
Sebulan berlalu, Angel semakin lengket bersama Sam. sedangkan Sam juga semakin mencintai Angel dengan segenap hatinya. setiap mereka di kampus, mereka selalu berkumpul bersama Franky, Rey dan Leon. tak luput Diana yang selalu mengekori kemanapun Angela pergi. seperti siang ini ketika dia sedang ingin ke kantin. dia melihat Sam duduk di sebuah meja bersama Leon dan Franky.
"kenapa cuma bertiga? adik ipar lo mana Ngel?" tanya Diana dan diikuti Angela yang mengedarkan pandangan matanya kearah Rey yang tengah genit kepada seorang wanita dipojokan.
"aha! aku punya ide. kamu ke mejanya kak Leon dulu aja. kamu lihat aku akan bikin Rey mati kutu." kata Angela yang langsung berpisah dengan Diana. dia berjalan menuju kearah Rey. Sedangkan Diana langsung menghampiri meja Leon dan mengajak mereka untuk melihat pertunjukan yang menarik dari si bumil yang makin hari makin rese.
"Guys.. lihat ada pertunjukan yang bagus dari bumil cantik." kata Diana melihat ke arah Angel yang sedang menuju ke meja Rey. Yang lainnya pun langsung mengikuti kemana arah pandangan Diana.
Angela perlahan menghampiri Rey yang duduk di sebuah bangku bersama dengan seorang wanita. Angel berjalan dengan cantik menggunakan dress selutut berwarna biru langit. perutnya yang sudah menonjol membuat semua mata yang memandang tahu kalau Angela tengah hamil. meskipun tak tahu benar siapa suami Angela tapi mereka tak berani mendekati Angela karena selalu ada empat cowok di sampingnya yang melindunginya.
"Aduh... sayang.. aku cariin ternyata kamu disini." lembut Angel merangkul Rey yang masih duduk disana membuat Rey dan si wanita terkejut bukan main.
"Angela.. kenapa kamu disini?" tanya Rey gugup.
"Sayang... ini siapa?" tanya wanita itu.
"sayang? bang Rey... kamu kan udah punya aku.. kenapa dayang-sayangan sama wanita lain sih." kata Angela..
"ee... aku bisa jelasin." kata Rey kepada wanita itu. dan wanita itupun melihat perut buncit Angel yang dia bisa yakin kalau Angel tengah hamil.
"ohh jadi dia istri lo? dasar b****sek lo ya. udah punya istri yang lagi hamil masih aja genit sama gue. udah kita gak jadi pacaran aja. kita putus." kata wanita itu pergi meninggalkan Rey. Rey hanya menunduk pasrah akan sifat keusilan Angel kepadanya.
"Angel... kenapa sih mesti bang Rey yang kena? kan masih ada Leon atau Franky. atau suami kamu tuh yang bisa kamu usilin. lago-lagi abang, Lagi-lagi abang. tuh kamu lihat abang putus dari pacar baru abang gara-gara kamu." gerutu Rey pada Angela yang masih tergelak.
Sam dan yang lainnya lalu menghampiri Rey dan Angela dengan tawa yang masih ada diwajah mereka. Mereka semua menertawakan kesialan Rey yang menjadi bahan keusilan Angel.
***
Franky tengah berjalan di sebuah lorong. dia tak sengaja menabrak seseorang yang tengah berjalan terburu-buru. Franky lalu membantunya memunguti undangan yang dibawa orang itu. tak sengaja Franky melihat sebuah nama sekolahan tertera disana.
"SMP 88 Angkasa? lo alumnus SMP 88 Angkasa?" tanya Franky.
"ehh iya kak. aku angkatan 55. kakak kak Franky kan angkatan 53?" tanya lelaki itu.
"iya, kok lo tahu gue?" tanya Franky heran.
"yaelah kak, siapa sih yang gak kenal empat pangeran dan satu putri yang selalu bersama dulu kak. ohh ya, mumpung ini aku ketemu kakak disini, ini aku mau nitipin undangan buat kakak sama yang lain. datang ya kak. kita mau ngadain reunian. see you." kata lelaki yang sedikit belok itu langsung pergi setelah menyerahkan undangan untuk Franky dan yang lainnya.
Franky membaca satu persatu nama yang ada dalam undangan itu.
Franky Sinatra
Samudera Surya Atmaja
Reyhan Surya Atmaja
Leonel Wang
Lalu matanya membulat saat membaca nama terakhir dalam undangan yang paling bawah itu.
Kattie Hudson?
Dengan cepat dia memasukkan undangan milik dirinya dan Kattie kedalam tasnya dan membawa yang lainnya ditangannya. Franky lalu berlalu menuju kelasnya dan akan memberikan undangan itu nanti setelah kelas selesai.
***
"Abang, Angel pengen makan kimbap." kata Angela tiba-tiba saat kini mereka hendak menuju SA Company.
"Ha? Kimbap? beli dimana sayang? itu kan makanan khas korea?" tanya Sam bingung.
