That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_37



Mungkin mulai episode ini akan fokus sama kisah cinta Sam yang mencoba mendapatkan kembali Angela. Dan juga kisah cinta Leon yang menyesakkan hati para pembaca. selamat menikmati. jangan lupa vote nya.. tiap minggu di itung ulang ya..🤗





`


Mulai hari itu, Sam semakin dekat dengan Princess. bahkan Angela tak bisa melarang Princess yang ingin tidur bersama Sam.


"Sudahlah nak.. mungkin memang sudah saatnya Sam dekat dengan Princess. bagaimanapun dia ayahnya." kata Jackson yang takut akan kedekatan cucu semata wayangnya dengan ayah kandungnya..


"tapi bagaimana kalau dia sampai tahu kalau Princess itu anaknya Dad? Queen gak mau kehilangan Princess. selama ini Queen sudah merelakan cinta Queen dan hati Queen demi mempertahankan Princess. Queen gak mau kalau sekarang Queen harus kehilangan Princess Dad." kata Angela sendu.


"Ayah paham apa maksud kamu sayang. tapi janganlah egois. bagaimanapun Princess membutuhkan sosok ayahnya. dia ingin seperti anak yang lainnya."


"Tapi kan sudah ada Daddy sama Kak Leon yang bisa menggantikan sosok Ayah untuk Princess."


"Sayang... bagaimanapun dalam diri Princess itu ada darah Sam yang mengalir di tubuhnya. jadi bagaimanapun kamu mau memisahkan mereka berdua, semuanya tidak akan merubah kalau Princess anak Sam dan Princess membutuhkan sosok ayah kandungnya." kata Jackson.


"Benar apa kata Daddy kamu nak. maafkan mommy yang dulu tak sempat merestui kalau kamu ingin kembali dekat dengan Sam. tapi melihat cucu semata wayang mommy yang begitu bahagia bersama Ayahnya, membuat Mommy berpikir ulang untuk tidak merestui kalian. kembalilah.. dan pikirkan perasaan Princess. dia pasti akan bahagia nak." kata Elsa ikut berbicara saat mendengar percakapan anaknya dan suaminya itu.


"baiklah Mom.. tapi biarkan hatiku perlahan menerimanya. hatiku masih nyaman untuk tetap dekat sebagai rekan kerja seperti ini mom. tidak ada ikatan dan tidak sakit hati." kata Angela sambil berlalu pergi keluar menuju taman dimana Princess bercanda ria bersama Sam.


"Sampai kapan anak itu mau mengakui kalau dia masih begitu mencintai Sam ya Dad.." kata Elsa.


"ya seperti mommy dulu waktu jual mahal kepada Daddy. sekarang, gak mau pisah." kata Jackson menggoda.


Angela berjalan menghampiri Sam dan Princess yang masih asyik bercanda ria sambil bermain di kursi di taman. Angela perlahan memperhatikan gerak gerik Sam dan Princess yang memang benar mirip bagai pinang di belah dua.


"Hai.. lagi pada ngapain nih? seru amat.. Bunda boleh gabung sayang.." kata Angela menyapa anaknya.


"boleh dong bunda.. sini gabung sama Princess dan Ayah.." kata Princess membuat Angela melotot kan matanya.


"Ayah?" ulang Angela.


"iya Ayah.. mulai hari ini Uncle Sam akan jadi ayah Princess." kata Princess yakin.


"sayang.. kamu tidak boleh seperti itu. bagaimana kalau keluarga uncle salah paham kamu panggil uncle Sam dengan sebutan Ayah? lagipula kan kita tidak tahu Uncle Sam itu sudah punya istri dan anak atau belum?" kata Angela melirik ke arah Sam yang mulai merubah ekspresi wajah nya.


"tapi Princess suka panggil Uncle Sam dengan sebutan ayah bunda.." rengek Princess.


"Princess, kalau bunda bilang tak boleh ya tak boleh. kenapa semakin kesini kamu jadi semakin membangkang. mau kamu bunda kasih asrama?" kata Angela sedikit keras kepada Princess membuat Princess terdiam.


