Rona

Rona
eps . 41 Kenangan dan Takut



ke esokan pagi menjelang tiba . di sambut dengan matahari yang memancarkan cahayanya . kini Rona dan Vero sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah mamanya dengan menggunakan mobil tentunya .


" yank ! " panggil Vero kepada Rona yang duduk manis di sampingnya , yang saat ini Vero mengemudi mobil dengan pandangan ke depan


" iya , apa yank ? " tanya Rona sambil menatap Vero dengan senyuman


" waktu sekolah SMA dulu ... teman kamu siapa saja ? " tanya Vero


" kan kamu Uda tau " jawab Rona polos


" beritahu siapa aja ? aku ingin tau ! " ujar Vero


" emang ada apa ? " tanya Rona balik membuat Vero memhembuskan napas


" jawab saja ratu ku ! " seru Vero dengan lembut


" emm baiklah , selain Elsa , Nura , dan Serly aku memang punya teman lain yaitu Bella dan Erlin " jelas Rona dengan lirik di saat menyebut nama Erlin


Vero yang menyadari perubahan Rona pun merasa semakin penasaran . sehingga dia punya keyakinan , bila emang ada sahabat yang ingin menusuk Rona dari belakang dan ia memang sengaja mempertanyakan itu . agar Vero bisa menemukan pelaku yang sebenarnya .


" Bella dan Erlin ? apa cuma mereka ? tidak ada yang lain ? atau siapa gitu ? coba kamu ingat lagi ? " tanya Vero berturut-turut


" emang ada apa si yank? apa kamu ingin mencari istri baru ? " selidik Rona sambil menajamkan matanya kepada Vero


" enggak sayang , aku mana mau cari yang lain . jika sudah ada bidadari di samping ku " kata Vero lembut sambil tersenyum hangat


" emmm awas saja ! bila sampai kamu cari yang lain . itu si piton ku cincang , ku kasih buaya makan " ancam Rona dengan tatapan tajam kepada Vero


Vero yang mendengar itu menelan ludahnya dengan kasar . sedangkan Rona masih tetap memandang Vero dengan tatapan menghunus . membuat Vero tak mampu berkata apa pun , sehingga keheningan terjadi di dalam mobil sampai akhirnya mereka sampai di rumah mama.


" assalamualaikum " ucap Rona memasuki rumah mertuanya dan meninggalkan Vero di mobil


" wa'alaikumsalam " sahut seorang wanita paru baya dengan senyuman hangat menyambut menantunya dalam pelukan


" bagaimana kabar mu ? dan calon bayi mu nak ? " tanyanya


" Alhamdulillah mah , Rona dan dedek baik aja ko " jawab Rona dengan senyuman setelah mertuanya melepaskan pelukannya


menyambut Rona tak lain dan tak bukan adalah mama Vero yaitu mertua Rona , yang sudah Rona anggap sebagai ibu kandungnya .


kini mama mengajak Rona untuk beristirahat di kamar bawah dan bukan di lantai atas . karena mama ingin keselamatan untuk menantu dan juga calon cucunya .


" sekarang kamu istirahat saja disini dan jangan ke mana-mana " pinta mama dengan lembut


" tapi mah ... Rona merasa bosan bila di kamar terus ! " ujar Rona dengan wajah memelasnya


" kalo kamu bosan ? kamu bisa nonton TV ! atau apa saja . asal jangan ke luar dari kamar dan mama akan terus mengawasi kamu ! " tutur mama dengan tegas namun masih terdengar suara yang lembut


" emmmm baiklah mah " jawab Rona pasrah , tapi di dalam hati dia sungguh merasa senang . karena perhatian lebih yang di berikan mertuanya dan ini yang ke dua kalinya mama Vero memberikan perhatian lebih kepada Rona . karena yang pertama saat Rona hamil anak kembarnya dan saat itu Vero masih di rawat .


mama yang menyadari wajah dan tatapan mata Rona yang kosong membuat mama merasa heran tentang apa yang sedang di pikirkan Rona . karena Rona sedang mengingat kenangan pahit dengan akhirnya yang begitu manis .


" jangan sering melamun ! " seru mama menyadarkan Rona dari lamunannya


" eh iya mah " jawab Rona dengan tersenyum kikuk


mama pun duduk di samping Rona , lebih tepatnya di pinggir ranjang sambil tetap manatap wajah Rona . Rona hanya tersenyum kepada mamanya yang saat ini telah duduk dengannya .


