Rona

Rona
eps . 19 Kepulangan dari RS



hari ini adalah hari kepulangan Vero dari RS yang menurutnya sangat membosankan dan akan kembali ke rumahnya , rumah tempat dia akan berbuka puasa untuk memuaskan juniornya dan Vero sungguh sangat bahagia . karena Vero tidak lagi harus menahan diri dan Vero maupun rona pulang di temani oleh keluarganya Rona , orang tua Vero dan semua temannya .


" kalian tunggu dibawah dulu , Abang mau selesai administrasinya " pinta Raka menatap orang terdekatnya


" biar papa saja yang bayar Raka , kamu turun saja . bersama yang lain " saut ayah Vero yang berdiri disampingnya Raka


saat ini Raka dan papa Vero saling berdebat hanya untuk membayar semua biaya perawatan Vero , rona dan si bayi mungil . sehingga akhirnya mereka menyetujui untuk sama-sama membayar ( tetekan😅 ngertikan teman2) .


mereka semua menuruti apa yang di katakan Raka , kecuali Anjani yang masih menggendong anaknya tetap setia menemani suami tercintanya . awalnya Raka tak menyetujui keinginan Anjani , istrinya untuk menemaninya . namun Anjani tetap pada pendiriannya.


rona , Vero dan yang lainnya sudah ada didalam mobil . mobil yang ada hanya 3 mobil dan Vero maupun rona ikut pada mobil yang berisi teman mereka , yaitu Jeki , Evan , Roky , Serly , Nura , Elsa . selang beberapa waktu ayah Vero , Raka dan Anjani serta anaknya sudah keluar dari rumah sakit dan saat ini sedang ada di dalam mobil . sehingga mobil yang di tumpangi keluarga rona memimpin jalan dan semuanya pun ikut menjalankan mobilnya .


dalam perjalanan mereka saling berbicara untuk menghilangkan keheningan dan yang mengemudikan mobil mengantar Vero dan rona adalah Jeki . sedangkan keluarga mereka berada di mobil yang lain .


" kita jadi gak ni liburan lagi ke puncak " seru Serly dengan senyuman yang duduk di kursi paling belakang


" entahlah Serly , aku belum tau pasti jadi atau enggaknya " saut rona dengan berpura-pura tidak senang menatap Serly dibelakangnya


" Serly kamu ini lupa atau pura-pura lupa si " kata Nura memutar bola matanya malas yang saat ini duduk di kanan rona


" emang ada apaan si ? emang rona mau pergi kemana lagi " tanya Serly dengan polosnya


" honeymoon Serly " jawab Elsa dengan santainya sambil menatap kebelakang tempat penumpang


rona langsung merasa malu mendengar perkataan Elsa sedangkan Vero kembali bersikap tenang dan dingin dengan wajah datarnya . namun , Vero sempat tersenyum menatap ke arah keluar jendela mobil menyembunyikan senyuman manisnya .


semua yang melihat rona yang merasa malu pun langsung menertawakannya. kecuali Vero dan Jeki yang fokus mengemudi .


" o... ya ! aku juga ingat , kalo kalian akan di membuat acara resepsi pernikahan " kata Serly lagi dengan senyuman yang memiliki arti sambil menaikkan alisnya menatap rona


" jangan lupa ngundang ya " saut Evan yang sejak tadi diam yang duduk di samping Roky yang berada dibelakang Nura


" pasti " jawab Vero singkat dengan wajah datarnya yang tetap fokus bermain hp


" jangan lupa juga olehnya nanti , karenakan kalian akan honeymoon lagi . jadi merasa pengantin baru lagi " timpal Roky yang di akhiri dengan tawanya yang bergema didalam mobil .


" Roky " gertak Jeki tiba-tiba


Roky pun langsung diam mendengar namanya di panggil oleh Jeki dan Roky langsung ciut .


" aduh si singa satu ini ko garang amat si " dalam hati Roky yang duduk ditengah Evan dan Serly


Evan pun tertawa kecil yang hanya bisa di dengar Roky . Roky yang Melihat si Evan tertawa pun merasa kesal dan perlahan suasana dalam mobil itu pun jadi hening dan tidak ada lagi pembicaraan .


