That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_17



"Hai semuanya..." sapa mereka bersamaan.


"kamu kok bisa datang sama bang Rey sih Di?" tanya Angel kepada Diana.


"iya, kita pacaran. iya gak sayang?" jawab Rey yang dibalas anggukan oleh Diana.


Semua yang mendengarnya pun langsung melotot kan matanya. terlebih Eli dan Leon. terlebih Leon, apa yang dia rencanakan justru malah menjadi boomerang buatnya. seharusnya Diana yang cemburu kepadanya justru malah dia yang terbakar api cemburu saat tahu kalau Diana berpacaran dengan Rey.


"ka.. kalian serius pacaran?" tanya Eli sedikit gugup.


"iya kak. baru aja kok. makanya bang Rey ngajak aku hari ini." kata Diana.


"kamu yakin pacaran sama bang Rey Di?" tanya Eli.


"kenapa gak yakin pacaran sama gue? gue gak playboy. gue juga orangnya setia. kalau itu maksud lo takut Diana pacaran sama gue." kata Rey dingin sambil manatap tajam Eli.


"bukan itu maksud gue." kata Eli lirih.


"maksud Eli itu, lo yakin pacaran sama Diana? dia kan masih bocah. pemikirannya masih labil dan belum bisa berkomitmen. dia udah pernah dilamar lho sama cowok lain Rey." kata Leon.


"Gue emang masih bocah bang, dan gue juga emang belum mau berkomitmen menikah. tapi hal itu bukan jadi masalah kalau gue mau menjalin hubungan sama cowok lain." kata Diana sambil menunduk menahan sesak didadanya. "bang kita pulang aja yuk. kayanya kita gak diharapkan disini." kata Diana beranjak dari duduk dan berlalu pergi disusul Rey.


Sedangkan Angel yang melihat itupun langsung menatap tajam sang kakak. Dia tak percaya kakaknya akan merendahkan orang lain didepan umum seperti itu.


"kakak apa-apaan sih. coba kakak lihat yang kakak lakuin. kan kasihan Diana sama kak Rey. kalau memang mereka berdua saling mencintai ya do'akan saja mereka, jangan malah membuat mereka terpojok kan seperti ini." kata Angela marah.


"bukan gitu maksud kakak dek... dengerin kakak dulu.." bela Leon menenangkan Angela.


"udah deh kak. Angel marah sama kakak pokoknya." Angela pun berlalu dan hendak dikejar Leon tapi Sam menghalangi.


"Udah gue aja yang kejar. lo anterin pulang Eli aja. kasihan dia." kata Sam mengejar Angel yang sudah berjalan semakin jauh.


***


"Emangnya gue sebegitu kekanakan ya bang? sampai gak boleh pacaran?" kata Diana yang kini menangis dalam dekapan Rey.


"Aku tahu yang kamu rasakan Di. kamu harus kuat. ini semua kan kamu yang punya rencana. kamu harus terlihat tegar didepan Leon. lagipula kenapa sih kamu dulu menolaknya? sakit sendiri kan hati lo." kata Rey.


"gue sebenarnya cuma mau ngetes dia itu serius gak suka sama aku. pengen lihat perjuangannya buat ngejar gue. gak tahunya dia malah bawa wanita lain didepan gue. siapa yang gak sakit coba. buktinya tadi pas gue panasin dia, malah dia ngatain gue bocah dan gak pantes pacaran sama lo. itu kan tandanya dia gak cinta sama gue bang." kata Diana.


"lagian emang beneran ya mereka sepasang kekasih?" tanya Rey.


"gue juga gak tahu." kata Diana.


Setelah membuat Diana tenang, Rey pun melajukan mobilnya untuk mengantar Diana. dan setelah itu dia berlalu menuju sebuah perumahan mewah. dia berhenti di sebuah rumah yang nampak mewah tapi masih terkesan minimalis dan nyaman. dia memarkirkan mobilnya agak jauh sebelum gerbang masuk.


