Rona

Rona
eps . 18 Kelin Adik Vero



...bersama menjalin cinta...


...itu terasa indah dan sungguh nyata...


...tapi terkadang aku takut...


...bila kebahagiaan kita di rusak...


...~ Rona Pra Sanjaya~...


...jangan takut...


...aku kan selalu ada untuk mu...


...walau maut menjemput ku...


...aku akan terus berusaha untuk bersama mu...


...~Vero Arga Pratama~...


...~ Happy ending~...


" sayang ayo dong di makan , biar cepat sembuh " pinta rona dengan lembut kepada Vero


" aku Uda sembuh , itu gak enak " ucap Vero merasa kesal


" jangan ke anak kecil " kata rona menatap Vero


" ok , aku makan . tapi suapi dari mulut kamu " goda Vero dengan senyuman manisnya


" gak mau , makan atau aku paksa "


mendengar rona berkata begitu , membuat Vero mau makan dengan perasaan kesal . karena rona tidak mau menuruti kemauannya .


" bagus , Alhamdulillah " ucap rona merasa senang terhadap Vero , karena Vero menghabiskan bubur ayamnya


" tau gini , aku mau nya tetap koma " sebelum Vero menyelesaikan katanya , rona menutup mulutnya dengan tapak tangan


" jangan bilang gitu " ucap rona sendu


Vero pun mencium tapak tangan rona yang masih menempel di bibir . rona yang merasakan itu , langsung menarik tangannya dan tersenyum malu . sedangkan Vero hanya cengir


" kalo gitu turuti kemauan ku " pinta Vero yang masih tersenyum melihat rona


" iya in aja , biar senang " sunggut rona kesal


selang 15 menit , mereka pun kedatangan tamu.


" assalamualaikum " ucap temannya rona memasuki ruangan


" wa'alaikumsalam " jawab rona dan Vero


" gimana Uda sembuh ? " tanya evan


" lumayan " jawab Vero singkat


" rona ! Vero kapan keluar dari RS ini " tanya Serly dengan senang


" belum tau " jawab rona


mereka terus bercerita , hingga waktu sudah menunjukkan jam 12 siang , dan mereka pun undur diri ingin shalat di masjid RS . kecuali rona , rona shalat di ruang rawat .


selesai melaksanakan shalat zhuhur , mereka pun berkumpul lagi .


" assalamualaikum " ucap mama Vero memasuki ruangan Vero


" wa'alaikumsalam "


" cucu nenek mana rona " tanya mama Vero menatap rona dengan mata berbinar


" lagi sama nenek dan bang Raka ma ditaman "


" bagaimana keadaan mu Vero " tanya Papa Vero menatap anaknya


" Uda agak mendingan pa " Jawab Vero dengan senyuman


" syukurlah kalo gitu. papa berencana untuk membuat resepsi pernikahan kalian . apa kalian mau " kata papa Vero tersenyum


" iya nak , sejak kalian nikah . kalian tidak pernah membuat acara atau pun honeymoon " timpal mama Vero menatap rona dan Vero


" kalo aku terserah rona aja ma pa " ucap Vero menatap rona dengan senyuman manisnya


" terserah mama dan papa aja " jawab rona dengan pipi memerah seperti kepiting rebus


" cie ... bentar lagi nikah ni dan langsung honeymoon " goda Nura sambil tersenyum


" pulang honeymoon bawah berita bagus ya " timpal Elsa tersenyum manis menatap rona


rona pun hanya tersenyum malu , sedangkan Vero tersenyum bahagia menatap rona yang malu dengan pipi merah .


" gak sabar ah , bentar lagi ya ratu ku . kamu akan ku terkam " dalam hati Vero


" sekali lagi ni , bagaimana ? aku belum siap . tapi ya sudahlah yang penting kebahagiaan ku ini tidak akan pernah hilang " dalam hati rona


setelah rona melahirkan saat itu , Vero di minta dokter untuk tetap berada di rumah sakit . karena luka akibat tembakan waktu itu belum sembuh total dan akhirnya tetap di rawat di rumah sakit . walau dengan berat hati Vero tidak mau , tapi dia terpaksa mau . karena rona juga memintanya .


Waktu begitu cepat berlalu dan Vero dirawat sudah sampai 10 bulan di rumah sakit , sedangkan Evan dan Nura sudah menikah dan rona mau pun Vero hanya melihat acara pernikahan temannya dari video call Serly .