" hidupkan musik " pinta Elsa untuk menghilangkan keheningan sambil melihat Tangan didepan dada


" lakukan " saut Jeki singkat dengan dinginnya


Elsa pun menuruti tanpa berkata apa lagi , karena dia tidak ingin suasananya semakin sunyi . seakan tidak ada penghuni dalam mobil yang mereka tumpangi.


selang berapa lama akhirnya mereka sampai pada tujuan , yaitu ke rumah rona dan Vero . mereka semua pun langsung memasuki rumah tersebut di saat rona sudah membuka kunci ada pintu . saat semua sudah berada dalam rumah mereka langsung duduk di ruang tamu . sedangkan rona menemani Vero untuk ke kamar untuk istirahat . setelahnya rona pun turun kebawah menemui keluarga dan lainnya .


rona langsung duduk di antara kaum hawa dan berhadapan dengan kaum Adam berbatas dengan meja kaca yang cukup lebar di selimuti kain berwarna coklat yang terlihat manis .


" papa sudah rencanakan , kalo hari resepsi pernikahan kamu dan Vero akan dilaksanakan seminggu lagi dan besoknya kalian langsung honeymoon di Swiss . bagaimana menurut kalian " kata ayah Vero panjang lebar


" apa itu tidak terlalu cepat papa " saut rona dengan perasaan terkejut menatap ayahnya


" tidak apa-apa rona , kalian harus liburan dan merasakan kebahagiaan bersama lagi untuk menghilangkan semua yang sudah terjadi belakangan ini " ucap mama Vero dengan senyuman sambil menggenggam tangan rona yang duduk di sampingnya


" baiklah mama papa rona setuju aja " jawab rona dengan senyuman manisnya


" ya sudah , kalo gitu Abang akan bantu untuk acara resepsi dan juga akan memesan tiket pesawat " saut Raka dengan tenang yang duduk di kanan papa Vero


" tidak perlu , soal tiketnya sudah saya pesan dan besok sudah akan di antara kesini sesuai kemauan saya " ujar papa Vero dengan wajah seriusnya menatap Raka


" o baiklah " kata Raka


mereka pun saling berbicara ringan untuk melaksanakan acara resepsi pernikahan yang sudah di rencanakan seminggu yang akan datang sambil Mereka sekali-kali minum dan memakan kue yang sudah dihidangkan di atas meja . sedangkan rona hanya menyetujuinya saja dan Vero pasti akan lebih senang pikir rona


di karena hari sudah malam dan mereka sudah melakukan sholat di masjid bagi kaum Adam dan kaum hawa di rumah . mereka pun pamit untuk pulang dengan menggunakan mobil yang mereka pakai tadi .


sekarang rona pun mengunci semua pintu dan jendela . setelahnya dia naik ke atas untuk melihat Vero yang ada di kamarnya .


saat rona sudah memastikan Vero tidur di ranjang , rona pun keluar menuju kamar sebelah untuk mengganti bajunya . karena semua barangnya masih berada di kamar sebelah Vero


selesai rona mandi dan memakai piyama baju tidurnya , dia pun kembali lagi menuju kamar Vero dan berbaring di sisi kiri Vero .


" bisa kita mulai sekarang "


rona yang mendengar suara Vero pun terkejut , sehingga dia terduduk di ranjang dan kemudian menatap Vero yang telah membuka matanya .


" kamu belum tidur " tanya rona yang masih pada posisinya


" belum dong "


" kenapa " tanya rona lagi sambil mengernyitkan dahinya merasa bingung menatap Vero


" kamu jangan pura-pura gitu dong " pinta Vero yang mulai kesal menatap rona


" emang apaan si Vero ? Uda tidur aja , aku capek ni "


saat rona kembali membaringkan tubuhnya , tiba-tiba Vero langsung menindihnya bertumpuk pada tangan yang ada di dekat kedua pundak rona dan itu membuat rona terkejut sambil membelalakkan matanya menatap wajah Vero di atasnya yang tersenyum manis.


