
sementara di tempat lain , Rona dan Vero sudah kembali masuk ke kamar untuk melakukan shalat zhuhur dan kini mereka telah berbaring di ranjang dengan berpelukan setelah melakukan shalat .
" sayang " ucap Vero mulai bersuara yang tadinya dalam keheningan
" emm apa yank ? " sahut Rona tanpa menatap wajah sang suami
" pernahkah kamu tidak mengikuti kata hati ? " tanya Vero akhirnya , karena semenjak tadi Vero ingin menanyakan hal ini
" pernah " jawab Rona singkat dan pelan . namun , dapat di dengar Vero
" katakanlah ? aku ingin mendengarnya lagi ! " pinta Vero dengan nada lembut sambil tetap memeluk Rona
" tapi itu akan membuka luka lama kita "
" tak apa katakanlah ! "
" emm baiklah , tapi lepas dulu ! " seru Rona
Vero pun melepaskan pelukannya dan Rona tidur dengan telentang menatap langit kamar . kemudian menarik nafas dalam-dalam dan perlahan menghembuskan nafasnya perlahan .
" apa kamu ingat saat hari pernikahan Abang ku ? " tanya Rona sambil menatap wajah Vero
" iya , aku ingat . saat itu aku aku lupa ingatan dan aku datang bersama Jeki , Evan , Roky dan ..." jawab Vero menghentikan perkataannya
" Yanti " lanjut Rona
" maaf " ucap Vero dengan tatapan sendu
" gak apa-apa , itu masa lalu . saat itu aku mulai ragu tentang perasaan kita , perasaan mu yang mungkin saja telah berubah karena kedekatan mu dengan Yanti . namun , saat kau mengajak ku pergi ke taman tempat kita menjalin hubungan pada jaman SMA , membuat ku yakin bila kamu pasti mengingat . hingga suatu hari orang tua mu dan diri mu datang melamar ku . saat itu aku merasa senang dan juga sedih . sedih karena diri mu terlihat tak senang akan lamaran itu , sehingga aku pergi ke kamar tanpa mendengar jawaban mu " kata Rona menjeda Kalimatnya kemudian menatap sang suami " saat itu apa jawaban mu ? " tanyanya
" aku belum memberi jawaban apa pun , tapi orang tua ku saat itu langsung meresmikan dan aku pun pasrah . namun , di sisi lain , entah mengapa aku merasa senang . sehingga aku pergi ke kamar mu lewat balkon , saat mama dan papa sudah pulang terlebih dulu . saat aku berada di kamar mu , aku mendengar mu . memanggil nama ku dan menyebut nama Juhan dan saat itu aku bertanya-tanya . sehingga aku memutuskan untuk mencari tau ? tentang masa lalu ku dengan mu dan Juhan " jelas Vero menjawab pertanyaan sang istri
" berarti itu yang membuat mu hilang tanpa kabar ? " tanya Rona tak percaya , kemudian dia sempat ingat penjelasan temannya dulu saat di juga sempat sebagian lupa ingatan
" iya , aku ingin tau masa lalu ku dengan mu . karena semenjak kita bertemu saat itu , aku merasa akan sesuatu yang membuat ku bingung . jadinya aku menyelidiki sendiri , tanpa sepengetahuan siapapun ! " jawab Vero lagi
" dan gara-gara itu , kamu menggagalkan rencana ku " kata Rona dengan wajah di buat kesal sambil melipat tangannya
" rencana apa ? " tanya Vero sambil mengerutkan keningnya menatap Rona di sampingnya , karena saat ini Vero tidur menyamping menghadap sang istri
" iya , aku dan teman-teman ingin mengembalikan ingatan mu . namun , kamu Mala menghilangkan entah kemana ? dan tak ada kabarnya ? "
" maaf sayang ku , terus apa yang membuat mu tak mengikuti kata hati ? "
" di hari ulang tahun ku , aku menunggu mu untuk berharap mengucap selamat pada ku . namun , kau tak kunjung datang pada ku , sampai tanpa aku sadari aku telah pingsan di kamar mandi dan di rawat di rumah sakit dan aku sengaja meminta pada sahabat ku untuk tidak memberitahu pada mu dan yang lainnya . karena ku ingin melupakan diri mu dan merelakan mu dengan Yanti dengan pilihan mu dan ternyata perkataan yang ku ucapkan terkabulkan , aku benar-benar lupa ingatan dan sampai sekarang aku menyesal perkataan ku di kamar mandi waktu itu . karena ke putus asaan ku , danlah Yanti yang mengabulkan hal itu . aku melupakan semua tentang mu , tentang cinta kita di masa lalu dan perasaan ku terhadap mu" tutur Rona dengan tatapan sendu , bahkan sudah berkaca-kaca
Vero yang mendengar suara hati terakhir sang istri pun , membuatnya menangis . dia masih ingat saat di mana Elsa , Nura dan Serly melarangnya untuk tidak mendekati Rona . karena mereka telah berjanji pada Rona , Sahabat mereka yang mereka cintai dan mereka sayangi .
