
...bersama menjalin cinta...
...itu terasa indah dan sungguh nyata...
...tapi terkadang aku takut...
...bila kebahagiaan kita di rusak...
...~ Rona Pra Sanjaya~...
...jangan takut...
...aku kan selalu ada untuk mu...
...walau maut menjemput ku...
...aku akan terus berusaha untuk bersama mu...
...~Vero Arga Pratama~...
...~ Happy ending~...
" sayang ayo dong di makan , biar cepat sembuh " pinta rona dengan lembut kepada Vero
" aku Uda sembuh , itu gak enak " ucap Vero merasa kesal
" jangan ke anak kecil " kata rona menatap Vero
" ok , aku makan . tapi suapi dari mulut kamu " goda Vero dengan senyuman manisnya
" gak mau , makan atau aku paksa "
mendengar rona berkata begitu , membuat Vero mau makan dengan perasaan kesal . karena rona tidak mau menuruti kemauannya .
" bagus , Alhamdulillah " ucap rona merasa senang terhadap Vero , karena Vero menghabiskan bubur ayamnya
" tau gini , aku mau nya tetap koma " sebelum Vero menyelesaikan katanya , rona menutup mulutnya dengan tapak tangan
" jangan bilang gitu " ucap rona sendu
Vero pun mencium tapak tangan rona yang masih menempel di bibir . rona yang merasakan itu , langsung menarik tangannya dan tersenyum malu . sedangkan Vero hanya cengir
" kalo gitu turuti kemauan ku " pinta Vero yang masih tersenyum melihat rona
" iya in aja , biar senang " sunggut rona kesal
selang 15 menit , mereka pun kedatangan tamu.
" assalamualaikum " ucap temannya rona memasuki ruangan
" wa'alaikumsalam " jawab rona dan Vero
" gimana Uda sembuh ? " tanya evan
" lumayan " jawab Vero singkat
" rona ! Vero kapan keluar dari RS ini " tanya Serly dengan senang
" belum tau " jawab rona
mereka terus bercerita , hingga waktu sudah menunjukkan jam 12 siang , dan mereka pun undur diri ingin shalat di masjid RS . kecuali rona , rona shalat di ruang rawat .
selesai melaksanakan shalat zhuhur , mereka pun berkumpul lagi .
" assalamualaikum " ucap mama Vero memasuki ruangan Vero
" wa'alaikumsalam "
" cucu nenek mana rona " tanya mama Vero menatap rona dengan mata berbinar
" lagi sama nenek dan bang Raka ma ditaman "
" bagaimana keadaan mu Vero " tanya Papa Vero menatap anaknya
" Uda agak mendingan pa " Jawab Vero dengan senyuman
" syukurlah kalo gitu. papa berencana untuk membuat resepsi pernikahan kalian . apa kalian mau " kata papa Vero tersenyum
" iya nak , sejak kalian nikah . kalian tidak pernah membuat acara atau pun honeymoon " timpal mama Vero menatap rona dan Vero
" kalo aku terserah rona aja ma pa " ucap Vero menatap rona dengan senyuman manisnya
" terserah mama dan papa aja " jawab rona dengan pipi memerah seperti kepiting rebus
" cie ... bentar lagi nikah ni dan langsung honeymoon " goda Nura sambil tersenyum
" pulang honeymoon bawah berita bagus ya " timpal Elsa tersenyum manis menatap rona
rona pun hanya tersenyum malu , sedangkan Vero tersenyum bahagia menatap rona yang malu dengan pipi merah .
" gak sabar ah , bentar lagi ya ratu ku . kamu akan ku terkam " dalam hati Vero
" sekali lagi ni , bagaimana ? aku belum siap . tapi ya sudahlah yang penting kebahagiaan ku ini tidak akan pernah hilang " dalam hati rona
setelah rona melahirkan saat itu , Vero di minta dokter untuk tetap berada di rumah sakit . karena luka akibat tembakan waktu itu belum sembuh total dan akhirnya tetap di rawat di rumah sakit . walau dengan berat hati Vero tidak mau , tapi dia terpaksa mau . karena rona juga memintanya .
Waktu begitu cepat berlalu dan Vero dirawat sudah sampai 10 bulan di rumah sakit , sedangkan Evan dan Nura sudah menikah dan rona mau pun Vero hanya melihat acara pernikahan temannya dari video call Serly .