" apa yang sedang kamu pikirkan ? " tanya mama pada akhirnya


" tidak ada mah " kilah Rona


" katakanlah ! jangan di pendam ! " seru mama dengan nada tetap lembut , dan membuat Rona pasrah


" aku hanya memikirkan ke hamilan pertama ku dulu mah , dimana saat itu nyawa Vero sempat terancam dan perhatian mama . aku sungguh bersyukur memiliki mama menjadi mertua ku dan jujur Rona sangat senang . namun , Rona juga takut , bila nanti hal yang sama mungkin akan terjadi lagi dan ku harap itu hanya perasaan ku saja " jelas Rona dengan tatapan sendu sampai tak terasa air matanya mengalir membasahi pipi , karena Rona terus mengingat hal itu


mama yang mendengar itu ikut merasa sedih dan kini air bening itu pun juga ikut menetes tanpa mampu di bendung . kemudian mama langsung mendekap erat tubuh Rona yang berbadan dua atau lebih tepatnya hamil .


" sayang kamu jangan takut ! mama akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian dan mama tak ingin kamu menangis lagi . tetaplah tersenyum dan berbahagia . serahkan semuanya kepada Tuhan , kepada Allah SWT yang telah menitipkan mu sebuah anugerah dan jangan pernah lagi takut tentang apa pun itu ! " seru mama panjang lebar meyakinkan dan menguatkan Rona dalam pelukannya


" baiklah mah , Rona akan selalu kuat dan terimakasih ya mah " tutur Rona tanpa melepaskan pelukannya


ke dua wanita yang saling bersedih dalam pelukan membuat mereka tak menyadari ke hadiran seorang pria yang berdiri mematung di pintu . menatap ke dua wanita yang saling berpelukan dalam tatap sendu dan juga ikut merasakan sakit dan takut . takut akan sebuah rasa kehilangan , walau dia selalu berkata " itu tidak akan terjadi dan itu hanya mimpi " . namun , dia juga tidak menyangkalnya . di karena takdir dan masa depan yang belum pasti


pria itu pun masuk ke ruangan setelah dia menghapus air mata yang membasahi pipinya dengan senyuman hangatnya menyapa ke dua wanita yang amat dia cintai .


" iya apa si Vero ? ganggu aja ! " hardik mama yang kesal karena ulah anaknya , yang menggangu suasana saja . sehingga dia melepas pelukannya terhadap menantunya yang sudah dia anggap menjadi putrinya


pria itu tak lain dan tak bukan adalah Vero . yang ikut mendengarkan curahan hati istrinya dan ikut merasakan sedih serta takut di hatinya .


" ehehheh Vero lapar mah ! Vero ingin makan cireng buatan mama " pinta Vero dengan cengir kudanya menatap mamanya


" iya sudah , kamu jagain anak cantik mama dan jangan biarkan anak mama ke luar kamar ! " pinta mama dengan tegas dan sedikit rasa kesal , karena dia masih ingin memeluk Rona untuk mencurahkan rindunya


" siap ibu negara , hamba akan laksanakan ! " seru Vero sambil hormat seperti tentara dengan senyuman yang belum luntur di wajah tampannya


mama pun pergi meninggalkan Rona dan Vero di dalam kamar dan pergi menuju dapur . sedangkan Vero sibuk menyimpan serta menyusun pakaian dari koper yang dia bawah tadi ke dalam lemari yang ada di kamar . sementara Rona duduk bersandar pada kepala ranjang dengan berganjal bantal di belakangnya sambil kakinya berselonjor di atas ranjang .


setelah Vero selesai menyusun pakaiannya , dia langsung menyusul Rona di ranjang . Vero duduk berselonjorkan kakinya di samping kanan Rona . kemudian Vero menatap Rona yang sibuk bermain hp di tangannya .


" waktu hamil pertama apa saja yang kamu lakukan ? " tanya Vero tiba saja , sehingga membuat Rona memalingkan wajahnya menatap Vero yang sudah duduk disampingnya


" kenapa bertanya begitu ? " tanya Rona balik dan Rona juga menyadari wajah murung serta tatapan mata Vero yang sendu


" aku ingin tahu saja ! cepat katakan ? aku ingin tau , apa saja yang kamu lakukan ? " ulang Vero menatap Rona


" aku tak ingin mengatakannya " jawab Rona tanpa menatap Vero dan kembali menatap hpnya . karena Rona tau maksud Vero bertanya begitu , maka dari itu dia tak ingin mengatakannya


" Rona ! " seru Vero dengan penekanan


Rona pun langsung menghembuskan nafas pasrah , karena Vero yang sudah keras kepala . sehingga membuat Rona tak punya pilihan selain menceritakan yang sebenarnya setelah tangannya kembali meletakkan benda pipi tadi di atas nakas di samping ranjang .


