyn sebelum pada akhirnya Angela pingsan disana.
Lelaki itu terlihat khawatir. dia mondar mandir layaknya setrika. terlebih saat mengetahui wanita yang dia tabrak itu mengatakan tentang bayi sambil memegangi perutnya. yang artinya dia sedang hamil. Saat dokter keluar dari ruangan, dia langsung menghampirinya.
"bagaimana kak? apa Angela baik-baik saja?" tanya lelaki itu.
"kamu tenang aja Frank, dia baik baik saja. dia hanya kelelahan dan juga syok. bayi yang dalam kandungannya juga sehat dan kuat. mungkin tadi saat terjatuh dia hanya sedikit kram saja." kata dokter yang notabene kakaknya tersebut membuat pria itu yang tak lain adalah Franky membulatkan matanya.
"jadi benar Angela hamil kak?" tanya Frank.
"iya, dia hamil. kandungannya sudah berumur delapan minggu. dimana suaminya?" tanya kakaknya yang bernama Friska.
"Dia belum menikah kak. kakak tahu kan? dia itu adiknya Leon. temanku." kata Frank.
"bagaimana mungkin dia bisa hamil tanpa suami? atau jangan - jangan kamu yang menghamilinya?" kata Friska dengan mata mengerucut menatap tajam Frank.
"gak lah kak. walaupun selama ini aku dekat dengannya tapi sejengkal pun aku belum pernah menyentuhnya selain hanya gandengan tangan, rangkulan atau berpelukan. itupun hanya layaknya seorang kakak memeluk adiknya." kata Frank yang benar-benar takut kalau kakaknya itu berpikir yang tidak - tidak.
Di dunia ini dia hanya mempunyai kedua kakaknya. orang tuanya sudah meninggal lima tahun yang lalu karena kecelakaan. dan kini usaha orang tuanya diserahkan kepada French kakak pertamanya dan rumah sakit keluarga Sinatra dipegang kakak keduanya Friska sebagai dokter kandungan disana. sedangkan Frank lebih memilih mendirikan usahanya sendiri bersama Leon dalam bidang fashion perhiasan.
"apa aku bisa menemuinya kak?" tanya Frank pelan.
"boleh, tapi kamu harus jaga ucapanmu. jangan buat dia sedih atau terguncang. takutnya akan mempengaruhi kandungannya." kata Friska.
"iya kak kamu tenang aja."
setelah menjawab omongan kakaknya iu, Frank lalu masuk kedalam. ruangan Angela. dia melihat Angela menangis sambil memandang keluar. Angela sadar siapa dokter yang memeriksanya tadi. dia kakaknya Franky. walaupun dia tak mengenalnya tapi dia tahu kalau itu kakaknya Franky.
"are you okay sweet heart?" Franky memanggil lembut Angela dengan panggilan manis yang selalu dia katakan untuk Angela saat hanya berdua.
"Bang, apa benar aku hamil?" tanya Angela dengan mata yang berkaca-kaca.
Franky menghela nafasnya sebntar. lalu dia mendekat dan meraih tangan Angel untuk dibawa kedalam dekapannya. dia mengecup punggung tangan Angela dengan lembut.
"iya sweet heart. usia kandungan kamu sudah delapan minggu. itu artinya terhitung setelah kamu pulang dari New York. apa ada yang mau kamu bicarakan sama abang?" kata Franky lembut tapi dengan nada berharap.
"Aku harus bagaimana bang? aku mau bilang bagaimana sama Mommy and Daddy? aku takut mereka marah." kata Angela disela tangisnya.
"ssstttt.... tenanglah sweet heart.. semua pasti akan baik-baik saja. sekarang abang tanya kamu jawab jujur. siapa ayah bayi ini dan dimana?"
"di.. dia ada di New York bang. namanya Sam. Samudera Surya Atmaja."
Deg.