" rona , Vero dan kalian . papa pamit dulu " kata papa Vero


" mau kemana papa " tanya Vero menatap papa


" mau jemput adik kamu di bandara " jawab mama Vero kepada anaknya


" serius ma pa " seru Vero bersemangat


" iya , kalo gitu papa pamit ya "


" mama juga , nanti kami kesini lagi . adik kamu katanya kangen sama kakak gantengnya " kata mama rona


setelah kepergian mama dan papa Vero , temannya rona pun merasa bingung. karena mereka tidak pernah melihat Vero bersama orang lain .


" kamu punya adik Vero " tanya evan


" iya " jawab Vero dingin menatap temannya


" cewek atau cowok " tanya Nura


" cewek "


" cantik gak " tanya evan lagi


" emang kalo cantik mau kamu apain" tanya Nura dengan wajah juteknya menjewer telinga Evan


" ehheeh gak ngapa-ngapain ko sayang " jawab Evan sambil mengusap telinganya setelah dilepas Nura


" alasan aja kamu , awas aja kalo kamu selingkuh . aku tinggal dan aku cari pangeran yang baru " bawel Nura dengan kesal sambil melipat tangannya


" jangan gitu dong , kita baru aja nikah " ucap Evan Dengan wajah memelas


" sukurin , Uda tau bini ****gimana**** orangnya . Mala nanya soal cewek segala pula ahahah " kata Roky sambil tertawa-tawa


" awas Lo ya , gue tinju Lo " kesal Evan menatap temannya


" rona aku pulang ya , aku titip Evan " kata Nura menatap rona


" ko di titipin si , aku bukan barang Lo sayang , jangan gitu dong " ucap Evan membujuk Nura


" biarin , Uda ah . assalamualaikum " ucap Nura dan melangkah pergi meninggalkan temannya


" rona , Vero aku juga pamit assalamualaikum" kata Evan kemudian mengejar Nura


semuanya pun menertawakan Evan yang lari mengejar Nura .


" Jeki Roky , emang kalian kenal adik Vero " tanya Serly dengan bingung


" kenal " Jawab Jeki dan Roky


" sejak kapan " tanya Elsa menatap Jeki


" sejak kecil " jawab Jeki


" pantaslah kalo gitu " ucap Elsa sambil manggut-manggut


" pantaslah ? maksudnya ? " tanya Roky yang bingung menatap Elsa


" iya , coba kalo kalian gak kenal . mungkin kalian Uda kayak Evan " jawab rona sambil tertawa-tawa ringan mengingat Evan


" ya enggak mungkin dong , kan Uda ada yang cantik , manis dan imut . malas ah cari yang lain " jelas Roky sambil menatap Serly di sampingnya dan merangkul pundak Serly


" eleee alasan , nanti pas jumpa langsung di dekati seperti cicak . lekat terus " ejek Vero menatap Roky sambil cengir


" gak akan " sergak Roky cepat


" kalo kamu Jeki " goda Serly menatap Jeki


" kita lihat aja " jawab Jeki acuh


" lihat apa ah " tanya Elsa tajam menatap Jeki disampingnya


" ga ada Lo Queen " jawab Jeki tersenyum manis sambil menggenggam tangan Elsa


" awas aja kalo dekat ya , kita batal nikah " kesal Elsa dan menepis tangan Jeki


" gak akan , tapi kalo kamu mau batal nikah ya gapapa. aku bisa cari yang lain " ucap Jeki dingin tanpa menatap Elsa


Elsa semakin kesal , sedangkan temannya yang lain menahan tawa melihat tingkah mereka .


" ya uda kita batalin , by . aku mau cari yang baru " kata Elsa dan melangkah kakinya menuju pintu , namun tangannya di tahan oleh Jeki


" kalo sampai cari yang lain , aku bunuh tu cowok yang dekat kamu " ucap Jeki dingin menatap Elsa


Elsa yang mendengar langsung ciut dan merasa takut . karena Elsa tau gimana Jeki bila sudah murka . sedangkan temannya langsung diam .


" assalamualaikum " ucap Elsa sambil melepaskan tangannya dari cekalan tangan Jeki dan berlari pergi keluar


" Vero gue balik , assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


Jeki pun pergi juga ngejar Elsa , sedangkan temannya menarik nafas karena melihat sikap Jeki tadi terhadap Elsa .


