
...*ku kan terus menjaga...
...walau raga dan jiwa akan teramcam...
...tapi ku janji...
...aku kan tetap bertahan demi cinta kita...
...~Vero Arga Pratama~...
...walau dekat , tapi kau terasa jauh...
...ada apa dengan mu raja ku...
...jangan membuat ku takut...
...~Rona Pra Sanjaya*~...
.../&®...
" kemarin Rona yang sakit ! sekarang kamu yang sakit . kenapa jadi gini si ? " ujar mama Vero merasa cemas dengan anaknya
Aciiim !!!
Vero hanya bersin , karena demam . akibat ulah mereka kemarin malam yang bergairah . sedangkan Rona hanya pura-pura cemas , tapi sekali-kali tertawa ringan .
" Rona !! kamu panggil dokter " kata papa Vero yang sedang menggendong Anggita sedang Rangga di gendong oleh Rona
" iya , bentar pak "
Rona langsung menghubungi dokter keluarga Vero yang bernama Herman Abdullah itu . melalui hp Vero yang terletak pada nakas samping ranjang .
setelah Rona selesai menghubungi dokter , Rona kembali duduk di sofa kamar . karena dia tau , Vero sakit akibat ulahnya semalam . sedangkan Vero , sejak tadi mencuri pandang menatap Rona dan mamanya dari meletakkan kain basah pada keningnya secara bergantian .
saat ini hari sudah siang , saat Rona subuh bangun ingin shalat . Rona terlebih dulu mandi , setelahnya dia membangunkan Vero dan ternyata Vero demam . jadinya Rona shalat , setelah itu memanggil mertuanya yang sedang tidur di kamar bawah bersama ke dua anaknya .
selang berapa waktu dokter pun datang dan membuka pintu adalah Rona . karena Rona ada di dapur untuk mengambil asi untuk di minum oleh anaknya .
" silahkan masuk dokter dan langsung saja naik ke atas " pinta Rona kepada dokter dengan sopan
" lah ! yang sakit siapa ? " tanya dokter merasa terkejut dan bingung . karena dokter mengira yang sakit itu Rona , mengingat demam Rona sangat tinggi kemarin .
" Vero dokter " jawab Rona kikuk
dokter langsung naik keatas , sedangkan Rona masih membuatkan susu asi . setelahnya dia menyusul dokter ke atas . Rona kembali duduk di sofa , setelah memberikan 1 botol kepada papa Vero untuk di berikan kepada Anggita .
" bagaimana dokter ? ke adaan Vero ? " tanya mama Vero dengan cemas menatap dokter yang selesai memeriksa Vero
" Vero hanya demam biasa seperti Rona kemarin , mungkin bisa saja Vero sembuh besok . bila Rona menuruti kemauan Vero , iya kan Vero ? " kata dokter tersenyum sambil menatap Rona dan bertanya kepada Vero
" maksudnya dokter ? " tanya mama Vero merasa bingung dengan penjelasan dokter
Rona dan Vero hanya tersenyum malu mendengar penuturan dokter . sedangkan papa Vero sedikit menggelengkan kepalanya dengan tersenyum kepada anak dan menantunya itu .
" ma Uda , biarin saja Rona yang urus Vero . lebih bagus kita urus cucu " ujar papa Vero kepada mama Vero
" baiklah pa , kalo gitu terima kasih ya dokter " kata mama Vero setelah memhembuskan nafasnya dan menatap dokter yang berdiri di kanan Vero
" iya sama-sama , saya izin pamit " kata dokter dengan senyuman
dokter pun pergi bersama papa Vero yang sedang menggendong Anggita mengantar dokter ke keluar . sedangkan di kamar Rona sibuk menidurkan Rangga dalam pangkuannya dan Vero hanya mendengus kesal . karena Rona lebih perhatian sama Rangga , bayi mungilnya .
" iya sudah mama masak dulu , untuk kita makan siang . Rona kamu jagain Vero dan Anggita biar papa saja yang jaga di kamar " pinta mama Vero yang berdiri dari duduknya di samping kiri Vero dan kemudian mengambil Anggita dari Rona
" baiklah ma " kata Rona sambil memberikan Anggita dengan lembut pada mama Vero
mama Vero pergi menuju ke bawa , meninggalkan dua orang yang diam berjauhan .
sehingga keheningan dalam kamar pun terjadi dan selang setengah jam Vero membuka pembicaraan memecahkan keheningan .
