
"Udah ahh, besok lagi aku gak mau mandi bareng sama kamu lagi." kata Elsa yang kedinginan.
"memangnya kenapa sayang?" kata Jackson santai.
"yang ada aku akan jadi mayat beku dikamar mandi."
"ya gak lah sayang kan ada aku yang menghangatkan kamu." kata Jackson memeluk Elsa dari belakang.
"apaan sih. udah ahh aku mau pakai baju. keburu dingin nanti." kata Elsa menuju ruang ganti. "ohh iya, kak Key kapan sih nikahnya?"
"kalau gak salah sih minggu depan."
"ha? minggu depan? serius?"
"iya, kenapa sih?"
"belum dapat baju yang pas yang." kata Elsa sembari mencari HP dan menelfon Sian.
"halo, ada apa Els?"
"nanti siang ajak Mey dan Rose kita ke butik langganan kita buat nyari baju. minggu depan kak Key udah menikah."
"ohh kirain ada apa. oke siap. ehh tapi ngomong-ngomong lo gak ke kampus?"
"gue masih cuti sakit sayang. udah ahh gue mau sarapan nih. lapar." kata Elsa segera menutup telfonnya dengan alasan sarapan karena sebenarnya alasannya tak ingin Sian mendengar dirinya mendesah akibat ulah Jackson yang menciumi pundak Elsa dan tangannya meremas lembut payudara Elsa.
****
Ditempat Sian berada.
"ada apa Elsa nelfon?" tanya Dion.
"ini nanti kita para cewek disuruh ke butik langganan kita buat nyari gaun buat besok nikahannya kak Key. kalian para cowok mau ikut gak?" kata Sian.
"ya kalau gue sama Sian mah pasti ikut, secara Kak Key sepupu gue." kata Arian.
"kalau gue sih tergantung Rose sama Meisya mau ngajak kita sebagai pasangan gak?" tanya Mark.
"ya mending kalian ikut ajalah. ya kali gue pasangan sama Rose sedangkan Elsa dan Sian punya gandengan sama cowok." kata Meisya.
"oke fix. jadi nanti kalian ikut kita para cewek ke butik." kata Sian.
*****
Jam makan siang berlalu. kini Jackson dan Elsa sudah berada didalam butik tempat mereka janjian dengan para sahabatnya itu.
"Hai, sorry lama ya. ini gara-gara Arian yang telat keluar dari kelas." kata Sian menghampiri mereka berdua bersama yang lain.
"iya gak papa. kita juga belum lama kok disini." ucap Elsa.
"ehh lo kok udah meluk-meluk pinggang Elsa lagi sih? lo pada udah baikan?" kata Mark.
"iya, gue sama Elsa udah baikan. dan bentar lagi juga akan nyusul Sian sama Arian."
"wah selamat ya bro." ucap Dion.
"apaan sih. gak ya." kata Elsa malu.
"udah gak usah malu-malu gitu. nanti Jack pindah ke lain orang baru tahu rasa lo." ucap Meisya.
"kalau dia sampai berani sama cewek lain, gue kebiri tu burungnya." kata Elsa membuat semua yang ada disana bergidik ngeri.
"galak lo ya."
"ya iyalah gue mesti galak. kalau gak galak gak akan bisa pertahanin Jackson lah." kata Elsa lagi.
"udah udah, jadi pada mau milih baju apa cuma ngobrol aja nih?" ucap Rose yang sedari tadi langsung memilih baju. karena dia akan menjadi orang nomor 1 kalau berurusan dengan baju.
"lo gercep ya kalau masalah shopping." kata Sian.
Setelah puas memilih, akhirnya mereka beranjak dari tempat itu untuk makan siang di restoran seberang. mereka makan bersama dalam balutan tawa yang menghiasi meja mereka. untung mereka memesan privat room jadi gak ada yang merasa terganggu dengan obrolan mereka.
*****
Ditempat Evan.
"sudah kamu temukan kenapa bisa kita menjadi seprti ini?" kata Sian kepada asistennya.
"seperti dugaan awal bos. kalau ini ada yang sengaja membocorkan data perusahaan. aku yakin ini orang dalam bos."
"ahh sial. bagaimana bisa perusahaan yang udah berdiri selama puluhan tahun bisa diambang kehancuran hanya dalam kurun waktu satu malam?" kata Evan.