" itu anak kalo marah kayak singa , heran gue . padahal cuma bercanda , ko Mala jadi serius gini " kata Roky sambil menatap temannya


" Uda biarin aja , itu privasi mereka . tapi mereka cocok Lo . iya kan " timpal Serly tersenyum


" kalian gak pulang , atau masih penasaran dengan adik ku " tanya vero menatap temannya


" kamu pulang juga , kalo begitu kami pamit " Jawab Roky dengan senyumnya


" iya hati-hati " kata rona mengingatkan


" pasti dong rona " saut Roky


" iya sudah , Vero cepat sembuh ya . aku gak sabar ni mau liburan di puncak seperti dulu " timpal Serly tersenyum senang


" amin , doa in aja ya Serly . aku juga bosan disini , di tambah lagi makanan yang gak ada enaknya " keluh Vero


" iya Uda , dadaa assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


setelah kepergian Roky maupun Serly , tinggal rona dan Vero di ruangan itu . tapi selang berapa waktu nenek , Revan , Anjani dan Raka masuk berserta dengan 3 bayi .


mereka juga pamit pulang sambil membawa anak kembar rona dan tak lupa mengucapkan salam . sedangkan rona dengan berat hati merelakan anaknya di jaga sama keluarganya .


" rona aku boleh minta gak " kata Vero mencair suasana yang sunyi .


" minta apa " tanya rona dengan bingung


" boleh atau engga " tanya Vero balik


" iya , boleh apa " jawab rona dengan perasaan aneh


" dekatkan wajah mu " pinta Vero


" buat " tanya rona lagi


" aku ingin membisikan sesuatu " Jawab Vero


rona pun mendekatkan telinganya , Vero yang melihat itu langsung tersenyum . dengan cepat Vero memegang ke dua pipi rona dan menghadapkan wajah rona di wajahnya .


~Cup~


Vero pun mencium bibir rona dengan lembut , sedangkan rona membelalakkan matanya dan kemudian dia pun terlena .


mereka pun bercumbu dengan aduh bibir , tanpa sadar rona meremas rambut Vero . sedangkan Vero sangat senang , mereka terus melanjutkan sampai akhirnya Vero yang mengakhiri karena sudah sulit untuk bernapas . sedangkan rona menatap Vero dengan mata sayu dan napas yang tak teratur .


" Uda puas " tanya rona sambil mengatur nafas


" belum , aku mau lagi ratu ku . sudah lama aku tidak bermesraan dengan mu " jawab Vero setelah memulihkan nafasnya


" Uda , ini di rumah sakit Vero . bila nanti ada yang masuk dan melihat kita gimana " tanya rona yang merasa kesal


" biarin di lihat , kalo ada pun yang lihat . pasti mereka akan mengerti " jawab Vero dengan senyuman manisnya


" terserah kamu "


mendengar itu Vero dengan cepat menangkup wajah rona lagi dan adegan mesra itu terulang lagi . sedangkan rona hanya pasrah meladeni Vero , karena dia juga rindu bercumbu dengan Vero seperti dulu .


mereka terus beraduh mulut sampai mereka tidak menyadari kehadiran seorang wanita yang memerhatikan mereka dengan mata tanpa berkedip dan senyuman manisnya .


" berapa lama lagi kakak " tanya nya


mendengar itu seponstang rona dan Vero melepaskan ciuman mereka. rona pun langsung lari ke kamar mandi , sedangkan Vero merasa kesal karena merasa terganggu .


" kamu kalo masuk ucap salam dulu " ucap Vero menatap wanita itu dengan kesal


" Uda ku ucap kak , kakak aja yang terlalu sibuk" katanya membela diri dengan tersenyum sambil mendekat dan berdiri disisi kiri Vero


" mau nya kamu datangnya besok Kelin , kamu selalu saja mengganggu , disaat kakak selalu happy " jelas Vero yang masih kesal


" gak bisa kak , kalian nikah aku gak ada . terus kalian mendapatkan musibah aku juga gak ada . gara-gara kuliah aku gak bisa ada di dekat kakak dan kakak ipar " kata Kelin panjang lebar menatap sendu kakaknya


" iya dong mau nginap dan mau kepo in kakak juga . bolehkan " katanya dengan mata berbinar


" gak boleh "


" kenapa kak "


" kamu pengganggu soalnya "


" iiiii kakak ini , bolehin ngapa "


" Uda biar aja dia nginap Vero " kata rona yang baru keluar dari kamar mandi dan kembali duduk kursi disisi kanan Vero


" hore " seru Kelin merasa senang


" gak boleh , sekarang kamu pulang keburu malam nanti " pinta Vero tegas menatap adiknya


" kakak ipar " rengek Kelin menatap rona


" Uda biarin aja "


" ok boleh , tapi kamu tidur di sofa atau lantai ya dan ingat jangan jadi pengganggu " tegas Vero kepada adiknya


" siap pak " ucap Kelin sambil hormat seperti tentara kepada Vero


rona hanya tersenyum melihat tingkah suaminya dengan adik iparnya . sedangkan Vero nampak masih kesal menatap adiknya.


