That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_23



"Tapi apa yang Reyhan katakan tadi, dia bilang kamu yang menjebaknya. bisa saja kan itu benaran terjadi. kamu. melakukan hal rendah itu untuk menggaet Reyhan." kata Marga.


Elisabeth murka, dia membelitkan selimut pada tubuhnya dan berdiri didepan Marga. matanya berkaca-kaca. dia memandang lekat Marga.


"katakanlah sekali lagi."


"kamu sengaja menjebak Reyhan dengan trik rendahan ini untuk menarik Reyhan kedalam pelukanmu. iya kan?"


Plaaaakkk... Tamparan keras mendarat di pipi mulus Margaret. Seketika membuat Reyhan bangun dan melindungi Marga dibelakang tubuhnya.


"apa-apa an kamu Eli. kenapa kamu kasar kepada Marga." kata Reyhan.


"Diam kamu. ini urusanku dengan Margaret. kamu tidak berhak ikut campur. kamu orang luar." sembur Elisabeth.


"Urusan Margaret itu urusanku. karena dia kekasihku." kata Reyhan.


"hahaha.. kamu bilang kamu kekasihnya? tapi siapa. yang semalam mendesah nikmat menikmati tubuhku?" kata Elisabeth memicingkan matanya menatap Reyhan, sedangkan Reyhan hanya terdiam. apa yang dikatakan Elisabeth benar. dia memang ingat kalau dirinya menikmati percintaan itu meskipun dalam pandangannya dia bercinta dengan Margaret bukan dengan Elisabeth.


"kenapa diam? kamu baru sadar kan. lihat lah kekasihmu ini Marga. dia sadar kalau semalam dia begitu menikmati tubuhku. apa ini yang kamu namakan aku menjebaknya? sedikitpun aku tak ada niatan untuk menjebaknya." kata Elisabeth lagi.


"aku lebih percaya kepada Reyhan." kata Margaret kekeh.


"baik, aku rasa semuanya sudah jelas sekarang. silahkan kamu keluar dari kamarku. aku tidak mau melihatmu disini. dan bawalah kekasihmu ini." kata Elisabeth.


"sebelum aku pergi, aku cuma mau bilang sama kamu Eli, aku jijik denganmu. sungguh. aku harap kamu melupakan semuanya." kata Reyhan sebelum keluar dari kamar Elisabeth.


Sedangkan Margaret hanya menurut saat Reyhan menarik tubuhnya. dia menurut saja tanpa menoleh kebelakang lagi. Elisabeth menatap kepergian mereka dengan linangan air mata.


"Semua orang bilang, kalau darah lebih kental dari air. tapi apa.. sedikitpun Margaret tidak mempercayaiku. padahal aku ini saudara kembarnya. kita bersama bahkan dari rahim. tapi dia lebih mempercayai Reyhan. Sedangkan semua kesalahan dilimpahkan kepadaku yang tahu bagaimana awal semuanya ini terjadi." kata Elisabeth dalam hati.


Semenjak kejadian itu, hubungan antara Margaret dan Elisabeth semakin renggang. Elisabeth lebih memilih mengurung dirinya dalam kamar sampai liburan selesai. sedangkan Reyhan sudah kembali ke Jakarta. saat sekolah sudah masuk pun, Elisabeth memilih berangkat menggunakan sopir daripada berangkat bersama Margaret seperti hari - harinya dulu.


Margaret mulai merasakan apa yang terjadi kini. dia merasakan kehilangan sosok Elisabeth yang dewasa. dia kehilangan semua perhatian dari Elisabeth. bahkan dia juga menyesalkan telah menuduh Elisabeth. dia semakin menyesal saat melihat perubahan sikap pada kembarannya itu. dia melihat Elisabeth bergaul bersama wanita nakal disekolahnya.


Elisabeth sering membolos bahkan keluar malam. Sebenarnya semua itu Elisabeth lakukan untuk sebisa mungkin menghindari dari bertemunya kepada Margaret. dia begitu sakit saat melihat Margaret lebih percaya kepada Reyhan daripada kepada dirinya. Dia tak mau semakin berkata kasar kepada Margaret.


Hingga suatu ketika, Reyhan kembali berkunjung kesini. bertepatan dengan kembalinya orang tua Margaret dan Elisabeth. pada saat itu, Margaret sebisa mungkin menutupi keadaan hubungannya dengan Elisabeth memburuk didepan kedua orang tuanya. namun tidak untuk Elisabeth. dia tetap bertindak dingin didepan Margaret.


