
"Ohh iya, mumpung kamu disini bagaimana kalau kamu jadi pasanganku untuk reuni SMP ku nanti? gimana? mau gak?" tanya Leon kepada Eli.
"boleh-boleh.." kata Eli semakin membuat Diana menundukkan kepalanya.
"Ohh iya kak, kenalin ini Sam. suami aku." kata Angel mengenalkan Sam kepada Eli membuatnya sadar kalau dimeja itu tidak hanya ada Leon dan Franky yang dia kenal selama ini.
"Gak usah dikenalin sayang. aku udah kenal kok. kamu Elisabeth anaknya Om Reza kan?" tanya Sam.
"emm.. iya." Eli semakin salah tingkah saat melihat Sam. bukan masalah karena Sam. tapi karena Rey adiknya.
"jadi bener. kalau gitu kamu masih ingat kan sama..." kata Sam terpotong dengan berdirinya Rey yang membuat semuanya menoleh kesana.
"Sorry guys. kaya nya gue mesti cabut duluan. gue lupa kalau masih ada jadwal pemotretan. duluan ya." kata Rey dingin tanpa menatap sedikitpun kearah Eli. Eli yang melihat itu berasa seperti ada pedang yang menyayat hatinya.
"gue juga guys. bang Rey, gue boleh nebeng sampai toko buku depan gak? ada buku yang mesti gue beli." Kata Diana dijawab anggukan oleh Rey.
Semua melihat itu hanya saling pandang tak tahu apa yang terjadi. akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang bersama. Franky sendiri langsung menuju rumah sakit kakaknya. Sam dan Angel menuju rumahnya sedangkan Leon sendiri menuju kantornya setelah berpisah dengan Eli yang mengendarai mobil sendiri.
Ternyata kamu tidak mencintaiku. kata Leon dalam pikiran penuh dengan Diana.
Mungkin jika dulu aku gak ada diantara kalian, sekarang kamu masih bahagia bersama Margaret, Rey. kata Eli dalam hati.
Sedangkan ditempat lain....
"Abang kok bisa kenal Kak Eli? kenal dimana? bukannya kalian beda sekolahan ya? lagian kak Eli pindah ke Jakarta juga setelah lulus SMA." tanya Angela setelah sampai dirumah dan masuk kekamar mereka.
"Sebenarnya dulu kakek sama nenek dari pihak Ayah itu tinggal di Bandung. hampir tiap Weekend kita kesana. disanalah kita ketemu Eli. kita menjadi teman akrab. termasuk Rey juga. Eli juga punya kembaran. namanya Margaret. dia lebih cantik dari Eli. tapi dia punya penyakit bawaan lahir. dan dia meninggal saat kelas tiga SMA. waktu itu abang masih di NYC. Katanya sih bukan karena penyakitnya. tapi karena hal lain. abang gak tahu itu pastinya apa. tapi setelah kejadian itu, abang udah lost contact sama Eli." kata Sam panjang lebar.
"Tapi tadi waktu ada kak Eli, kenapa Vang Rey langsung pergi ya? atau bang Rey gak suka lihat kak Eli?" tanya Angel.
"hush.. berpikirlah positif Sayang. gak baik berpikir seperti itu."
"ahh ternyata suamiku bisa dewasa ya.." kata Angela manja dengan memeluk tubuh Sam dengan manjanya.
***
Hari Reuni pun tiba.
Sam datang bersama dengan Angela pastinya. mereka terlihat serasi, Sam memakai setelan tuxedo berwarna hitam sedangkan Angela memakai gaun malam berwarna senada dengan bertaburan berlian di gaunnya. semakin melihatkan kemewahannya. Sedangkan Leon datang bersama Eli seperti rencana awalnya.
"kalian berdua pakai warna hitam mau melayat?" celetuk Leon.
"enak saja kamu kak. ini rancangan designer terkenal malah kamu sebut mau pergi melayat." kata Angel membela.
"habisnya ke pesta begini kenapa kamu memilih warna hitam dek?" tanya Leon lagi.
"dasar ya kamu tu gak tahu fashion Le. asal kamu tahu aja. buat wanita hamil, warna hitam iu bisa menyamarkan kegendutan nya. tahu gak?" kata Eli.
"nah itu kak Eli tahu. emang kakak pinter. gak kaya kak Leon. sok pinter." kata Angel yang langsung menarik tangan Sam menuju kearah makanan.
Angel yang menatap berbagai jenis makanan langsung tak memperdulikan lagi suaminya. dia hanya memperdulikan perutnya. tanpa sadar kalau suaminya telah pergi meninggalkannya seorang diri karena ingin kekamar mandi.
"loh dimana suamiku?" tanya Angela bingung.