" kamu jagain bentar kakak kamu , kakak mau ke kantin untuk membeli makanan untuk kita " pinta rona kepada Kelin


" ok kakak ipar "


setelah kepergian rona , Kelin pun langsung punya pertanyaan kepada Vero .


" kakak ko bisa nikah sama kak rona , bukannya kakak sama kak rona sudah putus ya " tanya Kelin


" siapa yang bilang putus " tanya Vero balik


" Ardi "


" kapan kau bertemu dengannya "


" 5 tahun yang lalu kak , setelah itu aku gak pernah ketemu dia lagi "


" dia ko bisa ketemu kamu " tanya Vero menatap adiknya dengan penasaran


" dia datang ke rumah kak , saat kakak ada di Australia "


" bagus lah kakak kira kamu baru ketemu dia baru-baru ini "


" enggak kak . emang kenapa Kak " tanya Kelin merasa bingung kepada Vero


" dia lah yang membuat kakak seperti ini dan hampir saja kakak kehilangan rona " jawab Vero dengan kesal bila mengingat kejadian itu


" benarkah kak , apa mungkin dia menyukai kak ipar rona "


" iya , dia terobsesi dengan rona dan mungkin sekarang dia lagi di penjara "


" syukurlah kalo gitu kak , berarti kak rona memang wanita yang sudah ditakdirkan untuk kakak ku yang ganteng ini " kata Kelin sambil mencubit kedua pipi Vero


" Kelin sakit " ucap Vero kesal sambil melepaskan tangan Kelin dari pipinya


" sorry kak , abis kakak gemesin " kata Kelin sambil tertawa melihat kakaknya yang kesal


" kuliah kamu sudah siap "


" sudah kak "


" masih mau lanjut "


" gak ah , aku mau nikah aja . biar bisa kayak kakak tadi " jawabnya sambil tertawa-tawa


" gak boleh , kalo kamu mau nikah . harus kenalin kepada kakak dulu . karena sekarang jaman edan Kelin " jelas Vero


" iya in aja "


" atau mau kakak Carikan "


" gak mau "


" iya Uda terserah kamu , tapi ingat Kelin . kamu harus hati-hati sama pria dan kamu harus bisa jaga hati . kalo milih pasangan lihat sifatnya , jangan bentuknya. kamu ngertikan " jelas Vero yang merasa khawatir terhadap Kelin , adiknya


" pasti dong kak , tapi gimana rasanya tadi kak? manis , pahit atau asin " goda Kelin bertanya kepada kakak , Vero .


" jangan pernah mencoba apa yang kamu lihat tadi , tunggu kamu nikah . baru kamu bisa melakukan apa pun . ingat itu Kelin " tegas Vero menatap adiknya dengan tajam


" ih ! kakak santai aja . aku akan jaga diri dan jaga hati . agar gak mudah jatuh dalam jurang " kata Kelin sambil meletakkan tangan kanannya di dada , dengan PD nya .


kakak dan adik ini pun terus berdebat dan berbicara sampai akhirnya rona datang membawa 2 kota makan serta 1 mangkok bubur ayam .


" ayo , kalian pasti membicarakan ku kan . ngaku " canda rona menatap Vero dan Kelin


" gak tu " Vero


" ge'er kak " Kelin sambil tertawa ringan


" masa ? Vero " tanya rona menatap Vero


" apa mau di cium lagi " kata Vero dengan senyuman manisnya sambil mengerling matanya . menggoda rona


" kakak Vero " pekik Kelin


" apa si " tanya Vero kesal menatap adiknya


" aku jomblo Lo , jangan mesra didepan ku " pinta Kelin dengan cemberut


" sokorin , makanya kamu pulang " kata Vero mengacuhkan adiknya


" kakak ipar " rengek Kelin memanggil rona


" Vero gak boleh gitu dong , dia adik kamu Lo " bujuk rona kepada Vero . suaminya