Setelah menunggu selama setengah jam akhirnya seseorang yang ditunggunya pun pulang. setelah mobil yang mengantarnya pergi, dia pun keluar dari mobil dan mendekati seseorang itu.


"Rey... sedang apa kamu disini?"


"Kamu kayanya paling suka hadir di sebuah hubungan seseorang ya, nona Elisabeth Granger." kata Rey menekankan nama seseorang itu, yang tak lain adalah Eli.


"apa maksud kamu Rey? aku tak paham. mending kita masuk dulu aja, jadi kita bisa ngobrol dengan kepala dingin." kata Eli yang hendak menyilahkan Rey masuk.


"gak perlu. lo nyuruh gue masuk yang pada akhirnya lo mau jebak gue seperti dulu lagi? sekarang lo mau nyingkirin siapa? Diana?" kata Rey menatap Eli sinis.


"kenapa sih kamu masih terus mengingat hal itu? belum cukup aku sudah menghilang dari hidupmu, dan kini disaat aku ingin memulai yang baru kamu justru mengungkit itu semua lagi."


"kamu yang buat aku begini. kalau kamu tidak melakukan hal itu, mungkin sekarang aku masih bersama Margaret. kamu tahu gak!" bentak Rey.


"TAPI AKU TIDAK MENJEBAKMU!" bentak Eli keras. "mau berapa kali aku bilang sama kamu Rey? aku tidak pernah menjebakmu. bahkan aku juga tidak mau hal itu terjadi." kata Eli.


"seharusnya aku yang bilang begitu kepadamu. hal itu seharusnya tidak terjadi. karena karena hal itu, Margaret pergi dariku. aku korban disini"


"kamu bilang kamu korban? aku disini yang jadi korban Rey! aku yang kamu tinggalkan setelah kamu memakai ku. sampai aku diusir dari rumah semua juga karena kamu Rey. kalau bukan karena Leon, aku tidak tahu akan menjadi seperti apa sekarang. kamu terlalu egois Rey." kata Eli masuk kedalam. rumahnya meninggalkan Rey sendiri didepan rumahnya.


Kenapa semua ini terjadi kepadaku. aku tidak pernah melakukan kesalahan. kesalahanku hanya mencintai kekasih saudara kembarku. tapi bukan aku yang menjebaknya sampai harus mengakibatkan Margaret meninggal. aku disini juga korban. kenapa semua kesalahan hanya ditimpa kepadaku. tangis Eli didepan pintu ruang tamunya.


"Maaf Non Eli, itu aden sudah menunggu Non dari tadi dikamar."kata pembantunya menghampiri Eli yang membuat Eli langsung berdiri dan berjalan menuju kamar tidurnya. " kasihan Non Eli. semoga Non Eli segera mendapatkan kebahagiaannya."kata pembantu yang langsung pergi ke dapur.


Eli mengusap air matanya kasar. tak ingin terlihat lemah dan rapuh didepan orang yang dicintainya. dia hanya ingin terlihat bahagia dan kuat. Eli mengatur nafasnya dan perlahan mendorong pintu dan masuk kedalam kamar tidurnya.


"Sayang...."


***


Di tempat lain..


"aaarrgghh... sial. ternyata alasan dia menolakku bukan karena ingin berkomitmen tapi karena ingin berpacaran dengan Rey. kenapa aku begitu bodohnya sih.. sial sial sial.." umpat Leon kesal dengan memukul kemudi nya.


"baru kali ini aku merasakan benar-benar jatuh cinta tapi kenapa malah merasakan sakit yang teramat sakit seperti ini? apa ini yang dirasakan Angel saat melihat Sam bersama lelaki lain? atau ini yang dirasakan Rere saat putus dengan kekasihnya dulu sampai menangis? ternyata begitu sakit.." kata Leon dengan senyum pahitnya.


"Tapi apa aku tak berhak jatuh cinta sampai sekalinya aku jatuh cinta langsung ditolak sampai seperti ini? ternyata sakit sekali."


***


Guys... ini aku perkenalkan visual Elisabeth Granger ya...