" apa yang kau lakukan Vero " tanya rona terbata-bata karena gugup dan terkejut


" aku sudah gak bisa tahan lagi " jawab Vero dengan wajah melasnya sambil menggesek juniornya di tempat sensitif rona


rona yang sudah merasakan junior Vero mengeras di sana pun mengerti maksud kemauan Vero sekarang dan itu membuat rona kesal , karena memang dia sangat capek dan ingin istirahat.


" lain kali aja , aku capek " sunggut rona tampak menatap Vero


" iya Uda "


Vero pun langsung berbaring kembali ke tempatnya dan tidur memiring membelakangi rona . sedangkan rona tak peduli , rona lebih memilih untuk tidur dan itu makin membuat Vero merasa kesal . karena rona tidak mau berolahraga di ranjang bersamanya .


keesokan paginya rona sudah sibuk di dapur setelah shalat subuh . rona ingin membuat sarapan untuk mereka berdua .


jam 6 : 25 wib Vero sudah turun dan langsung duduk di meja untuk menyantap hidangan yang sudah di sajikan oleh rona di meja makan . setelah selesai makan Vero langsung beranjak pergi dan itu membuat rona bertanya.


" kamu mau kemana " tanya rona yang duduk di meja makan sambil menatap Vero


Vero tidak menjawab pertanyaan rona , Vero pergi begitu saja menuju pintu keluar dan rona makin merasa bingung .


" Vero salah makan obatkah , atau sengaja cuekin aku atau mungkin dia mau cari Uda segar ya ? " dalam hati rona yang masih menatap kepergian Vero


tanpa pikir panjang lagi rona pun membersihkan meja makan dan mencuci piring bekas makan mereka . setelah membersihkan seisi rumah , di karenakan sudah berdebu dan juga kotor . akibat lama tinggal oleh mereka.


selesai membersihkan rumah , rona merasa khawatir terhadap Vero yang kunjung belum pulang sejak pagi . padahal hari sudah siang menunjukkan jam 12 : 10 wib .


" kemana perginya Vero si , dia kan belum sembuh total "


tanpa pikir lagi rona langsung keluar untuk mencari Vero . rona pun menuju ke taman dan ya Vero duduk bersandar pada bangku panjang sambil mata Vero fokus menatap kearah danau


rona langsung mendekati Vero dan duduk disebelah kanan Vero dengan senyuman dan perasaan lega karena Vero tidak kenapa-napa .


" Vero " panggil rona menatap Vero


Vero yang belum menyadari kehadiran rona ataupun mendengar suara rona tidak bergeming dan itu membuat rona bingung .


" apa yang sedang Vero pikirkan " tanya rona dalam hati


" sayang "


Vero pun langsung menatap rona yang ada didekatnya saat mendengar suara rona .


" apa "


" kamu mikirin apa " tanya rona yang masih menatap Vero


" aku gak apa-apa " jawab Vero dingin dan langsung menatap danau


" hari resepsi pernikahan kita akan di adakan seminggu lagi " kata rona yang juga menatap danau buatan tersebut


" iya aku sudah tau "


" setelahnya kita honeymoon "


" sudah tau "


" kamu kenapa si , kamu sakit lagi kah . atau salah makan obat " tanya rona panjang lebar menatap Vero dengan perasaan kesal


" iya Uda sekarang kita pulang " kata Vero tanpa menjawab pertanyaan rona


Vero pun langsung pergi begitu saja tampak mempedulikan rona yang masih bingung dan kesal dengan tingkah Vero .


" istri gak peka bangat si , yang sabar ya junior . nanti kamu akan segera buka puasa " dalam hati Vero dengan terus berjalan sambil tersenyum menatap kedepan


rona pun berdiri dan menyusul Vero menuju rumah . saat sampai di rumah rona tidak melihat Vero , sehingga dia langsung menuju kamar Vero dan dirinya .


saat rona masuk kamar dia juga tidak melihat Vero di kamar , dia pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di kamar Vero dan di dalam kamar mandi juga tidak ada .