"Elisabeth, ini makanlah yang banyak. ini kan daging kesukaan kamu." kata Margaret. namun Elisabeth yang biasanya menerimanya dengan terbuka kini dia hanya diam saja tanpa menjawab.


"kalau saudara kamu bicara, jawab. jangan cuma diam aja kaya patung!" bentak papanya.


"loh bukannya selama ini Eli memang hanya kalian anggap sebagai patung ya?" kata Elisabeth dingin.


"jaga ucapanmu Eli! yang sopan dengan orang tua." kini mamanya yang membela Margaret.


"udah ma, pa. jangan berantem di meja makan. gak. malu apa sama Reyhan disini?" kata Margaret menengahi mereka.


"maafkan Elisabeth ya nak Reyhan. dia memang susah diatur dari dulu. untung kamu pacarannya sama Margaret. kalau kamu pacaran sama Elisabeth, mungkin kamu bisa darah tinggi terus." kata Papa.


Mendengar itu Margaret hanya tersenyum senang sedangkan Elisabeth menahan amarahnya agar tak meluap. namun tiba-tiba dia merasakan tubuhnya begitu pusing. dia ingin berdiri namun tiba-tiba pandangannya menjadi gelap dan Elisabeth tak sadarkan diri.


Dia membuka matanya dan melihat sekeliling. dia berada didalam kamarnya. dia melihat dokter pribadi keluarganya juga berada disana.


"bagaimana keadaan saudara kembar saya dok?" tanya Margaret. kini hanya Margaret dan kedua orang tuanya yang menunggu Elisabeth dikamarnya. sedangkan Reyhan kembali ke rumah kakek neneknya.


"apa maksudnya ini?" tanya papa.


"kurang jelas apa lagi pa? papa akan segera menjadi kakek, karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu muda." kata Elisabeth dengan bangga tapi terlihat begitu nelangsa.


"kamu masih sekolah Elisabeth. jangan main-main. bukannya belajar ini malah sampai hamil diluar nikah." kata mama.


"untuk apa belajar? toh aku juara umum pun mama sama papa tak pernah bangga kepadaku." kata Elisabeth dengan senyum getir.


"jaga ucapanmu ya! sekarang jawab pertanyaan papa, siapa ayah kandung dari anak haram itu?" ucap papa.


"emm... kalau itu biar dijawab sama Margaret saja. Margaret tahu kok siapa ayah itu, karena waktu kejadian, Margaret melihatnya." kata Elisabeth sambil melihat kearah Margaret yang masih menunduk.


"apa-apaan maksudnya ini Marga? jelaskan siapa ayah anak haram ini." kata mama.


"kamu lihat kan Marga. semuanya membelamu. tak ada satupun yang membelaku. terlebih disaat aku membutuhkanmu untuk membelaku, kamu justru malah lebih percaya ucapan Reyhan daripada ucapanku. asal papa sama mama tahu, ayah dari anakku ini adalah Reyhan, kekasih dari anak kesayangan kalian." kata Elisabeth membuatnya mendapatkan tamparan dari papanya.


Plaakk..


"Jaga ucapanmu itu Elisabeth. dia bukan cowok yang seperti itu. dia tidak mungkin menidurimu. dan jikapun dia meniduri seorang wanita, dia pasti akan meniduri Margaret, perempuan yang dia cintai. pasti ini semua hanya akal bulus mu untuk menikahi keluarga kaya, iya kan?" ucap mamanya pedas.


"Kamu lihat kan Marga, bahkan mama sama papa saja tidak memihak kepadaku. mereka juga percaya kalau aku yang menjebak Reyhan. jadi untuk apa aku harus menjawab dengan jujur tadi kalau ayah anak ini itu adalah Reyhan. toh mama sama papa juga tidak percaya." kata Elisabeth terlihat nanar.


"gugurkan kandungan itu sebelum keluarga besar kita malu mempunyai anak yang hamil diluar nikah." kata papa.


"tidak! aku tidak akan menggugurkan anakku." ucap Elisabeth tegas. "sampai kapanpun aku tidak akan menggugurkan nya. dia anakku. darah dagingku. dia tidak salah." lanjutnya.


"dasar anak durhaka. jangan membantah kalau disuruh oleh kedua orang tuamu ini." ucap mama.


