
hari telah berganti , matahari telah memanaskan bumi dengan sinarnya . terlihat jangka jam menunjukkan pukul 12 : 15 wib siang hari . saat ini Rona sedang duduk di kursi balkon menatap kalung berbandul bulan sabit di tangannya , tanpa sadar dirinya melamun memikirkan perkataan dan janji yang di ucapkan Yanti .
" maaf , karena diri ku . kau dan Vero hampir berpisah selamanya dan maaf Rona . aku janji jika suatu hari anak kita bertemu , aku akan meminta anak ku selalu menjaga anak mu yang kau kandung dan itu ku lakukan untuk membalas perbuatan yang telah ku lakukan " perkataan Yanti kemarin membuat Rona terus melamun memikirkan itu dalam diamnya , Rona terus mengingat itu dan terus terngiang-ngiang di telinganya sehingga tanpa sadar dirinya sudah benar melamun
Vero yang baru selesai berpakaian santainya dan rapi mencari kehadiran sang istri yang tak dapat di lihat olehnya . Vero pun mencoba melihat ke balkon kamarnya , dan ternyata sang istri sedang melamun dengan kalung berbandul bulan sabit dalam genggamannya .
" sayang "
" ratu ku "
" Rona ! "
mendengar suara sang suami , Rona Langsung sadar dari lamunannya dan menatap suaminya yang sedang tersenyum hangat di sampingnya .
" kenapa ratu ku melamun ? apa yang sayang ku pikirkan ? emm " kata Vero sambil menatap manik mata sang istri
" aku hanya memikirkan nama apa yang cocok untuk anak kita ini " kilah Rona sambil mengelus perutnya yang membesar
" o...kirain ratu ku sedang mikirin apaan ! ya Uda kamu mau makan apa ? biar aku belikan nanti , karena aku mau pergi menemui bang Raka " ujar Vero dengan lembut
" aku belum ingin makan apa pun yank , ya Uda kamu pergilah . jangan membuat bang Raka menunggu lama ! " kata Rona
" kemarin kamu ketemu siapa yank ? " tanya Vero pada sang istri dengan tetap menatap manik mata istrinya , karena kemarin Vero mendapatkan telpon dari pengawal yang menjaga istrinya
Rona yang tidak menduga bila Vero menanyakan itu , membuatnya bingung dan tak tau harus berkata apa . sampai akhirnya dia mempunyai ide dan mau tau mau dia harus berbohong lagi .
" aku temu sama teman kuliah ku , pasti pengawal mu itu kan yang kasih tau ? " ketus Rona dengan pura-pura kesal sambil melipat tangannya di perut dan memalingkan wajah agar Vero tak mengetahui kebohongan dari matanya
" ok baiklah sayang ku ! jangan ngambek dong . nanti cantik kamu hilang Lo ! " bujuk Vero sambil menangkup ke dua pipi Rona untuk menghadapkan wajah padanya , yang sudah berisi sampai akhirnya Rona kembali bertatap dengan mata Vero
" iya sudah pergi sana , bawa pengawal mu yang suka ngadu itu ! " seru Rona
" baiklah kalo begitu aku pergi dulu ya sayang ku assalamualaikum ! " ucap Vero di susul dengan mengcium kening sang istri
" wa'alaikumsalam " sahut Rona setelah mengcium punggung jari Vero , sang suami tercintanya
Vero pun pergi meninggalkan Rona yang diam duduk di kursi balkon menatap kepergiannya yang kini sudah tak terlihat lagi oleh mata indahnya .
" maaf sayang aku harus berbohong pada mu , karena ku tak ingin kamu khawatir terhadap ku . aku yakin , bila Yanti dan Ardi benar-benar telah berubah dan aku berharap janji yang di ucapkan oleh Yanti menjadi nyata . karena aku takut , bila sesuatu hari nanti aku harus pergi tanpa melihat anak kita tumbuh besar dan aku juga tak tau seperti apa takdir anak kita " ujar Rona menatap pintu yang telah tertutup rapat dengan mata yang mengeluarkan air bening di kelopak mata yang tak sanggup untuk di bendung lagi
" sayang , anak mama . kamu yang kuat ya disana , jika suatu saat kau sudah besar . mama harap kau menemukan seseorang yang bisa menjaga mu dan melindungi mu . mama akan selalu menyayangi mu , dan mama akan selalu ada untuk mu . walau mama hanya bisa menjadi bayangan untuk mu , sungguh mama merasa takut " kata Rona sambil mengelus perutnya dan kemudian menatap kalung yang masih di genggam olehnya .
