That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_21



Angel masih berjalan sedikit dibelakang mereka agar mereka tak curiga. sedangkan dua wanita itu sudah masuk keruangan milik Sam. Angela menghampiri meja sekretaris Sam, Hani. dia wanita muda yang cantik dan polos. dia berprestasi dengan pendidikannya yang tinggi. dia berasal dari keluarga sederhana yang baik dan beradab. dia bisa kerja disini karena pilihan dari Melati dan Heru sendiri.


Hani berdiri melihat Angela yang berjalan dengan anggun. Nyonya memang selalu cantik, pantas saja tuan sam begitu tergila-gila kepadanya. dalam hatinya memuji kecantikan Angela yang terlihat paripurna.


"Selamat siang Nyonya." sapanya dengan sedikit membungkuk.


"Selamat siang kak Hani. jangan panggil aku Nyonya dong kak, jadi kelihatan tua. panggil Angela aja." kata Angela.


"wah saya takut dimarahi tuan nanti. kalau gitu panggil Nona saja ya."


"iya deh. ohh iya, Bang Sam didalam kan?"


"iya Non, tapi sedang menerima tamu."


"iya tadi aku bertemu di lift. dari perusahaan mana dia?"


"Loh masak nona gak tahu sih? dia model yang akan memerankan iklan perusahaan kita nanti Non. kan perusahaan kita sedang ikut bergabung di perusahaan yang dibangun sama kakak Non. masak Non malah gak tahu?"


"maksud kamu Kak Leon? tapi kenapa Kak Leon gak minta model kepercayaannya aja? Elisabeth Granger?"


"ahh kalau itu saya kurang tahu Non. coba nanti Nona tanya saja sama Tuan pastinya kenapa."


"ya sudah kalau begitu aku masuk dulu ya kak. takut Bang Sam digondol sama tante-tante." kata Angela langsung berlalu disambut gelak tawa Hani.


Ya Hani paham. banyak sekali rekan kerja atau model yang mendekati Sam. tapi tak sedikitpun yang bisa menarik hati Sam. sekalipun saat dulu dia masih playboy. karena baginya wanita yang dengan mudah melemparkan tubuhnya diatas ranjangnya sendiri itu tidak menantang.


Didalam ruangan Sam.


"Tuan Sam, kedatangan saya kesini karena ingin berdiskusi tentang kontrak kerja kita kedepannya." kata Silvi di buat manja dengan perkataannya dan juga dia duduk sengaja melipat kakinya agar terlihat paha mulusnya juga dia memperlihatkan belahan dadanya.


"Ohh untuk kerja sama itu, kamu bisa menghubungi Hani sekretaris saya atau Reza Asisten pribadi saya. nanti kamu bisa bertanya kepada mereka lebih jelasnya." kata Sam tanpa mengalihkan matanya dari berkas yang dia lihat.


Silvi yang melihat kecuekan Sam disampingnya dia tak tinggal diam. dia sedikit demi sedikit mendekat kearah Sam duduk karena mereka berdua tengah duduk di sofa. Saat Silvi hampir saja menyenggol kan buah dadanya dengan tangan Sam, seketika itu pintu terbuka dan Sam pun berdiri menyambut kehadiran orang yang baru masuk itu dengan senyuman.


"Sayaaaang..." teriak Angela saat masuk ruangan.


"Sayang, kok kamu gak bilang kalau mau kesini sih.. hmm." kata Sam memeluk pinggang Angela dengan mesra.


Silvi tak percaya melihat ini. seorang Samudera yang dari tadi dia goda tidak tergoda barang sedetik pun untuk mengalihkan pandangannya. tapi dia bisa langsung melihat sikap lembutnya kepada seorang wanita yang terlihat penampilannya biasa saja.


"Emm... surprise dong.. kalau bilang ya gak surprise. muach." kata Angela sambil mengecup bibir Sam sekilas.


"emm.. sayang jangan begini. malu sedang ada tamu. tuh." kata Sam menunjuk Silvi yang sedang mendidih kepalanya dengan dagunya.


"ohh maafkan aku tidak tahu sayang. maafkan saya ya Nyonya Silvi." kata Angela menekan kata Nyonya.


"kamu kenal sayang sama dia?" tanya Sam.


"Gak kenal sih sayang, tapi gak sengaja bertemu dengannya tadi saat di lift. ohh iya Nyonya Silvi, tadi anda bertanya suami saya bekerja disini sebagai apa kan? ini perkenalkan suami saya Samudera Surya Atmaja, Wakil Presdir di perusahaan ini. tadi anda sempat bilang kan kalau akan menjadi Nyonya perusahaan ini? jadi anda calon istri dari kakek mertua saya?" tanya Angel sok polos.


