
Sepulang dari makan bersama Jhon dan Rere, Sam terlihat termenung. dia mengemasi pakaiannya dengan pikiran kosong. dia mengingat kembali apa yang dibicarakan oleh Jhon tadi.
#Flashback#
"apa maksud kalian?" tanya Sam yang penasaran.
"sebenarnya, madam Queen adalah Angela. istri sah abang." kata Jhon.
"tapi Angela sudah meninggal. dan aku sendiri yang memakamkannya." elak Sam.
"benar apa yang dikatakan suamiku bang. Kak Angela memang masih hidup. semua itu ulah paman dan bibi Jojo. jasad yang abang makamkan dulu itu jasad orang lain. dan selama ini paman yang merawat kak Angela. juga memberi identitas palsu untuk kak Angela dan anaknya. aku mohon kakak jangan marah ya sama kak Angela." kata Rere.
#FlashbackOff#
Sam tak menyangka kalau ternyata istri dan anaknya masih hidup. dia begitu bahagia melihatnya. rasanya dia ingin membawa mereka berdua pulang ke Indonesia. namun itu tidak bisa karena dia tidak mau gegabah kalau dia hanya mementingkan diri sendiri. dia tak mau kalau Angela akan pergi lagi jika dia nekat membawa Angela dan Princess ke Indonesia. biarlah Angela mengira Sam belum mengetahui kalau Queen itu Angela. biarlah hubungan ini mulai dari nol lagi.
***
Bella membuka matanya. dia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari yang masuk. badannya terasa remuk setelah pergulatan semalam. sesuai apa yang dikatakan Leon, bahwa mereka akan melakukannya di dalam kamar Bella. dan semalam telah terjadi adegan yang begitu panas di kamar Bella.
Bella melihat tubuhnya penuh dengan bekas cinta dari Leon. kewanitaannya pun terasa sakit jika untuk berjalan. badannya masih polos dalam balutan selimut. dia melihat ke dinding untuk melihat pukul berapa sekarang. matanya melotot melihat sudah hampir pukul dua siang. Dan dia juga masih bisa melihat kalau Leon masih berada di sampingnya tertidur lelap bagaikan seorang bayi.
"Kak.. bangun kak bangun.. udah siang ini.. kamu gak kerja?" kata Bella yang langsung bisa membangunkan Leon yang sebenarnya juga tidak begitu lelap dalam tidurnya karena dia sudah selesai bersih - bersih dapur sehabis masak dan mandi. dia juga sengaja mengembalikan semua ART dirumah itu hanya dia ingin nyaman bersama Bella dan tak akan mengganggunya.
"Kakak udah izin sama Queen sayang, hari ini kakak cuti lagi. kakak juga sudah mengembalikan semua art yang ada dirumah ini. jadi kalau suatu saat aku ingin melakukannya denganmu dikamar utama, kamu tidak perlu takut kalau ketahuan oleh para art yang lain. dan aku juga punya suatu hal untuk kamu. aku sudah mendaftarkan kita untuk menikah besok pagi. dan sore ini kita akan berkunjung kerumah ayah kamu." kaya Leon seraya bergelayut manja dipundak Bella dengan tangan tak henti meraba tubuh Bella.
"ka.. kakak serius?" tanya Bella tergagap karena menahan serangan dari Leon yang dia rasa semakin mesum.
"tentu sayang.. buat apa aku bohong. kalau kamu masih tak percaya, kamu bisa menyuruhku untuk memuaskanmu lagi." kata Leon dengan senyum jahilnya membuat Bella melayangkan cubitan ditangan jahil Leon.
"dasar mesum. ya sudah aku mau mandi terus makan. perutku lapar kak." kata Bella meninggalkan Leon sendiri dengan berbalut selimut berusaha berjalan ke kamar mandi. Dia sedikit tertatih karena masih merasakan perih pada area kewanitaannya.
"Akhh.."
Bella kaget saat merasakan tubuhnya diangkat oleh Leon. Refleks dia mengalungkan tangannya untuk menjangkau leher Leon agar tidak terjatuh.
"Jangan banyak gerak sayang. kakak tahu kamu kesakitan untuk berjalan. biarlah kakak menggendongmu." kata Leon sambil membawa Bella kedalam kamar mandi.
Namun Bella menatap Leon dengan mata yang penuh curiga. dia yakin kalau ini pasti ada maksud yang tersembunyi. dia yakin Leon tak akan dengan mudah melepaskannya begitu saja. dan benar saja, saat masuk kedalam kamar mandi dan Bella hendak berendam, Leon pun ikut berendam dan kembali melakukan aktivitas yang panas itu dengan penuh gairah. ingin rasanya Bella menolak karena terlalu lelah, tapi pesona Leon tak bisa menghentikannya. dia begitu menikmati permainan Leon dengan puas.
***
Sore ini, Sam pulang ke Indonesia. kini dia sudah berada di airport bersama Angela dan Princess. berat rasanya Leon pergi ke Indonesia sendiri tanpa membawa belahan jiwanya yang ternyata ada didepannya sekarang. tapi dia masih harus ikut dalam permainan Angela. dia tak mau Angela menjauh kembali jika Angela tahu kalau dia mengetahui yang sebenarnya.
