
...hati dan jiwa raga ku hanya untuk mu...
...tapi kini kau pergi lagi...
...dan tak jua kembali mau pun memberikan...
...kabar kepada ku...
...~Rona Pra Sanjaya~...
" Uda siap semua belum " tanya Raka
" Uda bang " seru rona dan Revan dengan senyuman
" ya sudah sekarang kita berangkat " timpal Anjani tersenyum senang melihat adik ipar
" gak ada yang ketinggalankan cucu nenek " tanya nenek yang duduk di sopa
" Uda ko nek " seru Revan senang
" sekarang berangkat " ucap Raka
saat ini Mereka ada di dalam mobil untuk menghadiri acara pernikahan teman rona , yaitu Serly dan Roky dan selama Vero di luar negeri . rona akan tinggal dengan keluarganya.
5 hari yang lalu Vero pergi ke bandara di temani rona dan bang Raka serta Revan . awalnya rona menangis , menangis karena takut akan kehilangan Vero lagi .
" semoga firasat ku ini hanyalah rasa takut ku , bukan rasa akan kehilangan mu lagi . aku ingin kau cepat kembali " dalam hati rona menatap langit biru dan sinar mentari dari balik jendela pintu mobil
dalam perjalanan menuju acara tidak ada yang memulai pembicaraan . karena setiap mata memperhatikan rona yang terus melamun ditinggalkan Vero selama seminggu .
setelah mereka sampai sudah banyak orang yang berdatangan dan itu membuat rona sedih.
" andai saat itu aku tidak di rumah sakit dan lupa ingatan . mungkin aku dan Vero akan seperti mereka yang terlihat bahagia menyapa dengan senyuman di atas panggung pelaminan" dalam hati rona yang merasa sedih
" assalamualaikum pengantin baru " seru Nura dengan senyum membuyarkan lamunan rona
" wa'alaikumsalam " jawab serentak keluarga rona sedangkan Nura hanya cengir
" boleh pinjam ronanya " tanya Nura menatap keluarga rona sambil menggandeng tangan rona
" boleh , tapi ada syaratnya " jawab Revan
rona , Nura dan keluarga rona pun mengerutkan kening mereka . seakan bertanya " apaan" .
" katakan ? " kesal Nura mata Revan adik usil rona dan Raka
" Carikan gue pacar yang sifatnya seperti kamu" pinta Revan menatap Nura dengan senyum sok manisnya
" gak ada " seru evan yang tiba-tiba datang dan menarik tangan Nura
Nura yang ditarik pun juga ikut menarik rona . kini mereka berada di salah satu meja yang lumayan panjang dengan berlapis kain putih serta kursi yang juga berlapis kain putih.
" kamu kenapa si ? datang Uda main tarik-tarik aja emang gue tali apa di tarik segala " gerutu Nura kesal sambil melipat tangannya di dada
" coba lihat tangan kamu " pinta Evan disamping Nura dan menghiraukan perkataan Nura
" buat apa ? " tanya Nura yang masih di tempat
" nurut aja kenapa si " ucap Evan dingin
ragu Nura pun memberikan tanya kirinya yang ditarik oleh Evan tadi . Nura bisa melihat wajah Evan yang langsung berbeda melihat pergelangan tangannya yang merah .
" kamu cemburu ya " tanya Nura menatap Evan dengan senyuman senang
" menurut kamu ? emang ada pria membiarkan wanitanya di lirik pria lain " kesal Evan menjadi
" emang dia melirik aku gimana " tanya Nura memancing Evan
" kamu ini bodoh atau apa si . aku ini pria , jadi bila pria suka wanita itu bisa dilihat dari cara dia menatap " jelas Evan yang masih menggenggam tangan Nura
**Nura pun tersenyum bahagia mendengar perkataan Evan . namun seketika senyum itu hilang setelah melihat temannya sedih .