"jaga ucapan anda ya Nona. mana sudi saya menikahi tua bangka seperti itu." kata Silvi.


"HEI! siapa yang kau sebut Nona dan tua bangka?" tanya Sam meradang.


"Nona ini Tuan, siapa lagi. pasti dia cuma wanita j****g yang mengaku hamil anak Tuan sedangkan dia menjajakan tubuhnya dengan lelaki lain." kata Silvi tanpa tahu yang sebenarnya.


Mendengar itu Angela hanya tersenyum sinis. dia hanya diam melihat ini tanpa membela dirinya sendiri. karena dia yakin Sam akan bertindak untuknya. dan benar saja. muka Sam sudah merah padam dengan ekspresi yang menakutkan.


"tarik kembali ucapanmu. jika tidak..." geram Sam.


"untuk apa saya tarik Tuan, bukankah memang benar ya Tuan?" kata Silvi yang masih menjelekkan Angela.


Sam hanya diam mengambil HP dan menelfon Reza.


"Reza, aku perintahkan kamu, batalkan semua kontrak kerja yang berhubungan dengan model Silvia Rezika. dan juga buat dia tidak bisa mendapatkan job dari pihak manapun kecuali dari orang yang menginginkan dia menjadi model p***o." kata Sam lantang dan langsung membuat Silvi memandang tak percaya.


"Tuan, apa apaan maksud anda Tuan. kenapa. anda kasar kepada saya." Bela Silvi.


"itu semua karena mulut kamu yang tak bisa dijaga. bisa-bisa nya kamu menjelekkan istri saya, mengatai istri saya j****g.dan juga kamu mengatai kakek saya tua bangka. sadar tidak kamu sedang berhadapan dengan siapa disini? ingat ya Silvi, jangankan cuma karirmu yang tak buat hancur. wajah dan seluruh keluargamu hancur dalam sekejap, mata saja aku mampu. jadi jangan pernah kamu mengatai istri saya lagi. sekarang.. PERGI!" usir Sam dengan kasar membuat Silvi menangis dan pergi dari sana.


Sam menetralkan emosinya dengan menarik nafas panjang setelah Silvi pergi. dia langsung tersenyum kepada istri cantiknya dan matanya menangkap istrinya itu tengah memegang sebuah rantang makanan.


"sayang kamu bawa apa?" tanya Sam yang sudah kembali lembut kepada istrinya.


"ini Angel bawain makan siang buat Abang. abang belum makan siang kan?" kata Angela meletakkan makan siang itu di meja.


"Emm... daripada memberiku makan siang yang kamu bawa itu, kamu mau gak memberiku makan siang yang lain sayang?" kata Sam.


"yang lain apa Bang?" kata Angela tak mengerti. dia melihat Sam melongok keluar entah apa yang dikatakannya dengan sekretaris nya. setelah itu dia langsung mengunci pintunya dan membawa masuk Angela kedalam kamar yang tersembunyi diruangan itu. kamar yang sering dipakai Sam untuk istirahat. tahulah apa yang terjadi. hehe..


***


Di lain tempat.


"Selamat siang, selamat datang Tuan Leon." sapa seorang wanita paruh baya.


"siang Bi. Eli nya ada dirumah?" tanya Leon.


"ohh ada Tuan. silahkan masuk, biar saya panggilkan Nyonya dan Aden." kata bibi itu langsung pergi dari hadapan Leon dan Diana yang kini tengah berkunjung dirumah Eli.


"Apa kak Eli gak kaget ya nanti lihat aku kak?" kata Diana yang cemas.


"udah nanti biar kakak yang jelaskan ya sayang." kata Leon agar kekasihnya itu tenang.


Mereka mendengar orang yang turun di tangga. dan benar ajaa ternyata itu Eli yang tengah menggendong balita berumur sekitar mau menginjak tiga tahun. mata Diana terhipnotis dengan tampannya bocah lelaki itu. dia langsung merasa jatuh cinta.


Dan Diana juga meyakinkan dirinya sendiri dengan menatap bocah itu dan Leon bergantian. dia mengelus dadanya seraya mengucap syukur karena bocah itu memang bukan anak Leon. saat awal berangkat tadi, Diana masih saja takut kalau anak itu anaknya Leon dan Eli.