" mulai malam ini kamu tidur di kamar sebelah saja , seperti waktu pertama kali " kata Vero yang masih berbaring di ranjang
" kenapa ? kamu gak suka kita sekamar lagi ? " tanya Rona yang pura-pura kesal
" bukan gitu , aku kan sakit . kamu nanti ke tularan sakit lagi " jawab Vero
" emm baiklah , terserah kamu . tapi bagaimana dengan mama dan papa ? " tanya Rona lagi sambil berjalan mendekati ranjang
" tunggu mereka tidur dulu , setelah itu kamu ke kamar sebelah " jawab Vero dengan berat hati
" kamu yakin ? "
" menurut kamu ? " tanya Vero balik menatap Rona yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang di kirinya
" kamu pasti gak bisa tidur " kata Rona sambil tersenyum senang menatap Vero
" siapa yang bilang aku gak bisa tidur " ujar Vero berbohong dan mendengus kesal
Rona hanya manggut-manggut , kemudian dia menutup matanya sambil melipat tangannya di dada . Vero yang melihat itu hanya memhembuskan napas pasrah . karena dia akan kembali berpuasa .
setelah pembicaraan itu , kamar pun kembali hening . hanya detak jarum jam dan Sepoi angin yang berhembus memasuki kamar melalui jendela kamar . sampai akhirnya mama Vero memanggil Rona untuk turun .
" ada apa ma ? " tanya Rona setelah berdiri di samping mama Vero
" bawakan sup ayam ini untuk Vero , biasa Vero kalo sakit hanya ingin sup ini " jelas mama Vero kepada Rona
" ok ma , kalo gitu Rona naik ke atas dulu ya " kata Rona sambil mengangkat mangkok yang berukuran sedang
" eh tunggu dulu ! kamu makan siang dimana ? kamar atau sama mama dan papa ? " tanya mama Vero kepada Rona yang sambil mengambilkan piring pada rak
" di kamar aja ma sama Vero " jawab Rona dengan lembut
setelah berkata begitu , Rona mengambil 2 piring dan sendok makan yang saat ini dia berada di dapur bersama mertuanya. kemudian meletakkan piring dan sendok dalam talang yang berukuran persegi . setelahnya membawa langsung ke kamarnya yang ada di atas , meninggalkan mama dan papa di meja makan . sedangkan ke dua anaknya sudah tidur .
Rona dengan talenta menyuapi Vero makan , setelahnya dia makan . selesai Rona makan , dia langsung ke bawa mencuci piring bekas makan siangnya dengan Vero .
" Rona , mama dan papa harus pergi ke Bandung dan mama sudah putuskan akan membawa Rangga serta Anggita " ujar mama Vero yang saat ini juga berada di dapur dengan Rona meletakkan piring kotor
" eh gak usah ma , nanti jadi sangat merepotkan . biar Rona aja yang jaga Rangga dan Anggita " kata Rona yang tidak tega merepotkan mertuanya
" gak merepotkan ko , lagian papa kamu ada urusan sama kliennya dan mama nanti kesepian di hotel bila gak ada yang temani " alasan mama Vero yang bersandar pada tembok dapur
Rona yang mendengar menghembuskan nafas pasrah . Rona sangat mengenal mertuanya dan mau di bilang gimana pun . pasti mama Vero tetap memaksa ingin membawa anak-anaknya .
" iya sudah , bila itu mau mama . tapi bila mama tidak sanggup jaga dua-duanya . mama bawa salah satunya saja dan satunya mama kasih nenek . nenek juga ingin soalnya " jelas Rona panjang lebar , walau pun dia masih merasa takut dengan mimpinya
" baiklah kalo itu menurut kamu , nanti mama akan antar Anggita sama nenek kamu . agar kamu bisa punya waktu berdua lagi sama Vero " ujar mama Vero sambil mengerling matanya kepada Rona
Rona yang melihat itu hanya tertunduk malu , sedang Vero di kamar . dia sedang melakukan telpon dengan seseorang di seberang sana .
" kamu harus cari tau Yanti dan Ardi . mereka pergi kemana , bila kamu bertemu dan mendapatkan mereka . kamu tahan , mengerti " tunkas Vero kepada orang seberang sana
" mengerti bos , saya akan tuntaskan semuanya"
" terus kabari saya , bila kamu menemukan apa pun . jangan ada yang di lewatkan , selidiki terus seluh belunya "
Tutt
Vero pun mengakhiri telponnya dengan orang suruhannya , setelah itu dia kembali meletakkan hp nya pada nakas di samping ranjangnya .
