That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_39



Sekilas Sam mendengar apa yang dikatakan oleh Angela. Sam hendak bertanya namun diurungkan karena asisten pribadi Angela yang selalu kemana saja mengikuti Angela menyela pembicaraan mereka.


"Mohon maaf Madam, ini ponsel Anda berdering." kata Morgan asisten pribadinya.


"pentingkah Morgan? dari siapa?" tanyanya sambil mengalihkan pandangan ke Morgan. lebihnya menghindari tatapan mata Sam.


"Dari kediaman Tuan Leon Madam." katanya lalu menyerahkan telfon genggam itu kepada Angela.


📱Iya Hallo?


📲 Hallo Madam Queen.. Akhirnya..


📱Ada apa Bella?


📲 Ini Madam.. Tuan Leon sakit Madam. saya bingung mau bagaimana. Nyonya Diana sedang diluar,sedangkan para pembantu lainnya libur karena ini weekend Madam. apakah Madam bisa kesini?


📱Apa? Kak Leon sakit? ya sudah kalau begitu aku akan kesana. kamu jaga dulu sebentar.


📲 Baik Madam.


Tut.. tut.. tut..


Angela menyerahkan kembali telfon genggam itu kepada Morgan dan kembali bersama Sam dan Princess yang tengah asyik menikmati makanan ringan yang dibelinya.


"Sayang, kurasa hari ini bermainnya sampai disini saja. bisakah kamu memaafkan bunda sayang?" kata Angela pada anaknya.


"Kenapa Bunda? kita belum melihat kembang api malam ini Bunda." rengek nya.


"Princess sayang.. sekarang kita harus ke rumah uncle Leon. uncle sakit. lagian besok kan Princess masih libur, kita bisa kembali kesini lagi besok malam. bahkan bunda akan sewa tempat bermain ini hanya untuk Princess seorang. tapi sekarang kita mesti cepat kerumah uncle Leon. kasihan dia.. Princess sayang uncle Leon kan?" kata Angela pelan.


"Apa yang terjadi dengan Leon?" tanya Sam yang mendengar nama sahabatnya disebut.


"entah lah Tuan. saya hanya mendapat kabar dari Bella kalau Kak Leon sakit. jadi kita mesti kesana sekarang, dia sedang sendirian. dan Bella kebingungan." kata Angela.


"ya sudah kalau begitu ayo! Princess sayang.. kita ikut bunda dulu ya. kamu jangan nakal. kasihan uncle Leon. oke?" kata Sam lembut.


"baik lah ayah. tapi bunda janji besok sewain tempat bermain ini ya bunda.. aku akan undang teman-teman artis lainnya." kata Princess.


"itu bisa diatur. sekarang yang terpenting kondisi Uncle Leon dulu. ayo kita segera kesana."


Akhirnya dengan sedikit perdebatan tadi mereka bertiga berangkat ke kediaman Leon dengan raut muka khawatir. sedangkan Sam memangku Princess yang tertidur di pangkuannya. Angela duduk di depannya. mobil Angela begitu luas karena Angela membawa mobil limousine nya.


"bukankah sudah ada Diana istrinya? kenapa Bella mesti mencari anda Madam?" pertanyaan yang terlontar dari mulut Sam itu keluar setelah dia menahannya tadi.


"Entahlah Tuan. saya pun tidak tahu. kata Bella, Diana sedang berada di luar dan handphone nya tidak bisa dihubungi. makanya dia panik dan langsung menghubungi saya." kata Angela terlihat sekali kalau dia panik.


"apakah anda begitu sayang kepada Leon? bukankah Leon bukan kakak kandung anda?" entahlah pertanyaan konyol itu muncul begitu saja dari mulut Sam. dia sedikit cemburu melihat kekhawatiran Angela untuk Leon.


"ya, dia memang hanya kakak angkat dan anak buahku. namun saya sudah menganggapnya sebagai kakak kandung saya. karena dulu sebelum saya bertemu dengan kedua orang tua kak Leon, kita berdua disini sendirian mengadu nasib. jadi kita berdua sudah begitu dekat layaknya kakak adik." kata Angela berbohong.


"tidaklah ada perasaan lain selain kakak adik madam?"


"hahaha Tuan ini lucu. orang lain mungkin akan bertanya seperti itu jika saya beri tahu. namun jawabannya lagi-lagi tidak. perasaan itu murni perasaan kakak dan adik. karena anda tahu, hatiku masih untuk ayah Princess." kata Angela menatap Sam dan Princess bergantian.


"anda sungguh wanita yang setia Madam. selama ini suami anda sudah meninggalkan Anda namun anda tetap mencintainya. jika saya menjadi suami anda, saya pasti bangga sekali." kata Sam memandang Angela dalam.


"Anda terlalu memuji Tuan." senyum kecut Angela keluarkan. kalau kamu memang bangga memiliki istri seperti ku kenapa dulu kamu menyakitiku bang? tambahnya dalam hati.