" kalian ini gimana si ? itu rona murung kenapa** " tanya Elsa yang duduk didepan Nura dengan meja sebagai pembatas
" rona kamu kenapa " tanya Nura menatap rona yang ada di ujung meja
**rona tidak merespon dia terus melamun . sampai akhirnya Serly dan Roky datang dari belakang rona .
" dor**" seru Serly usil kepada rona
" astagfirullah Serly untung jantung gue gak copot , kalo copot gue hantu in Lo biar tau rasa" kesal rona menatap Serly dikanannya karena terkejut
" makanya jangan melamun , nanti kesurupan baru tau rasa " saut Roky dikiri rona
" iya ni si rona , masa di hari bahagia gini melamun dan murung si ! " seru Nura yang kesal menatap rona
" maaf " kata itu yang bisa rona ucapkan
" kamu kenapa lagi si rona ? ingatan Uda kembali dan pasti kalian sudah bahagiakan ? " tanya Elsa setelah memhembuskan nafasnya karena melihat rona yang sedih
" Vero ke luar negeri " jawab rona singkat
" bentar lagi pasti pulang " ucap Jeki tenang disamping Elsa
" benarkah " seru rona yang kembali tersenyum
" ya " jawab Jeki lagi
" kapan " tanya rona yang masih tersenyum
" entah "
**mendengar 1 kata dari Jeki membuat rona kehilangan semangat mau pun senyumnya .
" kalo gak tau , gak usa ngomong dong** " kesal Elsa kepada Jeki
**Jeki yang melihat Elsa marah pun pergi . sedangkan Elsa acuh dengan melipat kedua tangannya .
" Elsa susul tu** " pinta Evan menatap Elsa
" biarin aja , Uda tau teman gue yang satu ini sedih dan sensitif si " kata Elsa menatap rona
" iya , ibaratkan Uda terbang dia awan langsung jatuh begitu saja ke tanah . sakitnya tu disini " lebay Serly sambil menunjuk dadanya
" lebay " saut Evan santai
" maaf ya , mau gimana lagi . namanya juga rindu " ucap rona dengan senyum tipis
" yang sabar , nanti kalo tugas dia selesai . pasti dia pulang langsung jadi bucin lagi ke kamu " sindir Elsa dan pergi meninggalkan temannya
" Elsa " teriak rona sedikit keras
**rona yang berteriak di tatap para sebagian tamu undangan yang dekat dengan meja mereka . sedangkan rona langsung bersembunyi di balik dompet kecilnya dengan terduduk .
temannya rona hanya tertawa kecil melihat tingkah rona seperti anak kecil .
" tertawa lebih keras** " kesal rona yang kembali duduk dengan tenang
" assalamualaikum " ucap seorang pria di belakang Nura
" wa'alaikumsalam"serentak rona dan temannya
" Ardi " kata Evan
" kamu ngundang dia Serly " tanya Nura
" enggak " sergak Serly cepat
" aku yang ngundang . emangnya ada apa ? " tanya Roky
" ngapain kau undang dia " bisik Serly di telinga Roky yang sangat kesal
" apa kabar rona ? lama tak berjumpa ? " tanya Ardi dengan senyuman kepada rona
" Alhamdulillah baik , kalo kamu ? " tanya rona balik kepada Ardi dengan senyum kikuk
" aku juga baik , Alhamdulillah . boleh aku gabung " kata Ardi menatap temannya rona
" silahkan " ucap Evan
" kalian Uda lama disini " tanya Ardi
" Uda " jawab Nura singkat
" maaf ya Roky dan Serly aku terlambat datangnya dan selamat atas pernikahan kalian "
kata Ardi dengan senyum manisnya menatap sepasang kekasih yang baru menikah
" iya gapapa dan makasih uda datang " ucap Roky dengan senyuman juga tanpa memperhatikan tatapan kesal didekatnya
**rona hanya diam dan sekali-kali juga berbicara bila Ardi bertanya atau berbicara padanya . sedang Serly dan Nura sangat merasa tidak nyaman dan juga kesal . ingin marah namun tak bisa mereka lakukan.
setelah acara pernikahan Serly dan Roky selesai rona pun pulang dengan keluarganya . saat rona memasuki mobil , ada seorang pria memperhatikannya dari kejauhan .
