
kini malam telah tiba , terlihat rembulan bersinar terang di atas sana bersama dengan bintang yang juga bercahaya menghiasi langit gelap gulita . dua manusia menikmati kebersamaan mereka sebuah pasar malam , tapi mereka tidaklah sepasang ke kasih melainkan hanya sebatas bos dan anak buah .
" kita ngapain ke sini bos ? " tanya Basri kepada wanita yang berjalan bersama di sampingnya
" menurut mu ? " wanita itu bertanya balik tanpa menatap pria di sampingnya , membuat Basri semakin kesal , bingung dan senang menjadi satu .
" apa bos mengajak ku kencang ? atau ingin membututi seorang ? atau ingin menangkap orang lain ? " dalam hati Basri bertanya-tanya
Basri terus mengikuti langkah wanita yang dia anggap bos nya sendiri . namun , kali ini wanita yang di anggap Basri bos nya itu memakai baju santai . seperti sweater Hoodie dan celana jeans panjang membuat Basri terpesona dengan kecantikan wanita di sampingnya . namun , dia berusaha bersikap biasa saja.
" apa kamu tak bisa memanggil nama ku saja ! " ujar wanita di sampingnya , karena memang sejak tadi Basri terus memanggil bos . padahal di luar pekerjaan
" maksudnya bos ? " tanya Basri dengan tampang polosnya , membuat si wanita kesal
" panggil nama aja " jawab wanita itu singkat
" tapi bos ..."
" ngertikan ! " hardiknya
Basri yang sudah merasa membuat bos nya marah , hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan bibir yang terkunci rapat . sedangkan si wanita kembali memperhatikan sekitarnya untuk mencari sesuatu yang bisa menghibur dirinya .
" ayo ! " seru wanita itu sambil menarik tangan Basri menuju bianglala yang tidak terlalu besar
" hati-hati bos ! " kata Basri yang terkejut dengan tingkah bosnya yang seperti gadis remaja , berlari-lari
wanita cantik yang menarik tangan Basri pun menghentikan langkahnya , membuat Basri ikut berhenti berlari .
" perlu ku potong gaji kamu " ketus wanitanya lagi , membuat Basri ke sulitan menelan salivanya
" jangan bos , emang salah saya apa ? " tanya Basri pada wanita di hadapannya
" ok , gaji kamu ku potong ! " seru wanitanya dengan tersenyum licik
Basri hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidaklah gatal , setelah dirinya menyadari kesalahannya . namun , mau gimana lagi . menurutnya itu sangat sulit untuk memanggil bosnya dengan menyebut nama .
" baiklah , saya gak panggil bos . panggil Nona aja . gimana ? " saran Basri sambil menatap wajah wanita cantik di hadapannya
" gak " jawab wanitanya singkat
" tapi saya merasa tak nyaman dengan memanggil nama bos langsung " kata Basri jujur dengan tangan kanannya yang masih di genggam oleh wanita
" harus di bikin nyaman " sahut wanita itu lagi dengan dingin
Basri pun menghembuskan nafas pasrah menuruti ke inginan wanita cantik di hadapannya . membuat wanita ini tersenyum kemenangan .
" Calista Amadea " ucap Basri dengan rasa takut , karena terlihat dari wajahnya yang seketika pucat menyebut dengan lantang nama bosnya
" pintar , sekarang ayo kita naik bianglala ! " seru wanita yang bernama Calista Amadea itu
" kenapa kita ? kenapa bukan bos ...eh Calista aja ? " tanya Basri yang merasa terkejut , karena untuk pertama kalinya . bos atau wanita di hadapannya seperti bersikap wanita remaja . biasanya bersikap dingin dan menyeramkan
" aku ingin kau ikut " ketus Calista
" baiklah "
Basri kembali menuruti ke inginan wanita yang bernama Calista , membuat dirinya seakan memiliki kekasih . namun , dia hanya bisa menikmati dengan begitu senang . tapi di sisi lain dia juga merasa tak senang , karena wanita di hadapannya ini adalah bosnya yang bisa bersikap dengan begitu menyeramkan .
" andai saja dirinya kekasih ku atau istri ku . pasti aku akan sangat merasa senang , tapi aku harus sadar diri . dia hanya bos ku , dia yang menggaji ku . tapi ya sudahlah , nikmati saja . semoga aku bisa menemukan jodoh ku seperti dirinya , dirinya yang ceria dan bukan yang menyeramkan " dalam hati Basri sambil tersenyum manis yang tercetak sempurna di wajah tampannya
" akhirnya aku bisa memanjakan diri ku , terkadang aku merasa bosan hidup dalam kesendirian dan mungkin diri ku ini iri terhadap Rona yang memiliki teman , sahabat dan bahkan kekasih yang sudah menjadi suaminya . ah ..... sudahlah aku nikmati saja saat ini " dalam hati Calista dengan tawa dan senyuman yang terhias di wajah cantiknya
Calista selalu menarik tangan Basri untuk selalu mengikuti langkah kakinya kemana pun , dengan senyum dan tawa yang untuk pertama kali dia rasakan saat seperti ini . sedangkan Basri juga ikut senang dan tak mengeluh sedikit pun dengan tingkah Calista yang seperti gadis remaja dan kini mereka duduk di salah satu kursi besi berwarna kuning kecoklatan sambil menikmati jagung bakar .