Memang Princess belum pernah sekalipun dimarahi semarah ini oleh Angela. namun bukan hanya sekali Princess melihat bunda nya itu marah. dan tiap dia melihat bunda nya marah, dia pasti langsung ketakutan. bagaikan kucing kecil yang langsung berubah menjadi singa yang ganas.


"Maaf Bunda." kata Princess sambil masih menunduk. "Princess masuk dulu Bunda, uncle.. kita lanjut nanti ya mainnya." lanjut Princess pamitan kepada Sam.


Angela menghela nafas kasar. baru kali ini N Angela semarah ini dengan anaknya. di depan Sam pula. dia hanya takut saat mendengar Princess memanggil Sam dengan sebutan Ayah, dia takut kalau Princess akan pergi darinya.


"Madam.. janganlah anda begitu keras kepada Princess. dia masih kecil. kasihan Madam." kata Sam yang mengeluarkan suaranya saat melihat Angela mulai tenang.


"Anda salah paham Tuan. saya bukannya keras. namun saya tidak ingin anak saya sembarangan memanggil Ayah kepada lelaki lain." kata Angela.


"bukankah anda tahu saya? jadi biarlah dia memanggil saya Ayah. saya tidak keberatan."


"syaa yang keberatan tuan. karena saya tidak ingin merusak rumah tangga tuan nantinya."


"siapa yang sudah berumah tangga Madam. saya bahkan belum mempunyai tambatan hati untuk saya jadikan istri." kata Sam terkekeh geli.


Angela menautkan alisnya. dia tidak menyangka, seorang Sam yang digilai banyak wanita kenpa tak ada satupun yang bisa menarik hati Sam. bahkan setelah delapan tahun, Sam belum pernah pacaran. bukankah itu aneh bagi seorang Sam yang notabene playboy? pikir Angela.


"Dulu memang saya playboy Madam. jujur saja. namun sejak saya mengenal istri saya, saya sudah bertaubat." kata Sam seperti paham dengan apa yang ada dalam pikiran Angela.


"nah itu anda bilang kalau anda sudah beristri, kenapa tadi anda menyangkalnya?" tanya Angela dengan senyum sinis nya.


"Saya memang sudah beristri. tapi istri saya sudah meninggal delapan tahun yang lalu membawa anak kami." kata Sam menerawang.


Deg.


Jantung Angela seperti berhenti berdetak. dia menatap Sam yang tengah memandang hamparan bunga dengan wajah sendunya. terlihat sekali kalau dia juga bersedih atas kematian istrinya.


"meninggal?" tanya Angela mencoba untuk menetralkan perasaannya. dia masih enggan mengungkap jati diri aslinya di hadapan Sam.


"iya meninggal delapan tahun yang lalu. itu semua karena kesalahanku." kata Sam.


"kalau boleh tahu kesalahan apa ya tuan?"


"dulu aku menikahinya hanya karena terpaksa. dulu saat aku menikahinya, aku masih berpacaran dengan adiknya. mungkin anda sudah tahulah siapa istriku dan siapa adiknya." kata Sam dan hanya dijawab anggukan oleh Angela.


"Dulu dengan sengaja aku menjebak Angela dan meniduri nya lalu mencampakkan nya. Bahkan saat dia datang kembali dan mengabarkan kehamilannya, kala itu aku justru menjalin hubungan dengan adiknya. sampai suatu kejadian adiknya hampir membuat kami kehilangan anak kami. dengan terpaksa aku menikahinya." kata Sma memberi jeda dalam ceritanya.


Kalau terpaksa kenapa tidak kamu buang saja aku. aku kan bisa menikahi bang Franky. mungkin aku akan bahagia sekarang. batin Angela.