" aku menemukan mu wanita pujaan ku , tapi kamu sudah menikah . tak apa kamu sudah menikah , karena aku akan menghancurkan orang yang mencoba memisahkan kita** " ucap pria itu dengan senyuman menyeramkan
~triily~
suara hp berbunyi menandakan telpon . pria itu pun mengakat telpon dengan senyum senang .
" bos kamu sudah menyekap orang ini , apa yang harus kami lakukan ? "
" bagus , kamu tahan terus dan tunggu perintah ku selanjutnya " ucapnya
" baik bos "
**pria itu pun memutuskan telponnya , kemudian dari belakang ada yang menepuk pundaknya .
" Lo telponan sama siapa Ardi** " tanya Roky dengan senyuman manisnya berdiri disampingnya Ardi
" gak penting , Uda masuk Lo .bini Lo nanti marahin gue lagi dan gue pamit . assalamualaikum " jawab nya dan kemudian naik mobil yang ada didekatnya .
" pasti doi ya , Uda pergi sana . semoga berhasil dan wa'alaikumsalam " ucap Roky tersenyum
**pria itu adalah Ardi , dia pun pergi meninggalkan tempat acara menuju rumah kosong yang cukup jauhnya tempat itu dan sangat sepi .
" bagus kalian jaga dia dengan benar . nanti bila aku sudah mendapatkan hati wanita pujaan ku . baru kalian lepas** " kata Ardi dengan senyuman menyeramkan menatap seorang pria yang duduk lemas dengan tangan terikat
" baiklah bos , sesuai dengan perintah bos " ucap salah satu orang yang berdiri di ruangan
" Hay Vero apa kamu mengingat ku , aku dulu teman sebangku mu Lo " katanya mendekat dan langsung menarik rambut Vero dan dapat melihat wajah Vero yang memar
" siapa wanita pujaan mu " tanya Vero dingin sambil menahan rasa sakit
" menurut mu siapa ? coba kamu tebak ? " tanya Ardi yang masih di tempat
" rona " jawab Vero dengan amarah dan Ardi hanya mengangguk senang kemudian melepas tangannya dari rambut Vero
" benar sekali , seratus buat kamu ahahhahha " ucapnya kemudian tertawa cukup keras
" jauhi rona ku " bentak Vero menatap Ardi yang duduk di depannya
" jauhi ? gak akan kulakukan . sudah sejak SMA aku menyukainya dan kau yang baru datang maka menghalangi ku . kamu seharusnya jangan pindah sekolah dan seharusnya kamu jangan mendekati wanita pujaan ku dan sekarang kau Mala menikahinya setelah ku pergi meninggalkannya " katanya dengan amarah dan kemudian memukul wajah Vero bertubi-tubi
Vero yang di pukuli tidak dapat menghindar , karena tangan dan badannya terikat dengan ketat di bangku kayu .
saat Ardi ingin melangkah keluar ruangan .
" ahahhahha wanita pujaan mu sekarang Uda jadi milih ku dan kamu tidak akan bisa mengambilnya dari ku . walau kau mau membunuh ku , aku yakin rona tidak akan mau menjadi milik mu " kata Vero yang masih bisa tertawa dan tersenyum
" kita lihat aja nanti b**gs*t " ucap Ardi dan mendekat kemudian memukul wajah Vero lagi .
**Ardi pun pergi keluar ruangan itu , setelah membuat Vero pingsan . sekarang dia berada di dalam mobil dengan amarahnya dia mengemudi mobil dijalan kota Jakarta dengan kecepatan tinggi .
sedangkan disisi lain , rona kembali lagi seperti dulu menatap bintang dan rembulan malam .