" rona , Vero dan kalian . papa pamit dulu " kata papa Vero
" mau kemana papa " tanya Vero menatap papa
" mau jemput adik kamu di bandara " jawab mama Vero kepada anaknya
" serius ma pa " seru Vero bersemangat
" iya , kalo gitu papa pamit ya "
" mama juga , nanti kami kesini lagi . adik kamu katanya kangen sama kakak gantengnya " kata mama rona
setelah kepergian mama dan papa Vero , temannya rona pun merasa bingung. karena mereka tidak pernah melihat Vero bersama orang lain .
" kamu punya adik Vero " tanya evan
" iya " jawab Vero dingin menatap temannya
" cewek atau cowok " tanya Nura
" cewek "
" cantik gak " tanya evan lagi
" emang kalo cantik mau kamu apain" tanya Nura dengan wajah juteknya menjewer telinga Evan
" ehheeh gak ngapa-ngapain ko sayang " jawab Evan sambil mengusap telinganya setelah dilepas Nura
" alasan aja kamu , awas aja kalo kamu selingkuh . aku tinggal dan aku cari pangeran yang baru " bawel Nura dengan kesal sambil melipat tangannya
" jangan gitu dong , kita baru aja nikah " ucap Evan Dengan wajah memelas
" sukurin , Uda tau bini ****gimana**** orangnya . Mala nanya soal cewek segala pula ahahah " kata Roky sambil tertawa-tawa
" awas Lo ya , gue tinju Lo " kesal Evan menatap temannya
" rona aku pulang ya , aku titip Evan " kata Nura menatap rona
" ko di titipin si , aku bukan barang Lo sayang , jangan gitu dong " ucap Evan membujuk Nura
" biarin , Uda ah . assalamualaikum " ucap Nura dan melangkah pergi meninggalkan temannya
" rona , Vero aku juga pamit assalamualaikum" kata Evan kemudian mengejar Nura
semuanya pun menertawakan Evan yang lari mengejar Nura .
" Jeki Roky , emang kalian kenal adik Vero " tanya Serly dengan bingung
" kenal " Jawab Jeki dan Roky
" sejak kapan " tanya Elsa menatap Jeki
" sejak kecil " jawab Jeki
" pantaslah kalo gitu " ucap Elsa sambil manggut-manggut
" pantaslah ? maksudnya ? " tanya Roky yang bingung menatap Elsa
" iya , coba kalo kalian gak kenal . mungkin kalian Uda kayak Evan " jawab rona sambil tertawa-tawa ringan mengingat Evan
" ya enggak mungkin dong , kan Uda ada yang cantik , manis dan imut . malas ah cari yang lain " jelas Roky sambil menatap Serly di sampingnya dan merangkul pundak Serly
" eleee alasan , nanti pas jumpa langsung di dekati seperti cicak . lekat terus " ejek Vero menatap Roky sambil cengir
" gak akan " sergak Roky cepat
" kalo kamu Jeki " goda Serly menatap Jeki
" kita lihat aja " jawab Jeki acuh
" lihat apa ah " tanya Elsa tajam menatap Jeki disampingnya
" ga ada Lo Queen " jawab Jeki tersenyum manis sambil menggenggam tangan Elsa
" awas aja kalo dekat ya , kita batal nikah " kesal Elsa dan menepis tangan Jeki
" gak akan , tapi kalo kamu mau batal nikah ya gapapa. aku bisa cari yang lain " ucap Jeki dingin tanpa menatap Elsa
Elsa semakin kesal , sedangkan temannya yang lain menahan tawa melihat tingkah mereka .
" ya uda kita batalin , by . aku mau cari yang baru " kata Elsa dan melangkah kakinya menuju pintu , namun tangannya di tahan oleh Jeki
" kalo sampai cari yang lain , aku bunuh tu cowok yang dekat kamu " ucap Jeki dingin menatap Elsa
Elsa yang mendengar langsung ciut dan merasa takut . karena Elsa tau gimana Jeki bila sudah murka . sedangkan temannya langsung diam .
" assalamualaikum " ucap Elsa sambil melepaskan tangannya dari cekalan tangan Jeki dan berlari pergi keluar
" Vero gue balik , assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam "
Jeki pun pergi juga ngejar Elsa , sedangkan temannya menarik nafas karena melihat sikap Jeki tadi terhadap Elsa .
