That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_03



Mendengar perkataan Sam, hati Angela serasa sakit. tadi malam Sam yang menyuruhnya untuk minum obat perangsang itu. sedangkan dirinya tidak sadar kalau melakukan semuanya bersama Sam.


"maksud kamu apa bang?" tanya Angela di sela tangisnya.


"Apa kurang jelas yang aku ucapkan? semalam bahkan aku tidak ingat kalau aku menidurimu. aku tidak tahu siapa yang memulai. siapa tahu kamu yang memulai." kata Sam dengan memandang Angela dengan tatapan mengejek.


"kamu nuduh aku yang jebak kamu gitu?"


"lah siapa lagi? selama ini bukannya kamu yang selalu menempel padaku? asal kamu tahu, tiap wanita yang menempel kepadaku dia pasti dengan suka rela membawa tubuhnya untuk naik ke atasku. dan aku yakin kamu pun salah satu dari mereka." kata Sam merendahkan.


"cukup bang.."


"Mereka tak mempermasalahkan bahwa aku telah meniduri mereka. tapi kamu? kenapa kamu seperti punya masalah dengan ini?"


"CUKUP!"


"kenapa? marah? kalau marah kamu mau ap..."


PLAAAKKK....


Angela menampar pipi Sam dengan keras. dia tak perduli kalau kini dia berdiri tanpa sehelai benang pun. bahkan dia melemparkan selimut yang menghalangi jalannya.


"Jangan pernah kamu samakan aku dengan wanita yang pernah kamu tiduri. apa kamu buta? kalau aku memang yang menjebakmu, apa arti dari noda darah yang ada diatas kasur itu? kalau aku yang menjebakmu, seharusnya banyak bercak merah pada tubuhmu, tapi tadi aku tak melihatnya. sedangkan kamu lihat? lihat tubuhku. semuanya kotor bekas bercak merah buatanmu. aku memang belum pernah melakukan itu, tapi aku tidak bodoh bang. kalau emang itu yang abang pikirkan,baiklah. terserah abang mau berpikir bagaimana tentang Angela." dengan perasaan yang sakit, Angel memungut pakaiannya dan langsung menuju kamar mandi.


Dia mengguyur tubuhnya dengan air dingin di shower. dia menggosok tubuhnya. dia menangis tak menyangka apa yang terjadi dengannya kali ini. dia berharap noda itu menghilang. tapi itu tak bisa.


"aku harus ngomong apa sama Mommy, aku sudah kotor. bahkan aku sudah tak pantas untuk menikah dengan lelaki lain. aku cinta sama kamu bang. tapi kenapa kamu lakuin hal ini terhadapku?" tangis Angela pecah tapi suaranya terhalang oleh shower.


Setelah Angela masuk kamar mandi, Sam langsung keluar kamar. dia pergi untuk pulang ke apartemennya. entah kenapa setelah mengucapkan kata menyakitkan untuk Angela tadi, dia merasakan sakit yang teramat dalam.


"aaaarrrggghhh... buat apa sih gue mikirin dia? toh yang penting gue udah dapetin apa yang gue mau. gue juga udah menangin taruhan itu. jadi ya seharusnya emang gue campakin dia." gumam Sam dalam mobilnya.


***


Seminggu setelah kejadian itu, Angela mengurung dirinya didalam kamar. dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melamun atau sekedar melukis, sesuai keahliannya.


Hari ini dia ingin mencoba kembali mencari Sam, setelah kejadian itu, Sam seperti hilang ditelan bumi. tiap Angela keluar dan hendak mencari Sam, dia tak bisa menemukan Sam dimanapun itu. Bahkan ditempat yang sering Sam datangi pun tidak ada.


Seperti hari ini dia mencari Sam kembali di tempat yang sering Sam datangi. tapi yang didapat adalah gelengan kepala dari orang yang dia tanyai. Angela terlihat putus asa. akhirnya dia memutuskan untuk terbang ke Indonesia malam ini. dia mengemasi barang - barangnya lalu membeli tiket penerbangan malam ini. dia ingin mencoba melupakan Sam. dia ingin meninggalkan semua kenangan tentang Sam dihidupnya. dia harus bangkit demi kedua orang tuanya.


***


Di sisi Samudera.


"Rey, bunda gak papa?" kata Sam yang baru saja pulang dari New York setelah mendapat panggilan mendadak dari Rey.


"kamu lihat aja sendiri Bang didalam kamarmu." jawab Rey dingin.