" boleh aku bertanya sesuatu " kata Basri sambil menatap wajah Calista
" boleh "
" apa kamu tinggal sendiri di rumah ? " tanya Basri dan langsung dapat tatapan tajam dari Calista " jangan mikir yang macam-macam , tapi bila kamu tak mau jawab . ya tak masalah " lanjutnya dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain
" aku yatim-piatu " jawab Calista dengan wajah datarnya , membuat Basri merasa bersalah
" maaf tidak seharusnya aku menanyakan soal itu . ok sekarang kita pulang saja . ini sudah malam , tak baik diri mu keluar rumah terlalu malam " ujar Basri mengalihkan pembicaraan
" kenapa ? apa kau ingin cepat pulang ? atau kau ingin menemui seseorang ? " cecar Calista yang masih pada sikap dingin
" bukan begitu , ini sudah ..."
" ya Uda , ayo ! "
Calista pun pergi menuju parkiran mobil , meninggalkan Basri yang diam mematung di tempat . tapi ketika sadar , Basri langsung menyusul Calista di dalam mobil .
" cepat ! " teriak Calista dari dalam mobil
Basri yang mendengar suara teriakkan Calista , berusaha mempercepat jalannya . sampai dia sudah berada di bagian kemudi mobil , sedangkan Calista duduk di sampingnya .
" Dinner ! " kata Calista tiba saja , saat Basri sudah mulai mengemudi mobil untuk meninggalkan kawasan pasar malam
" emmm baiklah Baginda ratu " sahut Basri
" pintar ! " seru Calista yang kembali tersenyum dan menghilangkan rasa kesalnya
Basri terus mengemudikan mobil menuju salah satu restoran di kota Jakarta , karena nampak malam ini terlihat sangat rame . mungkin karena tanggal merah , jadi banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang di malam yang gelap gulita ini dengan bintang dan rembulan yang setiap selalu menghiasi langit biru gelap atas sana .
Basri pun menghentikan mobil di depan sebuah restoran mewah yang terkenal di kota Jakarta . Basri segera turun dari mobil , kemudian membuka pintu mobil untuk Calista .
" silahkan Baginda ratu " ucap Basri berdramatis , membuat Calista terus tersenyum mendapatkan perlakuan yang manis dari Basri
Calista turun dari mobil dan langsung melangkahkan kakinya menuju pintu . sedangkan Basri sudah menutup pintu mobil serta menguncinya dengan remote control mobil . namun , saat Basri berbalik , dia melihat Calista menunggu di depan pintu restoran .
" kenapa belum masuk ? " tanya Basri
" bukain pintunya ! " ketus Calista
" ini cowok kenapa gak ada peka nya si " dalam hati Calista yang merasa kesal dengan sikap biasa Basri yang tak memiliki ke pekaan
Basri hanya menuruti saja tanpa bertanya apa pun dengan senyuman masih dia tampil di wajah tampannya . saat pintu telah di buka Basri , Calista kembali melangkahkan kakinya memasuki restoran dengan di sambut salah satu pelayan wanita di restoran itu .
" silahkan Nona " ujar pelayan wanita dengan sopan , setelah menuju salah satu meja untuk Calista , pelanggannya.
" terima kasih " sahut Calista dengan senyuman dan langsung duduk kursi
" mau pesan apa tuan dan Nona ? " tanya pelayan itu sambil memberikan buku menu dengan meletakkannya di meja . karena Basri sudah duduk di hadapannya Calista dengan berbatas meja
" kamu samain aja ! " seru Calista saat Basri menatapnya
" baiklah "
Basri pun memesan makanan dan minuman yang sama serta pelayanan yang setia menunggunya dan telah mencatat pesanan yang di katakan pelanggan , yaitu Basri yang kini berada di hadapannya .
Basri hanya mengangguk dengan senyuman , sedangkan Calista merasa kesal melihat Basri tersenyum pada pelayan wanita tadi .
" jangan di lihatin terus " hardik Calista
" emmm baiklah " jawab Basri yang mengalah saja , karena menurut Calista sedang PMS
Basri dan Calista sama-sama diam , sampai akhirnya pelayan datang membawa makanan dan minuman dengan Napan di tangannya .
