
...aku bahagia bila kau selalu ada...
...aku hampa bila kau tiada...
...aku berharap kita kan selalu bersama...
...~Rona Pra Sanjaya~...
...pergi meninggalkan mu...
...sama halnya aku membunuh diri ku...
walau ada orang ketiga diantara aku dan kamu
...aku kan tetap berusaha didekat mu...
...~Vero Arga Pratama~...
...Happy and sad ending...
" malam ini masak apa ? " tanya Roky pada kaum hawa yang duduk di depannya
" lihat aja nanti " jawab Serly mengerlingkan mata genit
Roky Mala di bikin penasaran . saat ini mereka ada di ruang tamu vila hingga malam menjelang tiba mereka pun makan di meja makan .
" emmm enak " seru Roky bersemangat
" lumayan " kata Evan memakan kari ayam " siapa yang buat ? " tanyanya
" Nura " jawab rona , hingga membuat Nura tersedak
" pelan-pelan Nura " kata Serly sambil memberikan minum ke Nura
" emang kenapa kalo lumayan , masih mending kale , dari pada Lo gak bisa masak ! " cerocos Nura yang merasa kesal kepada Evan
" ko marah " kesal Evan
" diam " pekik Jeki
semua pun langsung diam , dan melanjutkan makan mereka dengan kesunyian . tiba-tiba saja lampu mati dan semua kaum hawa di vila itu menjerit histeris ketakutan.
semua kaum Adam 1 persatu menenangkan kaum hawa . selang 5 menit lampu pun menyala , sedangkan kaum Adam dan kaum hawa saling berpasangan .
Roky dengan Serly
Nura dengan Evan
Jeki dengan Elsa
rona dengan Vero
rona dan Vero hanya tersenyum mematung dan terus berpelukan , sedangkan yang lainnya saling kesal .
" kesempatan dalam kesempitan " kesal Nura
" siapa juga yang mau " kesal Evan berbalik badan membelakangi Nura , Nura pun melakukan yang sama
" jauhin gue , awas kalo dekat dan peluk gue lagi . gue tusuk Lo ! " cerocos Serly sambil memegang garpu mengarahkan ke Roky
" ya sorry , gue kan gak sengaja kale " saut Roky dan menjauh dari Serly
" jauh-jauh Lo " sinis Elsa sambil mengusir Jeki dari dekatnya
" ya udah " kata Jeki dan menyusul Roky di luar
" oi ngontrak ni kami para jomblo juga " saut Nura menyadarkan rona dan Vero
rona dan Vero pun melepas pelukan mereka , rona langsung bersembu merah di pipinya seperti kepiting rebus merasa malu . sedangkan Vero kembali dengan wajah datar dan keluar dari Vila Evan pun ikut-ikutan .
" cie malu** " cengir Serly yang kembali usil
" Uda ah " kata rona dan pergi ke kamar atas
" gue juga " timpal Elsa menyusul rona
" iya Uda , Serly ayo kamar " pinta Nura
semua kaum hawa pun ke kamar mereka , di vila itu hanya ada 5 kamar dan mereka hanya memakai 4 kamar 1 kamar khusus untuk pengawal mereka .
sedangkan kaum Adam masuk kamar di lantai bawah pada jam 9 malam. mereka tak lupa melaksanakan shalat berjamaah pada waktu yang di tentukan .
**malam pun menjemput pagi yang cerah , sehingga sinar mentari menyusup ke seluruh ruang vila .
" bikin nasi goreng yu** ? " aja Nura
" roti isi aja " saut Serly
" ya sudah bikin dua-duanya aja " timpal rona
" ok kalo gitu siapin bahan-bahannya " kata Elsa
**saat ini sudah jam 6 pagi , para kaum hawa sibuk di dapur . sedangkan kaum Adam masih di dikamar dan belum keluar .
selang berapa waktu kaum hawa pun selesai membuat sarapan bersamaan dengan itu kaum Adam keluar dari kamar mereka .