"kita harus tetap menjalankan misi anda bos. perihal nona muda kedua angkasa bos."
"iya, benar apa yang kamu bilang. kenapa aku bisa sampai melupakan Elsa. dia orang yang bisa menolongku.
Evan langsung menelfon Elsa. dia berharap Elsa bisa membantunya. lama menunggu panggilan itu tak diangkat. berkali-kali Evan menelfon Elsa.
*****
Sedangkan ditempat Elsa, Jackson sedang berduaan di apartemen setelah selesai dari restoran tadi merasa terganggu dengan bunyi HP Elsa.
" sayang itu siapa sih yang telfon kamu dari tadi?" tanya Jackson.
"kamu aja yang angkat yang, itu bukan nada dering keluarga sama teman." kata Elsa yang karena memang tak memberi nada dering khusus untuk nomor Evan.
Saat Jackson mau mengangkat, panggilan itu sudah mati.
"udah mati yang. aku matiin aja ya hpnya biar gak bisa telfon lagi."
"terserah kamu aja yang." kata Elsa yang sedang mengeratkan pelukannya dan sembunyi di ceruk leher Jackson.
"sayang, aku kangen." kata Jackson lirih.
Jackson pun mencium bibir Elsa. Namun belum sempat bibir itu mendarat, tiba-tiba Jackson di pukul oleh orang yang masuk ke apartemen Elsa.
"brengsek.. siapa lo beraninya cium cewek gue." kata Evan yang langsung menonjok muka Jackson.
"lo yang siapa tiba-tiba masuk ke apartemen cewek gue pakai ngaku - ngaku Elsa cewek lo lagi." kata Jackson sambil membalas tonjokan tepat dimuka Evan hingga mengenai hidungnya dan berdarah.
Elsa yang melihat itu langsung menengahi mereka. Elsa memeluk tubuh Jackson dari belakang agar Jackson tak makin gila memukul Evan.
"Elsa, siapa dia? kenapa kamu mau dicium sama dia? bilang sama aku sayang, dia mau melecehkan kamu kan?" tanya Evan dengan kata dibuat manis.
"Enak aja gue mau melecehkan cewek gue. gue lakuin ini semua dengan senang hati tanpa paksaan ya." kata Jackson menahan amarahnya.
"Jack, udah ya. biar aku yang ngomong. Evan, kenalin ini Jackson, calon suamiku." kata Elsa mengenalkan Jackson kepada Evan.
"calon suami kamu bilang? bukannya kita akan menikah?" kata Evan.
"hah? menikah? gak sudi gue menikah sama orang munafik kaya lo." sindir Elsa.
"maksud kamu apa sih sayang? kamu masih sama aku karena akhir - akhir ini aku gak ada kabar? maaf sayang aku sibuk. dan sekarang aku menemui kamu kan?" kata Evan membujuk Elsa.
"alah bulshit lo. gue udah tau, lo deketin gue cuma karena mau ambil harta bokap nyokap gue kan. gue dah tau. gue denger dari mulut lo sendiri. jadi mending lo pergi dari sini. gue muak lihat muka munafik lo."
"Elsa, sayang, aku bisa jelasin."
"apa yang mau lo jelasin? lo gak dengar bahwa calon bini gue udah ngusir lo? kenapa lo masih disini aja sih. udah sono lo pergi sebelum gue panggil satpam." kata Jackson.
"gak, gue gak akan pergi. gue akan tetap disini sampai Elsa maafin gue." kata Evan kukuh.
"ya udah terserah lo kalau mau disini. kalau gitu Jack sayang, lanjutin yang tadi yuk, anggap aja dia gak ada disini. tadi nanggung, kamu mau kan?" kata Elsa sambil bersikap manja dengan Jackson didepan Evan sambil mengelus dada bidang Jackson.
"mari sayang." kata Jackson yang langsung menggendong Elsa kedalam kamar dan sengaja membiarkan pintunya terbuka agar Evan melihatnya.
Mereka sengaja bercumbu mesra bahkan Elsa sengaja mendesah dengan keras agar Evan jengah. awalnya Evan tak bergeming, tapi saat Jackson mulai memasuki Elsa dan Elsa terlihat begitu sexy dengan desahannya, membuat Evan jengah dan keluar dari apartemen Elsa dengan membanting pintu.