
Jackson takut kalau apa yang dia bicarakan akan membuat Elsa marah. akhirnya dia diam menunggu reaksi dari Elsa. dia hanya ingin tahu apakah Elsa bisa menerimanya atau tidak. dia takut kalau reaksinya akan sama seperti saat Bang Kevin mengetahui ini.
"Emm.. Bi, boleh aku bicara sama suamiku dulu? aku ingin bicara berdua." kata Elsa menekankan kata suami agar Bianca sadar kalau Jackson masih sah suaminya.
"boleh, tapi kumohon jangan lama karena Angela butuh sosok bapaknya yang baru ditemui." kata Bianca tak mau kalah.
"tenang, dia tak akan menelantarkan anaknya seperti dia tak akan menelantarkan istrinya walau lima tahun dalam keadaan koma." kata Elsa lagi dan itu sukses membuat Bianca keluar dengan muka yang kesal.
Setelah Bianca keluar, Elsa menceritakan tentang hal yang menurutnya janggal. dan disitu Jackson baru merasa kalau apa yang dikatakan Elsa benar adanya. dia menjadi yakin kalau apa yang dia lakukan kepada Bianca itu tidak ada.
"Tapi, dalam tes DNA dia benar anakku sayang. bagaimana bisa?" tanya Jackson.
"mungkin dia memang benar anakmu. tapi apa dia anak kandung Bianca?" tanya Elsa lagi.
"lalu apa rencana kamu?" tanya Jackson.
"kamu harus mengikutinya....." kata Elsa yang membisikkan sesuatu kepada Jackson agar Jackson paham.
***
Malamnya disini hanya ada Jackson yang menunggu Elsa sedangkan Bianca selalu ikut kemanapun Jackson pergi. termasuk saat Jackson kekeh gak mau pulang diapun ikut tak mau pulang bersama Jackson. Disaat tengah malam semuanya tertidur, ada seseorang yang masuk keruangan rawat Elsa dengan sebuah jarum suntik ditangannya.
Elsa tersadar ada seseorang di ruangannya. dia pun akhirnya berteriak hingga membangunkan sang suami.
"Tolong... tolong... sayang.. ada orang jahat.." teriak Elsa ketakutan hingga Bianca yang berada diruang tunggu pun datang menemui Elsa.
"ada apa sayang? lihat tidak ada apa-apa." kata Jackson setelah dia menghidupkan lampunya dan tak melihat ada seseorang.
Akhirnya Jackson memanggil Jojo untuk datang ke ruangnya. dan Jojo pun memeriksa keadaan Elsa setelah apa yang diceritakan oleh Jackson.
"aku rasa dia mengalami halusinasi. dia bisa gila jika kalian membiarkan dia sendiri. ini akibat dari syok yang dia alami. kalian jangan sampai lengah dalam mengawasi Elsa." kata Jojo menatap Elsa prihatin.
Terlebih Elsa kini terlihat murung dan hanya bisa melamun. Namun saat Angela datang bertanya dengan Jackson disitu pandangan Elsa teralihkan.
"Daddy, apa yang terjadi pada Mommy Els? kata Mama Bianca tadi Mommy bangun dan berteriak?" kata gadis itu polos.
"Mommy tidak apa-apa sayang. dia akan baik-baik saja. apa lagi kalau kamu coba peluk Mommy, pasti Mommy akan sembuh." kata Jackson. Mendengar apa yang diucapkan Jackson, dengan polosnya Angela memeluk Elsa.
"Mommy, Mommy jangan berteriak lagi ya. Mommy harus cepat sembuh." kata Angela memeluk Elsa. melihat itu Elsa menangis. dia seperti merasa dipeluk anaknya sendiri. melihat Elsa menangis Angela merasa bersalah.
"sayang, sini turun nak. Mommy kamu butuh istirahat. nanti dia akan mengamuk lagi kalau kamu ganggu." kata Bianca mempengaruhi anaknya agar tak mendekat ke Elsa yang sudah dia anggap gila.
"tidak Mama, kata Daddy, Mommy hanya sedang sedikit sakit aja. dia tidak mengamuk." kata Angela polos membela Elsa.
"ya itu kamu tahu kalau Mommy sakit. jadi kamu harus keluar ya. ikut mama!" bentak Bianca karena Angela tak menurut. akhirnya dia menarik Angela dan keluar kamar selagi tak ada Jackson yang pergi ikut Jojo. dia juga yakin kalau Elsa tak akan mungkin mengadu ke Jackson karena dia yakin kalau Elsa sudah gila.
***
Selang seminggu dari kejadian itu, Bianca sudah dipulangkan kerumah yang sudah dibeli Jackson. Bianca berpikir kalau Jackson sudah mulai menaruh hati padanya. terlebih Jackson menyempatkan untuk makan bersama di rumah.
Tapi pagi ini Bianca terlihat begitu kesal saat melihat Jackson pulang bersama seseorang yang dia dorong dikursi rodanya.
"Sayang, Daddy sudah pulang." teriak Bianca membuat Angela berlari.
"Daddy...." teriak Angela dan langsung meminta gendong Jackson.
"Sayang, kamu sudah pulang." kata Bianca mendekat kearah Jackson. namun matanya menatap Elsa yang duduk dengan pandangan mata kosong di kursi roda. "kenapa kamu membawa Elsa kesini?" kata Bianca tak suka.
"memangnya kenapa? ini rumahku dan juga Elsa masih istri sahku." kata Jackson.
"lalu bagaimana aku dan Angela?" tanya Bianca.
"aku kan sudah bilang kepada kamu kalau aku bisa menerima Angela tapi aku tak bisa menerima kamu. lagipula Angela sudah bisa menerima Elsa sebagai Mommy nya. dan aku menahanmu hanya karena Elsa masih sakit tak bisa merawat Angela. jadi kalau Elsa sudah sembuh kamu bisa keluar dari sini tapi Angela akan ikut denganku. karena aku sudah memasukkan Angela kedalam kartu keluargaku. sekarang dia bernama Angela Wang. bukan ikut marga Matthew lagi." kata Jackson.
"tapi kamu tidak bisa seenaknya itu kepadaku Jack." kata Bianca tak terima.
"sayang, kamu sekarang ikut Nona Michelle, kamu bawa Mommy kedalam. kamu bilang kamu kangen sama Mommy." kata Jackson kepada Angela.
"iya Daddy. mari Mommy. kita main ditaman." kata Angela dengan senang hati.
"Kamu lihat? bahkan dalam kondisi seperti itu Angel sudah bisa menerima Elsa sebagai Mommy nya. bahkan dia begitu menyayangi Elsa. jadi kamu bisa tenang meninggalkan Angel di sini." kata Jackson setelah dirasa Angel tak mendengarnya lagi.
"tidak. sampai kapanpun Angela itu anakku. bukan anak Elsa. dan kenapa kamu tak bisa menerimaku? kamu bisa menerima Angela sebagai anak kamu walaupun dia hanya anak dari hubungan gelap kita. kenapa kamu tak bisa menerimaku? apa yang bisa Elsa lakukan untukmu? bahkan hanya untuk melayani kamu makan saja dia tak bisa. boro-boro melayani kamu makan, untuk urusan ranjang aja aku yakin dia hanya bisa menjadi pemain pasif." kata Bianca meledek.
"cukup Bianca. aku dengar sekali lagi kamu menjelekkan Elsa dihadapanku, jangan salahkan aku untuk membuatmu keluar dari rumah ini." kata Jackson sambil melangkah kedalam meninggalkan Bianca yang tak Terima dengan semua ini.