" enak juga ya di bikinin sarapan mama istri** " canda Roky
" siapa istri Lo ah " sewot Serly
" Lo " kata Roky dan langsung memakan roti isi
" emm enak juga , siapa yang masak ? " tanyanya dengan mulut penuh .
" makasih " ucap Serly dengan PD nya
" setelah ini kita kemana ? " tanya Elsa
" ada de " jawab Jeki
Vero , Evan dan Roky pun cengir mendengar perkataan Jeki . karena Jeki terkenal cowok dingin seperti kutup es di Utara.
" akibat semalam ni !" seru Evan
" emang semalam kenapa ? " tanya Nura
" mati lampu " jawab Vero
sontak saja kaum hawa langsung malu dan menunduk memakan sarapan mereka agar tidak terlihat wajah mereka yang merah .
saat ini mereka sedang ada di meja makan menikmati sarapan mereka . setelah selesai makan mereka keluar untuk jalan-jalan .
" udara di sini dingin ya " kata rona sambil mengusap kedua telapak tangan
" mau di peluk gak " bisik Vero dengan tersenyum di telinga rona
rona pun langsung malu , tiba-tiba saja Roky yang usil mendekati mereka berdua .
" bisik-bisik apaan ni " tanya Roky di tengah rona dan Vero
" jangan neting de " kesal rona
" makanya jangan bisik-bisik , kita ini masih jomblo tau " timpal Serly yang ada di depan rona , Vero dan Roky
" kamu mau punya pacar ? " tanya Nura tersenyum jail yang ada disamping Serly
" jelas mau dong , biar bisa kayak rona " jawab Serly dengan senyum manisnya
" Roky ? Serly mau jadi pacar Lo " pekik Nura dan berlari menjauh dari Serly
" Nura ! " teriak Serly dan mengejar Nura
yang lain pun tertawa melihat tingkah Nura dan Serly . sedangkan Elsa berjalan bersama Jeki di belakang rona dan Vero.
" boleh juga si kalo Serly jadi pacar gue , orangnya kan gak bodoh-bodoh amat sama kayak gue dan lagi dia itu juga cantik , dan imut" dalam hati Roky sambil tersenyum memperhatikan Serly di tempat dia berdiri
" ko dag Dig duh gini si " dalam hati Elsa sambil memalingkan wajahnya agar gak di lihat Jeki
" manis " dalam hati Jeki sedikit tersenyum
" awas pada ke sambet " pekik Evan melihat ekspresi wajah teman-temannya
mendengar itu sontak saja semua nyadar , dan langsung pergi meninggalkan Evan . saat ini mereka berada di sekitar danau , mereka memutuskan mengelilingi danau didekat vila .
selesai mereka berjalan-jalan dan sekali-kali memakan sesuatu di taman . mereka pun memutuskan untuk pulang karena bentar lagi sore tiba .
sesampainya di vila , ada yang pergi kekamar ada juga yang istirahat di ruang tv . tapi waktu tidak terasa hingga mereka pun melaksanakan shalat berjamaah bersama .
Seli musim dan waktu berganti dan berlalu . hari berlibur di vila pun berakhir , hingga mereka memutuskan belanja di pasar pagi itu .
selesai berbelanja mereka pun pulang , hingga malam menjelang mereka pun sampai di rumah dengan selamat.
" kamu hati-hati ya Vero " kata rona saat mengantar Vero menuju mobilnya
" iya sayang " ucap Vero dengan senyuman manisnya sambil mengusap kepala rona
" jangan lupa kabari kalo Uda sampe rumah ? " pinta rona yang khawatir di karenakan malam
" siap buk negara" canda Vero hormat " iya Uda aku pulang ya ? " ucap Vero memasuki mobil dan rona hanya melambai .
saat ini Vero berada di depan gerbang rumah rona . setelah kepergian Vero , rona pun masuk ke rumah .
saat rona di kamar dan menunggu pesan Vero yang tak jua memberi kabar . membuat rona merasa khawatir .