"ehh kak Kattie. tadi berdua sama bang Sam. berempat malah. sama kak Leon dan kak Eli. tapi bang Sam gak tahu kemana." kata Angela yang masih mengedarkan pandangannya.
"Ohh, kamu tetep disini saja, takutnya klau kamu nyariin dia, nanti dia akan kehilangan kamu karena dia itu kalau ninggalin cewek ditempat ini pasti tempat ini akan jadi tujuan utamanya mencari. aku temenin ya." kata Kattie sambil membimbing Angel duduk di meja kosong sebelahnya. "sini kamu duduk. wanita hamil kan pasti cepat lelah." kata Kattie lembut tanpa dibuat - buat.
"kakak tahu banget ya sama kebiasaan bang Sam." tanya Angela yang dari awal tak suka kalau Kattie lebih memperhatikan suaminya.
"Kalau aku mau bicara jujur sama kamu boleh Ngel?" tanya Kattie pelan.
"boleh kak. mau bicara apa?"
"Sebenarnya dari dulu aku suka sama Sam. aku suka semua yang ada pada diri Sam. mulai dari hal terkecil dia tersenyum pun aku suka. tapi dari dulu dia tak pernah menganggapku wanita karena aku selalu berpenampilan layaknya lelaki. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk meneruskan sekolah di NYC. dan aku pun memutuskan untuk sekolah di London. aku berlatih menjadi seperti wanita yang sebenarnya. agar jika aku bertemu Sam, aku bisa memikat hatinya. dan pertemuan kita kemarin sebenarnya membuatku memiliki harapan. tapi setelah aku tahu kalau dia menikah denganmu, dan aku melihat kalau kalian begitu saling mencintai, aku berusaha memusnahkan perasaanku. aku bahagia melihatnya bahagia bersamamu." kata Kattie.
"jadi benar perasaanku kalau kakak suka sama suamiku."
"iya, tapi itu dulu. sekarang kakak ingin membuka hati kakak untuk orang lain. kakak harap kamu bahagia bersama Sam." kata Kattie dengan senyum manisnya.
"makasih ya kak. susah menjadi seperti kakak yang merelakan orang yang dicintainya bersama dengan wanita lain. semoga kakak bisa bertemu jodoh kakak." kata Angel menggenggam tangan Kattie.
"makasih Ngel. kamu memang pantas bersanding dengan Sam. Ohh ya, ngomong-ngomong apa dia masih selalu memakai bantal usangnya?" tanya Kattie.
"duhh iya kak. masih saja memakainya. padahal aku sendiri sering mabuk kalau memakainya. baunya menyengat sekali kak. tapi kalau dia mau tidur denganku, selalu aku ancam agar membuang dulu bantalnya. hahaha." kata Angel diakhiri dengan tertawa.
"Ohh ya? dan apa Rey masih takut sama puding?" tanya Kattie.
"nah iya kak. aku juga bingung. puding kan enak. manis lagi. kenapa dia bisa phobia dengan puding?"
"itu berawal dari dia beli puding tepat saat makan, didalam puding nya ada serangga yang ikut mengental bersama puding nya. jadi dia takut deh makan puding."
"Ohh ya kalau bang Franky?"
"kamu tahu kan kalau kakaknya itu dokter?" Angel hanya mengangguk. "tapi Franky paling takut sama yang namanya suntikan dan darah." kata Kattie.
"pantas waktu mengantarku dulu itu dia gak mau semobil denganku. kalau bang Leon?"
"dia paling gak bisa makan es batu. boro-boro makan. lihat orang lain mengunyah es batu dia pasti langsung menutup telinganya dan jongkok. iya gak?"
"wah bener banget kak. kakak memang sahabat sejatinya mereka. sampai kebiasaan mereka semua tahu." kata Angel berbinar. dia berpikir ternyata Kattie itu orangnya menyenangkan.
"Pada ngobrolin apasih sampai begitu terlihat senang." kata Sam yang baru datang menghampiri mereka.
"ehh sayang... kenapa lama banget sih?" tanya Angel.
"maaf tadi ketemu temen-temen dulu pas mau nyamperin kamu, karena lihat kamu udah sama Kattie jadi abang nyamperin temen sebentar. kamu gak menceritakan hal aneh kan tentangku kepada istriku?" kata Sam menatap Kattie tajam.
"enak aja. gak ya. fitnah lo. iya kan Ngel." kata Kattie meminta angel untuk tutup mulut.
"iya dong Kak. Abang suudzon ihh." kata Angel.
Mereka masih saling menggoda sampai mata Kattie membulat saat melihat Leon, Eli, Franky, Rey dan Diana.
"ehh tuh mereka datang. Rey pacaran sama Diana ya? kok mereka gandengan?" kata Kattie membuat Sam dan Angel melihat kearah Rey dan Diana yang bergandengan tangan.