Rona

Rona
eps . 48 Curahan Hati



malam telah tiba , Rona tetap membisu sejak pulang dari rumah sakit dan Vero hanya bisa memberi waktu untuk Rona dalam pelukannya .


saat ini Rona dan Vero sudah berada di kamar mereka , yang pastinya di rumah mama dan semua keluarga tidak terlalu memaksakan Rona untuk bercerita . karena mereka juga tak ingin membuat Rona tertekan atau pun stres . walau mereka sebenarnya sangat ingin tau , apa yang sedang Rona pikirkan ? sampai membuat Rona pingsan .


" sekarang tidurlah dan jangan pikirkan apa pun " ujar Vero dengan lembut sambil mengelus rambut Rona yang saat ini berada dalam dekapannya


Rona hanya diam dan tak menyahuti . namun , Rona semakin mengeratkan pelukannya dan menelusup kepalanya di dada bidang Vero . sedangkan Vero berusaha menahan hasratnya , dan itu terlihat dari napas Vero yang memburu serta wajahnya yang sudah memerah . sementara Rona tetap diam dengan mata yang masih terbuka memeluk Vero begitu erat , sampai akhirnya Rona dapat merasakan sebuah benda yang mengeras di antara ke dua pahanya .


" sayang apa kau sudah tidur ? " tanya Vero sambil berusaha tetap menahan gelenjar aneh pada dirinya


" belum " jawab Rona singkat


" ke..na..pa ? "


" menurut mu ? " tanya Rona balik membuat Vero ke sulitan menelan salivanya , karena Rona sudah sangat membangunkan gairahnya


" sekarang tidurlah ! " pinta Vero lagi


" gak mau "


" harus mau , ini sudah malam dan kamu harus istirahat dan jangan memikirkan apa pun ! " hardik Vero


Rona yang tadinya tidur dalam dekapan Vero kini berpindah dan menjauhi Vero . sedangkan Vero merasa terkejut melihat Rona menjauh darinya tubuhnya dan terus menatap punggung Rona yang membelakanginya .


" apa aku salah bicara ? tapi kan aku meminta dengan lembut untuk dia tidur ! tapi kenapa jadi Mala menjauh ? " dalam hati Vero


Vero langsung mendekati Rona dan memeluk dari belakang . kemudian mengecup punggung dan leher Rona yang mulus itu . sedangkan Rona yang sejak tadi memang belum tidur merasa geli dan juga menikmatinya . perlahan waktu 5 menit Rona membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Vero . sedangkan Vero melanjutkan aksinya dan terus mengisap serta menggigit kecil di leher Rona .


saat Rona sudah terbawah arus permainan Vero , tiba saja Vero berhenti dan membuat Rona terkejut serta bersunggut kesal .


" kenapa berhenti ? " tanya Rona dengan mata sayu yang terselimuti gairah menatap Vero yang berada di atasnya


Vero hanya diam , kemudian menggeser tubuhnya dari Rona dan langsung melangkahkan turun dari ranjang menuju balkon di kamarnya .


" ada apa ? kenapa lagi si ? baru juga terbang , sekarang Mala ...ah sudahlah " keluh Rona dalam hati menatap balkon kamarnya


Rona pun ikut bangun dan menyusul Vero di balkon . kemudian langsung memeluk Vero dari belakang , dan Vero membiarkan itu dengan matanya masih tetap menikmati pemandangan malam yang terlihat sangat gelap serta bintang dan rembulan yang bercahaya dengan indah di atas sana .


" kenapa ? " tanya Rona yang sejak tadi saling diam dan Vero tidak menjawab . tapi membalikkan tubuhnya dan langsung menatap dalam mata Rona


mata mereka berdua pun saling terkunci sampai beberapa detik . kemudian Vero kembali memeluk Rona dengan sangat erat , sedangkan Rona membiarkan apa yang di perbuat Vero . walau di dalam hati sesungguhnya Rona merasa bingung , bingung tentang apa yang Vero sedang pikirkan ? .


selang beberapa waktu Vero melepaskan pelukannya dan tanpa aba-aba , tiba saja Vero menggendong Rona dan spontan Rona langsung melingkarkan tangannya di leher Vero .


" saatnya tidur " kata Vero lembut


" aku belum mau tidur " jawab Rona dengan wajah bingungnya menatap Vero


" kenapa ? " tanya Vero sambil berjalan menuju ranjang dan tampak menatap Rona


" gak ngantuk " jawab Rona acuh


" baiklah , aku akan membuat mu tidur ! " seru Vero " tidur setelah merasakan kenikmatan " ucapnya di telinga Rona , seketika bulu kuduknya Rona meremang dan dia mengerti maksud dari perkataan Vero


kini Rona dan Vero sudah berada di ranjang lagi . tapi , kali ini Vero tidak langsung melakukan aksinya . Vero hanya menindih Rona dan menatap lekat bola mata Rona .


" apa yang sayang ku pikirkan ? " tanya Vero pada akhirnya membuat Rona tak bergeming sama sekali


" gak a..da " jawab Rona terbata-bata


Cup !


Vero mengecup dengan singkat bibir ranum Rona dan kembali menatap lekat mata Rona .


" jangan bohong dan jangan menutupi ! " hardik Vero dengan lembut , namun ada penekanan dalam ucapannya . membuat Rona sulit untuk bernafas dengan ke adaan seperti ini .


Cup !


Vero kembali mengecup bibir Rona , tapi kali ini sedikit ********** dan kembali melepaskan bibirnya . serta mata kembali menatap mata Rona , dan di sana terlihat ada ketakutan , khawatir dan kesedihan . sehingga memaksakan Rona mau untuk berbicara , menumpahkan keluh kesah Rona terhadapnya .