" walau kini aku sakit , aku akan tetap menjaga keluarga ku . sampai aku bisa menemukan orang-orang yang ingin memhancurkan keluarga , bila ada yang berani maka terimalah ganjarannya " ujar Vero dengan amarah
" maksud kamu "
Rona yang baru masuk kamar dan berkata begitu pun , membuat Vero terkejut .
" ganjarannya ? maksudnya apa sayang ? " tanya Rona lagi yang kembali duduk di kiri Vero
" gak , dari kantor . ada masalah , jadi aku suruh asisten ku untuk menyelesaikan ganjarannya yang ada " kilah Vero berbohong kepada Rona
Rona hanya manggut-manggut mengerti , sedangkan Vero menghembuskan napas lega . karena Rona tak bertanya lagi padanya .
" mama dan papa mau ke Bandung serta akan membawa Rangga . tapi Anggita akan di kasih sama nenek oleh mama nanti " kata Rona menjelaskan kemauan mama Vero
" iya sudah , aku setuju saja bila kamu setuju " ujar Vero dengan entengnya
" kamu ko gitu si " sunggut Rona merasa kesal sambil melipat tangannya di dada
" terus "
" terserah "
Rona kembali menutup mata , karena kesal dengan Vero yang begitu santainya . Vero yang melihat Rona seperti itu hanya tersenyum .
" kamu tenang saja , aku akan jaga anak-anak kita . aku sudah suruh orang untuk menyelidiki Yanti dan Ardi . aku juga akan menyuruh orang untuk menjaga anak kita dari kejauhan tanpa sepengetahuan keluarga kita " ujar Vero panjang lebar menatap Rona
Rona yang mendengar itu kembali membuka matanya dan menatap Vero dengan mata yang berbinar-binar .
" benarkah ? " tanya Rona dengan tidak percaya
" iya ratu ku " jawab Vero dengan tersenyum
" makasih raja ku " kata rona dengan semangat empat lima dan langsung memeluk Vero
Vero yang di peluk Rona membalas pelukan Rona yang tak kalah eratnya . kemudian dia sadar , dia sedang sakit . kemudian Vero berusaha melepaskan Rona dari pelukannya .
" kenapa ? gak suka di peluk aku lagi ? " tanya Rona yang seketika merasa kesal
" bukan gak suka , aku lagi sakit Rona . ratu ku sayang " bujuk Vero yang melihat Rona kesal
" terserah , yang penting . awas aja , anak-anak ku . kenapa-napa , gak akan ku kasih jatah " ujar Rona yang turus dari ranjang
Vero yang mendengar itu pun hanya diam membisu . namun , seketika dia kembali mengambil hpnya pada nakas . saat Rona sudah keluar kamar.
Vero kembali menghubungi orang suruhannya , setelah tersambung . dia melampiaskan kemarahannya pada orang suruhannya .
" kamu harus jagain anak-anak saya , bila kamu gagal menjaga mereka dan kehilangan jejak keberadaan anak saya . kamu harus siap-siap terima ganjarannya , ingat dan camkan itu " sarkas Vero pada orang suruhannya
Tutt
Vero langsung mematikan telponnya dan kembali tidur . karena dia sangat mengantuk akibat obat yang dia makan selesai makan siang tadi. sedangkan Rona mengantar mertua keluar rumah menuju mobil .
" mama dan papa hati-hati di jalan ya ? " ujar Rona yang merasa cemas dan khawatir
" pasti nak , kamu jagain Vero . dia masih sakit tu dan jangan di cuekin Mulu . kasian dianya " kata mama Vero kepada Rona
" iya ma . dadada anak mama , jangan nakal ya disana dan Anggita Jangan rewel sama nenek . kasian nenek buyutnya dan Rangga harus nurut apa kata Oma ya nak " ujar Rona kepada kedua anaknya yang di gendong oleh mama dan papa Vero
" kalo gitu mama dan papa berangkat , Rona dan Vero jaga kesehatan . jangan bertempur di ranjang Mulu " kata papa Vero yang sedang menggendong Anggita
Rona hanya diam dengan pipi merah seperti kepiting rebus . mama dan papa Vero yang melihat Rona sedang malau hanya tertawa ringan . selepas mereka pun pergi dengan mengunakan sopir yang mengemudikan mobil .
Rona masuk rumah dan kemudian membersihkan rumah . setelah selesai dia mandi , kemudian shalat ashar dan setelah itu membangun Vero untuk mandi .