setiap saat Rona merasa akan terjadi sesuatu pada dirinya yang membuat hati dan jiwanya selalu merasa tak tenang . namun , dia juga belum bisa menebak apa yang akan terjadi . Rona hanya bisa berharap dan berdoa kepada Tuhan nya , Allah SWT untuk memberikannya pentunjuk serta pertolongan pada dirinya dan anaknya yang kini dia kandung .
sedangkan di tempat lain Vero sedang mengemudikan mobilnya dengan mata yang tetap fokus menatap kedepan . namun , pikirannya ada pada istrinya , yang belakang hari sering terlihat melamun .
" pasti ada sesuatu yang sedang di pikirkan Rona ? tapi apa ? dan matanya seakan menyembunyikan sesuatu dan kebohongan . pasti kemarin itu bukan teman kuliahnya ! aku harus cari tau ! terus kalung berbandul bulan sabit itu aku seperti pernah melihatnya tapi dimana ? " hardik Vero bertanya dalam pikiran
Sementara di tempat lain , sebuah pertemuan para kaum Adam pun telah tiba . di sebuah ruangan yang bernuansa hitam dan coklat yang tak lain adalah markas tempat orang suruhan Raka . dengan sinar mentari menelusup melalui jendela yang berukuran mini , sehingga ruangan terasa terang tanpa harus ada cahaya lampu untuk penerangan ruangan .
" bagaimana bang ? apa apa sudah menemukan titik terang ? " cecar Evan yang duduk di samping Roky
" belum ada sama sekali . Bella tidak terlihat mencurigakan selama di awasi oleh orang suruhan Abang " jawab Raka dengan tampang seriusnya
" terus bagaimana dengan Lisa ? apa dia ada tanda mencurigakan ? " timpal Roky yang ikut bertanya , karena dia juga merasa sangat penasaran serta kasihan dengan sahabatnya
" Lisa ! hmmm kalo dia seperti memiliki sesuatu yang misterius , tapi orang suruhan Abang belum mengetahui apa pun . orang suruhan Abang hanya pernah melihat dia pergi dengan mobil dan tentunya di ikuti sampai di pembatas kota . namun , dia kehilangan jejak mobil yang di tumpangi Lisa " jelas bang Raka dengan sikap dinginnya
" di pembatas kota ? apa dia pergi ke suatu tempat ? atau jangan-jangan dia orang yang kita cari ! " ujar Roky menerka-nerka
" belum tentu , pasti ada sesuatu yang lain " jawab Jeki dengan singkat , sehingga semua mata melihat ke arahnya
" maksud kamu Jek apa ? " tanya Evan
" coba pikir sendiri " jawab Jeki acuh , membuat yang lain semakin bingung dan kesal tentunya
" bisa lebih jelas Jeki Arisandi , gue gak ngerti maksud Lo yang bertele-tele ! " hardik Roky yang sangat kesal dengan sikap Sahabatnya yang satu ini
" ok , mungkin saja dia menemui kekasihnya gitu atau bisa saja dia menemui orang tuanya . karena aku juga sudah menyelidiki Lisa , dia itu punya nenek yang sehingga harus melewati pembatas kota . namun , aku juga sedikit ragu tentang Lisa . tapi sampai sekarang aku belum lagi menemukan sesuatu yang lebih mencurigakan . sempat si aku mengira itu adalah wanita yang meneror Rona , tapi aku terus menyelidiki latar belakangnya dan karena itu ku bilang belum tentu , pasti sesuatu yang lain ! " jelas Jeki panjang lebar dengan masih pada sikap dingin dan santai , tapi di setiap kalimatnya ada kata penekanan dan keseriusan yang mampu di mengerti Raka . sedangkan Evan dan Roky masih berusaha mengerti maksud Jeki .