***


Bella masih mengompres badan Leon yang terasa panas. bahkan panas nya tidak menurun. dia begitu panik. dia bahkan tidak bisa menghubungi nomor Nyonya nya. semenjak dia melihat pertengkaran Diana dan Leon beberapa hari yang lalu, dia tak melihat Nyonya nya itu kembali. Sampai tadi malam dia dikagetkan oleh keadaan Leon yang pulang dengan keringat dingin yang terus keluar.


Bella membantunya berjalan sampai di kamar karena terlihat kalau Leon sempoyongan berjalan. Bella merasakan kalau tubuh Leon begitu panas. dia hanya bisa mengompres dan memberikan obat penurun panas yang ada di kotak obat. namun sore ini panasnya tidak menurun membuat Bella khawatir.


Saat Bella hendak mengganti air kompresan, terlihat Diana pulang masuk kedalam kamarnya. Bella menundukkan kepalanya melihat tatapan tak suka Diana kepadanya.


"kenapa kamu keluar dari kamarku? apa yang kamu lakukan, Ha!" bentak Diana.


"Maaf Nyonya. saya tengah merawat Tuan. Tuan Leon sakit Nyonya. saya dari tadi menghubungi anda tapi HP anda tidak bisa dihubungi. akhirnya saya menghubungi Madam Queen dan beliau sedang berjalan kesini." kata Bella semakin takut.


Diana hanya diam masuk kedalam kamarnya melihat keadaan Leon. sedangkan Bella melanjutkan mengganti air untuk kompresan.


"bisa sakit juga ternyata kamu Bang. asal kamu tahu bang, aku bersikap seperti ini karena kamu bang. semenjak kamu menemukan Angela kembali, kamu mencampakkan ku. bahkan kamu lebih peduli pada Angela adik kamu daripada aku tunangan kamu. dan dua tahun yang lalu, perasaanku kepadamu sirna bang." gumam Diana pada dirinya sendiri saat melihat Leon.


Akhirnya Diana mendekati lemarinya mengambil koper dan membereskan bajunya. bertepatan dengan itu Bella masuk kedalam kamarnya. Melihat Nyonya nya memasukkan baju kedalam koper, Bella pun menanyakannya.


"Nyonya, Nyonya mau kemana?"


"aku ada undangan acara pelelangan dikapal pesiar selama seminggu. kamu jaga rumah jangan ke mana-mana. kamu juga jaga Tuan. kalau Tuan bangun, nanti kamu bilang kedia. sudah aku mau berangkat. sudah ditunggu." kaya Diana dengan terburu-buru keluar.


"tunggu Nyonya.." kata Bella namun tak menghentikan langkah Diana.


Tanpa disadari sebenarnya Leon sudah sadar saat Diana bilang kalau dia akan pergi selama seminggu. hatinya terasa disayat dengan belati yang begitu tajam. bagaimana bisa seorang istri tidak khawatir melihat suaminya tergolek tak berdaya dia malah pergi selama seminggu meninggalkannya.


Selang beberapa menit Angela datang dengan berlari tergopoh-gopoh dan langsung masuk kedalam kamar Leon. Angela melihat Bella tengah telaten merawat Leon.


"Bella.. bagimana keadaan Kak Leon?" tanya Madam sambil berjalan mendekatinya.


"Madam.. syukurlah Madam sudah disini. panas Tuan belum turun Madam. saya takut kalau tuan kenapa - kenapa Madam." katanya terlihat begitu khawatir.


"kamu yang tenang Bella. tadi kami juga menelfon dokter kesini." sahut Sam.


"dimana Diana Bella?"


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Angela membuat Bella diam. Bella takut untuk berbicara. dia bahkan bingung mau berbicara seperti apa.


"kenapa diam Bella? katakan dimana Diana?" desak Angela.


Bella belum sempat menjawab, Morgan masuk dengan membawa dokternya. akhirnya Angela urung menanyakan itu pada Bella. dokter memeriksanya dan memberikan resep obat yang langsung Morgan suruh pengawal untuk menebusnya.


"Tuan Leon hanya kelelahan Madam. beberapa hari yang lalu Tuan juga mengunjungi saya untuk minta obat tidur karena dia susah sekali tidur. katanya pekerjaan di kantor banyak." kata Dokter itu.


"kayanya kak Leon memang harus istirahat sebentar. saya juga belum menemukan sekretaris untuk menggantikan Diana." kata Angela.


"emm.. Madam bolehkah saya bertanya. apa hubungan Tuan Leon dan Nyonya Diana baik-baik saja?" kata dokter itu tiba-tiba.


"kenapa dokter berbicara seperti itu?" kata Angela tak suka.


"emm.. maaf sebelumnya kalau saya ikut campur Madam. saya pernah tak sengaja melihat Nyonya Diana keluar masuk sebuah hotel dengan seorang pria. saya bahkan pernah melihatnya masuk ke sebuah club malam. tapi pria itu bukan Tuan Leon." katanya.


Angel kaget mendengar itu. dia berpikir keras akankah semua itu benar.


"mungkin anda salah orang dokter. saya mengenal Diana sudah hampir lima belas tahun. dia bukan wanita yang seperti itu." elak Angela.


Dokter itupun diam. dia sudah bisa menebak jawaban ini. dia pun lebih memilih undur diri dan tak membahas itu lagi. biarlah dia menyimpannya sendiri. yang terpenting dia juga sudah mengatakannya kepada Angela.