" rona kau posting , jangan neting . harus yakin kalo Vero baik-baik aja " ucap rona menghilangkan rasa khawatirnya.
beberapa menit pun rona terlelap tertidur yang memang merasa lelah . hingga pagi tiba rona terbangun melaksanakan shalat subuh .
setelah selesai shalat rona mengambil hp nya dan melihat banyak sekali notifikasi telpon dan pesan dari Vero .
rona pun membuka Chet WA nya dengan Vero . rona membaca pesan itu dan langsunglah dia menangis .
" ini gue Evan , gue ada di rumah sakit "
" Vero kecelakaan , Vero di rawat di rumah sakit mentari . cepat datanglah datang "
rona pun cepat-cepat bersiap keluar rumah dengan sopir mengantarnya ke rumah sakit dan dia lupa untuk izin keluar rumah.
sesampainya di rumah sakit , rona dapat melihat disana sudah ada teman-teman Vero dan temannya . sedangkan orang tua Vero berada di dalam ruangan Vero dirawat.
" bagaimana keadaan Vero ? " tanya rona dengan linangan air mata .
" kamu ya sabar ya na , Vero pasti baik-baik aja" jawab elsa menenangkan sahabat kecilnya
rona pun masuk ke ruang rawat Vero , disana dia dapat melihat Vero terbaring lemah dan tak berdaya dengan berbagai macan alat rumah sakit mendekati Vero . sungguh hati rona seakan tertusuk duri sembilu . dia tidak tau harus berkata apa , hanya air mata lah menjadi saksi bisu rasa sakit hatinya .
bibir yang selalu tersenyum kini sudah tidak terlihat dan matanya yang indah kini tertutup rapat . kini wajah yang selalu membuatnya bahagia menjadi begitu lesu .
" apakah mimpi ku akan menjadi nyata , Vero ku harap kau menepati janji mu " ucap rona dalam hatinya dengan sendu
rona pun terduduk diam di luar ruang Vero , dengan di temani teman-temannya .
" polisi sudah selidiki , katanya rem mobil Vero blom dan seperti ini sudah di rencanakan** " kata Jeki yang marah marah
" di rencanakan ? " tanya Roky " siapa ? klo di ingat-ingat Vero seperti nya gak punya musuh " kesal dan marah menjadi satu
" siapa si yang tega melakukan ini ? " kata Nura yang merasa kasihan melihat sahabatnya
" rona kalo mau nangis ? nangis aja jangan di pendam " kata Serly kepada rona
mendengar itu rona pun memeluk Elsa yang ada disampingnya . tangis rona pun pecak , Serly dan Nura pun memeluk rona juga untuk menguatkan rona .
selang berapa waktu rona pun tenang , kemudian dia pun menceritakan beban hatinya kepada teman-temannya itu .
" mungkin aja si juhan " ucap Elsa
" kalo emang dia , maka lihat aja apa yang akan ku perbuat " Jeki dengan murka
" kita harus pastikan dulu jek , jangan sampai memperburuk masalah " saut Roky
" klo gitu kita harus selidiki , seperti sisi tv atau saksi mata gitu " timpal Evan
mendengar itu pun rona langsung sadar , dan dia ingat kalo rumahnya pernah dibikin sisi tv oleh abangnya untuk jaga-jaga.
" ayo kita pergi ke rumah ku " kata rona dan pergi menuju lift .
teman-temannya pun saling pandang satu sama lain dan mengikuti aja kan rona. mereka akhirnya sampai ke rumah rona .
" Abang , Abang " panggil rona berteriak dirumahnya
" ada apa nak rona " tanya bik Ina dan bik mina
rona menghiraukan perkataan bibiknya itu dan terus berteriak memanggil abangnya . sedangkan teman-temannya merasa ke bingungan melihat tingkah rona .
mendengar rona yang menjerit , Revan , Raka dan nenek pun datang mendekati rona .
