Rona

Rona
eps. 9 rumah sakit dan kerelaan



...walau ku tau merelakan mu sulit...


...namun apa daya ku...


...yang kini hati ku selalu merasakan sakit...


...~Rona Pra Sanjaya~...


...~sad ending verona~...


teman rona tidak atau harus berbuat apa dalam hubungan kisah cinta rona dan Vero. teman rona hanya bisa menjadi saksi dengan waktu yang terus berlalu .


saat ini rona masih di rumah sakit , di temani Elsa , Nura dan Serly . sampai nenek , Anjani dan Raka datang .


" ok rona , kami pamit pulang " kata Nura


" iya , nanti kami ke sini lagi jenguk kamu " timpal Serly tersenyum manis


" jaga kesehatan mu ya rona " saut Elsa


" makasih udah temani aku " ucap rona dengan senyuman tulusnya


" kami izin pulang ya nek , kak dan bang Raka "


kata Elsa mewakili temannya dengan senyuman


setelah ke pergian teman rona , sekarang rona di temani nenek rona , kak ipar dan Raka .


" bagaimana keadaan mu cucu ku " tanya nenek dengan bersedih


" aku baik aja ko nenek " jawab rona yang masih berbaring di tempatnya


" iya sudah kamu istirahat aja " pinta Raka


rona semakin merasa bersalah atas apa yang terjadi pada diri . karena dirinya orang yang mencintai dan menyayanginya menjadi khawatir dan sedih .


hari pun berlalu , hari ini hari terakhir rona di rumah sakit . sedangkan temannya sudah menepati janji , dan sekali-kali teman rona yaitu Elsa , Nura dan Serly menjenguk rona .


dalam perjalannya ke rumah , rona di temani Raka abangnya dan juga Revan adiknya . sesampainya di rumah rona disambut dengan hangat oleh keluarganya .


" cucu nenek pasti udah laparkan " tanya nek rona sambil memeluk rona " sekarang ayo makan " pinta nenek saat melepas pelukannya


saat ini mereka ada di meja makan . saat mereka sedang makan tidak ada yang berbicara


saat selesai makan mereka duduk di ruang tamu , kecuali rona .


rona berada di kamarnya sedangkan adiknya Revan sedang berenang di kolam renang belakang rumah .


" nenek yakin untuk melanjutkan pernikahan ini" tanya Raka dengan serius menatap nenek


" iya , tapi jangan beritahu rona . siapa yang akan menikah dengannya " jawab nenek menatap Raka di depannya


" ya udah aku akan bantu urus keperluannya " saut Anjani yang duduk disampingnya Raka.


sedangkan di sisi lain rona shalat di kamarnya.


selesai shalat dia pun berbaring di ranjangnya hingga kini dia tertidur .


malam pun tiba dan rona berada di balkon kamarnya menatap langit malam yang dengan awan gelap . seakan alam ngerti akan perasaan hatinya yang merasa sedih .


sehingga kini rona menutup mata di atas ranjang dan tak lupa mengunci pintu balkon kamarnya . malam yang begitu gelap kini menjemput pagi yang cerah dengan sinar mentari menyebar senyuman dan tawa.


" princess Uda bangun pagi ni " sindir Revan di meja makan


" jelas dong pangeran " kata rona sambil mengibaskan rambutnya


" Uda , gak usah narsis " timpal Raka saat duduk untuk sarapan


" baiklah Baginda raja" saut Anjani tertawa kecil


" lebay nya cucu nenek " ucap nenek meledek


kemudian mereka pun tertawa bersama , sedangkan di dapur ada bik Ina dan bik Mina .


" semoga keluarga ini selalu harmonis " ucap bik Mina yang Uda tua


" amin , mudah-mudahan nak rona bahagia " kata bik Ina janda muda


selesai mereka sarapan , Revan pun berangkat ke sekolah dengan motornya dan dia tak lupa untuk salam dan mengucap salam.


" Abang ko belum berangkat " tanya rona kepada abangnya


" duduk dulu " pinta Raka yang memakai pakaian setelan jas dengan rapi.


rona pun nurut dengan perasaan yang bertanya-tanya . saat ini mereka berada di ruang tamu .


