
dalam perjalanan ke rumah sakit , Rona , Kelin dan mama Vero saling berbicara . sehingga mereka terkadang tertawa ringan dan ada juga yang terlanjur merasa malu , yaitu Kelin . mereka pergi menuju rumah sakit menggunakan mobil dengan sopir yang mengemudikannya . Rona , Kelin dan mama Vero sampai tak menyadari bila mereka sudah sampai di rumah sakit . karena mereka terlalu sibuk berbicara .
Rona , Kelin dan mama Vero turun dari mobil . selesai mereka bertiga turun dari mobil , mobil yang mereka tumpangi kini sudah pergi meninggalkan area rumah sakit .
Mereka pun langsung memasuki pintu utama rumah sakit dan langsung mendekati resepsionis dan di sana sudah ada 2 orang wanita yang memakai baju serba putih . menyambut ke datangan Mereka dengan senyuman .mama pun langsung membuat janji dengan dokter spesialis kandungan . untuk memeriksa Rona , yang mungkin sedang hamil .
setelah mama Vero mendapat persetujuan , mama langsung mengajak Rona dan Kelin menuju lift untuk sampai ke lantai 3 . sesampainya dilantai 3 , mama Vero dan Rona serta Kelin langsung memasuki ruangan " dokter kandungan " yang tertulis pada tag di pintu masuk .
Rona dan mama Vero pun duduk di depan meja yang terletak hanya dua kursi dan di hadapan mereka sudah ada seorang wanita ayu , yang ialah seorang dokter .
" gejala apa saja yang ibu alami ? " tanya dokter wanita itu dengan lembut
Rona pun langsung menceritakan semua gejala yang dia miliki secara detail , sedangkan Kelin dan mama Vero hanya diam memperhatikan dokter yang ada di hadapan mereka . dokter tersebut tersenyum , selesai Rona menceritakan keluhannya dan kini Rona di pinta oleh dokter untuk berbaring pada ranjang pasien yang berada 3 meter dari tempat mereka duduk tadi .
Rona mulai di prisah oleh dokter dengan mengoleskan sebuah gel kemudian mengusap perut Rona dengan menggunakan alat yang tersambung dengan komputer . kini Rona yang berbaring pada ranjang pasien dan dugaan mama Vero benar bila Rona telah hamil dan sudah memasuki usia kehamilan 4 Minggu . karena dokter sudah menjelaskan dengan sebuah layar komputer , yang menampilkan sebuah gambar rahim Rona .
setelahnya dokter memberi Rona vitamin , setelah mereka sudah kembali duduk di kursi . selesai itu , Rona , mama dan juga Kelin keluar dari ruangan dokter kandungan dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang bersembunyi , yang sedang memperhatikan mereka di balik tembok putih .
" sedangkan apa Rona , Kelin dan mama Vero ke ruang dokter ? apa mungkin Rona hamil ! atau Kelin yang hamil ! iya , pasti Kelin yang hamil . wanita yang baru dewasa itu kan baru menikah " ujarnya pelan sambil terus memperhatikan gerak-gerik Rona, mama dan Kelin dari sedikit kejauhan
namun , perlahan sepasang mata itu mengubah tatapannya . yang kini sedang menatap seorang pria dengan memakai setelan jas putih dan di yakini dia adalah seorang dokter .
" nona Yanti sedang apa ? " tanya dokter itu yang juga mencoba mengikuti tatapan mata Yanti tadi , iya sepasang mata itu milik Yanti
" tidak ada dokter Diyan Fauziyah " jawab Yanti yang sedikit merasa terkejut dengan kehadiran dokter secara tiba-tiba di belakangnya dan kini dia menatap ke arah dokter Diyan
" o.. kalo begitu ikut saya , saya akan mulai melihat perkembangan jantung nona Yanti " ujarnya kepada Yanti dengan lembut dan senyuman khasnya
Yanti pun mengikuti dokter lelaki itu . yang berkerja sebagai dokter spesialis jantung , itu dapat di ketahui pada tag di pintu " dokter jantung " . Yanti pun memasuki ruangan tersebut dengan tetap mengikuti langkah dokter Diyan di belakangnya . sehingga Yanti tidak mengetahui kehadiran papa Vero , nenek , Raka , Anjani yang sedang menggendong bayi perempuan . yang menyusul Rona , Kelin dan mama Vero ke rumah sakit . sehingga Yanti juga tidak mengetahui ataupun melihat Rona yang pingsan dalam pelukan neneknya .
sedangkan di sisi lain Vero baru datang ke rumah sakit dan kini sedang berada di ruang rawat Rona yang sedang terbaring di ranjang pasien . Vero menatap wajah Rona dengan rasa khawatir dan cemas . Rona yang melihat wajah Vero hanya tersenyum , untuk meyakinkan Vero bila dia tidak kenapa-napa .
Vero terus bertanya Rona sakit apa atau apapun itu yang berhubungan dengan Rona . sampai akhirnya papa Vero masuk dengan membawa kue ulang tahun , dan dari sinilah Vero tau bila Rona sedang hamil .
Vero merasa sangat bahagia dan haru yang kemudian dia langsung memeluk Rona dengan sangat erat . Rona juga ikut merasakan , apa yang Vero rasakan , sehingga Rona juga membalas pelukan Vero .Vero yang sudah berlinangan air mata Sehingga membasahi pipi dan baju yang Rona kenangkan .
selang berapa menit Vero kembali berdiri , dan tersenyum manis kepada Rona yang terlihat bersemu merah di pipi mulusnya . kemudian Vero meniup lilin pada kue ulang tahun dengan perintah dari papa tercintanya .
namun , sebelum Vero meniup lilin . Vero terlebih dulu mengucapkan doa dengan sambil menutup mata serta mendekat ke dua tapak tangannya seperti meminta . meminta kepada Tuhannya , yaitu Allah SWT . setelah itu dia perlahan membuka mata dan langsung meniup lilin yang berangka 28 dan yang artinya Vero sudah berumur 28 tahun .
semua orang yang ada di ruangan ini pun mengucap syukur dengan rasa bahagia yang begitu berlimpah di hari ini .