" kemana perginya " cicit rona


rona pun langsung keluar kamar mandi dan dia langsung dapat melihat Vero di ranjang sambil bermain hp dan itu membuat rona merasa lega .


rona pun menuju pintu , namun terkunci dan itu membuat rona mengerutkan keningnya . tiba-tiba dari belakang Vero sudah berdiri dan mengurung rona dengan kedua tangannya .


" sekarang masih ada alasan tidak " kata Vero dengan senyuman manisnya


" alasan apa " tanya rona yang masih membelakangi Vero


" emm sepertinya harus paksaan "


Vero langsung membalikkan tubuh rona untuk menghadap dirinya dan Vero langsung menggendong rona seperti seorang Cinderella .


Vero langsung menidurkan rona di ranjang dan langsung menindih rona .


" kamu belum sembuh total " kata rona menatap wajah Vero yang tersenyum smirt


" aku tidak peduli , aku sudah menunggu sangat lama ratu ku "


Vero pun langsung membungkam mulut rona dengan mulutnya . merasakan manisnya bibir rona dan rona juga ikut meladeni permainan Vero yang juga menginginkan hal ini .


olahraga di ranjang pun terjadi hampir selama 3 jam dan itu membuat rona yang lemas dengan napas tersengal-sengal . sedangkan Vero tidur terlentang dengan napas tersengal-sengal .


setelah rona memulihkan nafasnya , dia pun langsung menuju kamar mandi tanpa helaian kain dan menunjukkan tubuh polosnya . Vero yang melihat itu ikut menuju kamar mandi dengan tubuh polos juga sambil tersenyum .


" mau ngapain lagi " tanya rona dengan kesal menyadari kehadiran Vero didekatnya


" mau mandi " jawab Vero dengan senyuman sambil menutup pintu kamar mandi


akhirnya rona dan Vero mandi bersama . rona yang sudah tau sifat jengkel Vero merasa sangat kesal , namun juga meminatinya dan Vero semakin merasa senang mendengar desahan rona yang membuat Vero semakin bersemangat memainkan dua bola rona mengunakan mulutnya .


permainan olahraga itu pun terulang lagi di kamar mandi selama 1 jam . setelah selesai mandi dan berpakaian mereka menuju gajebo dibelakang rumah .


" bagaimana caranya Ardi bisa nahan kamu " tanya rona sambil menatap Vero disampingnya


" entahlah , waktu itu aku ada di bandara ingin beri kamu kejutan . tapi Mala petaka yang ku berikan untuk mu " jawab Vero sedih mengingat kejadian belakangan ini


" Hugh , ya sudah . sekarang kita sudah bersama lagi dan ku harap kita tidak akan berpisah " kata rona dengan senyuman sambil merangkul tangan Vero dan bersandar pada pundak Vero


" iya , ku harap begitu . o iya dimana bayi kecil kita " tanya Vero


" kalo yang laki-laki sama orang tua kamu dan perempuan sama keluarga aku di minta nenek " jelas rona yang masih bersandar di pundak Vero


" mereka tau saja , kalo gitu lagi ingin berduaan " kata Vero dengan senyuman dan cengir


" kamu aja kali yang ingin , aku si gak " ujar rona acuh


" masa " tanya Vero yang masih tersenyum


" emang iya "


" ok baiklah . selama kamu hamil , kamu ada ngidam gak " tanya Vero mengalihkan pembicaraan sambil tetap menggenggam tangan rona yang satu lagi


" ada , cuma itu hanya sebentar . karena kamu sedang koma " jawab rona sendu


" maaf ya ratu ku , sekali lagi . bila kamu hamil aku akan Exrta menuruti kemauan kamu " kata Vero sambil meletakkan tangan di dada dengan mencoba membuat rona senang


" kalo misalnya aku gak hamil lagi , kamu gak perlu exrta gitu " sunggut rona yang mulai kesal setelah melepas tangannya dari dia merangkul tangan Vero


" tetap Exrta juga dong "


" caranya "


" seperti ini " kata Vero memeluk rona dan mencium bibir rona


rona yang tadinya kesal dan meronta kini menikmati permainan adu mulut dengan Vero . sampai akhirnya rona sangat terlena dan berbaring di tindih oleh Vero .