" apakah kau baik-baik saja Vero "
" kenapa rasa di hati ku merasa tidak tenang bila mengingat mu "
" Vero ku mohon cepatlah kembali , jangan membuat ku takut "
" Vero ku mohon "
rona hanya menangis dikarenakan hatinya berkata " Vero tidak baik dia dalam masalah " . sungguh rona tidak tau mau berbuat apa selain hanya berdoa kepada Allah SWT .
rona pun melaksanakan shalat isya setelah wudhu di kamar mandi . dalam sujubnya rona pun berdoa kepada sang penolong .
" ya Allah ya Tuhan ku . engkau adalah maha penolong dan maha mengetahui apa pun . tolong beri aku petunjuk dimana keberadaan Vero dan tolonglah dia untuk bertemu dengan ku** " pinta rona dengan tangisan air mata menatap keatas dengan kedua tapak tangan terbuka seperti orang meminta
langit malam , bintang **dan rembulan menjadi saksi bisu melihat dan mendengar permohonan rona dengan pintu balkon yang terbuka lebar .
waktu pun Seli berganti Vero belum juga memberi kabar dan itu membuat rona selalu bersedih . sedangkan temannya Vero dan Raka mau Revan sudah berusaha membantu mencari keberadaan Vero , tapi tidak juga ketemu .
" aku sudah tanya sama sekretarisnya Vero , dia bilang Vero sudah pulang sesudah 5 hari di luar negeri** " ucap Evan dengan wajah memerah menahan amarahnya
" berarti orang yang mencuri Vero bukanlah orang biasa , pasti ini sudah di rencanakan . karena dia pasti sudah tau jadwal kepulangan Vero " jelas Jeki yang juga sangat marah
" apa mungkinkah ada hubungannya dengan Ardi , karena Ardi saat itu buru-buru pergi " gumam Roky tapi masih bisa di dengar
" Ardi mungkin saja " sergah Elsa cepat
" apa hubungannya " tanya Jeki disampingnya Elsa
" nanti kami ceritakan , Sekarang selidiki dulu tentang Ardi dan cari tahu belakang hari ini dia kemana aja . pokoknya selidiki aja dari belakang dan ke depan . ngertikan ? pinta Serly panjang lebar menatap temannya satu persatu
" Abang dan juga orang suruhan akan ikut juga menyelidiki tentang Ardi " timpal Raka yang turun dari tangga
" aku juga ikut " saut Revan dari pintu
**saat ini mereka ada di rumah keluarga rona . sedangkan rona pingsan tadi pagi dan sekarang di rawat di rumah sakit di temani nenek dan Anjani di ruangannya .
" bagaimana ke adaan cucu ku dok** " tanya nenek menatap dokter wanita
" selamat ya nek , cucu nenek lagi hamil " Jawab dokter itu Dengan senyum bahagia
" hamil ? benarkah dok ? " tanya Anjani yang terkejut dan juga merasa senang
" iya benar Bu , rona sudah hamil 1 bulan dan tolong pinta dia untuk banyak beristirahat serta beri dia makanan yang sehat . karena sepertinya dia mengalami tekanan dan juga stres " jelas dokter itu yang merasa prihatin atas kondisi rona , pasiennya.
" baiklah dokter , terima kasih " ucap Anjani yang berdiri di samping ranjang rona
**nenek mau pun Anjani merasa senang dan juga sedih . sedih karena rona selalu mengalami masalah yang tiada habis-habisnya . di tambah lagi rona sedang hamil disaat Vero tidak ada didekat rona untuk menemani .