" itu anak kalo marah kayak singa , heran gue . padahal cuma bercanda , ko Mala jadi serius gini " kata Roky sambil menatap temannya
" Uda biarin aja , itu privasi mereka . tapi mereka cocok Lo . iya kan " timpal Serly tersenyum
" kalian gak pulang , atau masih penasaran dengan adik ku " tanya vero menatap temannya
" kamu pulang juga , kalo begitu kami pamit " Jawab Roky dengan senyumnya
" iya hati-hati " kata rona mengingatkan
" pasti dong rona " saut Roky
" iya sudah , Vero cepat sembuh ya . aku gak sabar ni mau liburan di puncak seperti dulu " timpal Serly tersenyum senang
" amin , doa in aja ya Serly . aku juga bosan disini , di tambah lagi makanan yang gak ada enaknya " keluh Vero
" iya Uda , dadaa assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam "
setelah kepergian Roky maupun Serly , tinggal rona dan Vero di ruangan itu . tapi selang berapa waktu nenek , Revan , Anjani dan Raka masuk berserta dengan 3 bayi .
mereka juga pamit pulang sambil membawa anak kembar rona dan tak lupa mengucapkan salam . sedangkan rona dengan berat hati merelakan anaknya di jaga sama keluarganya .
" rona aku boleh minta gak " kata Vero mencair suasana yang sunyi .
" minta apa " tanya rona dengan bingung
" boleh atau engga " tanya Vero balik
" iya , boleh apa " jawab rona dengan perasaan aneh
" dekatkan wajah mu " pinta Vero
" buat " tanya rona lagi
" aku ingin membisikan sesuatu " Jawab Vero
rona pun mendekatkan telinganya , Vero yang melihat itu langsung tersenyum . dengan cepat Vero memegang ke dua pipi rona dan menghadapkan wajah rona di wajahnya .
~Cup~
Vero pun mencium bibir rona dengan lembut , sedangkan rona membelalakkan matanya dan kemudian dia pun terlena .
mereka pun bercumbu dengan aduh bibir , tanpa sadar rona meremas rambut Vero . sedangkan Vero sangat senang , mereka terus melanjutkan sampai akhirnya Vero yang mengakhiri karena sudah sulit untuk bernapas . sedangkan rona menatap Vero dengan mata sayu dan napas yang tak teratur .
" Uda puas " tanya rona sambil mengatur nafas
" belum , aku mau lagi ratu ku . sudah lama aku tidak bermesraan dengan mu " jawab Vero setelah memulihkan nafasnya
" Uda , ini di rumah sakit Vero . bila nanti ada yang masuk dan melihat kita gimana " tanya rona yang merasa kesal
" biarin di lihat , kalo ada pun yang lihat . pasti mereka akan mengerti " jawab Vero dengan senyuman manisnya
" terserah kamu "
mendengar itu Vero dengan cepat menangkup wajah rona lagi dan adegan mesra itu terulang lagi . sedangkan rona hanya pasrah meladeni Vero , karena dia juga rindu bercumbu dengan Vero seperti dulu .
mereka terus beraduh mulut sampai mereka tidak menyadari kehadiran seorang wanita yang memerhatikan mereka dengan mata tanpa berkedip dan senyuman manisnya .
" berapa lama lagi kakak " tanya nya
mendengar itu seponstang rona dan Vero melepaskan ciuman mereka. rona pun langsung lari ke kamar mandi , sedangkan Vero merasa kesal karena merasa terganggu .
" kamu kalo masuk ucap salam dulu " ucap Vero menatap wanita itu dengan kesal
" Uda ku ucap kak , kakak aja yang terlalu sibuk" katanya membela diri dengan tersenyum sambil mendekat dan berdiri disisi kiri Vero
" mau nya kamu datangnya besok Kelin , kamu selalu saja mengganggu , disaat kakak selalu happy " jelas Vero yang masih kesal
" gak bisa kak , kalian nikah aku gak ada . terus kalian mendapatkan musibah aku juga gak ada . gara-gara kuliah aku gak bisa ada di dekat kakak dan kakak ipar " kata Kelin panjang lebar menatap sendu kakaknya
" iya dong mau nginap dan mau kepo in kakak juga . bolehkan " katanya dengan mata berbinar
" gak boleh "
" kenapa kak "
" kamu pengganggu soalnya "
" iiiii kakak ini , bolehin ngapa "
" Uda biar aja dia nginap Vero " kata rona yang baru keluar dari kamar mandi dan kembali duduk kursi disisi kanan Vero
" hore " seru Kelin merasa senang
" gak boleh , sekarang kamu pulang keburu malam nanti " pinta Vero tegas menatap adiknya
" kakak ipar " rengek Kelin menatap rona
" Uda biarin aja "
" ok boleh , tapi kamu tidur di sofa atau lantai ya dan ingat jangan jadi pengganggu " tegas Vero kepada adiknya
" siap pak " ucap Kelin sambil hormat seperti tentara kepada Vero
rona hanya tersenyum melihat tingkah suaminya dengan adik iparnya . sedangkan Vero nampak masih kesal menatap adiknya.