Vero pun melepaskan pautan mulutnya dari mulut rona untuk mengambil oksigen yang sempat menipis .


" itu Exrta mesum " kata rona terbata-bata karena napasnya tersengal-sengal menatap wajah Vero .


" biarin , masih mau lagi " tanya Vero dengan senyuman manisnya sambil menaikkan alisnya


" gak , aku lapar . sekarang awas " kata rona sambil mencoba untuk bangun


" ok "


Vero langsung bangun dan rona juga . rona langsung pergi dengan wajah datarnya menuju kedalam rumah . sedangkan Vero hanya cengir melihat wajah rona yang datar namun merah karena malu dan Vero juga ikut masuk mengikuti rona dari belakang .


" kamu mau masak , atau kita makan di luar " tanya Vero saat sudah di dekat rona


" makan di luar aja , aku mau ganti baju dulu "


rona langsung naik ke atas dan mengganti baju di kamarnya . setelahnya dia turun menuju keluar , karena Vero pasti sudah di mobil menunggunya dan benar Vero sudah di teras dalam mobil . rona pun langsung mengunci pintu dan juga pagar rumah kemudian langsung masuk mobil duduk disebelah rona .


Vero langsung menyalakan mobil dan mengemudikannya . dalam perjalanan rona sibuk bermain hp melihat sosial media yang sudah lama tidak dia buka selama hampir setahun ini . sedangkan Vero mulai kesal karena rona sibuk dengan hp tanpa mengajaknya berbicara .


" mau mau makan dimana " tanya Vero menghilang keheningan dan sekilas melihat rona


" restoran mentari " jawab rona tanpa menatap Vero dan tetap sibuk dengan hp nya


" itu ada dimana " tanya Vero lagi agar rona mau menatap kearahnya


" kamu lupa " tanya rona balik


" iya"


rona langsung menatap Vero dengan dahi berkerut yang merasa gak yakin bila Vero telah melupakan restoran tempat favorit mereka .


" serius , iya sudah kita ke rumah sakit aja " pinta rona dengan wajah khawatir


" ngapain ke rumah sakit , bukannya kamu lapar " tanya Vero dengan dahi berkerut dan tetap fokus mengemudi


" kamu bilang tadi lupa "


" makanya rona kamu jangan sibuk dengan hp dong , masa ada cowok ganteng disamping kamu di cuekin " ujar Vero dengan senyuman


" narsis " sinis rona merasa kesal sambil melipat tangannya di depan dada


" jangan ngambek dong " pinta Vero


rona tidak merespon karena dia sangat kesal dan Vero tetap fokus mengemudi tanpa harus berkata apa lagi . sehingga selang berapa waktu mobil pun berhenti di parkiran mobil .


rona pun langsung turun dan berjalan menuju restoran dengan perasaan yang masih kesal . sedangkan Vero menjadi lemas dan memgerutu pada diri sendiri .


" harus puasa lagi dong " gumam Vero dengan wajah melasnya menyusul rona


saat sudah memasuki restoran dan rona memilih meja di dekat jendela pada lantai 2 . sedangkan Vero tetap mengikuti rona dan duduk di depan rona berbatas meja berbentuk peta .


hingga selang 3 menit pelayan wanita datang membawa 2 buku menu dan meletakkan dengan halus di meja rona dan Vero .


" mau pesan apa mbak dan masnya mau pesan apa " tanya pelayan tersebut sambil memegang note books kecil beserta pena


" saya pesan sushi dan jus jeruk " kata rona menatap buku menu dan meletakkannya dimeja


" saya sumur ayam dan minumnya jus jeruk serta air putih " ujar Vero setelah meletakkan buku menu dimeja


" baiklah mbak dan mas di tunggu pesanannya " saut pelayan setelah mencatat pesanan dan mengambil buku menu tersebut


saat pelayanan kafe pergi tetap tidak ada yang berbicara , terdengar suara wanita .