" bagaimana ini ? rona kenapa takdir selalu menguji mu** ? " nenek hanya bisa menangisi takdir cucunya
" jangan nangis nenek , kita harus bisa menjadi Sandaran buat rona untuk menguatkan dia menjalani hidup ini " jelas Anjani yang juga sedih melihat adik ipar yang dia anggap kandung
sudah sebulan lebih Vero tidak ada kabar dan selama itu rona hanya menangis di kamar tiap malam . terkadang temannya rona sering datang ke rumah hanya untuk menghibur rona.
selama para kaum adam sibuk menyelidiki tentang Ardi dan juga mencari tau keberadaan Vero . rona dan juga kaum hawa selalu merawat dan menjaga rona agar tidak drop .
" rona kamu harus kuat , ingat kamu sedang hamil dan jadikanlah anak ini sebagai kekuatan mu serta kau juga harus yakin bahwa Vero pasti akan kembali dengan selamat " jelas Elsa sedih dengan meyakinkan rona
" iya rona , benar apa yang di katakan Elsa . kamu harus kuat dan juga yakin pasti Vero akan pulang Dengan bahagia mendengar kau hamil " saut Serly mencoba menghibur rona
" terima kasih teman-teman aku akan menuruti yang kalian katakan dan mudah-mudahan Vero kembali dengan selamat " ucap rona sambil menghapus air matanya dengan kasar
" amiiiinn ya Robbi , amiiiinn ya Allah " ucap Nura sambil bernyanyi
mereka saat ini ada di kamar rona . mereka akhirnya dapat menyakinkan rona dan dapat membuat rona tertawa dan walau pun hanya sementara dan kemudian rona mungkin akan nangis lagi . tapi setidaknya temannya rona sudah berusaha mengingatkan rona kalo dia hamil dan harus jaga kesehatan .
sudah hampir 3 bulan lebih Vero Belum juga ada kabar dan selama itu rona hanya mendapatkan hiburan dari temannya dan bila malam dia akan bersedih kemudian tertidur .
disaat para kaum hawa sibuk tertawa dan berbagi lelucon untuk menghibur rona . tiba-tiba rona mendapatkan kabar dari hp nya .
~triiiry~
ada telon masuk dan rona awalnya tidak mengakat Karena dia tidak mengenal nomor tersebut . sudah sering sekali rona mendapatkan telpon dari nomor tersebut dan rona hanya menghiraukannya , tapi akhirnya rona mengakat karena merasa terganggu.
" assalamualaikum rona "
" Hem wa'alaikumsalam . siapa ? "
" kamu gak kenal suara ku rona "
" siapa "
" Ardi "
semua yang mendengar nama Ardi dari suara telpon rona pun merasa terkejut . rona membuat pengeram suara , agar temannya juga bisa mendengar dari nomor misterius itu .
teman rona hanya diam , sehingga rona pun berpura-pura sedih . karena teman rona sudah memberi tahu rona untuk berhati-hati terhadap Ardi .
" Ardi benarkah itu kamu "
" iya rona , kenapa kamu merindukan ku "
mendengar itu teman rona mencibir dengan rasa kesal dan amarah . tapi mereka mencoba untuk menahannya . sedangkan rona terus melanjutkan telpon itu sampai akhirnya rona punya ide .
" Ardi kamu bisa bawah aku pergi enggak "
" bisa . mau kemana rona "
" kemana aja , tapi ada syaratnya "
" katakan saja aku akan turuti "
" aku ingin bertemu Vero untuk mengucap selamat tinggal dan aku ingin mengatakan kalo aku sudah tidak mencintainya lagi "
disisi lain sebuah rumah tua ada seorang pria yang terduduk lemas dengan tangan dan badannya yang masih terikat pada kursi kayu serta mulut tertutup oleh kain hitam .
" benarkah kamu sudah tidak mencintai Vero "
" iya , bisakah kamu melakukan itu untuk ku "
" pasti akan ku lakukan , kamu tunggu saja kabar dari ku dan setelah itu kita akan pergi kemana pun kau mau rona "
" aku menunggu mu cepatlah kembali pada ku "
Ardi pun mematikan telponnya , sedangkan Vero merasa senang dihatinya .
