Rona

Rona
eps . 28 Info Raka



saat ini Vero sudah berada di kantornya , menangani berkas yang ada di depan mata. Vero terlihat fokus dan sangat sibuk . sehingga dia sampai melewatkan jam makan siang.


Tok tok


suara ketukan pintu pun terdengar . namun , Vero masih tetap fokus pada berkasnya .


" masuk " ujar Vero dari dalam ruangannya


seseorang pun masuk dan langsung menatap Vero dengan wajah datarnya . tapi , kemudian dia tersenyum tipis .


" sepertinya adik ipar ku ini sangat sibuk , kalo begitu . aku akan datang lain waktu " ujar pria itu menatap Vero yang sibuk dengan tugasnya


" eh , bang Raka . maaf bang , aku memang sibuk . tapi , silahkan Abang duduk dulu " pinta Vero langsung menatap Raka dengan perasaan terkejut dan bertanya-tanya


Raka pun duduk berhadapan dengan meja Vero . dengan wajah datar dan sikap dinginnya yang terlihat tegas serta berwibawa . membuat siapa saja akan takut , sama halnya dengan Vero . Vero juga takut , kepada Raka . karena Raka adalah Abang iparnya dan dengan sopan Vero bersikap kepada Raka .


" kamu pasti bertanya , mengapa aku datang kesini , bukan ? " ujar Raka menebak isi pikiran Vero dan Vero hanya menelan salivanya dengan susah payah . kemudian Vero hanya mengangguk dengan tebakan Raka


" kalo gitu ikut dengan ku " pinta Raka kepada Vero dan kemudian Raka berdiri


Vero hanya menuruti kemauan Raka , Abang iparnya . setelah Vero membereskan mejanya , dia pun langsung menyusul Raka keluar ruangannya dan mengikuti Raka dari belakang .


" naiklah ke mobil ku " pinta Raka lagi


Vero yang tadinya mau menuju parkiran mobilnya , kini mengikuti langkah Raka menuju dimana Raka memarkirkan mobilnya .


Raka Langsung menaiki salah satu mobil yang terparkir agak jauh dari kantor Vero . karena memang parkiran di kantor Vero padat dan penuh . tanpa menunggu aba-aba , Vero langsung masuk mobil Raka dan duduk di samping Raka di bagian setir mobil .


Raka mengemudi mobilnya dan beberapa waktu berhenti di sebuah restoran mewah . Vero terus mengikuti langkah Raka , menuju ruangan VVIP yang berlapis kaca putih dan Vero yakini . bila ruangan ini kedap suara , sehingga privasi mereka dalam berbicara berdua tidak terganggu


saat Meraka berdua duduk dengan berhadapan . seorang pelayan wanita masuk ruang tersebut dengan sambil membawa buku menu dalam pelukannya .


" mau pesan apa tuan ? " tanya pelayan wanita tersebut dengan tersenyum sopan


" kopi saja dan kamu Vero ? " ujar Raka tenang dengan wajah datarnya


" cappucino " jawab Vero yang sama halnya juga dengan Raka tenang dan dingin


" baiklah , saat permisi undur diri " ucap pelayan itu lagi . yang tadinya terpesona dengan ketampanan ke dua pria yang dihadapan tadi . kini harus menelan salivanya dengan kasar dan dia segera keluar ruang itu dengan tak lupa menutup kembali pintu ruangan VVIP


setelah kepergian pelayan tersebut . Vero dan Raka sama-sama diam , hanya keheningan dalam kesunyian senyap di ruangan itu . menambahkan ketegangan dan mencekam , membuat Vero kesulitan bernapas .


sehingga selang 5 menit pelayan tadi pun datang , dengan sudah mengetuk pintu dan membukanya pintu tersebut dengan membawa nampan berisi dua cangkir di atasnya .


" ini tuan kopinya dan cappucinonya " ujarnya dengan sopan dan tersenyum


Vero dan Raka hanya mengangguk dan membuat pelayan tersebut merasa takut dengan sedikit merinding . karena tiba-tiba saja ruangan itu menjadi dingin dan tiba saja pelayan itu merasa terkejut .