" Abang sudah putuskan , kamu kan menikah akhir bulan ini " ucap Raka dengan tenang


" kenapa bang ? " tanya rona yang kembali sedih


" cucu nenek harus menikah , nanti kamu gak ada yang jagain dan nenek juga Uda tua " jawab nenek dengan senyuman sambil menatap rona yang ada di sampingnya


" lusa aja rona ke butik " pinta Raka pada istrinya dan kemudian berdiri


" baiklah aku akan menikah , sesuai keinginan nenek dan bang Raka " ucap rona berdiri dan berjalan menuju kamarnya


Raka pun keluar rumah menuju mobilnya di temani istrinya . sang istri pun salam pada Raka dan Raka mencium kening istrinya . kemudian dia pun berangkat meninggalkan rumah .


" maafkan kakak ya rona , kakak hanya menuruti kemauan Abang mu saja . karena ini demi kebaikan mu " dalam hati Anjani menatap pintu kamar rona merasa prihatin terhadap rona


sedangkan disisi lain rona hanya bisa bersedih di atas ranjangnya dengan berbaring .


" kenapa " racau rona menatap langit kamar dengan mata yang berkaca-kaca .


rona hanya bersedih dan karena merasa lelah bersedih. rona pun tertidur dengan mata sembab


malam pun tiba dan rona berada di balkon kamarnya , menatap langit malam yang gelap gulita dengan gitar dalam pelukannya .


...cinta yang kau katakan...


...rasa pahit yang kau berikan...


...dulu kebahagiaan ku rasa...


...tapi derita yang ku rasakan sekarang...


...dulu kau bilang sayang...


...kini kau buat ku bimbang...


...terima kasih...


...atas janji yang tidak kau tepati...


...terima kasih...


...telah memasuki relung hati...


...dan maaf karena ku telah merelakan mu...


...maaf karena ku tak lagi mencintai mu...


...sampai jumpa wahai kekasih...


...karena hati dan takdir ku...


...akan ku serahkan kepada Tuhan ku...


...walau sulit bagi ku...


...tapi ini sudah jadi takdir ku...


...terima kasih...


...wahai kekasih hati ku...


selesai rona bermain gitar , dia pun memilih untuk tidur di karenakan sudah sangat malam. tapi dia lupa mengunci pintunya balkonnya . hingga selang 10 menit ada seseorang yang masuk ke kamarnya dan mendekatinya.


" maafkan aku rona , aku terlambat menepati janji ku "


" maafkan aku yang telah melupakan mu "


" maafkan aku yang membuat mu tersiksa "


" maafkan aku rona , aku akan selalu mencintai mu sampai akhir napas ku "


setelah Vero mengatakan itu , Vero pun mencium kening rona lama hingga air matanya menetes dan jatuh di pipi rona .


Vero pun langsung pergi meninggalkan rona , melalui balkon kamar rona lagi dan tak lupa mengunci pintu balkon kamar rona .


sedangkan rona sebenarnya masih belum tidur , mata rona pun terbuka dan menghapus air mata Vero di pipinya .


" kenapa baru sekarang Vero ? tapi sudahlah semua sudah terlambat "


setelah mengucapkan itu rona pun bersedih lagi , meratapi takdirnya yang begitu pedih .


malam yang di penuhi dengan rasa sakit , kini waktu telah berlalu . hari yang di hindari rona pun datang , yaitu pergi ke butik membeli pakaian pengantin .


setelah memilih pakaian pengantin rona dan Anjani pun pergi ke salah satu kafe tempat Vero mengajaknya dulu untuk bersantai .


" kenapa harus ke sini kak " tanya rona yang teringat akan Vero


" kakak pengen disini , emang kenapa ? tempatnya jelek ya ? " tanya Anjani menatap rona dengan senyuman


" gapapa si kakak tempatnya bagus ko " jawab rona kemudian memakan cake nya


setelah mereka selesai bersantai di kafe , rona pun menunggu di mobil karena kakak iparnya itu pergi ke toilet .


karena rona merasa bosan , dia pun membuka jendela pintu mobil . betapa terkejutnya rona melihat orang yang dia cintai berpelukan dengan seorang wanita .


" Yanti " sarkas rona


" ngapain mereka di sini ? " tanya rona yang masih menatap sepasang orang diseberang jalan sana .


tiba-tiba saja kakak ipar rona masuk ke dalam mobil dan dengan cepat rona pun menutup pintu mobil sebelum di ketahui oleh kakaknya.


