
Pagi hari dikamar Angela.
"Hari ini mau ngapain ya? ke kantor Sam aja deh." gumam Angela.
Angela sehabis mandi setelah olahraga yoga ringan bersama Melati setelah sarapan tadi. Melati terlihat antusias dengan adanya Angela dan Princess. setelah yoga, Angela ijin kembali ke kamarnya untuk mandi dan menyelesaikan tugas yang dikirim oleh kakaknya dari NYC. Sedangkan Princess sedang bermain bersama Melati.
Akhirnya Angela berdandan dengan cantik untuk datang ke kantor Sam. dia menuju ke dapur untuk membawakan bekal makan siang untuk Sam. Melati yang melihat Angela sudah rapi pun datang menghampiri dan bertanya.
"Sayang, kamu mau kemana?" sapa Melati.
"ini tante, saya ingin ke kantornya Sam. ingin membawakan makanan untuk bang Sam. ngomong-ngomong alamatnya dimana ya tante? biar nanti Morgan tidak nyasar membawanya." kata Angela pura-pura tidak tahu.
"kamu bawa saja sopir tante sayang."
"loh kalau Angela bawa sopir tante, terus nanti tante keluar siapa yang nganter? katanya tante mau mengajak Princess ke mall?"
"kan masih ada Thom, asistennya princess. biar kamu aja bawa Morgan dan satu orang sopir. agar kamu lebih aman."
"baiklah tante. kalau begitu Terima kasih tante. Queen berangkat dulu tante."
Akhirnya Angela pun berangkat ke kantor Sam bersama Morgan dan sopir pribadi Melati. sesampainya disana, Angela pun langsung menuju ke resepsionis menanyakan dimana ruangan Sam.
"Selamat pagi Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" kata petugas itu.
"Pagi, saya ingin tanya dimana ruangan Tuan Samudera?" seramah mungkin dia berkata agar tidak seperti dulu saat pertama kali dia kesini.
"Mohon maaf sebelumnya, dengan siapa anda dan apakah anda sudah ada janji?" jawab resepsionis itu ramah.
Sudah menjadi tradisi bagi para resepsionis disana. se menjengkelkan apapun tamunya mereka harus ramah kalau belum ada dalam data blacklist perusahaan tak boleh masuk. karena mereka tidak mau dipecat dan dipermalukan seperti dulu resepsionis yang mengusir menantu pemilik perusahaan itu.
"Kalau begitu coba kamu katakan pada beliau. bilang saja kalau Madam Queen ingin bertemu." kata Angela sambil beranjak duduk di loby.
Sedangkan sang resepsionis mengangguk ramah dan segera menelfon asisten pribadi CEO nya. tak berselang lama, Tiba-tiba saja Sam turun dengan sendirinya menyambut Angela. semua mata karyawan yang ada disana pun kaget. selama ini atasannya itu jarang menjemput tamu sendiri. sedangkan sekarang mereka melihat Sam memperlakukan se istimewa itu terhadap Angela.
Mereka bahkan bisa melihat senyum yang terkembang. padahal selama enam tahun menjabat sebagai CEO, Sam jarang sekali tersenyum. bahkan dia dijuluki CEO Devil. karena dia mempunyai tempramen yang begitu buruk.
"Sayang, kenapa kamu gak bilang kalau mau kesini? hmm?" sapa Sam saat sudah berada didepan Angela.
"tada... Queen membawakan ini buat abang. abang belum makan siang kan? makan siang bareng yuk. biar nanti Morgan makan siang bersama sopir tante." kata Angela menggandeng tangan Sam dan berjalan dengan mesra.
Sam justru melepaskan gandengan tangan Angela. awalnya Angela menatap Sam bingung, tapi setelah itu dia tahu maksud dari Sam melepaskan gandengan tangan itu. ternyata Sam merangkul pinggang Angela protektif.
"begini seharusnya. yuk naik." kata Sam sambil mengecup pipi Angela.
"Ehh ehh.. tadi itu siapa? pacarnya si bos ya?" tanya seorang karyawan lelaki.
"entahlah. aku juga gak tahu. dia tidak menyebutkan statusnya. dia hanya menyebutkan namanya. kalau tidak salah ingat namanya tadi Madam Queen." jawab resepsionis itu.
