That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Honeymoon :: Yunani2



Setelah sarapan pagi, mereka berdua langsung mengendarai mobil menuju Pantai Navagio. Selama perjalanan mereka, tak pernah ada habisnya bahasan yang mereka bahas agar tidak garing dalam perjalanan. seringnya mereka tertawa. terlebih untuk sampai di pantai tersebut membutuhkan waktu sekitar satu jam melewati jalanan ditebing yang sebelahnya jurang.


"Pemandangan disini bagus sekali ya yang. masih asri begitu memanjakan mata yang memandang." kata Elsa.


"iya sayang. makanya aku bikin resort disini."


"ohh iya, yang lain kapan mau kesini?"


"ohh, mereka akan kesini satu bulan lagi."


"ehh.. jadi kita gak bisa ketemu? satu bulan lagi kan kemungkinan kita sudah berada di Kanada yang."


"ya emang sengaja biar mereka gak ganggu kita. kamu gak tahu aja apa yang bakal terjadi kalau mereka ada diantara bulan madu kita. bisa-bisa kita gak akan leluasa."


"ihh kamu mah jahat gak kasihan sama aku."


"yang penting kita sekarang berdua. udah itu aja. aku gak mau ada yang ganggu kita."


Tak terasa mereka sudah sampai di pantai. Elsa terlihat begitu bahagia melihat ini.


"Kita akan naik kapal ini untuk kesana. aku sudah sewa pantai ini hanya untuk kita berdua. jadi selama sehari ini, pantai ini sudah ditutup untuk umum. jadi kita gak usah berebut kapal sama pengunjung lain dan kamu juga bisa bebas untuk menikmati pemandangan selama di pantai ini." kata Jackson.


"sayang.. makasih.. cup" kata Elsa sembari menghadiahi sebuah ciuman mesra dipipi suaminya.


"cuma ini hadiahnya?" kata Jack menggoda.


"yang lainnya nanti malam di atas ranjang. aku tahu arah pembicaraan mu ya sayang." kata Elsa sembari mendahului Jackson naik ke kapal.


"kamu yang bilang sendiri ya. awas aja kalau kamu ingkar janji." kata Jackson menyusul.


"iya iya, bawel. ohh iya, aku yang mengemudikan kapal ini ya."


"emang kamu bisa?"


"cih ngeremehin seorang Elsa. belum tahu aja kalau aku bisa, mau kasih apa kalau aku nyatanya bisa nyetir kapal ini?"


"aku yang akan bayari semua coklat yang akan kamu beli nanti."


"bener lho ya. jangan nyesel." kata Elsa yang langsung mengemudikan kapal itu. dia mengemudikan dengan lihai bahkan seperti seorang ahli.


Duh sial. kenapa sih gue mesti bilang bakal bayarin coklat. tau dia bisa kan gue gak bakal janjiin itu. tekor nih dompet gue. batin Jackson.


***


"Yeay.. sampai. akan aku tagih janjimu nanti setelah puas aku bermain dipantai." kata Elsa sembari berlari dan berselfie ria.


Jackson menarik pundak Elsa dan menyuruhnya mendekat. dia mengambil HP Elsa dan mengarahkan kameranya kearah mereka.


"nah gini kan bagus. aku jadi punya foto kamu. masak aku cuma punya foto nikahan aja." kata Elsa setelah melihat hasil foto berdua dengan suaminya itu.


"ohh iya, aku juga udah siapin marshmello, ada satai seafood juga. disini aku juga sudah siapin panggangan. ayo kita bersantai." kata Jackson dan berjalan menuju sebuah tenda kecil yang sudah siap dan didepannya ada sebuah panggangan kecil dan berbagai satai yang disebutkan oleh Jackson tadi.


"Sayang kamu mau apa?" kata Elsa melayani suaminya.


"aku mau gurita nya aja." kata Jackson si penyuka gurita bakar.


"satu. dan itupun kamu tahu sendiri siapa dia."


"yakin cuma satu?" tanya Jackson lagi menyelidik.


"yakinlah. emang kamu yang punya mantan banyak."


"gak ya, aku gak pernah anggap mereka pacar. mereka aja yang anggap kita pacaran."


"iya, karena kamu terlalu brengsek. bagaimana bisa coba gue seorang Elsa yang jual mahal dan sulit dekat sama cowok bisa-bisa nya jatuh cinta sama cowok brengsek seperti kamu bahkan sampai mau menikah denganmu." kata Elsa menerawang sambil melihat ke langit seolah berbicara dengan langit.


"ohh jadi kamu sekarang menyesal? gitu?" kata Jackson sembari mendekatkan dirinya pada Elsa.


"no no no.. kamu mau ngapain jangan dekat - dekat. ya.. awas aja kamu kalau kamu dekat-dekat."


"kamu yang memintanya sayang." kata Jackson sembari memeluk istrinya itu. Saat hendak mencium Elsa, tiba-tiba...


Duaaaarrrrr...


"aaa...." teriak Elsa.


"kenapa tiba-tiba langit jadi gelap? kayanya mau badai. kita harus segera pulang sayang." kata Jackson.


"bukannya kalau badai malah bahaya jika kita sedang berada di laut luas yang?"


"iya, tapi kalau kita gak pulang, kita mau nunggu sampai kapan? kita juga cuma ada tenda satu untuk berteduh. itupun tendanya gak akan tahan sampai semalaman."


"ya sudah sekarang kita masuk kedalam saja. udah mulai hujan ini. sekalian kamu bawa itu satai yang udah matang." kata Elsa yang langsung masuk kedalam karena ketakutan.


Mereka berdua kini tengah asyik menyantap satai nya. sedangkan diluar sudah hujan. Jackson mencoba untuk menghubungi anak buahnya untuk menjemputnya menggunakan helikopter.


"sayang dingin." kata Elsa yang memang sudah terlihat kedinginan karena pakaiannya yang terbuka dibagian pundaknya. sedangkan jaketnya ada didalam mobilnya.


"dingin yang? bagaimana kalau kita bikin tenda ini panas?" kata Jackson dengan tatapan menggoda.


"jangan bilang kamu mau membakar tenda ini? aku gak mau ya."


"aduh sayang... kamu itu pintar kenapa sih kamu bisa berpikiran seperti itu? maksud aku, adegan panas yang." kata Jackson dengan bisikan dikalimat terakhirnya.


"jangan macam-macam ya. aku gak mau kita bermain disini." kata Elsa menjauh dari Jackson. namun karena disini tendanya hanya kecil tetap bisa membuat Jackson melahap nya.


Belum sempat Jackson menerkam Elsa, terdengar suara helikopter yang sedikit kalah dengan suara hujan. dan benar saja.


"Tuan, helikopter nya sudah sampai." kata anak buah Jackson didepan tenda dan mau gak mau dia melepaskan Elsa dan langsung keluar tanpa merapikan bajunya yang kancingnya terbuka semua. dia berjalan dengan muka merah emosinya.


"ada apa dengan tuan? kenapa dia seperti itu nyonya?" tanyanya kepada Elsa setelah melihat Elsa keluar dengan pakaian yang sudah rapi.


"kalian baru saja membuat singa gagal menerkam kancil. makanya tuan kalian seperti itu." kata Elsa sembari tertawa dan langsung menaiki helikopter itu.


Bawahannya yang mendengar itupun langsung paham dan sedikit menahan tawa karena apa yang dikatakan oleh Elsa tadi.


Ternyata tuanku bisa seperti itu ya. batin bawahannya