
Sam dan Angela memutuskan untuk pulang karena Princess sudah terlihat kelelahan dan dia mulai tertidur dalam gendongan Sam. saat sampai di mobil, Morgan inisiatif untuk memindahkan Princess dalam pangkuan nya saja. Dia memberi luang untuk Sam dan Angela bercakap-cakap.
"Rencananya aku lusa mau pulang ke Indonesia. akankah kamu dan princess mau ikut?" kata Sam.
"emm.. kaya nya belum bisa Sam. soalnya Princess masih ada jadwal disekolahnya. liburan baru dimulai minggu depan." kata Angela.
"Emm kalau begitu aku akan di sini sampai minggu depan. itupun kalau kamu yang memintaku." kata Sam lagi.
"jangan. kalau kamu memundurkan jadwal kepulanganmu, bagaimana perusahaan kamu? kamu kan sudah lama disini."
"tidak apa-apa, masih ada Eli yang akan membantuku untuk menghandle perusahaan." kata Sam yang begitu ingin kalau Angela menahannya.
"jangan seperti itu Bang Sam. kamu disana sebagai CEO. bertanggung jawab penuh. aku janji nanti kalau Princess sudah libur sekolah, akan aku bawa menemuimu di Indonesia." kata Angela yakin.
"janji?"
"I'm Promise." kata Angela membuat Sam tersenyum mendengarnya.
Senyum Sam ternyata membuat hati Angela kembali merasakan cinta. Hati Angela yang semula dingin sekarang telah ter selimuti oleh cinta dari orang yang sama. ini menunjukkan seberapa besar cintanya untuk Sam. meskipun dia sudah disakiti dan meninggalkan Sam selama delapan tahun namun semuanya akan tetap sama. Angela tetap mencintai Sam.
Saat sampai di rumah Angela, Sam sebenarnya berat untuk berpisah dengan Angela. namun dia tak mau cap nakal melekat pada tubuhnya lagi. dia tak mau kejadian lalu kembali terulang. dia tak ingin semua yang sudah dia rencanakan gagal semuanya. Dan dia tak mau kehilangan cintanya untuk yang kedua kalinya.
***
Bella membuka matanya. dia merasakan remuk di sekujur tubuhnya. dia meraba tempat tidur disampingnya namun tak menemukan Leon berada di sana. dia hendak bangun dan mencarinya, namun semua badannya sakit untuk digerakkan. dia benar-benar merasa kualahan dengan sikap Leon yang seperti tak mempunyai lelah.
Kreeeekk..
Pintu kamar terbuka. terlihat Leon membawa sebuah nampan yang berisi piring dan juga minum ditangannya. Bella sudah bisa menebak kalau itu makanan yang di masaknya tadi. Leon menghampiri sisi tempat tidur Bella. Mendudukkan Bella dengan tangan Bella yang memegang selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Sayang makan dulu ya. kamu kelihatan kelelahan, isi perutmu nanti untuk aktivitas kembali. Aku tak mau besok ada berita kamu mati kelaparan." kata Leon sambil tertawa.
"aku tidak akan mati selama kamu memberiku makan dan berhenti menyentuhku kak." ucap Bella sambil menerima nampan itu. namun dia bingung bagaimana mau memakannya karena setiap dia menerima nampan itu, selimut yang untuk menutupi tubuhnya melorot membuat perhatian Leon teralihkan ke gundukan didada Bella.
"kamu sengaja memancing ku sayang.. hmm.." kata Leon mengambil alih nampan itu dan menaruhnya di nakas. Sedangkan dirinya memepet Bella hingga Bella tak berkutik.
"siapa yang memancingmu kak. aku tidak sengaja. sudahlah kak, nanti lagi. kamu kayaknya benaran ingin membunuh kekasihmu." ucap Bella seketika mendorong Leon dari tubuhnya.
Bukan melawan namun Leon menyunggingkan senyumnya tatkala dia mendengar bahwa Bella menyebut dirinya kekasih Leon.
" ternyata kamu sudah menerima aku sebagai kekasihmu? kamu sudah menganggapku?" tanya Leon dengan memicingkan matanya kepada Bella.
"Tentu Tuan Leon. karena tidak semudah itu aku memberikan keperawanan ku untuk seorang lelaki." ucap Bella yang juga menatap mata Leon sambil terus melanjutkan kunyahan itu.
"Baiklah, kalau begitu malam ini kamu harus memberiku jatah sekali lagi untuk membayar makanan itu. oke sayang?" ucap Leon dengan menaik turunkan alisnya dengan tatapan nakal.
"No. untuk hari ini cukup. aku tak mau ada pembantu yang lihat aku keluar dari kamar majikan. apa kata para pembantu yang lain nanti kak." kata Bella memohon kepada Leon.
"Baiklah baiklah.. kalau begitu kita lakukan dikamarmu." ucap Leon tak kehabisan akal. "selesaikan makanmu sayang, dan aku menunggumu di kamar mu. kita cari suasana baru." ucapnya lagi sambil keluar dari kamar itu.