Flash back on ...
saat Vero sudah menemukan semua hal tentang masa lalunya di jaman SMA dan berusaha mengingat Rona , sang pujaan hati . Dengan bantuan teman-teman dan sahabatnya , sehingga dia dapat mengingat hal-hal tentang Rona dan dirinya .
kini dirinya meminta bertemu sahabat Rona dan juga Sahabatnya di taman favoritnya dengan Rona . Vero dapat melihat ada rasa tak suka di wajah sahabat-sahabat Rona itu , padahal dirinya ingin memberikan kejutan buat Rona setelah sehari ulang tahun Rona .
" kalian kenapa ? apa kalian sudah membawa Rona kesini ? ku harap kau kalian tak melupakan rencana yang Uda ku buat untuk Rona " cecar Vero sambil menatap satu persatu wanita di hadapannya , siapa lagi bila bukan Elsa , Nura dan Serly
" kami ingat dan tak lupa " jawab Elsa dingin
" kami tak membawa Rona , kami harus pergi " ketus Nura dengan nada tajamnya
" dan Vero , tolong jangan dekati Rona lagi . cukup sampai di sini , biarkan Rona , sahabat kami bahagia . jangan kurung di dengan janji mu lagi " timpa Serly dengan sedih
" sayang ! ada apa ? " tanya Jeki pada Elsa yang duduk di sampingnya
" kamu juga kenapa Nura ? apa yang terjadi ? bukankah kamu kemarin sangat senang dengan rencana Vero ? " cecar Evan sambil menggenggam erat tangan sang kekasih dan menatap wajahnya
" tolong katakan apa yang terjadi ? sayang katakanlah ? bukankah kemarin baik-baik saja ? " tanya Roky pada Serly sambil menatap dalam mata wanitanya
Elsa , Nura dan Serly hanya diam dan tak menjawab Mala mereka bertiga pergi begitu saja meninggalkan para kaum Adam yang merasa bingung dan terkejut dengan sikap mereka yang berubah dalam waktu satu malam . mungkin karena janji yang telah di minta oleh sahabatnya , Rona .
" bentar Ver ! " seru Jeki sambil berdiri dan mengejar kekasih hatinya
semua sahabat Vero pun pergi mengejar kekasih mereka masing-masing dan meninggalkan Vero dalam rasa bimbang yang mendalam di hatinya . bimbang karena Elsa , Nura dan Serly pasti menyimpan sesuatu demi Rona . sehingga mereka berkata begitu dengan sikap aneh mereka .
" Vero ! kamu yang sabar ya ? pasti terjadi sesuatu dengan para wanita " ujar Roky tiba saja muncul dan berdiri di depan Vero
" emm , iya sudah . sepertinya sudah terlambat , mungkin Rona sudah memiliki pilihannya sendiri " kata Vero dengan wajah yang terlihat putus asa
Vero langsung berdiri dan pergi meninggalkan taman dengan berjalan seperti raga tak memiliki jiwa , seakan dia kehilangan sesuatu yang berharga buatnya . Roky yang melihat sahabatnya seperti itu , hanya bisa merasa sedih dan kasihan .
" serumit ini kah cinta mu Rona , Vero . ku harap kalian di takdir kan bersama untuk selamanya " gumam Roky sambil menatap langit biru di atas sana , karena hari terlihat sudah sore
hari pun telah berlalu , dan akhirnya Jeki kembali meminta bertemu . setelah seminggu lebih telah berlalu , mereka bertemu di taman yang sama lagi . dengan di temani angin , tumbuhan dan danau buatan serta orang-orang yang tidak rame . kebetulan taman kali ini terlihat sedikit sepi , sehingga memudahkan mereka untuk membuat rencana kembali . karena Elsa , Nura dan Serly sudah menceritakan apa yang terjadi . karena mereka di paksa oleh para kekasih mereka untuk menceritakan apa yang terjadi dan kini rencana pun di mulai lagi dengan hal berbeda .