" ada apa dek ? " tanya Revan kemudian melihat teman-temannya
" bang , Abang masih pasang sisi tv kan didepan " tanya rona menatap abangnya dengan sendu
" emangnya ada apa kak Ron ? " tanya Revan yang merasa khawatir
" iya cu kenapa ? " tanya neneknya yang merasa khawatir juga
rona tanpa dapat menjawab setiap perkataan yang dilontarkan . seakan lidahnya lengket dan sulit untuk bersuara . hanya tangis dengan linangan air mata lah yang terus rona tunjukkan sedangkan teman-teman rona sudah mengerti maksud rona , hingga Jeki turun tangan .
" kak kami boleh lihat sisi tv nya gak ? karena teman kami Vero mengalami kecelakaan yang akibatnya adalah remnya blom . " kata Jeki panjang lebar
mendengar itu pun refleks Abang rona berteriak memanggil pengawalnya dan meminta untuk periksa sisi tv di gerbang rumah .
setelah Meraka melihat sisi tv dan benarnya dugaan rona beserta teman-temannya , bahwa pelakunya adalah juhan .
" kalian kenal ? " tanya Abang rona murka
" namanya juhan bang " jawab rona
" Sekarang kita ke kantor polisi"kata Abang rona
semua pun setuju kecuali Jeki , Jeki pun pergi meninggalkan rumah rona dengan perasaan marah dan Evan melihat itu . Evan tau kemana Jeki akan pergi .
Raka , Revan dan Roky pun pergi ke kantor polisi dengan membawa bukti dengan menggunakan mobil .
sedangkan rona dan teman-temannya berada dikamar rona untuk menenangkan rona . setelah rona terlelap tidur , teman rona pun izin pulang kepada nenek rona .
setelah semua yang terjadi terhadap rona dan Vero . sepasangan kekasih ini pun di pisahkan oleh rasa sakit . sedang pelaku yaitu juhan sudah mendekam di penjara .
hari pun berganti Minggu hingga bulan Vero bulan juga sadar dan tetap koma . hingga Vero pun di bawa ke Australia untuk menjalankan kesehatan dengan harapan Vero akan selamat.
" Vero aku kan menunggu mu , ku harap kau kan tetap mengingat ku dan janji yang kau ucapkan dulu " kata rona sedih di dalam hatinya
saat ini rona berada di balkon kamar , menatap langit gelap gulitanya malam dengan perasaan yang terasa sakit dan mata yang sembab.
keluarga rona yang melihat itu pun tidak tau harus berbuat apa . hingga teman rona pun datang untuk menghibur rona .
" rona kamu coba ingat apa yang dulu di kata Vero disaat kalian bersama " kata Elsa
" dan kamu jangan bersedih , kamu harus yakin kalo Vero pasti akan baik-baik saja " timpal Nura meyakinkan rona
" kan kamu punya barang kesayangan yang diberikan Vero sebagai kenang-kenangan " saut Serly tersenyum kepada rona
rona pun kembali tersenyum mengingat kenangan manisnya bersama Vero dan dia pun menggegang barang pemberian Vero yang terikat dilehernya .
hari ujian Nasional pun tiba , ujian untuk mencapai kelulusan . di sekolah rona terkadang melamun dan murung . dan bila di rumah pun rona juga begitu . hanya teman-temannya lah yang setiap menghibur .
sehingga mereka pun terpasah berpisah dengan rona kecuali Serly. karena mereka ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri .
" jaga diri mu rona " Elsa
" kami akan pulang setiap ada waktu " Nura
" aku akan kabari kamu tentang keadaan Vero " kata Evan
" tetap tegar ya , Vero pasti kuat " ucap Roky bersemangat dengan tersenyum
" terima kasih " kata rona dengan senyum paksaan .
" tenang aja akan akan jadi penghibur yang setia untuk rona " timpal Serly dengan PD nya
" ye PD bangat lu " usil Roky
" biarin kan sayang " ucap Serly
mendengar itu semua pun terkejut , dan mereka gak ambil pusing yang penting bahagia dan dapat membuat rona tersenyum .
...~Bersambung~...
itulah yang membuat rona dan Vero berpisah .
okay see you next time friends
assalamualaikum WR .WB