" silahkan di nikmati tuan dan Nona " kata pelayan tersebut , kemudian berlalu pergi setelah mendapat anggukan kepala serta senyuman dari Basri . sedangkan Calista tak bergeming sama sekali
Basri dan Calista makan bersama dalam diam , selain bunyi dentingan piring dan sendok yang beradu menimbulkan bunyi , serta hanya suara pelanggan restoran lainnya yang mengeluarkan suara . sehingga kesunyian diantara Basri dan Calista tidak terlalu terasa .
" sekarang kita kemana lagi " tanya Basri setelah menghabiskan semua makanannya yang tinggal tersisa di meja hanya piring dan gelas kosong
" pulang " jawab Calista singkat dan padat
" yakin ? apa tak ingin kemana lagi ? " tanya Basri dengan penuh harap
" emang mau kemana lagi ? " tanya Calista balik pada Basri
" mari ikut aku ! "
Basri pun berdiri dan langsung menarik tangan kanan Calista untuk keluar dari restoran dan tentunya Basri sudah meninggal beberapa lebaran uang di atas meja . kini Basri dan Calista sudah berada di mobil dengan Basri yang sudah mengemudikan mobil .
" ini mau kemana ? " tanya Calista dengan wajah bingung menatap jendela mobil
" ke apartemen ku " jawab Basri santai
" jangan macam-macam Basri ! " bentak Calista
" kamu kali yang macam-macam "
" kenapa aku ? kan kamu yang ingin membawa ku ! sekarang putar balik , aku mau pulang ! "
Basri kembali diam dengan senyuman manisnya yang masih menghiasi wajah tampannya dan membiarkan Calista berpikir sendiri . sedangkan Calista semakin merasa was-was , tapi dia tetap bersikap tenang .
" kenapa jadi bikini si ? aku hanya ingin bersenang-senang , mencari sebuah hiburan . bukan mencari malam petaka " gerutu Calista dalam hati yang merasa salah mengerti dengan sikap Basri
" enak juga bila bos sendiri di kerjain ahahha " dalam hati Basri
selang berapa waktu , mobil pun berhenti di depan sebuah apartemen yang tidaklah terlalu mewah dengan bernuansa gold dan silver metalik di apartemen Basri .
Basri turun dari mobil , kemudian langsung membuka pintu mobil untuk Calista . sedangkan Calista hanya bisa pasrah dan was-was .
" awas saja , jika dia berbuat macam-macam . emmm maka siap-siaplah jadi santapan harimau kelaparan " umpat Calista dalam hati
Basri kembali menarik Calista memasuki pintu apartemen miliknya dengan lembut tentunya bukan kasar . sehingga membuat Calista semakin merasa bingung dan was-was dengan apa yang akan terjadi selanjutnya . kini mereka sampai di atap apartemen setelah menaiki tangga tentunya .
" kamu duduk disini saja dan jangan kemana-mana ! " pinta Basri dengan halus dan Calista hanya mengangguk saja menuruti perkataan Basri untuk duduk di kursi besi yang berukuran panjangnya sedang dengan meja kayu persegi di hadapannya
Basri kembali masuk ke dalam , selang 15 menit dia datang dengan membawa dua gelas yang berisi coklat panas dan meletakkan di meja kayu yang berada di dekatnya dan Calista . kemudian duduk di samping Calista dengan sedikit memberi jarak , agar Calista merasa nyaman berada di dekatnya .
" sekarang bagaimana perasaan mu ? " tanya Basri akhirnya sambil menatap langit malam
" aku merasa tenang " jawab Calista seadanya
" emmm baiklah , sekarang nikmati saja . nanti bila jam 10 malam , aku baru mengantarkan mu pulang ke rumah . karena besok kita akan kembali lagi seperti bos dan bawahan " ujar Basri dengan santainya
" apa kamu menyindir ku ? " ketus Calista , walau hal itu benar adanya
" bukan begitu , aku hanya ingin kamu menikmati hari ini malam ini . karena kita tak tau hari esok "
Calista yang mendengar itu kembali diam , karena yang di katakan Basri benar adanya . dia memang tidak tau hari esok , mungkin saja hari esok adalah hari yang melelahkan atau hari yang mengecewakan atau bisa juga hari esok adalah hari penuh luka .