"namun ternyata sampai perut Angela membesar kau belum bisa melupakan adiknya. tapi aku juga bingung, aku gak bisa melepaskan Angela yang tengah hamil anakku. tapi disisi lain aku ingin kembali bersama adiknya. akupun membuat kesepakatan agar setelah lahir dia bercerai denganku dan anaknya akan menjadi anakku. tapi ternyata itu yang membuat aku kehilangan istri yang setia dan mencintaiku juga kehilangan anak kami. Angela terjun dari lantai atas bersama dengan anak yang ada dalam perutnya. hingga aku kehilangan keduanya." kata Sam menatap mata Angela yang terlihat berkaca-kaca.


"sungguh cerita yang sangat menyakitkan Tuan. aku tidak bisa membayangkan jika menjadi istri Tuan yang Tuan campakkan." kata Angela menanggapi perkataan Sam.


"tapi lebih menyakitkan saat aku kehilangannya Madam. aku baru menyadari kalau aku begitu mencintainya Madam. aku takut kehilangannya. bahkan aku tak menyangka kalau dia meninggalkanku secepat itu. kebersamaan kami selama enam tahun harus berakhir karena kesalahanku. sungguh menyakitkan bagiku karena cinta datang terlambat Madam." kata Sam mulai meneteskan air matanya.


Angela kaget. baru kali ini dia melihat Sam menangis. hatinya sedikit goyah saat melihat Sam menangis. dia seperti melihat seorang lelaki yang begitu rapuh karena cinta yang begitu dalam untuk sang istri. benarkah Sam begitu mencintainya?


***


Dikediaman Leon.


Leon baru saja pulang dari kantor sore itu setelah banyaknya jadwal meeting. terlebih dia belum bisa menemukan sekretaris yang cocok untuk dirinya. hingga akhirnya dia angkat tangan dan menyerahkan sekretaris barunya kepada Angela.


"kok sepi ya.. Sayang.. Diana.." teriak Leon memanggil Diana yang tak terlihat menyambutnya meskipun saat menyambut dia menampilkan muka terpaksa nya. namun yang didapati justru Bella yang berlari tergopoh-gopoh dari arah dapur.


"Selamat sore tuan. tuan sudah pulang?" katanya sambil mengambil alih koper dan jas milik Leon.


Kenapa justru malah Bella yang menyambut ku layaknya seorang suami? pikir Leon.


"Tuan?" tanya Bella ketika melihat Leon justru malah melamun.


"ohh iya.. dimana Diana?" tanya Leon sembari menggulung lengannya dan melonggarkan dasinya.


"ohh.. tadi siang Nyonya ijin sama saya katanya mau arisan sama teman-teman sosialita nya Tuan. dan kemungkinan akan pulang malam jadi Nyonya berpesan agar tuan tak perlu menunggu Nyonya untuk makan malam." kata Bella.


"ohh ya sudah. siapkan saya air panas saya mau berendam." kata Leon duduk di sofa ruang tengah.


"baik tuan." kata Bella berlalu sambil membawa tas juga jasnya kekamar pribadinya. lalu menyiapkan air hangat di bak kamar mandi untuk Leon berendam. tak lama, Bella kembali dihadapan Leon.


"Tuan.. airnya sudah siap. silahkan." kata Bella sopan.


"terimakasih ya Bella." kata Leon memberikan senyum terbaiknya membuat Bella terpana. namun dia segera sadar dan menundukkan wajahnya.


"Sama-sama Tuan. ohh iya Tuan.. untuk makan malam adakah yang ingin Tuan makan?" tanya Bella lagi.


"masakkan aku masakan yang paling enak buatanmu." kata Leon lagi dengan senyum yang mengembang.


"baik tuan. saya permisi kalau begitu." kata Bella yang lalu berlalu dan Leon juga langsung berlalu menuju kamarnya.


Bella berjalan dengan pelan menuju dapur. tangannya terus saja memegangi dadanya yang masih terlihat berloncatan tidak karuan setelah melihat senyum milik Leon yang begitu menawan.


"aduh... kenapa ya jantungku berdetak kencang banget? Jangan-jangan aku punya penyakit jantung lagi." kata Bella polos. Bella memanglah gadis polos yang tak pernah tahu menahu perihal cinta. yang dia tahu hanya bekerja menghasilkan uang untuk orang tuanya.