" Sekarang keluar atau ada yang ingin kamu katakan ? " tanya Raka tiba-tiba dengan menatap tajam pelayan tersebut


" ba..ik tu..an saya akan pergi " jawab pelayan wanita itu yang merasa sangat ketakutan


pelayan tersebut dengan langkah cepat keluar dari ruangan . setelah pelayan tersebut menutup kembali pintunya , dia pun menghembuskan napas lega .


" seramnya ya Robbi , baru kali ini gue ke temu pelanggan yang begitu menyeramkan " gumamnya pelan , setelah itu menjauhi ruangan tersebut menuju dapur


sedangkan Vero sekali-kali mencuri pandang menatap Raka yang sedang menyesap kopinya dengan tenang dan Raka tau itu , bila Vero diam-diam memperhatikannya .


" anggap saja aku Abang kandung mu " kata Raka setelah meletakkan kopinya di atas meja


" makasih bang " jawab Vero yang sedikit rileks


Raka yang melihat sikap Vero hanya dapat tersenyum tipis , sangat tipis . membuat Vero tak dapat melihatnya , sedangkan Vero berusaha menyesap cappucinonya dengan tenang . karena Vero masih sedikit takut dan gugup di hadapan Raka , Abang iparnya .


" aku sudah dapat info tentang Ardi dan Yanti " ucap Raka tenang dengan masih menatap Vero setelah Vero meletakkan cangkirnya di meja


mendengar Raka berkata begitu , membuat Vero melupakan rasa takutnya dan Vero langsung menunjukkan amarahnya . Raka yang sejak tadi terus memperhatikan wajah Vero , hanya tersenyum tipis . sehingga Vero tak dapat melihatnya , yang dirinya sudah tersulut emosi.


" benarkah begitu ? " tanya Vero dengan wajah merah padam dan rahang yang mengeras . menandakan dirinya sangat marah


" iya , selama berapa bulan ini Abang sudah selidiki . tapi sempat juga belum menemukan titik terang , tapi kemarin Abang mendapatkan sedikit info dari salah satu orang suruhan Abang " jelas Raka


" lanjutkan ? " pinta Vero dengan mengepalkan tangannya menahan amarahnya


" dia mengatakan bila dia melihat Ardi dan Yanti menaiki mobil yang sama menuju Pinggir kota . tapi , setelah di ikuti . mereka menuju sebuah vila , namun ... setelahnya info itu terputus . mungkin orang suruhan ku tertangkap , sehingga dia tak dapat melanjutkan pembicaraannya yang melalui telpon " lanjut Raka dengan tenang dan terus memperhatikan wajah Vero yang merah padam


" bagaimana selanjutnya ? apa kita harus ke sana ? untuk menyelidiki sendiri atau kita suruh orang lain ? " tanya Vero berurutan


" menurut ku , kita harus selidiki sendiri . namun , kita juga harus berhati-hati . ingat Meraka Sangat licik dan pintar " ujar Raka mengingat Vero


" baiklah "


setelah Vero memhembuskan napas untuk menghilangkan amarahnya . dia kembali duduk dengan tenang dan menatap Raka yang hanya menunjukkan sikap dingin dan wajah datar . seketika Vero kembali sopan dan takut di dalam hati .


" verooooo mampus lah , aku memarahi Abang Raka , bang ipar mu sendiri . gawat " dalam hati Vero menggerutuki kebodohannya karena emosi dan amarahnya yang sudah tidak dapat dia bendung . dia tunjukkan kepada Raka


Raka yang melihat wajah pucat pasi Vero hanya tersenyum tipis dan senyuman itu dapat di lihat Vero . karena sejak tadi Vero memang terus memperhatikan wajah Raka dengan serius .