" kamu jagain bentar kakak kamu , kakak mau ke kantin untuk membeli makanan untuk kita " pinta rona kepada Kelin
" ok kakak ipar "
setelah kepergian rona , Kelin pun langsung punya pertanyaan kepada Vero .
" kakak ko bisa nikah sama kak rona , bukannya kakak sama kak rona sudah putus ya " tanya Kelin
" siapa yang bilang putus " tanya Vero balik
" Ardi "
" kapan kau bertemu dengannya "
" 5 tahun yang lalu kak , setelah itu aku gak pernah ketemu dia lagi "
" dia ko bisa ketemu kamu " tanya Vero menatap adiknya dengan penasaran
" dia datang ke rumah kak , saat kakak ada di Australia "
" bagus lah kakak kira kamu baru ketemu dia baru-baru ini "
" enggak kak . emang kenapa Kak " tanya Kelin merasa bingung kepada Vero
" dia lah yang membuat kakak seperti ini dan hampir saja kakak kehilangan rona " jawab Vero dengan kesal bila mengingat kejadian itu
" benarkah kak , apa mungkin dia menyukai kak ipar rona "
" iya , dia terobsesi dengan rona dan mungkin sekarang dia lagi di penjara "
" syukurlah kalo gitu kak , berarti kak rona memang wanita yang sudah ditakdirkan untuk kakak ku yang ganteng ini " kata Kelin sambil mencubit kedua pipi Vero
" Kelin sakit " ucap Vero kesal sambil melepaskan tangan Kelin dari pipinya
" sorry kak , abis kakak gemesin " kata Kelin sambil tertawa melihat kakaknya yang kesal
" kuliah kamu sudah siap "
" sudah kak "
" masih mau lanjut "
" gak ah , aku mau nikah aja . biar bisa kayak kakak tadi " jawabnya sambil tertawa-tawa
" gak boleh , kalo kamu mau nikah . harus kenalin kepada kakak dulu . karena sekarang jaman edan Kelin " jelas Vero
" iya in aja "
" atau mau kakak Carikan "
" gak mau "
" iya Uda terserah kamu , tapi ingat Kelin . kamu harus hati-hati sama pria dan kamu harus bisa jaga hati . kalo milih pasangan lihat sifatnya , jangan bentuknya. kamu ngertikan " jelas Vero yang merasa khawatir terhadap Kelin , adiknya
" pasti dong kak , tapi gimana rasanya tadi kak? manis , pahit atau asin " goda Kelin bertanya kepada kakak , Vero .
" jangan pernah mencoba apa yang kamu lihat tadi , tunggu kamu nikah . baru kamu bisa melakukan apa pun . ingat itu Kelin " tegas Vero menatap adiknya dengan tajam
" ih ! kakak santai aja . aku akan jaga diri dan jaga hati . agar gak mudah jatuh dalam jurang " kata Kelin sambil meletakkan tangan kanannya di dada , dengan PD nya .
kakak dan adik ini pun terus berdebat dan berbicara sampai akhirnya rona datang membawa 2 kota makan serta 1 mangkok bubur ayam .