" bagaimana bila kita merasakan ulang tahun Vero dan memberi kabar tentang ke hamilan Rona ? " ujar Raka tiba-tiba di tengah kebahagiaan
" ide bagus , tapi menurut papa jangan membongkar soal ke hamilan Rona . takutnya ada orang yang mencoba untuk mendekati Rona dan melakukan sesuatu yang tak teringinkan " kata papa menyarankan usulannya
" benar apa yang di katakan papa ! aku setuju dengan yang papa katakan . tapi , kita harus membuat orang suruhan kita menyamar sebagai pelayan misalnya untuk berjaga-jaga " tutur Vero dengan wajah seriusnya
" mama setuju , karena mama gak mau . cucu mama yang belum lahir ini kenapa-napa " timpalnya mama Vero
" baiklah sesuai keinginan " ujar bang Raka dan papa Vero dengan senyuman tipisnya
sedangkan juhan , Kelin , nenek , Rona dan kak Anjani yang sedang menggendong bayi Zara . mereka hanya menyimak dan ikut menyetujui rencana yang di anjurkan .
" o.. jadi akan ada acara , tapi siapa yang hamil si ? aku sungguh penasaran ? " gumamnya pelan sambil menatap tag pada pintu yang bertuliskan " ruangan bunda "
tapi , tiba-tiba terdengar suara memanggil namanya dari ke jauhan . sehingga membuat sepasang mata itu menatap ke arah seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam .
" nona Yanti , mari kita pergi . tuan Ardi sudah menunggu nona " ujar pria itu dengan sopan
" baiklah pak sopir " jawabnya dengan wajah kesal menatap ke arah pria itu dan mungkin pria itu adalah sopir pribadinya
sepasang mata yang di miliki oleh wanita yang bernama Yanti itu pun . kini pergi dengan wajah kesalnya menuju lift , mendahului langkah sopir pribadinya . Yanti serta sopir pribadinya sudah pergi meninggalkan rumah sakit . sementara di sisi lain , ke dua keluarga masih tetap tersenyum bahagia dengan kabar berita yang menggembirakan . yang tanpa Meraka sadari ada mata , atau bahaya yang sudah mengintai .
" ma Uda boleh pulangkan ? " tanya Rona dengan wajah cemberutnya
" bentar ya sayang " jawab mama lembut kepada Rona " papa , Vero ! coba tanya dokternya . apa Rona sudah bisa pulang atau nginap ? " ujar mama menatap kepada papa dan Vero bergantian
" baiklah "
Vero dan papanya pun pergi keluar ruangan . menuju ruangan dokter kandungan , yang merawat Rona tadi .
" dokter ! istri saya apa sudah bisa pulang ? " tanya papa dengan sopan kepada dokter yang sedang duduk didepannya berbatas meja putih
" dokter saya juga merasa mual , pegal-pegal dan bla bla ...." ujar Vero menjelaskan gejala yang dia alami pagi tadi kepada dokter
awalnya dokter itu tidak menjawab apa lagi suster yang berdiri disampingnya , yang juga ikut menatap Vero . mungkin dokter tersebut terpesona dengan ketampanan yang Vero miliki . sehingga membuat wajah Vero menjadi kesal , dan akhirnya papanya yang kini mengakat suara . sehingga dokter serta suster itu sadar dan langsung menatap papa Vero dengan senyum kikuk .
" ah iya boleh pak , tapi saya anjurkan . jangan membuat Bu Rona stres ataupun tertekan . kerena ke hamilan yang Rona alami ini juga pak Vero alami . yang bisa di katakan bila pak Vero , mengalami kehamilan Sempati . maksud saya , pak Vero kemungkinan . akan selalu mendapat gejala yang sama dengan orang hamil " jelas dokter itu yang kembali dengan wajah seriusnya
" o begitu , baiklah terima kasih ya dokter " kata papa dengan sopan
sedangkan Vero hanya diam dengan wajah kesalnya dan segera rasanya dia ingin keluar . setelah keluar dari ruangan dokter , Vero langsung menggerutu kesal dan papanya yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya .
" menyebalkan , tau gini aku sama Rona aja tadi " gerutu Vero sambil berjalan menuju ruangan rawat Rona
sesampainya di ruang rawat Rona , papa duduk di sofa dan Vero kembali mendekati Rona yang kini duduk bersandar pada kepala ranjang .
" Uda bisa pulang kata dokternya mama " ujar Vero seadanya
mendengar itu Rona nampak begitu senang dan yang lainnya hanya tersenyum . kemudian Mereka pun bersiap-siap untuk keluar dari ruangan tersebut dan kini mereka sekarang berada di tepat administrasi . membayar biaya perawatan Rona dan setelah itu mereka turun ke bawah menggunakan lift . setelahnya mereka pulang menggunakan mobil masing-masing ke rumah .
...*Bersambung...
gawat sudah !
bahaya sudah mendekat , menurut teman2 !!!
apa yang akan di rencanakan oleh Yanti dan Ardi ? karena sampai sekarang Yanti mau pun Ardi belum memberi jebakan ataupun masalah .
ok , bisa jawab di kolom komentar ya !!
menurut opini kalian saja ....🤔*