
Seminggu telah berlalu. Jackson tak pernah beranjak dari sisi Elsa. keadaannya semakin kacau. Jojo dan Rere sering mengingatkan untuk Jackson beristirahat.
"gak kak, gue gk bisa pergi dari sisi Elsa. gue mau nungguin dia. gue mau jadi orang pertama yang dia lihat saat dia bangun nanti." kata Jackson tetap kukuh tak mau beranjak dari sana.
"Jack, kamu harus dengerin omongan kakak. Elsa perkembangannya masih sama. dia belum bisa bangun dalam waktu dekat. kamu sudah terlihat berantakan seperti ini. apa kamu mau jika Elsa bangun dan melihat kamu yang seperti ini apakah Elsa akan bahagia? Gak Jack. kamu juga harus pikirkan itu." kata Rere.
"betul apa kata Rere nak. hiduplah seperti biasa. bangkitlah kamu dari keterpurukan ini. disini ada Bunda dan Mama yang selalu menjaga Elsa. disini juga ada ipar kamu. kamu jangan kuatir. Elsa pasti akan bangun. bangkitlah nak. jangan buat Elsa semakin sedih dengan kehilangan anaknya dan harus melihat kamu yang kacau seperti ini." kata Rahma dan langsung menyadarkan Jackson.
"Aku berjanji, demi Elsa dan Angel, aku akan bangkit kembali." kata Jackson menguatkan dirinya.
***
Jackson kini sudah kembali menjalani hidupnya. namun dia masih tetap tinggal dirumah sakit. baginya dimana ada Elsa, disitulah dia pulang. dan dia dengan senang hati mengajak Elsa berbicara meski dia tahu kalau Elsa tak akan mendengarnya.
Tapi kini Jackson lebih terlihat tegar dan tak pernah membuat dirinya kacau seperti dulu. dia juga sering berkunjung ke makam Angel.
"Sayang, bangun dong sayang. udah tidurnya. kamu lihat, Angel merindukanmu. setiap aku kesana, dia selalu menanyakan mu. bangunlah sayang. jangan buat aku seperti ini. aku mohon bangun ya." kata Jackson.
Tapi lagi-lagi tak ada respon dari Elsa.
***
Sebulan, dua bulan.
Setahun, dua tahun.
"Sayang, ini sudah tahun kelima kamu koma, apa kamu tak mau bangun tadi tidur panjangmu sayang? disini aku selalu menunggumu. aku selalu setia berada di sampingmu. aku tak pernah pergi dari dirimu. aku selalu menunggumu. dulu kamu selalu ragu akan kesetiaanku. apa sekarang bukti aku menunggumu selama lima tahun itu kurang?" kata Jackson.
Ya, seperti sebuah harapan palsu, mereka masih dengan senantiasa menunggu Elsa bangun. mereka ingin melihat Elsa kembali ceria seperti dulu lagi. mereka ingin Elsa kembali berkumpul bersama mereka.
"Nak, ini sudah jam delapan. kamu tidak ke kantor." kata Alexa.
"baiklah Ma, Jackson pergi ke kantor. Jackson nitip Elsa ya ma." kata Jackson sembari pamit kepada mertuanya itu.
Dia berjalan gontai ke kantor. dia mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan bak seekor kura-kura. Dia masih begitu memikirkan Elsa. dia masih mencintai Elsa. Elsa tak akan pernah tergantikan. bagi dia Elsa telah mempunyai tempat sendiri.
Setelah kejadian dia kehilangan anaknya dan istrinya koma, dia menjadi CEO tampan yang dingin. tak banyak karyawan yang menjadikan kesempatan untuk mendekati Jackson dikala istrinya sedang koma. mereka berharap bisa menjadi wanita Jackson walaupun hanya sekedar simpanan.
"Tuan, ada seorang wanita yang menunggumu diruang tunggu." kata seorang sekretaris pribadinya.
"Dari keluarga mana lagi dia?" tanya Jackson ketus.
"kalau tidak salah dia menyebutkan namanya Bianca Matthew." kata sekretaris sexynya, Gea.
"untuk apa dia kesini? baik, kamu tunda dulu jika aku punya jadwal satu jam kedepan. aku mau bertemu dengan dia dulu.xkata Jackson kepada Gea.
"bicara sendiri gila kamu ntar." kata Nathan.
"Ish apaan sih. gue lagi bingung aja, kenapa si bos mau nemuin tamu ceweknya. padahal selama ini tamunya yang sering nekad nemuin si bos. bahkan si bos menunda jadwalnya pada satu jam kedepan. ada yang aneh gak sih?" tanya Gea.
"emang siapa tamunya? siapa tahu kerabatnya." kata Nathan.
"Bukan kerabatnya. ini bukan dari keluarga Wang, Angkasa atau Diwangkara. ini dari keluarga Matthew." kata Gea duduk dikursi kerjanya dengan Nathan yang duduk di pinggiran mejanya.
"tunggu, Matthew?" pekik Nathan. "jangan bilang namanya Bianca Matthew?" tanyanya lagi dengan anda yang serius.
"iya, kamu tahu?" kini gantian Gea yang bertanya.
"Aduh gawat. dia itu gadis yang dulu hampir merusak rumah tangga si bos. mau apalagi dia kesini?" kata Nathan terlihat khawatir.
"Oh ya? Dia kesini juga membawa seorang anak." kata Gea enteng.
"Anak?"
"iya anak."
"tapi dia belum menikah!"
"Jangan-jangan.." kata Gea pelan.
"Itu anaknya dengan si bos?" kata mereka kompak yang setelahnya reflek menutup mulutnya dan membulatkan matanya.
***
Diruang tunggu.
Jackson bertemu dengan Bianca. ada kecanggungan diantara mereka terlebih melihat seorang gadis nan cantik yang tengah tertidur lelap di pangkuannya.
"Bagaimana kabarmu dengan Elsa? apa anak kalian sudah sebesar anakku?" kata Bianca memulai percakapan.
"Aku baik-baik saja. tapi anakku sudah meninggal saat dilahirkan dan sampai kini Elsa masih koma karena melahirkan dulu." kata Jackson jujur.
"Berarti aku kesini juga ada untungnya buat kamu. aku membawa obat agar kamu bisa kembali tersenyum seperti dulu. aku tahu semenjak kamu mengalami ini kamu pasti tidak pernah merasakan bahagia seperti dulu lagi?"
"apa maksud ucapanmu? obat apa? aku tidak sakit." kata Jackson masih kebingungan. Bianca mengelus lembut puncak kepala anaknya.
"Namanya Angela Matthew, dia berumur 5 tahun. dia anakku. bukan lebih tepatnya anak kita." kata Bianca menekan kata terakhirnya.
"ANAK KITA?"