That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Pamit



Jackson pulang dengan keadaan kacau. dia takut kalau Elsa tahu tentang dia yang tidur dengan Bianca.


"aku masih tidak percaya kalau aku akan tidur dengan Bianca. selama ini aku selalu bisa mengontrol nafsuku saat ada wanita yang mencoba menggodaku. tapi kenapa aku bisa sampai seperti ini? Apa aku memang masih mencintai Bianca? gak gak gak.. aku gak punya rasa lagi sama Bianca. ya aku gak punya rasa lagi sama dia." gumam Jackson selama dalam perjalanan menuju ke rumah.


Saat sampai dirumah, dilihatnya Elsa yang khawatir menunggu kepulangan Jackson. saat melihat Jackson, dia langsung berhambur memeluk Jackson dengan erat.


"sayang kamu kemana aja? aku khawatir sama kamu. aku takut kamu kenapa - kenapa. aku mohon jangan kaya gini lagi." kata Elsa sembari menangis terisak.


"iya sayang.. maafin aku yang gak kasih kabar sama kamu. tadi malam aku ada urusan yang begitu penting sampai aku tak sempat untuk memberi kabar kepada kamu." kata Jackson lembut agar Elsa percaya. "anakku sayang. maafin daddy ya sayang. kamu bilang dong sama mommy kamu. jangan nangis lagi. nanti Daddy ikutan sedih." kata Jackson sambil mengelus-elus perut sang istri.


"iya Daddy, tapi dengan syarat Daddy harus buatin Mommy corndog lagi." kata Elsa dibuat seolah seperti suara anak kecil.


"Siap sayang." kata Jackson yang langsung membawa masuk istrinya.


***


Siang hari.


Karena kejadian semalam, Jackson akhirnya harus bekerja dirumah. dia sibuk dengan berkas yang dikirim lewat email. sedangkan Elsa sudah tertidur setelah menghabiskan semangkuk salad. Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.


📳 Jackson, aku ingin bertemu denganmu hari ini jam tiga sore di cafe tempat biasa kita nongkrong. ada sesuatu yang ingin aku katakan denganmu. aku janji ini akan jadi yang terakhir aku menemuimu. Bianca


Jackson hanya membaca itu sekilas. tapi demi Elsa agar tidak mengetahui permasalahan semalam, dia pun langsung bergegas pergi keluar.


"Bi, nanti kalau Nyonya muda tanya saya kemana, bilang saja kalau saya sedang bertemu dengan client." kata Jackson berpesan kepada pembantunya.


"baik Tuan Muda"


***


Dicafe.


Jackson masuk kedalam cafe yang sudah lima tahun tidak dia datangi itu. semuanya kini telah berubah mengikuti tren masa kini. Jackson mengedarkan pandangan, dia menemukan Bianca duduk dipojokan tempat favorite mereka berdua dulu.


"aku cuma mau bilang sama kamu, terimakasih untuk pengalaman tadi malam. aku tak akan pernah melupakannya." kata Bianca setelah menyesap es kopinya.


"Jangan bicarakan itu lagi. aku harap kamu melupakannya dan anggap saja itu tak pernah terjadi diantara kita."


"segitu bencinya kah kamu kepadaku?" kata Bianca.


"aku bukannya membencimu. tapi aku begitu kecewa dengan perbuatanmu dulu. aku masih ingat, begitu kamu bersama George, satu katapun yang aku bilang kamu pasti selalu tak mendengarkan karena dimatamu aku selalu berbohong. padahal aku adalah orang yang sudah mengenalmu dan dekat denganmu dari kecil. tapi pada akhirnya kamu lebih percaya omongannya yang baru sebulan menjadi kekasihmu. hingga akhirnya kamu harus kehilangan semuanya. sedangkan aku yang melihat kamu terpuruk begitu ingin mendekatimu tapi kamu justru pergi ke Mexico tanpa memberiku kabar." kata Jackson.


"maafin aku Jack. bukan maksud ku seperti itu. tapi mungkin ini memang pantas aku dapatkan. tapi itu bukan hal yang ingin aku ucapkan kepadamu." kata Bianca.


"lalu apa yang mau kamu bilang?"


"Aku mau pergi. aku tahu dulu aku pergi tanpa pamit denganmu. sekarang aku mau pamit denganmu sebelum pergi. ku akan pergi ke Roma. aku akan menjauh dari keluargamu seperti yang kamu inginkan. aku tak akan pernah mengganggumu lagi seperti yang kamu harapkan." kata Bianca.


"Baguslah kalau kamu mau pergi. aku juga tak mau kalau Elsa sampai berpikir yang tidak - tidak diantara kita. semakin cepat kamu pergi, semakin baik." kata Jackson tersenyum mengejek.


"sebegitu ingin kah kamu membuatku pergi? atau tadi malam itu adalah ulah kamu?" kata Bianca tersenyum kecut.


"berhenti menyalahkanku Bi. tadi malam itu kecelakaan. dan aku tak pernah ada niat untuk menidurimu. Bahkan untuk menyentuhmu saja aku tak pernah berniat. jadi jangan pernah kamu berfikir kalau disini kamu itu korban. aku juga korban karena aku tak pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya semalam. karena kamu sudah selesai berpamitan, dan urusan kita juga sudah selesai, maka cukup sampai disini saja. bye." kata Jackson yang langsung melenggang pergi meninggalkan Bianca.


Bianca menangis dalam diam.


"ternyata kamu memang tak pernah berubah Jack, aku udah salah menilaimu. aku pikir kamu akan tetap tergoda. apalagi setelah apa yang kamu lakukan terhadapku semalam. aku bahkan tidak bisa menolakmu. ini akan jadi pertemuan terakhir kita. semoga kamu bahagia bersama istri kamu Jack." kata Bianca dalam tangisnya.


****


Aduh.. authornya bingung. dikasih konflik bilangnya "jangan ada pelakor dong Thor." tapi kalau gak dikasih pelakor, nanti dibilangnya monoton, gak asyik. jadi bingung authornya mah.


Padahal alur masalah sudah tersusun dengan rapi. tapi kalau tanggapan kalian kaya begini apa kalian mau aku hentikan novelnya sampai disini saja? author juga sudah berusaha. tolonglah hargai kami para author yang sudah memeras otak kami untuk membuat kalian para readers senang😨