" ayo , kalian pasti membicarakan ku kan . ngaku " canda rona menatap Vero dan Kelin
" gak tu " Vero
" ge'er kak " Kelin sambil tertawa ringan
" masa ? Vero " tanya rona menatap Vero
" apa mau di cium lagi " kata Vero dengan senyuman manisnya sambil mengerling matanya . menggoda rona
" kakak Vero " pekik Kelin
" apa si " tanya Vero kesal menatap adiknya
" aku jomblo Lo , jangan mesra didepan ku " pinta Kelin dengan cemberut
" sokorin , makanya kamu pulang " kata Vero mengacuhkan adiknya
" kakak ipar " rengek Kelin memanggil rona
" Vero gak boleh gitu dong , dia adik kamu Lo " bujuk rona kepada Vero . suaminya
" dia nanti gangguin kita Lo "
" Uda biarin di gangguin " kata rona menatap kelin dengan senyuman dan mengacuhkan Vero
" ko gitu si kamu , aku gak bisa lah kalo ada orang ketiga diantara kita " keluh Vero menatap rona dengan wajah memelas
" nanti kalo kamu sudah sembuh dan bebas dari sini . aku janji akan turuti semua kemauan kamu raja ku " bisik rona ditelinga Vero
" baiklah Kelin , kamu boleh tetap disini . tapi ingat jangan ribut " kata Vero dengan perasaan senang
" Hero ! " seru Kelin merasa senang
" sekarang kita makan dulu Kelin " pinta rona dengan senyuman menatap Kelin
" iya kak ipar makasih ya " ucap Kelin sambil tersenyum manis kepada rona
mereka pun makan malam bersama , setelah selesai makan mereka melaksanakan shalat bersama di ruang rawat Vero .
" keponakan ku mana kak " tanya Kelin kepada rona
" o Uda di bawah nenek buyutnya ke rumah sore tadi sebelum Maghrib " jawab rona dengan senyuman kepada kelin
setelah kepulangan teman rona . nenek , Revan , Anjani dan Raka pun memasuki ruangan Vero untuk pamit dan juga ingin membawa bayi mereka . awalnya rona tidak mau , tapi karena Vero dan bujukan nenek . akhirnya rona memberikan tanggung jawab bayinya kepada keluarganya .
...kembali ke topik...
" nama kedua keponakan ku apa kak " tanya Kelin lagi
" Anggita Sanjaya Pratama dan Rangga Sanjaya Pratama " jawab Vero menimpali perbicangan kedua wanita
" bagus banget nama kedua keponakan aku kak , pasti cantik dan tampang "
" ya jelas dong " Jawab Vero membanggakan diri dengan senyuman manisnya
" narsis " serentak rona dan Kelin
mereka pun sedikit bercanda dengan bercerita tentang kisah cinta Vero dan rona . sedangkan Kelin mendengar dengan takjub , sedih dan juga senang mau pun bahagia .
" kisah cinta kak Vero dan kak rona seperti dalam dongeng dan novel " seru Kelin
" ya gitu lah dek , dulu kakak hampir saja melepaskan kakak mu . tapi karena memang sudah takdir dan kami berjodoh . kami masih tetap bersama " jelas rona dengan senyuman
" dan kakak hampir saja kehilangan kakak ipar kamu , tapi Allah SWT masih meridhoi kamu untuk tetap bersatu . walau rintangan dan begitu banyak peristiwa berdatangan secara bergiliran " lanjut Vero tersenyum sambil menggenggam erat tangan kanan rona dan menciumnya
" ku harap kakak dan kakak ipar tetap bersama dan tak akan berpisah lagi " ucap Kelin dengan senyuman menatap kakaknya
" aamiin " serentak rona dan Vero dengan senyuman manis
" sepertinya aku harus menulis kisah kakak di buku , pasti laris " kata Kelin dan di akhiri dengan tawanya
lama berbicara , mereka memilih untuk tidur di temani suara petir dan derasan air hujan . namun rona terbangun di jam 1 pagi karena merasa dingin .
" masih jam 1 , ko dingin sekali . apa aku tidur di samping Vero aja dan biar Kelin bisa berselimut . ya gitu aja , lagian Uda lama juga "
saat ini rona tidur dengan Kelin dilantai beralas tikar , tapi karena selimut tebalnya hanya 1 dan cukup untuk satu orang . maka dia mengalah dan tidur di sisi kiri Vero .
" Vero , raja ku . kamu masih seperti dulu , berpelukan dengan mu . membuat ku sangat nyaman dalam kehangatan yang kau miliki " kata rona sambil memeluk Vero kemudian dia menatap Vero
~Cup~
rona mencium sekilas bibir Vero , setelah itu dia tidur menutup matanya . sedangkan Vero sangat merasa senang , karena dia terbangun akibat rona menaiki ranjangnya .
" oh kamu belum puas ya ratu ku "
rona pun terbangun mendengar suara Vero dan dia hanya tersenyum menatap Vero .
