
"Saudara George Lyncoln bersediakah engkau menjadi suami Bianca Matthew?"
"Bersedia."
"Tunggu!!" teriak Bianca. mendengar Bianca berteriak semua mata memandangnya. namun hanya Keluarga Jackson dan Elsa yang kebingungan bagaimana bisa mempelai lelaki yang mirip sekali dengan Jackson menjadi George Lyncoln?
"Jack, apa-apa an kamu? kenapa kamu menjadi George? jangan bercanda Jack." kata Bianca.
"Dia tidak bercanda. dia memang George Lyncoln. sang mempelai lelakinya. sedangkan aku Jackson, Jackson Wang. kamu terlalu percaya padanya sehingga kamupun tidak mengetahui kalau yang ada didalam undangan pernikahan itu George bukan aku?" kata Jackson yang tiba-tiba muncul dari arah luar membuat Elsa semakin penasaran. kenapa ada dua Jackson.
"Jackson? kenapa kamu ada disini?" kata Elsa.
"inilah pengumuman yang ingin aku ungkapkan kepada kamu sayang. bahkan bukan cuma kamu. tapi semuanya." kata Jackson dengan mata menatap benci kearah Bianca.
#Fl**ashbackOn**#
"Aku punya ide..." kata Jackson saat masih berada di ruangan Jojo dan Rere.
"apa rencanamu Jack?" tanya Max.
"menemui teman lama." kata Jack dengan senyum misterius nya.
Dia keluar dari rumah sakit dan segera menghubungi seseorang. seseorang yang baru ditemuinya beberapa bulan yang lalu dan Jack menemukan rahasia terbesar seorang Bianca.
Kini Jackson tengah berada di sebuah restoran mewah nan berkelas. Dia menunggu seseorang diruangan VVIP. hingga sepuluh menit sudah dia menunggu akhirnya pintu masuk terbuka dan datanglah seorang bule dengan rambut warna gold nya.
"Hello brother.. i am sorry. Apa sudah lama kamu menungguku?" katanya dengan logat Indonesia yang belepotan.
"Ohh tidak Mr. Lyncoln. untuk hal yang menguntungkan tidak akan ada kata terlambat. benar kan, sahabat George?" kata Jackson ramah menyambut George Lyncoln. mantan Bianca sekaligus orang yang dulu pernah berselisih paham dengannya.
"ada apa kamu mencariku Jack? bukankah dulu kamu menghujatku karena menyakiti Bianca?"
"aku salah dulu George. dulu aku terlalu buta dalam hal cinta. sekarang aku ingin memberi kamu penawaran kerja sama untuk menghancurkan Bianca."
"apa yang terjadi dengan kamu dan Bianca? ku dengar bukankah kamu sudah menikah?" pertanyaan George membuat Jack menarik nafas dalam sebelum menjawabnya.
"kau yakin dia anak kamu?" kata George dengan sinis.
"Dia memang anak kandung aku, tapi bukan dengan Bianca melainkan dengan istriku, Elsa. dia mengambilnya dan menukarnya dengan bayi yang sudah meninggal."
"ya so pasti itu memang bukan anaknya Bianca. kamu masih ingat kan waktu Bianca dulu kecelakaan parah? disana hanya ada aku yang menunggunya. disana aku terpaksa menyetujui permintaan dokter untuk operasi. dan kamu tahu apa yang dioperasi?" tanya George membuat Jackson sedikit mengingat kembali ingatan tentang kecelakaan Bianca.
"bukan kah waktu itu ada pendarahan?"
"bukan Jack, itu hanya akal-akalanku saja. sebenarnya dia operasi pengangkatan rahim karena perutnya terbentur sangat keras sehingga membuat rahimnya rusak dan harus segera diangkat. akhirnya dia sampai kapanpun tak akan pernah bisa hamil. awalnya dia selalu curiga kenapa setiap kita berhubungan badan tak pernah hamil. padahal dia tak memakai alat kontrasepsi dan akupun juga tak pakai pengaman. tapi untuk menutupinya, aku bilang kalau aku melakukan vasektomi."
"jadi dia memang sudah merencanakan ini? aku harus membunuhnya." kata Jack dengan mata yang berapi-api.
"Jack, kamu boleh balas dendam. tapi tolong, aku mohon jangan bunuh dia."
"kenapa kamu melemah terhadapnya? bukankah dia yang sudah membuatmu kehilangan semuanya dan harus memulai semuanya dari nol? bahkan dia sengaja membuatku membencimu sehingga aku tak bisa membantumu kala itu.".
" yang dulu biarlah berlalu Jack. tapi asal kau tahu. Bianca itu cinta pertamaku. gadis pertamaku yang pernah menjadi pacarku. bahkan dia juga gadis pertama yang aku sentuh dan akupun lelaki pertama yang menyentuhnya. di hatiku, jujur aku tak bisa melupakannya Jack. jadi aku mohon, kau boleh balas dendam tapi jangan dengan membahayakan nyawanya."kata George memohon.
"lalu bagaimana aku harus membalasnya?" tanya Jack kebingungan.
George seperti sedang berpikir bagaimana cara yang tepat untuk melakukan balas dendam bagi Jack dan dia bisa mendapatkan kembali Bianca nya. sebersih senyuman terukir di bibirnya.
"berpura-pura."
"maksud kamu?"
"aku akan berpura-pura menjadi kamu. dan sisanya, ikutlah skenario ku. tapi selama aku menjadi kamu, kamu harus pergi sementara waktu agar siapapun tak curiga."
"oke.. aku percayakan semuanya kepadamu. asal jangan kau gunakan untuk menyakiti istri dan anakku."
"kau tenang saja. tujuanku hanya Bianca seorang. hidup atau matinya Bianca hanya boleh ada ditanganku." kata George menutup pembicaraan mereka malam itu.
#FlashbackOff