" rona "


rona pun menoleh mendengar namanya dipanggil dan dia sangat terkejut melihat teman kuliahnya ada di tempat yang sama dengannya.


rona langsung berdiri dari duduknya dan berpelukan dengan temannya itu .


" kamu apa kabar ? makin cantik aja " tanya wanita itu setelah melepas pelukannya


" ya jelas dong makin cantik dan aku baik ko Alhamdulillah . kalo kamu Bella " tanya rona kepada wanita itu yang bernama Bella


" aku Alhamdulillah juga baik ko " jawab Bella dengan senyuman


" Hem " Vero berdeham karena merasa di cuekin


" dia Abang kamu ya " tanya Bella menatap ketampanan Vero dengan senyuman manisnya


belum sempat rona menjawab Bella langsung buru-buru duduk di dekat Vero setelah mengambil bangku pada tempat di belakangnya tadi dan tersenyum menatap Vero . rona yang melihat itu kembali kesal dan duduk dengan tangan dilipat di atas meja menatap kearah Vero dan Bella


" Hay kenalin nama aku Bella Anandha teman kuliah rona " kata Bella mengulurkan tangannya memperkenalkan diri kepada Vero


" Vero " jawab Vero dengan wajah datarnya sambil melipat tangannya di dada bersandar pada bangku tanpa membalas uluran tangan Bella


" o kamu Uda punya status belum " tanya Bella lagi setelah menarik tangannya dan menyatukan jari-jarinya sambil menatap Vero dengan tetap tersenyum


" aku su..."


" bentar , aku akan telpon dulu " kata Bella memotong perkataan Vero


Bella pun pergi sedikit menjauh dari tempatnya tadi dan mengakat telpon . sedangkan rona tetap menatap Vero dengan perasaan yang masih sangat kesal dan Vero hanya tersenyum senang menatap rona yang cemburu .


selang 15 menit Bella datang , namun tidak duduk ditempatnya tadi .


" rona aku pamit dulu ada urusan ni " kata Bella menatap rona dengan senyuman


" iya , hati-hati " saut rona dengan senyuman


" tampang sampai jumpa lagi " ujar Bella menatap Vero sambil mengerling matanya genit


Vero tidak merespon , Vero hanya diam dengan wajah datarnya bersikap dingin terhadap Bella . Bella yang melihat itu hanya tersenyum dan berlalu pergi .


" menarik dan perfect " dalam hati Bella sambil melangkah pergi keluar restoran


rona hanya mendengus kesal melihat tingkah Bella kepada Vero .


" gimana ? puas " tanya rona dengan wajah datar menatap Vero tajam


" gak puas " jawab Vero dengan senyuman


" mau nambah "


" gak "


" terus "


" mau olahraga di ranjang sama kamu lagi " kata Vero dengan senyuman manisnya sambil mengerling matanya genit kepada rona


rona yang melihat itu langsung terkejut , karena baru kali ini Vero mengerling kan mata kepadanya dan rasa kesal tadi di ganti dengan perasaan malu mengingat kejadian dirumahnya.


" awas aja kalo macam-macam sama wanita lain , aku Potong junior kamu aku kasih buaya makan " kata rona menatap Vero


" jangan dong , seram amat si ratu ku " ujar Vero dengan wajah memelas menatap rona


rona hanya memutar bola matanya malas yang sudah jengah melihat tingkah Vero . hingga tibalah pesanan mereka .


" ini pesanan Mbak sama mas nya " kata pelayan wanita sambil meletakkan pesanan rona dan Vero di meja


" makasih ya mbak " ujar rona dengan senyuman kepada pelayan itu


" sama-sama silahkan dinikmati dan saya permisi undur diri "


setelah pelayan itu pergi rona maupun Vero memakan pesanan mereka tanpa ada pembicaraan hanya terdengar dentuman sendok dan piring memecahkan keheningan .


selesai makan mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa pembicaraan dalam mobil , hanya ada keributan lalu lintas sore itu . sehingga mereka terjebak macet .


" sayang kamu kalo bosan tidur aja " kata Vero menatap rona yang memang merasa bosan


" Hem " respon rona yang tetap menatap kearah jendela mobil dengan melipat tangan di dada


" kamu masih marah " tanya Vero yang masih menatap rona


" gak "


Vero yang melihat tingkah rona hanya menghembuskan nafas . karena tingkah rona yang sensitif .