"Kya.. kak Leon, bukan itu maksudku. Kya.." teriak Bella namun Leon tak mengindahkan nya.
Leon sudah turun kebawah, dia sudah masuk kedalam kamar Bella. merebahkan dirinya dikasur Bella. dia memainkan hpnya untuk melihat apakah ada notif dari seseorang. matanya melihat ada notif pesan masuk dari Morgan.
Leon buru-buru melihatnya. karena baginya, jarang sekali seorang Morgan asisten pribadi adiknya itu untuk mengirimnya pesan karena pasti Angela akan mengiriminya pesan pribadi. kecuali pesan yang Morgan kirim itu tentang hal penting yang berkaitan dengan Angela dan Princess. seperti saat salah satu diantara mereka sakit.
oleh istri yang dia idamkan selama delapan tahun ini.
Namun kini semoga, cinta nya kini tidak mengkhianati dia lagi. dia sudah lelah untuk merasakan kekecewaan yang teramat dalam. Dia juga ingin bahagia. Dia ingin terlihat harmonis layaknya Rey dan Eli kini atau seperti Franky dan Kattie meskipun mereka berdua menikah karena perjodohan.
Mengingat perjodohan, mungkin sebaiknya dulu dia menerima orang yang akan dijodohkan dengannya saja saat orang tuanya menjodohkannya karena Leon tak kunjung menikah. namun dia tetap mempertahankan Diana. hingga akhirnya dia menyesali apa yang terjadi kini.
Namun, tidak ada penyesalan yang membawa kita kearah lebih baik. penyesalan itu membuatnya menemukan cinta yang lain. membuatnya menemukan Bella yang bisa menggantikan sosok istri untuknya.
Aku harus cepat-cepat mengurus pernikahanku dengan Bella. meskipun hanya baru mendaftarkan kekantor urusan sipil. dia tak mau kehilangan Bella lagi. karena baginya sekarang Bella sudah menjadi miliknya. wanitanya satu - satunya.
***
Pagi harinya dirumah Angela.
"Pagi sayang.." sapa Sam yang duduk disamping Angela untuk sarapan.
"Bang, gak perlu pakai sayang - sayangan. umur kita udah tua. tak pantas untuk berkata seperti itu. ucap Angela kepada Sam karena dia sudah tak mendengar kata sayang dari mulut Sam selama delapan tahun.
" tapi aku suka sayang." kata Sam lembut sambil mencium Angela di pipinya.
"Bang...!" kata Angela kaget.
"kenapa sayang?"
"jangan seperti itu ahh. malu kalau Princess lihat. udah sekarang abang fokus makan dulu. aku mau lihat Princess." kata Angela berkilah agar bisa menghindar dari Sam.
Sam hanya terkekeh geli melihat tingkah malu kekasih barunya itu. kekasih baru? dia kembali melihat cincin pernikahannya dengan Angela yang kembali dia pakai. Dia tersenyum jika mengingat kejadian semalam.
Siang harinya, ketika Sam tengah makan siang bersama asistennya, datang sepasang suami istri yang menghampirinya.
"Bang Sam. apa kabar bang?" sapa sang wanita.
"Rere? Jhon?" ya, sepasang suami istri itu Rere dan Jhon.
"boleh kami gabung Tuan Sam?" kata Jhon.
"ohh tentu." kata Sam dengan senang hati.
"Kami dengar dari Morgan, bahwa semalam anda melamar Madam Queen?" kata Jhon.
"jangan begitu formal Jhon. panggil saja aku abang. dan ya benar apa yang kamu katakan kalau semalam aku sudah melamar Queen." kata Sam kembali menampilkan wajah gembiranya.
"serius bang? wah selamat ya bang. akhirnya abang bisa kembali bersama kak Angela. Rere seneng banget." ucap Rere tak sadar hingga Jhon sudah menyikut nya. karena Jhon menyikut nya membuat Rere mengatupkan bibirnya rapat-rapat sambil menundukkan kepalanya.
"Angela? apa maksudmu Re? kenapa kamu sebut Queen adalah Angela?" kmtanya Sam dengan penasaran.
"emm.. bukan apa-apa kak. itu hanya karena aku menganggap Madam Queen adalah kak Angela. mereka terlihat begitu mirip." kilah Rere.
"benar yang Rere katakan Jhon?" tanya Sam kepada Jhon karena dia tahu kalau Rere pasti akan menutupi darinya.
Jhon menghela nafas kasar sebelum menjawabnya. dia memandang muka Rere yang terlihat menggelengkan kepalanya tanda kalau Jhon jangan sampai membocorkan nya.
"biarlah bang Sam tahu sayang. bagaimanapun mereka akan menikah lagi. suatu rahasia akan terungkap meskipun sudah ditutup rapat. biarlah sekarang kita ceritakan kepada bang Sam, agar suatu hari tak ada yang mengetahui hal ini dan menjadikan rahasia ini sebagai senjata melawan mereka berdua." kata Jhon kepada istrinya itu sedangkan Leon masih setia menunggu apa yNg akan dikatakan oleh Jhon.