Angela berjalan kembali kedalam melihat sang kakak yang sudah sadar sedang berbincang dengan Sam.


"kak.. bagaimana keadaan kamu?" tanya Angela.


"aku sudah agak mendingan." jawab Leon memaksakan senyumnya.


"ohh iya, dimana Diana kak? kenapa gak disini menjagamu?" tanya Angela.


Sam menatap Leon degan sedikit sedih. sebelum tadi Angela masuk, Leon sudah menceritakan sedikit tentang sifat Diana selama mereka menikah belum ada sebulan itu. Sam menatap sedih dengan nasib Leon. Sam mungkin tak bisa memeluk istri dan anaknya karena dia menganggap mereka sudah meninggal. sedangkan Leon, dia hidup bersama dalam satu atap tapi merasa tak dianggap.


"Tadi Bella berkata kalau Diana pergi untuk acara lelang di kapal pesiar selama seminggu." kata Leon.


"bagaimana sih Diana, suami lagi sakit malah ditinggal selama seminggu. ya udah aku mau kebawah dulu kak buat bikinin kamu bubur. kakak istirahat dulu. Tuan Sam, bisakah anda mengantar Princess pulang dahulu? agar Mommy dan Daddy tidak khawatir karena kita pulang terlambat." kata Angela.


"dengan senang hati Madam. ya udah kalau gitu gue cabut dulu Le. cepet sembuh ya." katanya berpamitan kepada Leon dan berjalan beriringan dengan Angela yang hendak ke dapur.


Sam pulang bersama Princess dengan keadaan Princess masih tertidur. sedangkan Angela berada di dapur bersama Bella. Angela tak lagi menanyakan tentang Diana kepada Bella karena dia percaya apa yang dikatakan oleh kakaknya itu.


Setelah merawat Leon dan membersihkan badan Leon, Angela undur diri dari rumah itu dan pulang kerumahnya sendiri. awalnya Angela masih ingin disana bahkan menginap. tapi Leon mencegahnya dengan alasan sudah ada Bella. dia juga menyakinkan kalau dia akan sembuh besok. dan juga jangan memberitahukan kepada Jackson dan Elsa. Untungnya juga tadi Angela melarang Sam untuk memberitahukan yang sebenarnya kalau Leon sakit. mereka sepakat untuk bilang kalau Angela ada urusan mendesak.


Sepulang Angela dari rumah itu, kini rumah itu hanya kembali ada Leon dan Bella. Bella begitu canggung. dia ingin sekali beranjak dari sana namun takut kalau tuannya akan kembali panas tinggi seperti tadi.


"istirahat lah Bella. aku sudah baik-baik saja."


"tidak Tuan. saya akan tetap menjaga Tuan disini."


"tapi kamu dari semalam pasti kurang tidur Bella."


"tidak apa-apa Tuan saya akan menunggu Tuan sampai tuan terlelap." kata Bella kekeh.


"baiklah.kalau begitu aku istirahat dulu ya Bella." kata Leon menyelimuti dirinya dan memejamkan matanya.


Bella berjalan di sofa yang ada dikamar tersebut. dia duduk dengan bermain HP. tapi lama kelamaan dia ketiduran. dia tidur terduduk sambil masih memegangi HPnya. hingga tengah malam Leon merasakan panas efek dari obat itu. dia ingin beranjak mengambil minum namun melihat Bella tertidur dengan begitu pulas di sofa.


Setelah mengambil minum dari atas nakas, Leon berjalan mendekati Bella. diraihnya tubuh Bella yang ringan dan membawanya keatas ranjang lalu menyelimuti nya. Leon pun ikut masuk kedalam selimut itu dan tidur dengan menghadap muka Bella.


"kamu tu tak hanya cantik Bella. tapi juga baik. hati kamu juga lembut selembut sutra. kamu juga wanita tergolong yang pernah aku temui." ucapnya sambil menyebabkan anak rambut yang menutupi wajah Bella.


"Bolehkah aku berharap kalau kamu yang menjadi istriku Bella? entahlah.. entah karena aku mencintaimu atau karena aku kesepian tanpa seorang istri. tapi jika aku boleh jujur padamu Bella. meskipun aku beristri, tapi aku masih perjaka. salahkah kalau aku mengharapkan kamu yang pertama untukku Bella?" katanya pada dirinya sendiri.


Leon pun mendekap tubuh Bella dan membawanya dalam pelukan. bukannya mendapat penolakan, Bella justru mengeratkan pelukannya dalam tubuh Leon. dia mencari kehangatan disana. Leon pun mencium bibir Bella sekilas dan mencium puncak kepala Bella dengan lembut dan mesra. Malam itu untuk pertama kalinya Leon lalui dengan tidur begitu nyenyak. dan untuk pertama kalinya dia tertidur dengan seorang wanita dalam dekapannya. namun itu bukan istrinya, melainkan pembantunya yang selama ini dia anggap lebih mirip seperti istrinya. yang selalu melayaninya.


Bolehkah aku berharap kamu istriku mulai malam ini?