" emang sejak kapan Lo mulai menyelidiki tentang Lisa ? " tanya Evan dengan serius menatap manik wajah Jeki , sahabatnya itu
" sejak dulu " jawab Jeki dengan santainya
" emm berarti masih ada ke janggalan " ujar Raka tiba saja bersamaan dengan itu Vero memasuki pintu ruangan mereka
" assalamualaikum , ke janggalan apa bang ? " sahut Vero yang tiba saja menampakkan batang hidungnya dan duduk di samping Jeki
" wa'alaikumsalam ! "
" iya bang ? ke janggalan seperti apa ? maksud bang Raka ? " cecar Roky menatap Raka
" entahlah , Abang merasa janggal aja . seperti ada sesuatu yang membingungkan menurut Abang , tapi Abang juga masih merasa ragu " jawab Raka
" iya sudah kita tetap selidiki aja dulu tentang Lisa dan Bella . mana tau Bella pelakunya , atau bisa juga Lisa yang notabenenya dia itu ada di saat tugas matematika SMA dulu bersama Rona dan mungkin saja Lisa pengagum masa lalu itu " kata Roky memberikan pendapatnya yang ada dalam kepalanya
mereka pun terus menerka dalam pembicaraan mereka , dan memberikan Solusi yang ada dalam kepala mereka serta rencana lainnya . sampai tak menyadari hari sudah sore dan azan ashar sudah berkumandang .
" ok , Abang akan serahkan semuanya kepada kalian . Abang mau pamit , assalamualaikum ! " seru Raka sambil bangkit dari duduknya
" wa'alaikumsalam bang "
setelah kepergian bang Raka ,mereka melakukan shalat ashar bersama di ruangan yang mereka tempati saat ini . setelah shalat mereka melanjutkan ngobrol sebentar dengan duduk kembali di sofa sebelum berpisah lagi .
" rencana soal pergi puncak di tunda aja Yo ! " seru Evan dengan wajah memelas
" gue maunya gitu , tapi bini gue maksa " ketus Roky yang juga tak setuju dengan ke inginan istrinya , namun mau gimana lagi bila tak di turuti ngambeknya luar biasa . pikir Roky dengan Tampang putus asa
" dituruti aja " timpal Jeki singkat dan padat
" kita gunakan helikopter , atau kita gunakan 2 mobil atau kendaraan lain de yang penting selamat ! " seru Evan memberikan saran
" benar sekali " ucap Jeki dengan santainya
" bisa panjang sedikit gak ! singkat amat " sinis Roky yang sangat kesal
Roky dan Evan saling memberi pendapat serta saran untuk keselamatan mereka dan istri-istri mereka untuk pergi kepuncak yang notabenenya menuruti keinginan sang istri tercintanya mereka . sedang Jeki dan Vero hanya diam mendengarkan saran serta pendapat dari pemikiran sahabatnya .
" Uda kita gunakan helikopter aja , sepertinya lebih aman " kata Vero pada akhirnya melerai pertikaian sahabatnya
" bagus kalo gitu , gue pamit dulu . jika sudah ketemu hari jadinya hubungi gue , assalamualaikum " Hardik Jeki sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan dengan sikap khasnya
" mau pulang aja , ngomongnya panjang amat " Sindir Evan yang ikut kesal dengan sikap acuh dan dingin sahabatnya itu
" wa'alaikumsalam " ucap Vero dan Roky bersamaan dengan Evan yang menyindir Jeki
mereka pun melanjutkan perbincangan mereka , menentukan hari keberangkatan kepuncak nantinya . sampai akhirnya mereka memiliki pulang dengan mobil masing-masing . karena sebentar lagi matahari akan tenggelam , sehingga terlihat langit mulai membiru . menandakan akan menjelang malam yang tak akan lama lagi .
sedang di tempat lain sepasang suami istri baru selesai melakukan shalat dan kini sedang sibuk berkemas baju ke dalam koper . karena mereka akan berencana untuk meninggalkan kota Jakarta ini .
" sudah siap belum yank ? " tanya Yanti pada sang suami
Ardi yang baru selesai mengemas dan menyadarkan koper kuning mendengar suara lembut sang istri . membuatnya berdiri dari Bungkunya dan berbalik menatap sang istri dengan tak lupa menunjukkan senyumnya .