" maaf ya lama , tadi kak ketemu sama teman "


ucap Anjani tersenyum menatap rona


" ya gapapa kak " saut rona yang pura-pura cemberut


" jangan cemberut dong , ni kakak kasih es krim de . es krim ke sukaan kamu kan " bujuk Anjani sambil memberikan es krim didepan rona .


" makasih kak " seru rona bahagia mengambil dan memakannya melupakan kesedihannya


mobil pun jalan dengan sopir yang mengemudikan menuju rumah . dengan keadaan kota Jakarta yang terkenal macet . mereka pun sampai ke rumah hampir 2 jam .


setelah sampai rumah , rona langsung ke kamar untuk membersihkan tubuhnya . selesai dia mandi dia pun melaksanakan shalat ashar dan dia juga melakukan shalat Maghrib hingga shalat isya . setelah dia selesai shalat dia pun turun ke bawah untuk makan malam .


setelah selesai rona langsung masuk kamar , karena dia masih merasa kesal tentang keputusan Raka abangnya .


" biarkan saja , mungkin saat ini tidak merasa senang . tapi nanti dia yang akan lebih bahagia " kata Raka menatap istrinya yang ingin menemui rona di kamarnya .


" kamu yakin mas " tanya Anjani menatap Raka di meja makan


" ya Uda temui , tapi jangan kasih tau dia apa pun " pinta Raka


mendengar itu Anjani pun melangkah kakinya menaiki tangga menuju kamar rona . sesampainya di sana , Anjani pun mengetuk pintu kamar rona .


" masuk gak di kunci " ucap rona yang terduduk di ranjang menatap ke pintu


" kamu belum mau tidur kan " tanya Anjani melangkah masuk dan duduk didekat rona


" belum kak " jawab rona singkat


" kamu marah sama kakak " tanya Anjani pura-pura bersedih


" bukan sama kakak " sergak rona cepat


" terus " tanya Anjani lagi kembali tersenyum


mendengar itu Anjani pun tertawa , dan rona juga ikut tertawa . mereka pun berbincang-bincang sebentar .


" Uda jam 10 , kak ke kamar dulu . nanti Baginda raja marah sama kak " kata Anjani tersenyum


" iya kak , makasih ya " ucap rona dengan senyuman menatap kakak iparnya


" buat apa " tanya Anjani


" hiburannya " jawab rona


" sama-sama , ingat jika rona memiliki sesuatu yang sulit untuk katakan dan bagikan pada orang lain . maka rona bisa panggil kakak , kakak akan siap selalu mendengarkan rona . jangan menyimpannya sendiri " pinta Anjani sambil mengusap lembut kepala rona.


" iya kakak , pasti . makasih ya " saut rona dengan tersenyum


" iya sudah , sekarang kamu tidur . besok kamu Uda bisa masuk kantor " pinta Anjani dengan lembut kemudian dia pun menuju pintu


" baiklah kakak "


setelah ke pergi kakak iparnya rona pun memilih untuk tidur dan dia memilih untuk memulai ke hidupannya yang baru.


waktu pun berlalu , hari berganti Minggu . sedangkan rona menyibukkan dirinya di kantor . agar dia tidak ke teringat tentang Vero , namun di saat dia sedang bersantai di rumah . dia kembali teringat akan Vero .


~trying~


hp rona berbunyi menandakan adanya telpon . dia pun mengangkatnya , karena yang menelpon adalah Elsa .


" rona ngumpul yu "


" dimana "


" di tempat biasa "


" ok "


rona pun memutuskan panggilannya bersama dengan rona dan dia pun segera bersiap-siap.


di karenakan hari Minggu , rona pun libur .


di saat rona bercermin , rona dapat melihat sebuah benda yang melingkar di lehernya .


