
Tujuh bulan setelah kejadian itu, seperti apa yang Bianca ucapkan, bahwa dia akan pergi dan tak pernah mengganggu kehidupan Elsa dan Jackson lagi. dan Jackson bisa bernafas lega. dia bisa kembali hidup damai tanpa ada permasalahan yang harus mereka hadapi. terlebih kandungan Elsa memasuki bulan terakhir. dan hanya tinggal menghitung hari.
Karena semenjak kehamilan, Elsa tak boleh pulang ke Indonesia maka semua keluarga berkunjung ke Amerika, termasuk sahabt Jack dan Elsa yang juga ikut menunggu kelahiran anak pertama Jackson dan Elsa.
Sekarang rumah itu di huni lebih dari dua puluh orang. untung saja rumah itu luas dan banyak sekali kamar kosongnya. sehingga rumah itu kini menjadi lebih ramai. tapi para pembantu juga kadang kerepotan untuk menyiapkan makanan karena mereka memiliki jam makan sendiri - sendiri. jadi mereka harus menyiapkan makanan setiap jam jikalau ada yang ingin makan, terlebih sang ibu hamil. Tapi itu semua mereka lakukan dengan senang hati karena bagaimanapun sang majikan menambahkan bonus yang begitu menggiurkan.
Hari ini hari dimana semua ketegangan mereka berkumpul menjadi satu. semalam Elsa merasakan ada yang aneh dengan kandungannya. dia merasakan pergerakan bayinya sedikit menurun. dan saat pagi tadi diperiksa ke dokter, dokter menyarankan untuk operasi karena kemungkinan sang calon anak terlilit tali pusar. mendengar kata operasi, sang mama Alexa tentu langsung menghubungi kakaknya, Jonathan yang kebetulan sedang ada tugas di Singapore jadi tak bisa kesana.
Jojo dan Rere anak kembarnya merupakan dokter spesialis bedah dan kandungan, Alexa mau Jojo dan Rere yang menangani Elsa, tapi sayang, jika menunggu Jojo dan Rere datang, kemungkinan untuk sang bayi hidup lebih kecil dan pada akhirnya Jackson memutuskan untuk mengoperasi sekarang.
Kini sudah dua jam berselang Elsa masuk kedalam ruang operasi. Semua keluarga menunggu dengan harap-harap cemas. terlebih Jackson.
"Ya Tuhan, aku memohon kepada engkau, selamatkanlah anak dan istriku. tapi jika engkau memberiku pilihan untuk memilih, aku memilih istriku. tolong selamatkanlah mereka." gumam Jackson dalam diamnya.
Tak selang berapa lama, dokter yang menangani Elsa membawa bayi mungil nan cantik, tapi tak terdengar suara tangisannya. Jackson langsung menghampirinya.
"Maaf tuan, kami telah berhasil mengeluarkan bayinya, namun sayang bayinya tidak tertolong. dan sang ibu juga mengalami syok. untuk sementara dia sedang dalam keadaan koma." kata dokter itu sambil menyerahkan bayi yang sebentar lagi akan dibawa ke ruang jenazah. agar bayi tersebut bisa dibawa pulang dan dimakamkan.
"Sayang, maafin Daddy sayang. Daddy tak bisa menjagamu dan juga Mommy mu. semoga kamu tenang disurga ya nak. kamu akan Daddy namai Angel. karena kamu akan selalu jadi malaikat kecil Mommy and Daddy." kata Jackson sambil mencium jenazah anaknya itu.
Semua yang melihat itu tak kuasa menahan tangisnya. begitu terpukul dengan apa yang terjadi. semua para wanita memeluk sang prianya masing-masing. mereka tak kuasa menahan tangisnya.
****
Tapi saat pemakaman itu berlangsung, wartawan tak bisa melihat dimana Jackson berada. Tapi dari pihak keluarga mengklarifikasi kalau Jackson sedang menunggu sang istri yang masih koma di rumah sakit.
Dia menunggu Elsa bukan tanpa alasan. karena dia tak bisa menghadiri pemakaman anaknya. dia terlalu rapuh untuk itu. bahkan dia juga tak bisa meninggalkan istrinya. dia takut kalau istrinya bangun dan tak ada dia disisinya, dia takut istrinya akan berbuat nekad karena masih dalam kondisi syok.
Jojo dan Rere sudah datang untuk melihat kondisi sepupunya itu. mereka datang bersama adik mereka, Maxime yang seorang detektif. entahlah, Jojo dan Rere punya firasat yang tidak mengenakan tentang Elsa yang koma dan anaknya yang meninggal. itu seperti hal yang tidak wajar.
"Bagaimana perkembangan Elsa kak?" tanya Maxime. mungkin umurnya hanya selisih tiga tahun dari Elsa, tapi Maxime sudah menjadi detektif kelas dunia, tak ada masalah yang tak bisa dia pecahkan.
"masih terlihat wajar sih dek. tak ada yang mencurigakan. benar-benar murni." kata Rere.
"terus kenapa kalian membawaku kesini? kalian tak tahu aku sedang menangani kasus pembunuhan di New York?" kata Maxime kesal.
"Kamu lebih penting kasus mu daripada sepupumu yang sekarat? hmm?" kata Jojo.
"ya bukan gitu kak. cuma kan kalau memang tak ada hal yang perlu diselidiki aku juga gak usah diajak kak. pokoknya sekarang aku mau balik ke New York. kakak berdua di sini jangan balik ke Ausie. kalian tunggu perkembangan dari Elsa. kalau ada yang mencurigakan langsung saja hubungi aku. jangan sampai lupa." kata Maxime sembari memakai mantelnya dan hendak kembali ke New York.
Dia berjalan sebentar dan berhenti tepat didepan kaca ruang rawat Elsa.
Elsa, gue pergi dulu, lo mesti sembuh. gue gak mau lo kenapa - kenapa. Lo adik yang paling gue sayang. dan lo bisa lihat betapa sayangnya suami lo itu. lo harus sadar secepat mungkin. batin Maxime dan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit itu.