" baru saja sayang , kenapa ? apa kau tak sabar ingin ku peluk ? " goda Ardi pada sang istri , sambil mendekat ke ranjang dan naik ke atas ranjang mendekati Yanti , istrinya
" bukan begitu " jawab Yanti bersunggut kesal pada Ardi , suaminya dan Ardi langsung memeluk erat istrinya yang sedang kesal
" terus apa yank ? katakan lah "
" aku ingin tetap tinggal disini " jawab Yanti dengan jujur , seketika pelukan dengan kehangatan yang Ardi berikan melonggarkan pelukannya dari tubuh sang istri tercintanya
" kenapa ? kamu berubah pikiran ? apa kau menyimpan sesuatu ? atau melupakan sesuatu ? atau ada juga ingin kamu mau ? " cecar Ardi sambil menatap dalam mata sang istri yang terlihat disana ada kesedihan serta keraguan yang membuat Ardi menghembuskan nafas beratnya . sedangkan Yanti hanya diam serta kembali menelusup kepalanya di dada bidang sang suami tercintanya
" aku tau kamu tak setuju , tapi aku melakukan ini untuk mu dan kebaikan anak kita nanti . aku tak mau , kamu dan calon anak kita kenapa-napa . please biar kan aku membawa mu bersama ku , dan biarkan diri mu selalu ada dalam dekapan ku . aku tak akan mungkin sanggup melepaskan mu Yanti ku tersayang , cukup hanya sekali dan ku tak ingin merasa kesepian dalam hidup yang telah ku jalani " tutur Ardi pada sang istri tercintanya , Yanti yang mendengar penuturan sang suami merasa sedih dan bahagia . karena dirinya juga merasa sangat ragu tentang hidupnya yang belum memberikan kepastian akan penyakitnya yang masih berada di raganya .
" aku sungguh takut bila ku tak dapat lagi disisi mu , walau aku sudah berjanji untuk selalu ada di dekat mu . namun , aku tak tau takdir ku akan seperti apa dan ku sungguh tak ingin pergi dari negara ini . aku ingin menepati janji ku terhadap Rona , tapi ....jika suatu hari aku ...." dalam hati Yanti yang kini dirinya semakin memeluk erat pria yang berstatus suami dan ayah dari anak yang dia kandung .
Ardi yang tidak mendapatkan respon apa pun dari Yanti yang masih berada dalam dekapannya . membuat dirinya merasa sedih dan pasrah , bila takdir memang akan berkata lain .
" Yanti "
" sayang "
" apa kau sudah tidur ? "
Ardi terus berucap , tapi Yanti tak kunjung merespon setiap kata yang terucap dari bibir manisnya . membuat dirinya hanya memhembuskan nafas berat , karena Yanti ternyata tidak tidur di saat dirinya sedikit melonggarkan pelukannya terhadap istri tercintanya dan dia dapat melihat wajah cantik itu dengan pandangan kosong .
" pasti sayang ku menyimpan sesuatu . tapi apa ? apa mungkin soal Rona lagi ? atau sesuatu yang lain ? " dalam hati Ardi bertanya karena melihat sikap istrinya yang dari kemarin kebanyakan melamun
Ardi kembali mengeratkan pelukannya , kemudian semakin mendekatkan bibirnya ditelinga sang istri dan tentu saja Yanti langsung terbangun dari lamunannya yang masih didekap erat oleh suami tercintanya . Yanti merasakan sensasi aneh secara perlahan , seakan tersengat aliran listrik .
" baiklah aku ikut dengan mu " jawab Yanti pada akhirnya , membuat Ardi berhenti bercumbu dengan Tengkuk leher sang istri
" bagus , sekarang tidur . besok kita akan naik jet pribadi untuk kita pergi ke Singapura dan ingat jangan beritahu siapa pun ! " pinta Ardi dengan nada lembut , namun ada penekanan di akhir katanya
" iya "
Yanti dan Ardi tetap saling berpelukan dan tidak melakukan olahraga malam . karena mereka akan berangkat pada pagi hari untuk pergi ke Singapura tanpa ada yang tau , kecuali ayah Ardi .
...*Bersambung...
sorry teman2 baru bisa update
karena belakangan ini aku lagi ada masalah yang harus ku selesaikan
salam manis dari !!! assalamualaikum* ?