Leon masih berendam dalam bak kamar mandi. Dia memikirkan kembali tentang sikap dan sifat Diana. dia melihat Diana tak seperti istrinya. dia akan pergi setiap Leon pergi bekerja. Dan akan pulang ketika sudah hampir pukul tengah malam. akankah itu baik bagi seorang istri?


Dia mengingat kembali bagaimana perlakuan Daddy dan Mommynya. Mommynya memang bekerja. namun dia tak pernah lupa untuk melayani Daddy bahkan anak - anaknya. dia masih ingat dengan jelas kalau Mommy selalu menyiapkan semua keperluan Daddy. bahkan untuk masakan khusus untuk Daddy, Mommynya selalu memasakkan khusus. tanpa campur tangan dari pembantu. walaupun pembantu dirumah mereka ada lusinan.


"Kenapa aku merasa kalau istri aku itu Bella, bukan Diana? Diana selalu bangun siang, selalu Bella yang menyiapkan sarapan dan melayani ku. bahkan Bella yang menyiapkan pakaian untukku. walaupun dia hanya selalu mengambil baju yang paling bawah. Tiap pulang kerja Diana juga tak pernah dirumah. malah Bella yang selalu menyambut ku. memang benar dia pembantu. tapi apakah harus semuanya pembantu yang melayaninya? aku kan punya istri.. kenapa tidak sekalian saja urusan ranjang Bella yang melayaniku." kata Leon tiba-tiba.


Hingga Leon memejamkan matanya dan mulai memikirkan kalimat terakhir yang terucap dari bibirnya tadi. dia jadi mengingat kembali bentuk tubuh Bella yang tak kalah bagus dari Diana. bahkan untuk bagian sensitif terlihat lebih indah dan bagus milik Bella daripada Diana. Leon tersenyum sendiri memikirkannya. Tiba-tiba dia menggelengkan kepalanya tersadar dari pikirannya.


"Apa-apa an aku ini. kenapa bisa memikirkan yang tidak - tidak seperti ini. Sudahlah.. mungkin efek lapar." kata Leon menyudahi berendam nya dan segera memakai baju setelah membilas tubuhnya.


Dia mencium bau harum masakan Bella saat turun dari tangga. dia mempercepat langkahnya turun dari tangga dan melihat Bella yang masih menggunakan apron ditubuhnya membelakangi meja makan. namun sudah sebagian makanan terhidangkan di atas meja makan.


"wah.. kayanya enak sekali masakan kamu Bella." kata Leon sembari duduk di kursi kepala keluarga.


"Ehh.. Tuan.. ahh tidak tuan.. saya masih belajar. sebagian ini juga diajarkan Madam Queen. kata Madam sebagian besar ini masakan kesukaan Tuan." kata Bella sembari meletakkan masakan terakhir di meja makan.


"wah.. Nyonya besar kamu yang satu itu memang selalu perhatian. kalau begitu mari kamu ikut makan temani saya." kata Leon membuat Bella memundurkan langkahnya.


"tidak tuan. jangan. saya tidak pantas makan semeja dengan tuan."


"sudah jangan membantah. mau kamu saya pecat." kata Leon menarik tangan Bella dan membawa Bella duduk dikursi sisi kanannya yang biasa dipakai Diana.


"tapi Tuan.. ini kan kursi Nyonya. kalau Nyonya marah bagaimana?" kata Bella takut. karena baru seminggu dia bekerja disini, sudah lebih dari sepuluh kali dia dimarahi majikannya itu atas kesalahan yang tidak dia buat.


"Nyonya mu tidak ada."


"tapi tuan.."


"sudah tak usah banyak berbicara. sekarang makan." kata Leon sedikit ketus agar Bella mau makan bersamanya.


Mendengar perkataan Leon, akhirnya Bella mau makan meskipun sedikit canggung. bahkan saat Leon bersikap ramah dengan mengambilkan nasi serta lauk pauknya untuk Bella. Bella takut jika tiba-tiba Diana pulang dan marah karena dia lancang makan bersama Tuannya.