" mungkinkah lagi PMS " dalam hati Vero


saat jalanan sudah kembali lenggang Vero pun kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumah dengan mata yang tetap fokus ke depan


saat sudah sampai di rumah , Vero menatap rona yang ternyata sudah tertidur dan itu membuat Vero tersenyum .


Vero pun keluar dari mobil membuka pintu rumah yang terkunci , setelahnya mendekati rona yang ada dalam mobil dan menggendongnya masuk menuju kamar mereka


saat sudah meletakkan rona di ranjang , Vero turun ke bawah untuk menutup pagar dan mengunci pintu rumah . setelahnya dia membuka baju menuju kolam renang yang ada di belakang rumah .


" lebih bagus berenang dulu " kata Vero dan langsung menceburkan dirinya ke kolam renang


saat Vero berenang ada pasang mata yang melihatnya dari atas dengan tersenyum .


" raja ku , ku harap kau tidak akan berpaling dari ku dan ku harap kita selalu bersama selamanya sampai maut memisahkan kita "


wanita itu adalah rona dia terbangun karena mendengar suara saat Vero menceburkan diri ke kolam renang .


" aku mandi aja , setelah itu wudhu untuk shalat " kata rona saat turun dari ranjang menuju kamar mandi


selesai rona mandi dan berwudhu kemudian rona shalat . saat rona shalat Vero memasuki kamar dengan memakai handuk dan rambut basah sambil memperlihatkan sixpack pada tubuhnya . Vero langsung mengganti bajunya dan mengirimkan rambut .


saat rona selesai shalat , kini giliran Vero yang shalat . setelah shalat Vero menyimpan sajadahnya dengan sarung yang dia pakai dan sudah dia lipat di dalam lemari baju .


" rencana besok apa " tanya Vero saat sudah duduk di sisi ranjang menatap rona


" besok kita jemput anak kita dulu dan kita akan nginap di rumah keluarga ku " jawab rona menatap Vero bersandar pada kepala ranjang


" emm perlu bawah baju berapa , biar aku kemas " tanya Vero lagi


" Uda , biar aku aja "


" berapa lama kita di sana "


" 1 hari aja "


" ya sudah biar aku yang kemas " ujar Vero menuju lemari


rona pun memilih untuk memainkan hpnya . memberi kabar kepada nenek dan bang Raka , setelah memberitahu kepada mertuanya karena besok dia akan membawa Rangga anaknya .


Vero pun kembali ke ranjang dan bersamaan dengan itu rona sudah selesai memberi kabar kepada mertuanya .


" masih marah " tanya Vero menatap rona


" gak " jawab rona dengan tetap bermain hp


" iya sudah "


Vero turun dari ranjang dan pergi menuju pintu . rona yang melihat langkah Vero menuju pintu memilih untuk bertanya .


" mau kemana " tanya rona kembali duduk menatap Vero


" gak kemana-mana " jawab Vero tanpa menatap rona


Vero pun membuka pintu kamar dan langsung keluar . selang 10 menit tiba-tiba lampu malam itu padam dan itu membuat rona menjerit . Vero yang mendengar rona menjerit di dalam kamar langsung berlari menaiki tangga menemui rona


" rona " pekik Vero memasuki kamar


rona langsung memeluk Vero dengan kegelapan dalam kamar itu .


" tenang , hanya mati lampu . jangan takut , aku disini " kata Vero meyakinkan rona sambil tetap mengelus pundak rona dalam pelukannya


rona makin mempererat pelukannya , membuat junior Vero bangun dan rona dapat merasakan itu . namun , rona membiarkan hal itu . karena memang masih merasa takut dalam gelap , tapi adanya orang di dekatnya rasa takut itu berkurang .