" saat kamu pergi waktu itu dan belum memberiku kabar membuat ku takut . karena hati ku selalu merasa tak tenang , sampai akhirnya aku mendengar kamu telah hilang dan di saat itu juga aku mulai mendapat gejala aneh yang ternyata diri ku sedang hamil " Jawab Rona menjeda Kalimatnya , karena melihat mata Vero yang memerah menahan tangisnya


" teruskan ! jangan di hentikan ! " pinta Vero dengan suara bergetar


" huuuuuh saat aku tau , aku hamil . aku sempat masuk rumah sakit berapa kali , sampai usia kandungan ku mamasuki usia 2 bulan Ardi mencoba mendekati dengan cara menelpon dan juga mengirimkan pesan . sampai suatu ketika bang Raka dan yang lainnya membuat rencana untuk menjebak Ardi " lanjut Rona dan menjedakan kembali


" jebak ? berarti waktu saat Jeki menolong ku saat itu dan kamu datang di temani Elsa serta Jeki yang menyamar ! " ujar Vero mengingat ke jadian yang beberapa bulan lalu . saat dimana Jeki datang dengan pakaian seperti seorang sopir taksi dengan topi yang melekat di kepalanya dan di dirinya terkena tembakan di karena ingin menyelamatkan Rona .


Rona hanya mengangguk mendengar ujaran Vero dan Vero kini benar-benar sudah menangis . kemudian Vero langsung mendekap tubuh Rona dengan erat .


" lanjutkan ! " pinta Vero lagi dengan masih memeluk tubuh Rona


" emm baiklah , di saat kamu terkena tembak oleh Ardi dan kamu langsung di bawah ke rumah sakit . dan saat kamu berada di rumah sakit kamu Mala koma dan aku hanya bisa berharap dengan keyakinan yang ku miliki . bila dirimu pasti aku sembuh dan kembali pada ku serta mama yang selalu memberiku perhatian lebih . mama juga saat itu sangat takut kehilanganmu , tapi sudahlah itu hanya masa yang sudah berlalu " lanjut Rona dengan Linangan air mata membasahi pipinya


" baiklah mulai sekarang aku akan memberikan mu perhatian lebih istri ku . serta hamba akan selalu menuruti perintah ratu ku " ujar Vero dengan masih mendekap erat tubuh Rona


selesai Rona menceritakan kenangan pahit tentang cintanya yang kemungkinan akan pergi untuk ke dua kali membuatnya tak henti menangis bersama orang yang selalu ada di hati . sementara Vero terus mendekap tubuh Rona dengan erat , serta tubuh Vero bergetar karena tangis yang dia curahkan . sampai akhirnya mereka melepaskan pelukan , karena suara cempreng mama .


" Vero ke sini kamu ! " teriak mama dari dapur , sehingga Vero dengan berat hati melepaskan pelukannya terhadap Rona dan Rona hanya tersenyum menanggapinya


" sekarang kamu istirahatlah ! " pinta Vero dengan lembut dan di angguki Rona


" dan aku akan memberikan mu perhatian lebih , sangat lebih ! " seru Vero dengan senyuman hangat setelah dirinya menghapus dengan kasar air mata yang membasahi pipinya


" iya , pergilah " ucap Rona dengan mencoba tersenyum hangat kepada Vero


" baiklah ratu ku , hamba akan segera kembali dan ratu ku jangan turun dari sini sebelum hamba tiba nanti ! " seru Vero lagi berdramatis


Rona yang mendengar itu tertawa ringan dan Rona hanya mengangguk menuruti perkataan Vero . setelah Vero yakin bila Rona akan diam di ranjang , Vero pun pergi menuju dapur meninggalkan Rona di kamar sendirian .


" maaf raja ku , aku juga masih sangat ragu . ragu tentang diri ku yang masih mampu bertahan atau tidak " gumam Rona menatap sendu ke arah pintu


Rona sempat membaca buku-buku tentang melahirkan , dan untuk pertama kali Rona merasa takut . namun , demi anaknya rasa takut itu mampu Rona hilangkan. karena hamil pertamanya , Rona hanya memikirkan sang suami yang saat itu tak kunjung sadar . sampai akhirnya rasa sakit hati serta rasa sakit saat dirinya melahirkan terobati . di saat Vero kembali siuman dan anaknya sehat . sungguh saat itu adalah kebahagiaan yang tak terlupakan bagi Rona .


kini Vero datang dengan membawa nampan berisi makanan di atasnya dan Rona tak menyadari itu . karena dirinya masih mengingat hal-hal yang telah lalu .


" saatnya makan siang ratu ku ! " seru Vero bersemangat dengan senyuman manisnya


mendengar suara Vero , Rona langsung sadar dari lamunannya dan kini mereka berdua makan siang bersama di kamar . sementara mama dan papa makan siang di kursi meja makan .


...*Bersambung...


lelah ya Thor ?


iya ni ...!😅


kalo gitu aktor pamit dulu ! assalamualaikum* ?