" kamu tenang saja , kan aku sudah bilang anggap aku seperti Abang kandung mu " ujar Raka tersenyum biasa kepada Vero


" baiklah bang , terima kasih " kata Vero tersenyum manis yang sedikit lebih santai


" jadi menurut bang Raka ! kita sendiri yang ke sana ? " tanya Vero kembali ke topik pembicaraan mereka berdua


" iya , tapi jangan beritahu Rona . aku yakin , Rona akan sangat khawatir " jawab Raka yang nampak sedih di matanya


" Abang tenang saja , aku tidak akan beritahu Rona atau siapa pun . kecuali teman ku , aku yakin mereka bisa membantu " seru Vero bersemangat dengan senyuman yang masih menghiasi wajah tampannya


" siapa ? apa maksudmu Jeki , Evan dan Roky " sahut Raka tak kalah bersemangatnya menatap Vero didepannya


" iya bang "


" baiklah , tapi ingat jangan beritahu yang lainnya . selain mereka bertiga , karena ini pasti akan sangat beresiko " ujar Raka dengan wajah seriusnya yang terlihat menyeramkan di mata siapa pun , mengingatkan Vero lagi


" iya bang , aku tau . aku tidak akan beritahu rencana kita pada siapa pun , kecuali ketiga teman ku itu " kata Vero dengan bangganya


" narsis " ucap Raka yang kembali dingin


Vero hanya cengir kuda dan Vero tidak merasa takut lagi terhadap Raka , Abang iparnya.


" kalo gitu , Abang permisi duluan . karena Abang masih ada tugas kantor yang belum selesai Abang urus " kata Raka yang sudah kembali berdiri dari kursinya


" baiklah bang , terima kasih atas infonya dan hiburannya " seru Vero yang sedikit bercanda


" emm sama-sama , assalamualaikum " ucap Raka melangkah menuju pintu


" wa'alaikumsalam " jawab Vero dengan masih tersenyum melihat Raka yang pergi . sampai akhirnya Raka keluar dari ruangan kaca .


Vero pun menyesap habis cappucino miliknya , kemudian kembali berdiri dan melangkahkan meninggalkan restoran tersebut menuju kantornya lagi .


sedangkan disisi lain , Rona ke datangan tamu . iya itu ke tiga temannya , Elsa , Nura dan Serly . mereka pun berpelukan lama , menyiratkan bahwa mereka saling merindukan .


" aku kangen kamu sayang ku " ucap Serly


" oh cinta ku , aku merindukan mu " kata Nura


" aku merindukan mu Rona ku " timpal Elsa


" aku juga sangat merindukan kalian sahabat dan teman terbaikku " sahut Rona


mereka berempat pun langsung melepaskan pelukan mereka dan kini Rona meminta mereka untuk duduk di sofa yang berhadapan dengan TV yang cukup besar .


" apa saja aku mau " Jawab Elsa dengan senyuman manisnya


" iya apa saja , tapi jangan pake garam ya . asin " timpal Nura yang bercanda


" emang ada ya? minum di bikin garam ? " sahut Serly dengan polosnya dan wajah bingungnya


" ada " serentak Rona , Elsa dan Nura menatap Serly . Serly pun langsung ciut dan hanya tersenyum kecut


" ya sudah , aku akan bikinkan jus jeruk ke sukaan kita dulu saat SMA , gimana ? " tanya Rona menawar kepada temannya


mereka pun saling tatapan dan Rona memperhatikan itu membuatnya tersenyum geli .


" ok " serentak Nura dan Serly sedangkan Elsa hanya mengangguk saja


" bentar "


Rona langsung menuju dapur yang hanya lima langkah dari ruang tempat dia berdiri tadi . dengan keahlian Rona jus jeruk pun selesai dan Rona langsung membawanya dalam nampang kemudian meletakkannya di meja . setelahnya Rona duduk di samping sofa panjang yang di duduki oleh tiga sahabatnya .


" gimana Rona ? enak gak tinggal berempat ? " tanya Nura dengan senyum yang penuh arti menatap Rona


" ya gitu de , perfect " jawab Rona singkat dengan pipi yang merah tomat


" itu Uda pastilah Nura , kamu saja tinggal berdua " sahut Serly dengan polosnya yang tidak mengerti maksud temannya


" Serly kamu juga tinggal berdua kan ? " tanya Nura yang mulai kesal menatap Serly di sampingnya Elsa


" jelaslah dan tentu saja " jawab Serly dengan percaya diri membuat Nura mendengus kesal