" sayang bangun " Rona berusaha membangunkan Vero dengan menggoyangkan tubuh Vero yang tertidur menyamping
" bentar lagi , aku masih ngantuk " kata Vero yang masih menutup matanya
" Uda sore , kamu mandi dulu . selepas tu shalat , setelah itu baru tidur lagi " bujuk Rona
Vero bangun dengan mata tertutup , berjalan gontai seperti zombi menuju kamar mandi . Rona yang melihat itu menahan tawanya , kemudian tawanya pecah saat Vero menabrak pintu kamar mandi .
Vero langsung membuka matanya dan mengusap dahinya yang terasa sakit , akibat kejedut pintu kamar mandi . Vero mendengus kesal menatap Rona yang menertawakannya . kemudian Vero langsung membuka pintu kamar mandi dan masuk serta kembali menutup pintu
selesai Vero mandi , yang hanya dengan menggunakan kain basah . Vero langsung shalat , setelahnya dia duduk di sofa dengan masih memakai sarung yang kini sedang membuka laptop untuk melihat email . Vero mengerjakan tugas kantor yang telah dia tinggal selama dua hari ini .
Rona yang tadinya keluar kamar masak untuk makan malam di dapur merasa kesal , yang kini melihat Vero sibuk dengan tugas kantornya hanya masih memakai sarung . Rona membiarkan apa yang Vero lakukan .
selang magrib tiba mereka shalat bersama , setelahnya makan malam . selesai makan Vero naik ke atas melanjutkan tugas kantor pada laptopnya , sedangkan Rona mencuci piring bekas makan malam . setelah Rona selesai mencuci piring dia naik ke atas .
" sayang jangan main laptop Mulu ih , ayo sholat isya dulu " pinta Rona yang baru memasuki pintu kamar dan menatap Vero dengan kesal
" ya , bentar . kamu duluan aja , ini tumpuk Lo " ujar Vero yang masih fokus pada laptop
Rona yang melihat itu hanya mendengus , kemudian menuju kamar mandi untuk melakukan wudhu . selepas itu menuju lemari untuk mengambil mukena dan langsung melakukan shalat isya sendiri .
Vero yang baru selesai dengan laptopnya dan melihat Rona sudah selesai shalat . hanya memhembuskan nafasnya , kemudian Vero menuju kamar mandi untuk melakukan wudhu. setelah itu melakukan shalat isya . selesai shalat Vero menyimpan sarung serta sajadahnya dalam lemari .
" dimana Rona ? " tanya Vero celingukan mencari Rona yang tidak ada di kamar
Vero langsung keluar kamar , mencari Rona di dapur . namun , tidak ada . Vero terus mencari Rona di malam yang dingin karena hujan . Vero pun membuka pintu utama dan ternyata Rona sedang bermain hujan . Vero pun menghembuskan napas lega .
Vero merogoh saku celananya untuk mengambil hpnya . kemudian menghubungi seseorang , setelah tersambung .
" Revan , kakak punya kafe di Singapura . kamu bisa pake itu untuk bikin usaha "
" iya kak , makasih "
" tapi , sorry ya Van . itu masih belum lengkap , nanti kakak suruh orang suruhan kakak untuk kirim barang dan kebutuhan lainnya "
" gak usah kakak , biar aku aja nanti yang beli peralatannya "
" Uda , kamu tenang saja . akan kakak suruh orang , agar kamu cepat nikahnya "
" baiklah kak , makasih banyak ya "
" iya , sama-sama . kalo gitu kakak tutup telponnya , assalamualaikum "
Tutt
Vero menutup sepihak telpon dengan Revan . sedangkan Revan memakluminya dengan tersenyum bahagia karena dia sudah merasakan cinta yang sesungguhnya . setelah Revan menjawab salam dari kakak iparnya dan Vero menemani Rona bermain hujan .
kisah perjuangan cinta Revan pun di mulai dengan semangat dan keyakinan serta dukungan dari keluarganya dan dari orang yang amat dia cintai itu . sedangkan Vero dan Rona masih di mabuk oleh asmara . walau terkadang Meraka juga merasakan takut akan sebuah rasa kehilangan . namun , dia masih bisa bersama mereka berusaha saling menguatkan dan menyakinkan bahwa mereka berdua akan terus bersama . dengan restu dan anugerah Tuhan.
...***Bersambung...
masih lanjut ko , eheheh***