"Ayah... kapan ayah akan kesini lagi?" kata Princess.
"Umm... bukan ayah yang akan kesini, tapi kita yang akan menyusul ayah sayang." ucap Angela.
"sungguh bunda? kapan?" kata Princess dengan gembira. akhirnya dia bisa melihat dunia lagi.
"tunggu kamu liburan musim panas, bunda akan membawamu untuk mengunjungi ayah, dan ayah akan menunggu kalian disana." kata Sam dengan lembut kepada Princess.
"kamu hati-hati ya bang pulangnya. ingat langsung kabarin kalau udah sampai." kata Angela memeluk Sam.
"iya sayang.. kamu juga hati-hati disini. jangan biarkan ada celah untuk para lelaki pengusaha muda itu masuk kedalam hatimu." kata Sam sambil memeluk Angela begitu erat seperti tak ingin meninggalkan mereka.
"iya... kamu juga.. jangan genit-genit disana. aku punya mata-mata lho..." kata Angela dengan nada yang begitu menggemaskan.
inilah yang aku rindukan dari kamu sayang.. kamu sungguh menggemaskan. kata Sam dalam hati.
Dia hanya tersenyum sambil saling menatap. bahkan saat Sam sudah harus masuk dia masih saja menatap Sam dengan senyuman. dia begitu merasakan kebahagiaan yang ada sekarang bersama Sam. dia menyakinkan hatinya bahwa dia masih merasakan cinta yang dia ukir lebih dari sepuluh tahun lamanya itu.
***
Ditempat lain,
Leon terlihat gugup. dia tak bisa duduk dengan tenang. telebih ayah Bella tengah menatapnya layaknya ingin menguliti Leon. Ya.. kini Leon tengah berada di rumah Bella.
"ADA HUBUNGAN APA KAMU DENGAN ANAKKU?" bentak ayah Bella sambil menggebrak meja.
"Ayah... kenapa mesti bentak sih. kan kak Leon masih bisa dengar ayah." kata Bella merasa tak enak melihat muka Leon yang sudah pucat karena ketakutan. ada sedikit kegelian melihat muka Leon. dia tak menyangka lelaki yang selama ini dia kenal dan selalu menggagahi nya itu ternyata bisa terlihat ciut didepan ayahnya.
"Sayang.. kenapa kamu membelanya. berandalan mana yang kamu bawa pulang ini nak? ayah takut kalau dia hanya mempermainkan kamu nak." kata Ayah Bella.
"ayah.. namanya kak Leon. dan dia bukan berandalan. dia CEO ayah. CEO." kata Bella menekan kata CEO.
"Jadi dia orang kaya? hei anak muda. kenapa kamu mau memacari anakku kalau kamu orang kaya? bukankah kamu bisa mendapatkan jodoh yang lebih kaya dibandingkan Bella?" kata Ayah Bella.
"karena saya mencintainya tuan." kali ini Leon memantapkan diri dan memberanikan dirinya untuk menjawab. dia tak mau terlihat pengecut dimata calon mertuanya.
"Siapa nama kamu nak?" kata Ayah Bella.
"nama saya Leonel Wang, Tuan."
"Leonel Wang? kakak Madam Queen? bukankah kamu sudah menikah? jadi kamu hanya mau memainkan anak saya? apa karena anak saya miskin? jadi kamu mempermainkannya?" kata Ayah Bella yang murka begitu tahu siapa Leon.
"tunggu sebentar tuan. saya punya sesuatu yang akan membuat tuan menyetujui pernikahan saya dan Bella. ini Tuan.." kata Leon memberikan sebuah map berkas.
Ayah Bella membukanya. Bella pun ikut melihatnya dengan duduk di samping ayahnya. dia membela lakian matanya saat tahu apa yang ada ditangan ayahnya. sebuah surat gugatan cerai yang Leon layangkan kepada Diana. bahkan itu sudah tertanggal beberapa hari yang lalu saat Leon sakit.
Leon memang sudah mengajukan perceraiannya ke pengadilan. dia hanya ingin bersama dengan Bella saat ini. mata Bella memanas. belum pernah dia diberlakukan seperti ini oleh seorang lelaki. bahkan sampai rela melepas wanita yang lebih kaya hanya demi seorang pembantu sepertinya. itu sungguh suatu yang membuatnya terharu. dia begitu bahagia saat tahu Leon begitu mencintainya.
Tapi bagaimana dengan kedua orang tua Leon? akankah mereka juga menerimanya seperti orang tuanya menerima Leon? akankah ada penolakan nantinya?
***
Hai Hai Hai...
Author comeback...
maaf ya semuanya kalau author lama fakum nya. bukan maksud mau menghilang, cuma ingin istirahat karena keadaan yang sedang tidak memungkinkan. alhamdulilah kini author bisa kembali lagi. mohon dukungannya ya semuanya.. i love you all..