" dia nanti gangguin kita Lo "


" Uda biarin di gangguin " kata rona menatap kelin dengan senyuman dan mengacuhkan Vero


" ko gitu si kamu , aku gak bisa lah kalo ada orang ketiga diantara kita " keluh Vero menatap rona dengan wajah memelas


" nanti kalo kamu sudah sembuh dan bebas dari sini . aku janji akan turuti semua kemauan kamu raja ku " bisik rona ditelinga Vero


" baiklah Kelin , kamu boleh tetap disini . tapi ingat jangan ribut " kata Vero dengan perasaan senang


" Hero ! " seru Kelin merasa senang


" sekarang kita makan dulu Kelin " pinta rona dengan senyuman menatap Kelin


" iya kak ipar makasih ya " ucap Kelin sambil tersenyum manis kepada rona


mereka pun makan malam bersama , setelah selesai makan mereka melaksanakan shalat bersama di ruang rawat Vero .


" keponakan ku mana kak " tanya Kelin kepada rona


" o Uda di bawah nenek buyutnya ke rumah sore tadi sebelum Maghrib " jawab rona dengan senyuman kepada kelin


setelah kepulangan teman rona . nenek , Revan , Anjani dan Raka pun memasuki ruangan Vero untuk pamit dan juga ingin membawa bayi mereka . awalnya rona tidak mau , tapi karena Vero dan bujukan nenek . akhirnya rona memberikan tanggung jawab bayinya kepada keluarganya .


...kembali ke topik...


" nama kedua keponakan ku apa kak " tanya Kelin lagi


" Anggita Sanjaya Pratama dan Rangga Sanjaya Pratama " jawab Vero menimpali perbicangan kedua wanita


" bagus banget nama kedua keponakan aku kak , pasti cantik dan tampang "


" ya jelas dong " Jawab Vero membanggakan diri dengan senyuman manisnya


" narsis " serentak rona dan Kelin


mereka pun sedikit bercanda dengan bercerita tentang kisah cinta Vero dan rona . sedangkan Kelin mendengar dengan takjub , sedih dan juga senang mau pun bahagia .


" kisah cinta kak Vero dan kak rona seperti dalam dongeng dan novel " seru Kelin


" ya gitu lah dek , dulu kakak hampir saja melepaskan kakak mu . tapi karena memang sudah takdir dan kami berjodoh . kami masih tetap bersama " jelas rona dengan senyuman


" dan kakak hampir saja kehilangan kakak ipar kamu , tapi Allah SWT masih meridhoi kamu untuk tetap bersatu . walau rintangan dan begitu banyak peristiwa berdatangan secara bergiliran " lanjut Vero tersenyum sambil menggenggam erat tangan kanan rona dan menciumnya


" ku harap kakak dan kakak ipar tetap bersama dan tak akan berpisah lagi " ucap Kelin dengan senyuman menatap kakaknya


" aamiin " serentak rona dan Vero dengan senyuman manis


" sepertinya aku harus menulis kisah kakak di buku , pasti laris " kata Kelin dan di akhiri dengan tawanya


lama berbicara , mereka memilih untuk tidur di temani suara petir dan derasan air hujan . namun rona terbangun di jam 1 pagi karena merasa dingin .


" masih jam 1 , ko dingin sekali . apa aku tidur di samping Vero aja dan biar Kelin bisa berselimut . ya gitu aja , lagian Uda lama juga "


saat ini rona tidur dengan Kelin dilantai beralas tikar , tapi karena selimut tebalnya hanya 1 dan cukup untuk satu orang . maka dia mengalah dan tidur di sisi kiri Vero .


" Vero , raja ku . kamu masih seperti dulu , berpelukan dengan mu . membuat ku sangat nyaman dalam kehangatan yang kau miliki " kata rona sambil memeluk Vero kemudian dia menatap Vero


~Cup~


rona mencium sekilas bibir Vero , setelah itu dia tidur menutup matanya . sedangkan Vero sangat merasa senang , karena dia terbangun akibat rona menaiki ranjangnya .


" oh kamu belum puas ya ratu ku "


rona pun terbangun mendengar suara Vero dan dia hanya tersenyum menatap Vero .