" ratu ku memang pintar , tenang saja ratu ku . aku akan cepat kembali pada mu " dalam hati Vero merasa senang
" hahaha kamu dengar apa yang dia katakan , sekarang aku menang dan kamu kalah Vero Arga Pratama " kata Ardi dengan keras hingga suara bergema di ruangan itu
**sedangkan disisi lain rona sudah tersenyum senang , sedangkan temannya menatap rona tak percaya .
" kamu yakin rencana ini akan berhasil** " tanya Elsa merasa khawatir
" apa kamu gak takut kalo nanti dia tau dan mungkin saja salah satu dari kalian yang akan selamat " jelas Serly yang juga khawatir
" ya aku yakin dan aku juga tau Vero pasti juga punya rencananya sendiri . karena aku sering nonton tv , jika seorang mencuri orang lain pasti dia minta sesuatu dari kita dan dia pasti melakukan pengeram suara . coba kalian pikirkan sendiri " jelas rona menatap temannya
" benar pasti Ardi akan terpancing dan kami teman-teman mu ini akan membantu rencana mu " saut Nura menyetujui rencana rona
**kaum hawa hanya tersenyum senang bersama di kamar rona dan hari esok pun tiba semua orang berkumpul kecuali nenek dan Anjani .
" kamu yakin dengan rencana mu ini rona** " tanya Raka yang khawatir mengingat kondisi rona yang sedang hamil
" apa kakak gak takut bila nanti anak yang kakak kandung dalam masalah " tanya Revan yang juga khawatir
" aku gapapa , asalkan kalian mau membantuku dan selalu mendukung keputusan ku . aku pasti bisa melewati ini " Jawab rona dengan senyuman menatap semua teman dan juga saudara laki-lakinya
mereka pun berbagi tugas dalam membuat rencana dan setelah selesai membuat rencana mereka tinggal menunggu info selanjutnya dari si pelaku ya itu Ardi .
karena mereka juga yakin , Ardi lah yang mencuri Vero atau lebih tepatnya pelaku dibalik hilangnya Vero .
~triiry~
hp rona bunyi menandakan telpon dan rona dengan cepat mengakatnya . rona pun mulai memhembuskan napas perlahan untuk memulai drama lagi dengan Ardi .
" assalamualaikum rona "
" wa'alaikumsalam Ardi "
" rona aku sudah menemukan Vero , aku menemukan dia sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita di hotel "
mendengar itu rona diam , tapi kemudian sadar kembali untuk memulai pembicaraan . karena Elsa , Nura dan Serly menepuk pundak dan menggenggam tangan rona yang satu lagi untuk menguatkan rona.
" bagus kalo gitu aku akan mudah untuk berpisah dengannya , karena dia sudah berselingkuh dari ku "
" baiklah , kita akan bertemu 3 hari lagi dan aku akan menjemputmu "
" jangan menjemput ku "
" kenapa ? apa kamu berubah pikiran untuk pergi dengan ku ? "
" bukan begitu , keluarga akan selalu mengawasi ku dan aku takut kamu nanti kenapa-kenapa "
" ternyata kamu merasa khawatir terhadap ku "
" tentu saja , kamu sudah menolong ku untuk bisa berpisah dengannya "
**sedangkan disisi lain Ardi tersenyum senang dan merasa sangat bahagia . sedangkan Vero hanya diam dan mendengar telponan suara rona dan Ardi .