" Rona aku mencintaimu dan akan selalu begitu . jadi ku mohon ceritakan semua yang mengganjal hati mu , dan jangan menjadikannya beban untuk mu . Jujurlah dan jangan membuat ku takut " tutur Vero panjang lebar tanpa memindahkan posisinya menindih Rona


Rona yang mendengar itu , membuat matanya berkaca-kaca dan seketika buliran bening meluncurkan dari sudut mata indahnya . membuat Vero yakin bila Rona memang memendam dan menyimpan sesuatu di hatinya .


Vero yang melihat Rona telah menangis hanya memeluknya dan tak menindihnya . membiarkan Rona menangis sepuasnya , sampai Rona diam dan mulai membuka mulutnya .


" aku gak akan membiarkan mu pergi dari ku , bila kau pergi aku akan menyusul mu . karena aku hidup hanya untuk mu dan ku yakin Tuhan tak akan membiarkan mu pergi dari ku lagi ! " seru Vero meyakinkan hatinya dan Rona yang kini masih berada dalam dekapannya


" tapi kita tidak tau takdir ..."


" sttt ! jangan lagi memikirkan itu , aku yakin kita akan selalu bersama dan kita akan sama-sama membesarkan anak kita " kata Vero dengan lembut memotong perkataan Rona


Rona hanya mengangguk dan berharap yang di katakan sang suami menjadi nyata . sementara Vero semakin memeluk erat Rona setelah mendengar Curahan Hati Rona , karena jujur di dalam lubuk hati yang paling dalam . Vero juga merasa takut , takut bila dia harus kehilangan wanita yang dia sangat cintai . namun , Vero terus menyakinkan hatinya dan terus berdoa di setiap dalam sujudnya kepada Tuhannya , yaitu Allah SWT untuk tidak lagi menjauhkan Rona dari hidupnya .


Drrrt !!!


saat Vero dan Rona saling diam dalam pelukan hangat yang mereka rasakan . tiba saja ponsel Vero berdering menandakan pesan masuk dan membuat Rona melepas pelukannya dan membiarkan Vero mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping ranjang tidur Mereka .


" Vero ! kita liburan Yo , refreshing . ini bini gue mau liburan ke puncak sebelum lahir dan dia mintanya bareng dengan sahabat tercintanya . bolehkan ? "


Vero pun membaca pesan dari Roky , Kemudian dia menatap Rona yang juga menatapnya .


" dari siapa yank ? " tanya Rona


" Roky " jawab Vero singkat


" buat apa dia menghubungi mu malam-malam begini ? ada perlu apa ? " tanya Rona sambil mengernyitkan keningnya


" itu teman kamu si Serly , dia mau refreshing sebelum lahiran dan dia ingin liburan bersama kita dan yang lainnya " jawab Vero jujur dengan dana lembut


" oooo seperti waktu SMA dulu ya ? " tanya Rona dan di angguki oleh Vero " ya sudah setujuhi saja , aku juga sangat ingin liburan . bosan di rumah terus ! " seru Rona dengan berbinar bahagia


" tapi perjalanannya jauh yank ! nanti kamu kenapa-napa Lo ! " seru Vero dengan wajah yang terlihat cemas membuat Rona tersenyum geli


" kan ada kamu yank , aku yakin ! aku tidak akan kenapa-napa bila kamu selalu di samping ku ! " ujar Rona dengan senyuman hangatnya


" kamu yakin ingin ikut ? "


" iya "


" baiklah , kalo kamu senang aku ijin kan . tapi ada syaratnya ! " kata Vero dengan serius menatap lekat wajah Rona , Rona yang tadinya berbinar bahagia . kini langsung cemberut


" apa syaratnya ? " tanya Rona acuh


" harus aku temani di mana ku ada di situ ada aku "


" itu Uda pasti sayang " kata Rona memotong perkataan Vero


" dan harus ada pengawal juga " lanjut Vero


" sudah ku duga " ucap Rona dengan kesal


" jadi masih mau pergi atau tetap di rumah ? " tanya Vero memastikan ke inginan Rona


" pergilah , bosan tau ! " jawab Rona singkat


" tapi kamu gak senang pun ku lihat " goda Vero


" senanglah , senang bangat Mala "


" terus kenapa wajahnya cemberut gitu ? "


" pikir aja sendiri " sahut Rona acuh tak acuh


Vero yang melihat Rona seperti itu merasa sangat gemas , Vero kembali menindih tubuh Rona dengan tiba-tiba . membuat Rona terkejut dan meremang seketika . karena Rona bisa merasakan nafas hangat Vero menerpa wajahnya .


" sekarang kenapa lagi ? " tanya Rona gugup sambil menatap wajah Vero di atasnya


" melunasi hutang yang tertunda ! " jawab Vero dengan senyuman dan mata yang mendamba


melihat mata Vero yang sangat mendambakan dirinya , Rona kembali tersenyum dan langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Vero .


" dengan senang hati " ucap Rona dengan mengerlingkan matanya , membuat Vero semakin tersulut gairah yang bergejolak


pada akhirnya olahraga ranjang benar terjadi . malam yang awalnya adalah rasa yang meresahkan hati dengan kesedihan yang selesai tercurahkan . kini berakhir dengan rasa manis dan kenikmatan duniawi dunia dengan di saksikan oleh bintang serta sinar rembulan malam di langit gelap atas sana dari balkon kamar yang terbuka lebar .


...Bersambung ...