
"Resiko punya suami ganteng tu gini ya.. dimana-mana pasti ada aja cewek yang nglirik." kata Elsa yang ngomel-ngomel sendiri didepan suaminya dan Sian.
"Udah dong sayang marahnya. aku kan gak tahu kalau dia bakalan kaya gitu." bujuk Jackson.
"lo tau Jack, kalau Elsa kaya gitu, itu tandanya dia lagi cemburu dan mau lo bujuk rayu. buruan!" kata Sian yang mulai geli lihat emosi Elsa seperti anak SMP saja.
"Sayang jangan marah dong.. kamu mau apa? aku beliin ya sekarang." kata Jackson mencoba merayu Elsa.
"emang gue kere apa. gue juga punya duit kali kalau cuma buat beli barang di mall ini. daripada lo mau beliin gue barang mending lo beliin gue makanan. beliin gue tahu gimbal. sekarang!" kata Elsa.
"tahu gimbal? itu makanan yang?" kata Jackson.
"ya iyalah makanan. emang lo pikir apa? buruan sana. gue mau pulang sama Sian. jangan pulang kalau lo belum dapat tahu gimbal itu." kata Elsa mengancam.
Akhirnya Jackson pun menuruti kemauan istri tercintanya itu. dia sudah mengelilingi kota namun tak ada satupun yang dilihat penjual tahu gimbal. akhirnya dia berhenti sebentar diwarung pinggir jalan di area sekitar alun-alun.
"Mau dimana lagi gue nyari tahu gimbal itu?" gumam Jackson.
"Jackson?" sebuah suara lembut membuyarkan pikirannya.
"maaf, siapa ya?" tanya Jackson yang keras atau mengenal wanita itu.
"ihh.. masak kamu lupa sih sama aku. kamu gak ingat kita pernah bertemu di satu cafe. dan kita pernah tidur bersama. masak kamu gak ingat sih." kata gadis itu yang malah bergelayut manja dipundak Jackson dan mengelus dada bidang Jackson.
"Sorry, gue gak ingat lo. cewek gue terlalu banyak." kata Jackson sambil menepis tangan gadis itu dan berlalu masuk ke dalam mobilnya.
"Gue gak mau berhubungan dengan yang namanya kucing kecil lagi. bisa-bisa gue disuruh tidur diluar sama Elsa. iya kalau cuma itu masih mending. lha kalau gue dikebiri sama bang kevin? bisa-bisa gue mati berdiri ntar." gumam Jackson dalam hati.
Disaat dirinya tengah sedikit jengkel, dia melihat sebuah papan nama yang begitu besar dan banyak sekali orang yang mengantri disana.
"Akhirnya gue ketemu juga sama tahu gimbal." kata Jackson dengan muka yang begitu sumringah. namun senyum itu hilang saat tahu kalau begitu banyak antrian yang mengular. dia bingung mau bagaimana agar bisa secepatnya mendapatkan tahu gimbal itu.
Akhirnya terbesit lah ide.
"Pengumuman, Saya akan memborong semua tahu gimbal disini. tapi dengan syarat, saya ingin 3 porsi lebih dulu untuk saya bawa pulang." kata Jackson membuat semua orang yang ada disana bersorak girang.
"wah terimakasih tuan." kata penjual itu yang begitu kegirangan tahu gimbal nya di borong.
Masuk apartemen, dia tak mendapati Elsa diruang keluarga. bahkan lampunya semuanya masih padam. padahal hari sudah mulai malam. dan saat Jackson mengecek kamarnya, dia melihat Elsa sedang tertidur pulas dengan gaun tidurnya yang sexy. Jackson dengan seringai nakal, pelan-pelan menuju ranjang tersebut.
Kamu sudah buat aku kelimpungan mencari pesanan kamu, disini kamu malah asyik - asyik tidur. awas aja kamu ya sayang. batin Jackson.
"Kamu sudah pulang? mana tahu gimbal ku?" kata Elsa dengan masih memejamkan matanya.
"kamu pura-pura tidur?" kata Jackson yang sedikit terlonjak saat mengetahui bahwa Elsa ternyata tidak tidur.
"aku baru saja terbangun dan tahu kalau kamu pulang. mana tahuku?" tanya Elsa lagi yang kini sudah menengadahkan tangannya didepan Jackson.
"Itu ada di meja makan. kamu makan saja kalau sudah lapar. aku akan mandi dulu. gerah ini." kata Jackson sembari membuka kemejanya.
"ummm... makasih hubby." kata Elsa sembari menghadiahkan ciuman lembut di bibir Jackson.
"kalau hadiahnya seperti ini, aku mau kamu repotkan terus sayang." kata Jackson sambil mel*mat bibir Elsa kembali. "ya sudah kamu makan dulu, aku mau mandi." kata Jackson yang sudah beranjak ke kamar mandi.
Entah kenapa melihat tahu gimbal yang dibelikan suaminya itu, nafsu makan Elsa menjadi semakin naik. dia langsung membuka bungkusan pertama. memakannya dengan sangat lahap. saat sampai setengah nya habis, Jackson keluar dari kamar dengan rambut yang masih sedikit basah dan hanya bertelanjang dada.
"pelan-pelan sayang makannya. enak banget kah?" tanya Jackson yang melihat istrinya begitu lahap memakannya.
"enak banget sayang. belum pernah aku memakan tahu gimbal yang seenak ini. biasanya cuma buatan Oma aja yang enak. tapi semenjak oma meninggal, aku gak pernah lagi makan tahu gimbal seenak ini. mama aja bikinnya juga gak seenak bikinan Oma." kata Elsa yang masih Lahap memakan makanannya.
"aku coba ya. kalau enak, nanti kita kesana lagi." kata Jackson yang sudah membuka bungkusan kedua dan langsung melahap nya. matanya membulat tak percaya. selama ini dia tak pernah makan makanan di pinggir jalan tapi baru kali ini makan, dia merasakan kenikmatan yang enak sekali.
"gimana yang? enak kan?"
"iya enak banget ini sayang. gimana kalau besok kita kesana lagi kalau ada waktu, kita buat warung itu kita biayai agar bisa menjadi seperti cafe. gimana yang?" kata Jackson.
"boleh.tapi daripada ngomongin itu. ini bungkusan terakhir buat aku ya sayang." kata Elsa yang langsung membuka bungkusan tahu gimbal itu.
"ehh curang, kan aku yang capek cari ini yang. kenapa kamu yang makan dua. sini bagi dong." kata Jackson.
Akhirnya mereka berebut tahu gimbal dan sama-sama tak mau mengalah. hingga akhirnya tahu gimbal bungkusan terakhir itu lenyap ditangan Elsa yang sudah habis dia lahap.