" emm sudah 2 Minggu sejak malam itu kau datang menemui ku . harus kah ku benar melepas mu ? tidak , aku akan melepas mu di hari aku menikah nanti " ucap rona menggenggam kalung pemberian Vero


rona pun turun ke bawah dengan pakaian santainya . sesampainya dia dibawah


" princess mau kemana ?" tanya Anjani di ruang tamu dengan senyuman menatap rona


" mau jumpa teman ku kak " Jawab rona dengan senyuman manisnya


" jangan pulang lama " pinta Raka dengan tenang namun terasa tegas


" baiklah " ucap rona seketika senyumnya hilang


rona pun salam pada nenek dan kakaknya , terakhir abangnya . kemudian dia mengungkapkan salam dan pergi mengunakan mobil yang di berikan Raka di hari ultahnya .


sesampainya rona di tempat tujuan , betapa terkejut rona melihat disana juga ada teman-teman Vero . tapi untungnya Vero gak ada , hingga dia merasa lega dan biasa saja .


" Uda di pesan belum " tanya rona pada temannya dan duduk diantara Serly dan Nura


" Uda ko , santai aja " seru evan yang duduk disebelah kiri jeki Jeki


rona pun menatap seorang pria yang memakai topi dan masker serta sweater duduk diantara Jeki dan Roky . temannya pun memperhatikan arah pandang mata rona dan mereka saling bertatapan dan juga bingung .


sampai seorang pelayan datang membawa pesanan dan membuat rona berhenti memandang pria itu . sedangkan temannya merasa lega dan menghembuskan napas .


" kalian kenapa ? " tanya rona yang melihat tingkah temannya yang berbeda


" gapapa " jawab Jeki dingin mewakili temannya dan semua pun mengangguk setuju


" Elsa , Nura , Serly " panggil rona menatap temannya bergantian


" gak ada apa-apa ko rona , lebih baik kita makan " kata Serly mencairkan suasana


" iya Lo , gak ada " ucap Nura yang masih di perhatikan oleh rona


" yakin " tanya rona menatap Elsa


" iya " jawab Elsa yang tenang , padahal di hati sudah ketakutan karena melanggar janji


" iya Uda ayo makan , Serly Uda doa belum " tanya rona yang melihat rona makan


mendengar suara rona Serly pun tersedak , dan Serly hanya menggeleng . sedangkan rona makin yakin ada yang berbeda , tapi dia juga belum tau apa pun itu.


" iya sudah makan setelah berdoa " pinta rona


semua pun nurut , dan itu makin membuat rona percaya ada sesuatu . kemudian dia pun merasa curiga dengan seorang pria di depannya itu. tapi dia tetap biasa saja dan memakan dengan tenang .


selesai mereka makan mereka pun mulai berbincang-bincang.


" rona gimana kabar mu " tanya evan dengan senyuman


" Alhamdulillah baik ko " jawab rona yang juga tersenyum


" rona kenapa masih pake kalung itu " tanya Roky dengan senyuman jailnya


" emang kenapa ? kamu mau ? " kesal Nura padahal di hati nura Uda ketakutan


" ko kamu marah si " saut Evan


" jelaslah marah " gerutu Serly


" kenapa marah " timpal Jeki santai


" karena kamu " kesal Elsa


" kalian ini kenapa si ? " tanya rona yang mulai marah seketika semuanya bungkam


karena semuanya diam , rona pun menatap pria di depannya itu .


" kamu siapa** ? " tanya rona menatap curiga


" dia teman ku " jawab Roky


" namanya siapa ? " tanya rona lagi


" Randi " jawab Jeki


" Uda punya pacar belum ? " tanya rona lagi yang mulai tersenyum


mendengar rona berkata begitu , membuat temannya menatap rona dengan perasaan terkejut dan cengo .


" Uda " jawab pria itu yang bernama Randi


" bagus deh kalo gitu " ucap rona tersenyum


" pasti Yanti " lanjutnya menatap Randi


" bukan " jawab Randi


" ya Uda lah , aku mau undang kalian semua ni " kata rona yang kembali duduk tenang


" undang ? acara apa ? " tanya Nura yang kembali bersuara


" acara nikahan " jawab rona tenang


" nikah siapa ? " tanya Elsa


" aku " jawab rona yang tersenyum


mendengar itu semua langsung berdiri , kecuali rona dan Randi . melihat itu rona hanya tersenyum , sedangkan temannya menatap takjub akan tingkah rona .