" kalo kamu gimana Elsa ? enak gak menjadi pengantin baru ? " tanya Rona kepada Elsa yang duduk di tengah Nura dan Serly . seketika semua mata menatap Elsa


" nikmat " Jawab Elsa singkat dengan tersenyum sangat manis


" berarti malam pertama mu di malam hari kau sudah resmi gitu ? " tanya Serly yang penasaran


" iya " jawab Elsa tersenyum menatap sahabat disampingnya yang memaklumi ke polosan dan keluguan Serly


flash back


2 Minggu yang lalu...


sebuah hotel bintang lima , yang memiliki hiasan di setiap sudut ruangan dan sekitarnya terlihat indah . menandakan bila ada perayaan yang sangat meriah dan dengan di penuhi banyak orang yang memakai gaun dan setelan kemeja dengan berwarna putih semua .


sehingga acara malam ini , terlihat begitu


mewah dan sangat indah . dengan di temani gemerlap bintang serta sinar rembulan di langit hitam atas sana .


" selamat ya Elsa ku , sekarang kamu sudah jadi seorang istri dari seorang pria es . mudah-mudahan kamu gak beku di buatnya " canda Rona kepada sahabat kecil


" iya , makasih uda datang Rona ku . mungkin jodoh dan takdir ku untuk menjadi milik si mister es Rona , jadi aku bisa berkata apa lagi " ujar Elsa dengan berpura-pura sedih


" eh , mister es jangan sering diami teman gue . kalo diami gue bawah Lo ke kutub Utara biar jadi es benaran " ancam Nura menatap Jeki dengan tajam setelah memeluk Elsa


" siap , Bu beladiri . gue akan berhenti dingin , untuk istri gue . tapi untuk Lo , dingin aja " kata Jeki dengan entengnya


" Nura sayang , Uda . biarin aja , ini hari bahagia mereka . kita kan sudah merasakan , tinggal Jeki dan Elsa ni . bisa gak ? " tanya evan menatap Elsa dan berakhir menatap Jeki untuk memanas-manasi


" pasti dong " jawab Jeki yakin sedang Elsa sangat merasa malu Dengan jantungnya yang tak berhenti berdetak kencang


" Uda pengantin baru ko , di gangguin si . harusnya di doa'in " sahut Serly dengan polosnya yang tiba-tiba muncul di atas panggung bersama Roky


" benar tu , apa kata bini gue . Lo pada bukannya doain , tapi Mala di ceramahin . kalo mau ceramah tu , di mesjid " timpal Roky dengan senyuman


" diam " bentak Jeki dengan sedikit keras


seketika mereka pun diam dan selang dua menit mereka tertawa bersama . mereka pun memilih turun dari panggung , kecuali Jeki dan Elsa yang sibuk menyambut tamu undangan .


malam semakin larut di karenakan sudah jam 22 : 30 wib , Rona dan Vero memilih untuk pamit pulang kepada Elsa dan Jeki . walau berat buat Elsa untuk membiarkan Rona pulang yang terlalu cepat menurutnya . membuat Elsa tidak bisa memaksa Rona , mengingat Rona memiliki dua bayi mungil yang pasti menunggu kehadiran Rona dan Vero .


" baiklah Rona , Vero hati-hati bawah sahabat gue . awas aja bila dia nangis dan sakit lagi . Lo gue cari " cerocos Elsa menatap tajam Vero


" iya tau , bawel banget " jawab Vero yang mendengus kesal sambil melipat kedua tangannya di dada


" iya sudah , aku pamit Elsa ku " kata Rona memeluk Elsa sahabat kecilnya


" hati-hati ya Rona ku " ujar Elsa membalas pelukan Rona yang tak kalah lebih eratnya .


" ikutan dong " serentak Nura dan Serly


mereka berempat pun berpelukan seperti Teletubbies tanpa sengaja air mata mereka tumpah . sedang Vero, Jeki , Evan dan Roky mereka hanya tersenyum senang dan mereka juga tidak menyangka . bila mereka sudah menikah , padahal rasanya baru kemarin mereka berteman . tapi ya sudahlah , yang penting mereka merasa bahagia , dalam pikiran mereka bersama .


kembali ke rumah Rona , yang saat ini masih mengobrol dengan teman atau sahabatnya dan terkadang mereka tertawa bersama dalam candaan yang mereka ucapkan .


