
Hari ini hari yang melelahkan bagi Elsa. dia menyelesaikan maslahat gaun, cincin dan undangan. dia sendiri bahkan yang memberikan undangan tersebut ke teman-teman kampusnya. sedangkan untuk relasi kerja, Jackson andalkan kepada asistennya.
"uhh capeknya..." kata Elsa merebahkan dirinya diranjang. Melihat itu Jackson pun geram lalu berlari ke arah ranjang milik Elsa dan ikut menjatuhkan tubuhnya disamping Elsa.
"ahh enaknya. aku juga capek banget ini. kita berendam yuk." kata Jackson sambil menenggelamkan kepalanya didalam ceruk leher Elsa.
"boleh, tapi habis itu makan diresto seberang yuk. aku mau lobster sama kepiting nya." kata Elsa yang langsung bangun dari tidurnya dan melepas outer yang dipakainya.
"siap Nyonya Wang." kata Jackson yang langsung menggendong Elsa kedalam kamar mandi untuk berendam.
Namun berendam itu bukan tujuan bersama mereka. tujuan utama mereka hanya ingin menyalurkan hasrat mereka yang tengah membara. mereka terlalu hanyut dalam permainan hingga tanpa mereka sadari saat setelah dua jam keluar dari kamar mandi, ternyata semua temannya sudah berada di apartemen Elsa. mereka masuk lewat akses card yang dikasih Elsa kepada Arian.
"Woy... ingat bentar lagi nikah. sabar sampai nikah kenapa sih. bikin kita pengen tahu gak?" kata Mark sambil melemparkan jeruk kearah Jackson yang masih memakai kimono handuknya, sedangkan Elsa pun sama hanya ditambah handuk yang membelit rambutnya. dia berjalan enteng ke arah dapur untuk mengambil minum dan memberikan kepada mereka juga termasuk Jackson.
"siapa suruh kalian pada kesini gak bilang-bilang." kata Elsa.
"yang keterlaluan tu ya lo Elsa. bisa - bisanya ngelakuin itu pada jam segini malu tahu sama matahari. noh belum juga tenggelam mataharinya. lagian lo lupa apa kalau kita udah janjian hari ini buat ngebahas masalah kita buat magang di perusahaan lo sama Jackson?" kata Rose.
"ohh iya kok gue sampai lupa ya. ehh tapi gue laper nih. pengen makan diresto seberang. gue pengen lobster sama kepitingnya." kata Elsa.
"telpon aja Elsa. pesan yang banyak sekalian buat kita. soalnya kita kesini juga awalnya mau makan bareng sama kalian." kata Dion.
"boleh tu. kalau gitu kalian mau pesan apa?" kata Jackson yang sudah menelfon pihak resto.
"Lobster sama kepiting. Cumi, gurita, udang, kerang jangan lupa. semuanya aja deh. pake porsi party ya sayang." kata Elsa. hingga akhirnya yang lain tak ikut memesan makanan hanya minuman saja karena apa yang dipesan Elsa pasti sudah banyak.
"kalau gitu siapain tempat di balkon aja ya para cowok. yang para cewek kupas buah-buahan sama bikin es tambahan, gue sama Jackson ganti baju dulu." kata Elsa.
"ganti bajunya jangan pakai main ya Els." kata Meisya.
"gak kok kalau main, paling cuma meluk doang." kata Jackson yang langsung memegang pinggang Elsa dan melenggang pergi setelah mendengar sorakan dari para temannya.
Setengah jam kemudian pihak resto mengirim makanan tersebut setelah dikawal oleh security apartemen Elsa. merekapun langsung menata hidangan dimeja. mereka memakan makanan itu dengan riang dan sambil bercanda ria.
"ohh iya, Sian. anak lo mana kenapa gak dibawa?" tanya Jackson.
"anak kita lagi sama oma dan opanya. pada gak nge bolehin gue bawa kesini. biasalah cucu pertama." kata Arian.
"iya tuh, padahal gue udah semangat
banget pengen gendong Sian junior. kalau gendong emaknya kan pasti gak dibolehin tuh." kata Mark.
pletak..
"ya kali lo mau gendong bini gue." kata Arian.
"ya makanya itu, bener kan apa yang gue bilang tadi." kilah Mark.
"ohh iya, Key. di Axe entertainment bisa dipakai buat magang gak sih? gue sama Rose pengen magang disitu." kata Mei.
"ohh ada kok ada. gue udah siapin. tapi untuk masalah lolos gak nya kalian tanggung sendiri ya. gue gak bisa ikut campur." kata Elsa lagi.
"sip beres." kata Rose dan Meisya serempak.
"kalau di perusahaan lo gimana Jack?" kata Dion.
"kalau di perusahaan gue gak buka sih tahun ini. tapi setahu gue di perusahaan kak Key buka deh." kata Jackson mengingat kembali pembicaraannya dengan Julian suami Key.
"ohh iya itu, kemaren gue juga ditawarin sama lakinya kak Key." kata Arian.
"ya kalau gitu kenapa gak kalian bertiga coba aja?" usul Elsa.
"biar mereka berdua aja sayang, aku mau magang dipegang bang Kevin. yang ada di Bali." kata Arian.
"ohh iya, aku lupa sayang." kata Sian.
"lo yakin mau ngelepas laki lo kesana sendiri Sian? lo gak takut laki lo penyakitnya kumat?" tanya Dion.
"kenapa gue mesti takut? kan ada ajudannya bang Kevin. iyakan Els?" kata Sian meminta dukungan Elsa.
"udah kalian gak usah takut. emang sengaja tu bang Kevin yang ngusulin sekalian dia belajar kedepannya buat megang perusahaan peninggalan bonyoknya. disana dia gak bakal berani main-main sama ajudannya bang Kevin yang udah ditugaskan mengawasi Arian dua puluh empat jam." kata Elsa.
"ohh gitu. terus lo sendiri mau magang dimana Sian?" tanya Rose.
"karena gue mempertimbangkan anak gue, gue mau magang dikampus kita. kampus itu kan punya Elsa. bahkan gue juga udah minta persetujuan mama Alexa." kata Sian membuat Rose dan Mei tersedak. Bagaimana tidak. selama ini mereka tak pernah mengetahuinya. karena memang mereka bertiga dari kalangan menengah. mereka hanya tahu kalau keluarga Elsa kaya tapi tak tahu pasti seperti apa kekayaannya.
"serius? itu milik lo sekarang Els?" kata Meisya.
"wah kalau gitu gratisin kita dong Els." kata Mark.
"yaelah.. masalah gratis aja lo langsung nomor satu. belajar dulu yang rajin. percuma kalau gratis kuliah lo tapi kalau otak lo gak ada meningkat-meningkatnya." kata Arian. ya walaupun siapapun yang masuk kampus itu pasti orang pintar namun Mark masih sering terlambat menangkap pelajaran.
"oke.. gue sama Jackson bakal pertimbangin kalian. jadi kalian tenang aja untuk masalah magang. kalaupun gak ketrima di tempat yang kalian mau, kalian bisa magang ditempat yang lain. tapi yang penting kalian datang dulu ke pernikahan gue sama Jackson ya." kata Elsa.
"kalau itu sih pasti." jawab mereka serempak.