"apa kalau yang hamil diluar nikah itu Marga, kalian juga akan menyuruhnya untuk menggugurkan anak itu?" tanya Elisabeth yang kini dia tak bisa menangis lagi melihat perlakuan kedua orang tuanya walaupun hatinya terasa sesak dan sakit.


"itu beda, kalau Margaret yang hamil akan kita nikahkan dengan si anak bayi itu." jawab papa seketika.


"terus kenapa papa tidak menikahkan ku dengan Reyhan? dia ayah dari anakku." jawab Elisabeth enteng.


"untuk apa kami menikahkanmu dengannya. dia itu kekasih Marga, dia juga cintanya hanya kepada Marga dan Marga juga mencintainya. jadi jangan harap kami akan menikahkanmu dengan Reyhan. kamu wanita busuk tidak pantas untuk menikah dengan Reyhan." sahut mama.


"ohh begitu... kamu lihat itu kembaranku tersayang.. mama bilang aku wanita busuk. sedangkan aku kembaranmu, Marga. kalau aku wanita busuk bukankah kembaranku juga busuk? dia lebih percaya pada orang luar daripada saudaranya sendiri. dan tadi mama bilang apa? kalau Marga yang hamil mama akan langsung menikahkannya dan karena aku yang hamil maka mama akan langsung menggugurkan nya? kenapa mama gak suruh aja Tuhan untuk memindahkan janin ku kedalam perut Marga, atau kenapa gak mama suruh Reyhan untuk menghamili Marga saja?" kata Elisabeth yang sudah tak bisa menahan gejolak amarah dalam dirinya.


Plaaakk...


tamparan kembali menghampiri pipi mulus Elisabeth. dan kali ini dari tangan Margaret yang melayangkan tamparan itu.


"Cukup El. kamu sudah keterlaluan." ucap Marga.


"kamu bilang aku yang keterlaluan Mar? aku? hahahaha... kamu salah Mar. kalian yang keterlaluan bukan aku. selama ini dimata kalian aku tak pernah ada. selama ini. hanya Marga yang selalu ada dimata mama dan papa. aku tak pernah kalian anggap. aku hanya anggota keluarga berlebih dalam keluarga ini yang tak pernah dianggap kehadirannya. selama ini apa yang aku lakukan selalu salah. aku lebih pintar dari Marga, salah. aku lebih cantik dan anggun dari Marga, salah. aku lebih dewasa dari Marga, salah. dari dulu selalu aku yang salah. setiap kalian membeli barang baru, di mana-mana anak kembar selalu dibelikan barang yang sama. tapi apa, kalian hanya membelikan barang satu dan itupun untuk Marga. aku hanya selalu memakai baju bekas milik Marga hanya karena ukuran bajuku dibawah ukuran baju Marga. setiap pengambilan rapor, kalian berdua selalu mendampingi Marga dikelas Marga. sedangkan aku yang mendampingi hanya seorang pembantu. Marga memang dekat dan baik denganku. tapi ternyata setelah apa yang terjadi denganku dan Reyhan dan dia malah memilih percaya dengan Reyhan ketimbang denganku, kini aku sadar kalau dirumah ini tak ada yang mengharapkan aku ada." kata Elisabeth beranjak dari sana menuju ke lemarinya. dia mengemas pakaiannya hendak pergi dari rumah itu.


Bertepatan dengan itu, Marga keluar dari rumah dan berlari keluar gerbang utama. niatnya dia ingin pergi ke tempat Reyhan untuk memberi tahu kalau Elisabeth hamil dan menyuruh Reyhan untuk menikahi Elisabeth. dia ingin Elisabeth bahagia. dia sadar kalau selama ini dia salah. dia tidak. mencintai Reyhan. dia hanya terobsesi karena cemburu kepada Elisabeth. semua lelaki memandangnya, tak ada satupun yang memandang dirinya. padahal dirinya dan Elisabeth sedang berjalan bersama.


Namun ternyata dia salah. selama ini perhatian dari para cowok itu bukan apa-apa daripada yang dirasakan Elisabeth yang cemburu kepadanya karena orang tua serta Reyhan yang dicintainya pun lebih memilih Margaret daripada Elisabeth. belum sampai Elisabeth menuju pintu utama terdengar suara tabrakan yang keras didepan rumah.


BBRRUUAAKK....