" rona sekarang kamu baring aja , aku akan ambil lilin bentar " kata Vero membawa rona mendekati ranjang dengan pelan-pelan


" gak mau, kamu di sini aja " ujar rona dengan masih memeluk Vero


" terserah kamu " sunggut Vero menyerah


tanpa aba-aba rona mencium bibir Vero secara tiba-tiba . Vero yang merasakan itu mencoba melepas pelukannya . karena Vero yang kuat hingga rona pun terduduk pada ranjang .


" maaf aku gak sengaja " kata Vero dan mencoba mencari hpnya di nakas kemudian menghidupkan lampu senter


Vero langsung menyenterkan lampu hp nya pada rona dan di sana rona menatap dengan melotot membuat Vero terkejut dan merinding


" rona kamu kenapa ? jangan gitu dong natapnya merinding ni aku " ujar Vero menatap rona dengan perasaan takut


tiba-tiba saja rona tertawa cekikikan seperti kuntilanak dan itu makin membuat Vero merinding ketakutan .


" sayang kamu jangan bercanda , gak lucu " sunggut Vero makin merasa takut


" sekarang kamu baring " pinta rona


Vero pun langsung nurut , karena dia gak tau harus berbuat apa lagi . saat Vero sudah baring setelah meletakkan lampu senter hpnya di nakas . rona tiba saja memeluknya dengan erat.


" kamu bisa nurut gak si " kata rona saat memeluk Vero dan meletakkan kepalanya di dada bidang Vero


" kamu siapa " tanya Vero yang masih takut


" menurut mu " tanya rona balik


" terserah , aku nyerah " jawab Vero dengan napas tak beraturan menatap langit kamar yang sedikit terang akibat senter hpnya


" iya sudah diam "


rona langsung membuka kancing baju Vero dan Vero membiarkan saja . karena Vero pasrah sudah mendapatkan tingkah rona .


rona mencium kening Vero , kemudian pipi dan turun pada bibir Vero . Vero yang sudah dari tadi menahan diri , kini ikut beraduh mulut dengan rona .


" rona ja...Ngan di lanjutkan " kata Vero terbata-bata saat rona mencium lehernya


" yakin "


saat rona berkata begitu lampu pun menyala .


" selamat malam raja ku " kata rona dengan senyuman dan kemudian tidur menyamping membelakangi Vero


" kamu pandai jail juga rupanya , aku gak mau tau . tanggung jawab ini , junior Uda bangun " sunggut Vero memeluk rona dan kemudian mencium leher dan pundak rona


" Vero , aku mau tidur "


" gak , tanggung ini " ujar Vero manja


" enggak , katanya gak mau di lanjutkan "


" mau "


rona pun berbalik menatap Vero yang seperti anak kecil ingin di manja .


olahraga ranjang pun di mulai kembali , tapi yang memulai rona . sehingga membuat Vero sangat pusing dan menikmatinya .


pagi subuh tiba , rona terbangun ingin wudhu di kamar mandi . namun , ternyata dia lagi dapat . sehingga rona tidak bisa melaksanakan shalat .


" pantas sifat ku kemarin malam aneh , rupanya karena lagi datang bulan " kata rona menatap cermin kamar mandi dengan senyuman dan pipi yang merah seperti kepiting rebus


rona pun keluar kamar mandi dan membangunkan Vero untuk shalat subuh.


" sayang bangun , shalat subuh dulu "


Vero pun terbangun karena rona menggoyangkan pundaknya dan kesadaran yang belum pulih total , Vero duduk di ranjang menatap rona.


" ayo dong bangun , mandi , wudhu lepas tu shalat " pinta rona menarik tangan Vero


" iya "


Vero pun turun dari ranjang setelah kesadaran pulih total menuju kamar mandi . setelah Vero keluar dari kamar mandi dan memakai baju serta meletakkan sajadah di lantai .


" kamu gak shalat " tanya Vero menatap rona uang duduk bersandar pada kepala ranjang


" gak , lagi dapat soalnya " jawab rona


" patutlah " kata Vero dengan senyuman


Vero pun melakukan shalat subuh dan rona menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya .


...*Bersambung...


sorry ya teman2 , aku baru sekarang update


gara ada urusan 😅


okay friends , see you next time in ending next


assalamualaikum 🙂*