" kenapa secepat itu rona " tanya Roky


" Uda duduk ,emang kaki gak pegal berdiri terus"


kata rona menghiraukan pertanyaan Roky


" kapan ? " tanya Jeki dingin dengan wajah datar


" akhir bulan " jawab rona


" kamu yakin rona ? " tanya Elsa


" yakin gak yakin mau gimana lagi , bang Raka yang sudah putuskan " jawab rona dan kemudian berdiri


" kamu mau kemana " tanya Serly yang masih bingung akan sebuah perkataan rona


" aku mau ke toilet " jawab rona dan pergi meninggalkan temannya


setelah kepergian rona , semua mata pun menatap Randi . seketika Randi melepas masker dan topinya .


Randi yang Jeki sebut namanya ternyata adalah Vero . Vero hanya diam , tidak tau lagi harus berkata apa . hingga dia putuskan untuk pulang.


" teman-teman terima kasih , aku pulang duluan ya " ucap Vero menahan air matanya


temannya hanya mengangguk mengerti tentang perasaan Vero dan mereka juga terkejut dengan info yang di beri tahukan oleh rona .


Di saat Vero pergi ada sepasang mata yang memperlihatkannya , hingga sepasang mata itu meneteskan air mata .


" dugaan ku benar , itu memang kamu Vero . maaf , tapi ini lah yang terbaik untuk kita berdua . melepaskan dan merelakan , walau pun kita tidak bahagia . tapi aku yakin , kebahagiaan kita akan segera datang " dalam hati rona


rona pun pergi melangkahkan kakinya ke mobil dan pergi meninggalkan temannya . sebelum pergi , rona mengirimkan pesan ke temannya .


^^^" El aku pulang duluan ya , ada urusan ni "^^^


" iya sudah , hati-hati di jalan "


^^^" ok , jangan lupa acara nikahan ku "^^^


" pasti ku ingat ku "


^^^" by friends , assalamualaikum "^^^


" iya , wa'alaikumsalam "


selesai rona mengirimkan dan berbalas pesan dengan Elsa . rona pun berangkat menuju rumah dengan perasaan sedih . di temani awan hitam seakan mengerti perasaan hati rona . dalam hitungan menit hujan pun turun cukup deras , sehingga rona menangis keras di dalam mobil di saat mobilnya menepi di pinggir jalan.


rona terus menangis meluap semua rasa sakit yang terganjal di dalam hati . hujan tetap turun dengan deras , dan petir yang terus bergemuruh serta kilatan cahaya di langit terlihat jelas . sehingga memudahkan rona menangis keras tidak ada yang mendengar karena hujan .


setelah lama menangis , hujan pun mulai mereda . seakan tuhan maha pencipta mengerti perasaan terdalam rona . rona pun tertidur sebentar di mobil , hingga terdengar azan Maghrib dan rona pun terbangun .


rona menjalan mobilnya mencari masjid , untuk melaksanakan shalat . setelah dia menemukan masjid , dia pun berhenti dan keluar dari mobil langsung melangkah kakinya memasuki masjid.


selesai rona melaksanakan shalat , rona langsung menuju ke rumah . Di saat sudah sampai di rumah , rona bercermin terlebih dahulu melihat mata yang sembab , dan hidung yang memerah .


" bagaimana ini ? kalo Abang Raka lihat pasti dia marah , dan nenek pasti khawatir . ah sudahlah nanti akalin aja " kata rona di dalam mobil dan di akhiri dengan tersenyum


setelah rona keluar dari mobil , rona langsung melangkahkan kakinya memasuki rumah . Di saat dia memasuki rumah , dia merasa tenang dan juga terkejut . karena gak ada orang di rumah , kecuali ke dua bibi nya itu .


" assalamualaikum " ucap rona


" wa'alaikumsalam " jawab bik Mina dari dapur


" nenek , kakak dan bang Raka serta Revan kemana bik ? " tanya rona kepada bibinya


" katanya pergi menemui calon mertua na rona "


jawab bik Ina yang sibuk memasak


" iya sudah rona istirahat di kamar dulu ya bik "


rona pergi menuju kamarnya , dan langsung masuk kamar mandi . selesai dia mandi , dia pun memilih untuk shalat isya . setelah shalat dia pun tidur karena merasa lelah akibat menangis di mobil tadi** .


...Bersambung...


bagaimana teman , baper gak ?


pasti baper dong !!!


okay see you again , assalamualaikum