" Uda tidur aja " pinta rona
" No aku mau Kiss you my queen " ucap Vero sambil tersenyum manis menatap mata rona
mereka pun bertatapan dan Vero perlahan memiringkan kepalanya dan rona hanya tersenyum , karena rona juga mengerti .
adu mulut pun di mulai lagi dengan sangat panas , dikarenakan Vero yang sudah mulai benar sembuh . sehingga Vero bisa lebih mempererat pelukannya terhadap rona , sedangkan rona dengan senang hati meladeni permainan Vero .
tangan Vero dengan nakal meraba dan menjamah tubuh rona . sedangkan rona menikmati tiap sentuhan dan sensasi yang di berikan Vero .
sudah 1 jam mereka bercumbu mesra dan pada akhirnya mereka pun tertidur dengan berpelukan .
pagi yang cerah pun tiba dan yang pertama bangun adalah Kelin . Kelin meraba di sampingnya mencari keberadaan rona .
" kak ipar Uda bangun ya ? jam berapa si . emm jam 6 pagi rupanya** " kata Kelin sambil melihat jam di hp nya dan dia langsung bangun
saat Kelin berdiri dan langsung menatap di ranjang Vero . dia pun menatap dengan terkejut melihat rona dan Vero berpelukan .
" pantasan kakak gak ingin aku disini , pasti karena gak bisa jaga hasratnya . ok baiklah kakak ku yang tampang , aku gak akan ganggu lagi . biar puas " kata Kelin dan kemudian dia pun tertawa dan geleng kepala
Kelin pun memutuskan untuk pulang setelah mencuci mukanya di kamar mandi , dia pun pamit setelah menulis sebuah surat dan meletakkannya di nakas .
" sampai ketemu lagi kakak ipar ku yang cantik dan kakak tampang ku . aku pamit " ucapnya di dekat pintu dan dia pun sedikit menertawakan Vero serta rona
waktu menunjukkan jam 8 pagi , rona pun terbangun dalam pelukan Vero .
" Kelin mana " tanyanya menatap sekeliling ruangan Vero
" o Uda pulang " kata rona setelah mendapat selembar kertas di nakas dan membacanya
...kak aku pamit , sekali lagi aku gak akan ganggu agar kakak gak nahan terus . hahahaha...
...assalamualaikum...
...Kelin...
" wa'alaikumsalam " jawab rona pelan dengan pipi memerah sambil menatap kertas tersebut
rona pun memilih mandi dan mengganti pakaiannya dengan yang baru . setelah itu dia membangun Vero untuk di mandikan .
" Vero "
" raja ku , ayo bangun Uda siang Lo "
~Cup~
rona mencium kening Vero dan Vero pun langsung bangun menatap rona .
" yang ini juga cium dong " pinta Vero menunjukkan bibirnya dengan jari telunjuk
" mandi dulu "
" cium dulu " pinta Vero yang tidak mau kalah
" bau tau , mandi dulu . setelah itu pasti aku cium " kata rona dengan senyuman dan pipi yang merah
" ok , tapi kamu yang mandiin aku "
" iya sudah "
rona pun pasrah menuruti semua kemauan Vero dan Vero sungguh merasa senang di manjakan oleh rona istrinya .
setelah selesai mandi dan sarapan . dokter pun masuk untuk memeriksa keadaan Vero .
" gimana dong keadaan suami saya ? ada perkembangan kan " tanya rona kepada dokter dengan perasaan khawatir
" Alhamdulillah Bu , pa Vero sudah bisa pulang besok . tapi bila ada gejala atau rasa sakit apa pun segera datang ya Bu pa " jelas dokter sambil menatap rona dan Vero
" baiklah dokter , terima kasih " ucap Vero dengan senyuman
" kalo gitu saya izin pamit ya pa Bu "
dokter pun pergi dengan senyuman , sedangkan rona dan Vero sangat merasa senang .
" akhirnya aku bebas dan kamu rona masih ingatkan dengan janji kamu " tanya Vero menatap rona dengan senyuman manisnya
" emmm aku ingat , ya sudah aku mau hubungi keluarga kita dulu " kata rona dan menjauh dari Vero sedangkan Vero hanya tertawa melihat rona yang salting
rona pun sudah memberi kabar kepada keluarganya dan ke mertuanya . setelah itu dia menemani Vero lagi .
sungguh Vero merasa senang , karena dia bisa membuka puasanya yang terus dia tahan . yaitu juniornya , karena bila rona sudah dekat dengannya dia selalu menahan diri dan besok dia tidak perlu menahan diri lagi . sedangkan rona sudah tau apa yang di pikirkan Vero dan dia hanya tersenyum dan juga kesal .
...Bersambung...