" apa kau pernah jatuh cintai ? atau pernah mencintai seseorang , namun tak terbalaskan ?" tutur Basri tiba saja dan membuat Calista membuyarkan lamunannya
" pernah , emang kenapa ? apa kamu kecewa merasakan yang namanya cinta ? " tanya Calista balik sambil tetap menatap wajah pria di sampingnya
" awal kecewa itu hal biasa , yang tidak biasa itu adalah membuka hati untuk orang lain . ingin membuat kehidupan baru , terasa sulit . sulit karena hati masih saja memilih orang yang sudah terlanjur menyakiti hati kita Tampa permisi , dan sulit untuk melupakan orang yang sama yang menyakiti batin tanpa sadarnya orang lain " kata Basri dengan panjang lebar menjelaskan perasaan yang dia miliki di masa lalu
" kau tau ? semenjak aku merasakan cinta untuk pertama kali , aku berusaha mendekatinya . namun , dia lebih memilih orang lain . bahkan dia sudah menikah dan sedang mengandung . semenjak cinta pertama ku telah hilang , aku masuk dalam dunia bawah . Dunia yang memilih hidup antara mati " lanjut Basri lagi , kemudian meneguk sedikit coklat panas dan kembali meletakkannya di meja kayu
Calista hanya diam mendengarkan semua keluh kesah yang ada di hati Basri dan kini dia sungguh terkejut . hanya karena rasa cinta dia masuk dalam dunia bawah , tapi dia juga gak tau harus berkata apa . karena dirinya adalah bosnya Basri dan Basri hanya bawahannya .
" berarti kamu tak tau tugas yang selama ini ku minta itu ? berhubungan dengan apa ? " tanya Calista pada akhirnya , setelah lama mencerna setiap kalimat yang di katakan Basri
" balas dendam " jawab Basri dengan santainya , tapi kali ini Basri langsung menatap wajah Calista yang terlihat cantik di matanya
" itu benar , tapi ada yang lain "
" Cinta , ya pasti karena cinta "
Calista hanya tersenyum tipis menanggapinya , sedangkan Basri kembali meneguk minum dalam gelas itu lagi dan Calista sama halnya . bahkan Calista sudah menghabiskan isinya , karena rasanya yang sangat enak dan nikmat . tanpa terasa coklat panasnya sudah habis di minum olehnya .
" apa kau mau lagi coklat panasnya ? " tanya Basri dengan lembut serta senyuman hangat
" tidak perlu , ini sudah cukup " jawab Calista dengan senyuman
" boleh aku mengatakan sesuatu yang lain ? tapi ku harap kau tak akan tersinggung dan tak marah atau pun memecat ku ? " cecar Basri sambil menatap wajah Calista , sehingga membuat Calista mengerutkan keningnya mendengar perkataan Basri
" katakanlah ! " pinta Calista mengijinkan Basri mengatakan sesuatu itu
" sekarang kau harus pulang ini sudah malam , dan sampai jumpa kembali menjadi bos ku lagi " ujar Basri dengan senyum kemenangan karena kembali berhasil mengerjain wanita di sampingnya dan terbukti Calista nampa sangat kesal . padahal tadi dia sangat penasaran dengan apa yang akan di katakan Basri
" kamu mengerjain aku , kurang ajar " umpat Calista sambil memukul dada bidang Basri , karena Basri menghadap ke arahnya .jadi dengan mudah tangannya bisa memukul dada bidang Basri
" aduh , iya maaf , maaf Calista ahahaha " tutur Basri memohon ampun dengan di akhiri tawanya
Calista menghentikan tangannya memukul dada Basri , karena tangannya telah di tahan oleh ke dua tangannya Basri dan kini tatapan mata mereka bertemu . tanpa sadar Basri mendekat , semakin mendekat dan jadikanlah sebuah kecupan di kening Calista . sedangkan Calista menutup matanya tanpa diminta , dan dia dapat merasakan benda kenyal menyentuh keningnya .
" selamat malam , semoga hati esok adalah hari yang kau inginkan dan terima kasih untuk hari ini . kau sudah mau mendengar keluh kesah ku dan sudah menemani ku seharian penuh ini " kata Basri dengan lembut dengan di susul senyuman Hangat
" emm sama-sama , aku juga terima kasih sudah mau mengikuti ku tanpa mengeluh " sahut Calista yang ikut tersenyum hangat
" sekarang ayo ku antar pulang "
Basri pun membawa Calista keluar dari apartemen menuju mobil dan Calista hanya mengikuti langkah Basri saja dengan senyuman masih menghiasi wajah cantiknya . kini mereka sudah berada di mobil dan ingin meninggalkan perkarangan apartemen . dalam perjalanan mereka kembali diam dengan Basri yang kembali menyetir mobil . terlihat malam memang sangat indah seakan tau bila ada dua orang yang berbeda jenis yang ingin saling dekat di malam ini .
...*Bersambung...
apa yang akan terjadi selanjutnya ?
ok gys jangan lupa di vote/ like dan komentarnya ya !!!
salam manis dari saya , assalamualaikum 🙏😘*