" Uda , ganti topik pembicaraan yang lain aja de . Kitakan lagian sudah sama-sama nikah dan sudah merasakan nikmatnya bercinta " ujar Nura sok bijak


" emang kau tau kita akan ceritakan soal apa ? " tanya Elsa menatap Nura dengan bingung


" tentang kisah pacaran kita dulu , gimana ? " saran Nura sambil tersenyum menatap temannya atau sahabatnya satu persatu


" gak ah , gak akan sanggup " jawab Rona tanpa ada senyuman di wajahnya


Nura yang menyadari kesalahannya pun merasa bersalah dan tidak enak hati dengan Rona .


" maaf ya Rona , aku benar-benar lupa . sorry my friend ? ucap Nura dengan sedih


" emm gak apa-apa ko , lagian sudah berlalu " jawab Rona yang kembali tersenyum mencairkan suasana menjadi senang kembali


" atau kita nonton film Drakor aja , kitakan Uda lama sekali gak nonton oppa bersama-sama " sahut Serly sambil tersenyum manis


" aku setuju " ucap Elsa yang juga tersenyum


mereka pun memutuskan menonton Drakor , melalui laptop milih Rona . sampai akhirnya azan ashar mereka memilih untuk shalat bersama dan setelah shalat mereka makan bersama di meja makan .


" Rona kami pamit ya , jaga diri mu " ujar Elsa merasa tidak tega meninggalkan Rona sendiri bersama ke dua bayinya


" pasti Elsa , aku kan selalu jaga diri ko . kamu juga jaga diri dan kesehatan mu ya " pinta Rona tersenyum kepada temannya atau sahabatnya


" jangan lembur Mulu , jangan olahraga di ranjang terus dan jangan ..."


" iya aku tau Nura ku sayang " saut Rona memotong perkataan Nura yang membuatnya akan mengambang karena malu


" Rona cinta ku , tetap semangat ya . jangan sering bersedih , Serly nanti tau Lo bila Rona sedih dan menangis " timpal Serly menatap Rona dengan sendu


" iya Serly , aku akan tetap semangat dan gak akan nangis lagi " jawab Rona menenakan Serly


Rona dan teman-temannya pun kembali berpelukan lagi sebelum akan pergi meninggalkan rumah Tinggal Rona .


" assalamualaikum " serentak Elsa , Nura dan Serly dengan sambil melambaikan tangan dan tatapan sedih di depan rumah Rona


" wa'alaikumsalam " jawab Rona dengan senyuman dan juga merasa sedih


setelah temannya pergi menjauhi dari karangan rumahnya . Rona pun kembali menutup serta mengunci pintu . kemudian Rona bersandar pada pintu dan mengingat kenangannya dulu bersama teman-temannya .


" dulu bila aku bersedih , Serly yang polos selalu menghiburku dan Nura yang tomboy selalu ada di depan kami menjaga kami dengan bakat yang dia miliki . sedangkan Elsa yang bawel , dia selalu berpikiran dewasa dan menjadi penengah bila ada salah satu dari kami yang tersakiti dan aku , aku sungguh bahagia memiliki sahabat seperti mereka . yang tidak pernah meninggalkan ku atau pun membuat ku terpuruk . dulu aku masih ingat , saat orang tua ku meninggal . hanya bi Mina yang merawat ku mengagap ku seperti anaknya dan aku juga senang memilih bi Mina jadi ibu ku . aku sungguh bersyukur memiliki keluarga , sahabat dan cinta kasih dari orang yang amat ku sayangi . ah... sudah , aku gak boleh mewek terus . aku harus ke atas , mandi buah hati kecil ku "


setelah Rona mengatakan semua itu dia pun berdiri dan melangkahkan menuju ruangan tv . karena di sana ada tisu , dia memhapus air matanya dengan tisu tersebut . kemudian membuang tisu tersebut pada keranjang sampah di dapur dan kemudian Rona melangkah kakinya menuju kamar .


...Bersambung...