"kenapa didalam kamarku?" Sam mengernyit heran.


"karena Bunda sakit karena terlalu merindukanmu bang. saking kangennya sama kamu, Bunda sampai tak pernah keluar dari kamarmu." kata Rey meninggalkan Sam. sedangkan Sam langsung menuju ke kamarnya.


"Bunda..." kata Sam lirih.


Melati yang mendengar suara anaknya yang jarang pulang itupun langsung menoleh. dia tersenyum bahagia dalam tangisnya. dia berlari kecil ke arah anaknya itu. dia memeluk erat Sam agar tidak pergi lagi.


"Sam.. ini kamu nak? Bunda kangen sekali sama kamu." kata Melati disela tangisnya.


"iya ini Sam Bund."


"Sam.. bunda mohon. bunda mohon kamu jangan pergi lagi ya nak. bunda mohon tetaplah disini nak. temani bunda. bunda gak mau jauh sama kamu nak." kata Melati memohon.


"Tapi bun, bagaimana kuliah Sam disana?"


"Untuk kuliah mu biar Rey aja bang yang urus. yang penting abang jangan kembali kesana lagi. kasihan bunda. aku gak tega lihatnya." kata Rey.


"iya iya iya. atau kalau gak, biar Rey aja yang gantiin kamu disana. muka kalian mirip kan? pasti dosen tak ada yang mengetahuinya. kamu tetap disini ya nak sama bunda?" kata Melati memohon.


"iya bund. Sam akan pindah kesini." kata Sam membuat senyum terbit menghiasi wajah tua Melati.


"baiklah kalau begitu, bunda mau masak dulu ya buat kamu nak. kamu istirahat dulu. nanti kalau udah selesai bunda panggil." kata Melati dengan senyum yang selalu terukir.


Melihat itu hati Rey sebenarnya teriris. bagaimana tidak? dia sadar kalau dia cuma anak haram dari selingkuhan ayahnya dengan wanita lain yang sengaja dititipkan oleh ayahnya kepada Bunda nya ini karena ayahnya mau mengejar karirnya di New York bersama selingkuhannya, atau ibu kandung Rey.


Tapi selama ini yang menyayangi Melati itu Rey, bukan Sam. tapi selalu Sam yang ada dimata Bunda nya itu. usia mereka tak jauh beda, hanya selisih berapa bulan saja. tapi Sam lebih tua dari Rey. wajah mereka pun sama-sama menuruni wajah ayahnya. jadi banyak yang bilang kalau Sam dan Rey itu kembar.


Sam sebenarnya sayang kepada Rey, sama seperti Rey sayang kepada Sam. cuma untuk kasih sayang Bunda nya itu selalu hanya untuk Sam, maka dari itu, Sam selalu berbuat ulah dengan kenakalannya. dia bahkan pergi ke New York dengan alasan mencari ayahnya. padahal dia hanya ingin membuat Bunda nya memikirkan Rey juga.


"apa kabar lo?" tanya Sam yang masih melihat Rey berdiri didepan kamarnya.


"Baik bang. abang sendiri bagaimana? sudah bisa mendapatkan gadis yang abang mau itu? siapa namanya? malaikat?" kata Rey menggoda.


"seminggu yang lalu abang meniduri nya tapi langsung abang campakin. entah sekarang abang gak tahu bagaimana kabarnya." kata Sam enteng. kini mereka tengah duduk berdua diruang keluarga.


"wah gila lo bang. udah incar dari dulu ehh sekalinya dapat langsung lo buang. awas kalau nanti nyesel lo bang." kata Rey.


"gak akan lah Rey. lo tahu sendiri kan abang itu tak pernah kesepian dari cewek? istilahnya mati satu tumbuh seribu." kata Sam dengan senyuman mautnya.


"iya deh tahu abangku yang satu ini. yang penting nanti kalau abang aku kenalin dengan seorang cewek yang aku incar selama ini jangan ikutan lo incar juga ya bang." kata Rey.


"emang lo udah punya gebetan?"


"udah bang, dua malah. cuma sayangnya mereka kakak beradik. kalau mau dipacarin dua-duanya susah bang. apalagi kakaknya. dia udah punya gebetan juga."


"wuih gila, sekali punya gebetan dua. kenalin lah salah satu buat abang."


"enak aja. gak. mereka cuma buat Rey seorang."


"emang mereka mau sama lo?"


"kayanya sih yang adeknya yang suka sama gue bang."