" kalo gitu aku tutup dulu , aku ada urusan** "
" baiklah , terima kasih Ardi . kamu memang malaikat penolong ku "
" iya sama-sama . assalamualaikum rona "
" wa'alaikumsalam Ardi "
**Ardi pun tertawa bahagia seperti orang gila sambil berjalan kelilingi Vero yang terduduk lemas .
" karena aku sudah mendapatkan wanita pujaan ku , aku akan memberikan mu apa pun . kecuali rona , jadi kamu ingin apa Vero . teman sebangku ku** ? " tanya Ardi dengan senyuman kemudian membuka penutup mulut Vero
" aku ingin makanan yang sehat , karena aku tidak ingin mati konyol " jawab Vero terbata-bata karena merasa sangat lemah
" ahahhah cuma itu aja , bodoh . kamu dengar apa yang dia katakan ? " kata Ardi menatap Vero kemudian orang di sampingnya
" baik bos "
" bila kalian ingin tertawa , tertawa saja " ucap Ardi dan di akhiri dengan tawanya
rumah tua itu pun bergema karena tawa orang yang di dalamnya . mereka tertawa seperti orang gila , sedang Vero hanya tersenyum sinis
" bodoh kalian yang bodoh . kamu Ardi belum mengenal seperti apa itu ratu ku ahaha" dalam hati Vero merasa senang
**sedangkan di rumah keluarga rona juga tersenyum senang , namun juga khawatir mengingat kondisi rona yang tidak memungkinkan untuk bermain dalam jebakan yang akan mereka lakukan .
" kalian tenang saja aku akan jaga diri** " ucap rona menyakinkan orang-orang yang menatapnya dengan ekspresi berbeda-beda
" terserah kamu " Jawab Jeki dingin
" Jeki " kesal Elsa sambil menepuk pundak Jeki
" apaan " tanya Jeki dingin padahal dia sedang menahan sakit di pundaknya karena Elsa
" bisa gak , kalo ngomong itu jangan di singkat panjang dikit ngapa " bawel Elsa yang kesal sambil membelakangi Jeki dan berlipat tangan
" iya bawel , jangan bawel boleh gak " pinta Jeki sambil mencubit kedua pipi Elsa
" au sakit tau , aku memang Uda bawel dari lahir jadi gak bisa di ubah " saut Elsa menahan malu
" aku juga enggak " ucap Jeki dingin
" iya Uda jauh sana , belum muhrim " kata Elsa yang kembali kesal
" Uda diam " pinta Raka dengan wajah datarnya
**semua pun diam dan perlahan menjadi sangat hening serta terasa menyeramkan .
" rona kami pamit ya** " bisik Serly di telinga rona
" ya hati-hati " bisik rona di telinga Serly
" Nura aja semua pulang " pinta Serly berbisik di telinga Nura
" ok " bisik Nura
**mereka pun saling berbisik dan itu membuat Raka mengerutkan keningnya .
" apa yang kalian bisikan** " tanya Raka menatap temannya rona bergantian
" assalamualaikum kami pamit pulang bang " ucap Roky tersenyum
" wa'alaikumsalam " serentak rona , Revan dan Raka sambil menatap teman rona
**setelah kepergian teman rona , Raka menatap rona . rona Mala menghiraukan tatapan mata Raka Abangnya dan kemudian menaiki tangga.
" tadi kalian berbisik apa** " tanya Raka yang merasa penasaran
" mereka izin pamit . makanya bang Raka , Abang ku yang tampang dan pengusaha sukses jangan meminta mereka diam . mereka jadi takut karena Abang yang menyeramkan " jelas rona dengan senyuman kemudian menaiki tangga menuju kamar
**Raka pun mengerti dan dia hanya tersenyum melihat rona yang sudah mulai membaik .
hari malam pun tiba , saat ini rona berada di balkon kamarnya menatap langit malam . malam ini tidak terlihat bintang maupun bulan , seakan semesta mengerti perasaan hati rona yang hampa . hampa karena merindukan Vero .
" Vero apa kau baik-baik saja , andai kamu tahu aku sedang mengandung buah hati kita . aku yakin kamu akan datang sebelum aku menemukan mu** " kata rona menatap langit malam sambil mengelus perutnya dengan kelembutan dan kasih sayang
rona hanya bisa menahan tangis dan rindunya terhadap Vero . karena dia juga harus menjaga kesehatan demi anak dalam kandungannya .
...***Bersambung...
see you again next time friends*
assalamualaikum**