" Uda tidur aja " pinta rona


" No aku mau Kiss you my queen " ucap Vero sambil tersenyum manis menatap mata rona


mereka pun bertatapan dan Vero perlahan memiringkan kepalanya dan rona hanya tersenyum , karena rona juga mengerti .


adu mulut pun di mulai lagi dengan sangat panas , dikarenakan Vero yang sudah mulai benar sembuh . sehingga Vero bisa lebih mempererat pelukannya terhadap rona , sedangkan rona dengan senang hati meladeni permainan Vero .


tangan Vero dengan nakal meraba dan menjamah tubuh rona . sedangkan rona menikmati tiap sentuhan dan sensasi yang di berikan Vero .


sudah 1 jam mereka bercumbu mesra dan pada akhirnya mereka pun tertidur dengan berpelukan .


pagi yang cerah pun tiba dan yang pertama bangun adalah Kelin . Kelin meraba di sampingnya mencari keberadaan rona .


" kak ipar Uda bangun ya ? jam berapa si . emm jam 6 pagi rupanya** " kata Kelin sambil melihat jam di hp nya dan dia langsung bangun


saat Kelin berdiri dan langsung menatap di ranjang Vero . dia pun menatap dengan terkejut melihat rona dan Vero berpelukan .


" pantasan kakak gak ingin aku disini , pasti karena gak bisa jaga hasratnya . ok baiklah kakak ku yang tampang , aku gak akan ganggu lagi . biar puas " kata Kelin dan kemudian dia pun tertawa dan geleng kepala


Kelin pun memutuskan untuk pulang setelah mencuci mukanya di kamar mandi , dia pun pamit setelah menulis sebuah surat dan meletakkannya di nakas .


" sampai ketemu lagi kakak ipar ku yang cantik dan kakak tampang ku . aku pamit " ucapnya di dekat pintu dan dia pun sedikit menertawakan Vero serta rona


waktu menunjukkan jam 8 pagi , rona pun terbangun dalam pelukan Vero .


" Kelin mana " tanyanya menatap sekeliling ruangan Vero


" o Uda pulang " kata rona setelah mendapat selembar kertas di nakas dan membacanya


...kak aku pamit , sekali lagi aku gak akan ganggu agar kakak gak nahan terus . hahahaha...


...assalamualaikum...


...Kelin...


" wa'alaikumsalam " jawab rona pelan dengan pipi memerah sambil menatap kertas tersebut


rona pun memilih mandi dan mengganti pakaiannya dengan yang baru . setelah itu dia membangun Vero untuk di mandikan .


" Vero "


" raja ku , ayo bangun Uda siang Lo "


~Cup~


rona mencium kening Vero dan Vero pun langsung bangun menatap rona .


" yang ini juga cium dong " pinta Vero menunjukkan bibirnya dengan jari telunjuk


" mandi dulu "


" cium dulu " pinta Vero yang tidak mau kalah


" bau tau , mandi dulu . setelah itu pasti aku cium " kata rona dengan senyuman dan pipi yang merah


" ok , tapi kamu yang mandiin aku "


" iya sudah "


rona pun pasrah menuruti semua kemauan Vero dan Vero sungguh merasa senang di manjakan oleh rona istrinya .


setelah selesai mandi dan sarapan . dokter pun masuk untuk memeriksa keadaan Vero .


" gimana dong keadaan suami saya ? ada perkembangan kan " tanya rona kepada dokter dengan perasaan khawatir


" Alhamdulillah Bu , pa Vero sudah bisa pulang besok . tapi bila ada gejala atau rasa sakit apa pun segera datang ya Bu pa " jelas dokter sambil menatap rona dan Vero


" baiklah dokter , terima kasih " ucap Vero dengan senyuman


" kalo gitu saya izin pamit ya pa Bu "


dokter pun pergi dengan senyuman , sedangkan rona dan Vero sangat merasa senang .


" akhirnya aku bebas dan kamu rona masih ingatkan dengan janji kamu " tanya Vero menatap rona dengan senyuman manisnya


" emmm aku ingat , ya sudah aku mau hubungi keluarga kita dulu " kata rona dan menjauh dari Vero sedangkan Vero hanya tertawa melihat rona yang salting


rona pun sudah memberi kabar kepada keluarganya dan ke mertuanya . setelah itu dia menemani Vero lagi .


sungguh Vero merasa senang , karena dia bisa membuka puasanya yang terus dia tahan . yaitu juniornya , karena bila rona sudah dekat dengannya dia selalu menahan diri dan besok dia tidak perlu menahan diri lagi . sedangkan rona sudah tau apa yang di pikirkan Vero dan dia hanya tersenyum dan juga kesal .


...Bersambung...