"Sayang, kamu tu kan sering ke kantor. bagaimana sih gak tahu kalau ada restoran ala Korea di sampingnya?" kata Angela.
"samping kantor? Ohh.. K Romance Resto and Garden itu?" kata Sam mengingat hanya ada satu restoran disamping kantornya.
"loh kamu kok tahu sayang kalau disitu hanya menu Korea?"
"karena minggu lalu Angel diajak Diana kesana. ternyata itu langganan Diana dan Eli sepupunya." kata Angela dan langsung menghubungi Diana, Leon dan Franky untuk berkumpul disana. dan mengirim pesan kepada Rey yang tengah melakukan pemotretan di studionya.
Setengah jam berlalu mereka sampai di resto yang dimaksud Angela. namun hanya Angela yang masuk sedangkan Sam langsung berjalan menuju kantornya untuk bertemu klien bersama Opa Heru.
Sam dengan berat hati meninggalkan Angela sendiri disana. dia sebenarnya tak mau meninggalkan Angela. tapi mau bagaimana lagi, dia sudah berjanji untuk ikut bertemu dengan klien yang kata Heru akan menguntungkan perusahaannya.
Dia langsung melangkah menuju lift pribadi milik anggota petinggi perusahaan. dia disana disambut oleh sekretaris setianya yang dipilih oleh Heru sendiri. sebenarnya itu sekretaris Heru yang dikasih untuk Sam. sudah mengikuti Heru selama sepuluh tahun. dari lulus kuliah sampai sekarang sudah punya anak.
"dimana Opa?" tanya Sam sembari memakai jasnya.
"Tuan Heru ada di ruang meeting bersama seorang koleganya. anda di suruh untuk ikut kesana jika sudah datang. itu pesan tuan kepada saya bos." kata Sari sekretarisnya. dia terpaksa memanggil Sam bos karena tak mau terlihat tua kalau dipanggil Tuan seperti memanggil Heru.
"baiklah aku akan kesana. kamu juga ikut." kata Sam yang berlalu menuju ruang meeting bersama Sari yang mengikutinya dibelakangnya.
"Nah ini dia cucu kesayanganku." sambut Heru saat melihat Sam masuk kedalam. "nak, kenalin. ini Tuan Jo. Jo Hudson. mungkin kamu tidak asing dengan namanya karena Opa rasa salah satu temanmu juga memiliki marga yang sama." lanjut Heru mengenalkan rekan bisnis nya.
"emm.. kurasa. senang bertemu dengan anda Tuan Hudson." sambut Sam dengan uluran tangan yang disambut ramah oleh Jo Hudson.
"senang bertemu dengan anda juga Tuan Muda Atmaja." katanya ramah.
Mereka berbincang mengenai masalah pekerjaan yang sesekali diselipi canda tawa oleh Heru dan Jo. Sam sebagai yang muda hanya mendengarkan sesekali ikut tertawa canggung. Tiba-tiba pintu ruangan terketuk dan masuklah seorang gadis cantik kan anggun. Sam sedikit terpana melihatnya. dia merasa tak asing dengan gadis itu.
"Sam?" sapa gadis itu. "kamu benar Sam kan?" katanya tak percaya.
"iya benar. aku Sam. kamu?" jawabnya.
"astaga benar akhirnya aku bertemu denganmu." kata gadis itu yang seketika memeluk Sam membuat Sam bingung. "ini aku Kattie, Kattie Hudson." lanjutnya yang masih dalam pelukan Sam.
"astaga Kattie... maaf maaf... aku lupa denganmu. sekarang kamu makin cantik saja dengan dandanan yang seperti ini." kata Sam sambil melepaskan pelukannya.
"Kurasa mereka sudah saling mengenal Tuan Heru." kata Jo.
"benar Jo. nak Kattie sini duduk nak. kamu sudah lama kenal sama cucu saya?" kata Heru.
"Sam cucu anda Tuan? pantas saja dia tampan. ternyata menuruni kakeknya." kata Kattie yang masih terpana dengan ketampanan Sam yang menurutnya makin tampan daripada dulu.
"iya dia dan Rey cucu saya. berarti kamu kenal Rey juga nak?" tanyanya lagi.
"iya Tuan. kami bertiga berteman akrab waktu SMP. ohh ya ngomong-ngomong dimana Rey?" tanya Kattie kepada Sam.
"Dia sedang ada pemotretan dan mungkin sekarang sedang ikut berkumpul bersama yang lain di resto sebelah. kalau kamu mau, kamu bisa ikut Kattie." kata Sam.
"Bolehkah?"
"tentulah boleh. kamu kan temanku. teman Rey juga." kata Sam.
Deg.
Jantung Kattie serasa berhenti berdetak.
Jadi selama ini kamu masih menganggapku hanya sebagai teman Sam? kata Kattie dalam hatinya.
***
Hai guys.. ini visual Kattie Hudson ya..