" kali ini Vero akan menyamar sebagai Randi " putusan Jeki
" tapi ... Rona sudah meminta kami berjanji " sahut Elsa tak terima dengan rencana pacarnya
" iya , aku juga tak setuju " tegas Nura dengan sedikit meninggalkan suaranya
" jangan Jeki Arisandi , aku tak ingin Vero muncul di hadapan Rona lagi ! " timpal Serly dengan tatapan tak bersahabat , yang ikut tak setuju dengan rencana itu
" sayang ...kamu tenanglah , jika Rona tetap tak mau dengan Vero lagi . aku dan yang lain akan berusaha untuk menjauhkan Vero dari Rona " ujar Evan menenangkan pacarnya
" baiklah , aku tidak akan mendekati Rona lagi . tapi tolong untuk yang terakhir kalinya " mohon Vero dengan tatapan sendu yang terlihat putus asa
Elsa , Nura dan Serly pun saling Pandang , seakan bertanya " bagaimana ? apa setujui saja ? " .
" terserah " ketus Elsa sambil berdiri dan berlalu pergi meninggalkan yang lain serta di ikuti oleh Nura dan Serly di belakangnya
Vero yang melihat itu , hanya bisa menghembuskan nafas beratnya . karena dirinya terlambat untuk mengingat Rona dan mala melupakannya . sehingga tanpa sengaja dirinya menyakiti hati wanita pujaannya .
kini di hari ini lah , rencana Jeki terjadi . di sebuah tempat yang di usulkan Elsa , pacarnya . untuk mempertemukan Vero dan Rona . namun , di sini Vero harus menyamar , agar Rona tak mengenalnya .
selang berapa waktu menunggu kedatangan Rona . akhirnya tiba juga saatnya , tapi Elsa , Nura dan Serly terlihat tegang dan cemas melihat kedatangan Rona . namun , mereka berusaha untuk bersikap biasa saja dan hari ini Vero merasakan sakit yang luar biasa di hatinya . Vero harus merelakan Cintanya pada pria lain , karena Rona dengan sengaja mengundang dirinya dan sahabatnya ke acara pernikahan Rona . kemudian dengan berat hati dia pergi meninggalkan tempat tersebut , di saat Rona masih belum kembali dari toilet dan tanpa menyadari sepasang mata telah menatapnya . siapa lagi jika bukan Rona , yang peka akan situasi dan mengenal dirinya .
sampai suatu ketika dirinya hampir kehilangan Rona untuk selamanya dan saat Rona koma . bang Raka meminta dirinya untuk menikahi Rona , dengan harapan bila Rona kembali sadar dan benar saja . saat dirinya resmi menjadi suami Rona , Rona langsung bangun dari koma . namun , lagi-lagi dia harus menerima rasa pahit . karena Rona melupakan semua tentang dirinya sendiri dan itu terjadi karena Yanti serta Tuhan , Allah SWT sang penulis Takdir kehidupan .
Flash back off ...
" Vero ! " teriak Rona , karena melihat sang suaminya melamun dan mengabaikan dirinya
" iya sayang , maaf aku melamun " ujar Vero tersadar dari lamunannya
" kamu dengar yang ku katakan tadi ? "
" apa ? "
Rona yang mendengar respon singkat dari sang suami tercintanya hanya bisa mendengus kesal , kemudian dia kembali menatap sang suami . menatap dalam-dalam mata sang suami yang bisa memhanyutkannya . sedangkan Vero tetap diam menunggu apa yang ingin di sampaikan sang istri tercintanya .
" lupakanlah masa lalu , dan lihatlah masa depan . jika suatu hari kita berpisah lagi , ku harap kau tak akan melupakan ku lagi dan ku ingin kau selalu bahagia " kata Rona disusul dengan senyuman manisnya , serta mata yang sudah mengeluarkan air bening
" aku janji , aku tak akan melupakan mu dan kamu harus selalu ada untuk ku . Jangan pernah tinggalkan , ku mohon " ujar Vero dengan sendu dan kembali memeluk Rona . namun , tak erat karena Rona sedang hamil . dirinya tak ingin anaknya kenapa-napa
Rona dan Vero hanya bisa berserah diri pada sang penulis Takdir kehidupan . mereka merasa takut untuk kehilangan dan di tinggalkan . namun , mereka juga tak mampu untuk berkata dan berbuat apa . jika Takdir berkata lain dan Tuhan , Allah SWT mungkin akan melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan .
kesedihan yang mereka rasakan , hanya di saksikan oleh semesta alam . seperti matahari yang memancarkan cahaya di balik jendela kaca . seperti kata orang , matahari adalah lambang suatu gelap dan terang . suatu kebahagiaan dan derita yang mendalam . atau suatu yang tak teringinkan oleh hati dan jiwa dalam raga . tapi , jika semesta alam dan Tuhan sang penulis Takdir berkata lain . maka , mereka hanya bisa pasrah dan merelakan sesuatu jika itu tiba waktunya .
...Bersambung...
jangan lupa vote dan komen !
sampai ketemu lagi di eps selanjutnya !
assalamualaikum