"Madam Queen? kurasa tidak asing namanya." kata seorang karyawan wanita. diapun segera mengambil ponselnya dan melakukan pencarian untuk nama Madam Queen. dan dia pun membacanya di depan temannya. "ini kan orangnya?" si resepsionis pun mengangguk. "Nama lengkapnya Queen Aurora. berasal dari New York City, panggilan di negaranya Madam Queen. dia pengusaha nomor satu di NYC. wow.. gila.. bukan orang sembarangan ternyata. kalau bos kita bisa menikah dengannya, bisa jadi kita kerja di luar negeri." katanya dengan penuh semangat.
"Queen Aurora?" kata salah satunya lagi. dia seperti sedang mengingat sesuatu. "ahh... dia CEO Aurora group yang terkenal di dunia bisnis. yang bahkan melebihi Diwangkara group, Angkasa group atau atmaja group." lanjutnya setelah mengingat dengan jelas.
"wah gila.. kita jangan macam-macam kalau lihat dia. bisa saja dengan mudah dia menggulingkan kita hanya dengan sekali menatap muka kita."
"iya betul itu."
Mereka pun membubarkan diri setelah dirasa jam makan siang hampir habis. sedangkan di ruangan CEO, Sam sedang menikmati makan. siangnya bersama Angela. dia terlihat begitu manja dengan Angela. Hingga akhirnya ke romantisan mereka dirusak oleh seseorang yang masuk begitu saja.
Brak...
"Nona maaf nona.. Tuan, Madam maafkan saya. saya akan membawa nona Melani pergi dari sini." kata Eli yang tak enak hati dengan iparnya itu.
"Apa-apaan sih kamu. dasar sekretaris rendahan. bilang aja kalau kamu mau embat bos kamu sendiri sehingga kamu tidak mau aku bertemu dengan bos kamu. iya kan?" semprot Melani.
"Maaf Nona, tapi tadi saya sudah bilang kalau Tuan Sam tidak bisa diganggu karena sedang ada tamu. dan anda bisa lihat sendiri sekarang." kata Eli yang kesal dengan sifat Melani yang selalu saja arogan.
Melani pun melihat ke arah Sam yang tengah asyik menyantap makanan bersama seorang wanita yang tak lain adalah Angela. bahkan Angela menyuapi Sam dengan mesranya. Melani yang selama ini mengejar Sam pun dibuat panas oleh itu. dia berjalan di samping Angela dan menjambak rambut Angela degan kasar sampai Angela kesakitan.
"aww.. aww.. aww.. apa-apa an ini. abang tolong!" teriak Angela sambil memegangi tangan Melani.
"Melani apa-apaan kamu!" teriak Sam yang mencoba melepaskan Angel dari tangan Melani. hingga akhirnya Melani menghempaskan Angela.
"Kamu itu gimana sih bang. kita kan udah tunangan, masak kamu malah asyik makan degan wanita lain." kata Melani.
"Melani sadar! selama ini aku tak pernah menganggapmu sebagai tunangan. bahkan pesta pertunangan pun kita belum pernah melakukan itu. dan kenapa dengan pd nya kamu bilang seperti itu?" kata Sam sambil memeluk Angela dan mengelus lembut kepala Angela yang sakit.
"Tapi bang, kata papaku, kamu itu calon suamiku." kekeh Melani.
"itu kata papamu. bukan kataku. lagipula aku sudah punya tunangan dan ini tunanganku." kata Sam sambil memperlihatkan cincin yang ada ditangannya dan tangan Angela.
"gak gak gak! kamu gak bisa seenaknya seperti itu dong bang. kamu itu hanya boleh menjadi tunanganku. lagipula wanita tanpa asal usulnya ini tak pantas menjadi tunanganmu bang."
Angela yang muak dengan sikap wanita itu pun beranjak dari pelukan Sam dan langsung memukul wanita itu. Dia menampar Melani dengan sangat keras sampai telapak tangannya sendiri perih merasakan pukulan tersebut.
"Jaga bicaramu nona Melani. saya sedari tadi hanya diam karena saya pikir kamu tidak akan sampai berbicara seperti ini. ternyata saya salah. kamu sudah kelewatan. asal kamu tahu, jika saya berkehendak, seluruh perusahaan yang ada di Indonesia bisa saya akuisisi termasuk milik orang tua anda. jika anda masih terus mengusik ketenangan calon suami saya, jangan salahkan saya kalau keluarga anda berada dalam catatan kebangkrutan selanjutnya." kata Angela dengan tegas dan penuh dengan ancaman.