
...ku tak ingin kehilangan lagi...
...atau pun melihat mu pergi...
...dengan meninggalkan ku sendiri...
...ku harap kau selalu ada di sisi...
...~Rona Pra Sanjaya~...
...ku kan selalu ada...
...tak akan pernah meninggalkan mu begitu saja...
...karena aku hidup untuk mu...
...ratu ku dan kau cinta ku...
...aku kan tetap ada untuk mu...
...sampai maut menjemput ku...
...~Vero Arga Pratama~...
...~R&V~...
malam kini begitu indah di penuhi gemerlap bintang dan sinar rembulan di langit gelap . siapa pun yang melihatnya pasti terpanah dan akan merasa bahagia . namun , berbeda dengan seorang wanita , yang sibuk menidurkan ke dua bayinya . yang kini dirinya , merasa khawatir dan gelisah . karena takut akan terjadi sesuatu.
walau sudah hampir sebulan telah berlalu , rasa takut Rona masih terasa di hatinya setelah mimpi yang menyeramkan itu . namun , Rona masih juga belum memberitahu Vero tentang rasa takut yang di dapatkannya dari mimpi . Vero yang peka hanya bisa memberi senyuman kepada Rona .menyampaikan bila dia akan selalu ada untuk Rona dan tak akan pernah jauh atau meninggalkan Rona .
Vero saat ini di kantor , mengerjakan tugas kantor yang menumpuk di mejanya , sehingga Vero harus lembur untuk menanggani semua tugas kantornya . sedangkan Rona di rumah merasa sangat khawatir , karena Vero belum jua pulang ke rumah atau pun memberi kabar .
Rona memutuskan untuk menelpon Vero , setelah dia sudah menidurkan ke dua bayi mungilnya dalam ranjang khusus bayi. 3 hari yang lalu , ke dua anaknya sudah berada di rumah . diantar oleh mertuanya dan keluarganya.
" yank , kamu kenapa belum pulang " tanya Rona setelah Vero mengakat telponnya yang ke 4 kalinya
" maaf yank , aku lupa kabarin kamu . aku akan pulang larut , kamu tidur aja dulu . jangan menunggu ku " jawab Vero di seberang sana
" apa tidak bisa di lanjutkan besok ? "
" maaf yank , aku gak bisa . tugas ku sangat menumpuk , karena aku sudah berulang kali menundanya "
" baiklah , tapi jangan terlalu larut "
" iya ratu ku , aku akan segera pulang . bila semua tugas ku selesai , kalo gitu ku tutup ya yank . assalamualaikum "
" emm wa'alaikumsalam "
Tutt
telpon pun berakhir , Rona hanya pasrah menghembuskan napas lega . bila Vero tidak kenapa-napa dan dia bisa sedikit tenang . Rona langsung menatap jam pada dinding yang ada di kamarnya , di jam tersebut menunjukkan jarumnya 21 : 45 wib malam . namun , perlahan dia sulit untuk memejamkan mata dan kemudian merasa tidak tenang lagi .
" kenapa perasaan seperti ini ? kenapa jantungku berdetak lebih cepat ? semoga saja firasat ku ini tidak hal yang buru " batin Rona sambil tangan kanannya memegang dadanya yang berdegup kencang
Rona kembali berbaring dan berusaha memejamkan matanya lagi . tapi , perasaannya selalu merasa tidak tenang . sehingga Rona memilih untuk menunggu kepulangan Vero dengan duduk menatap gemerlap bintang dan sinar rembulan di langit gelap atas sana .
perlahan Rona mulai tertidur di kursi goyang yang ada di balkon . hingga waktu berlalu Vero pun memasuki teras rumah dengan menggunakan mobil , tanpa di sadari Rona . bila Vero telah pulang dan kini Vero sudah membuka pintu kamar .
" eh , anak papa Uda tidur " seru Vero tersenyum senang melihat wajah kecil bayi mungil yang tertidur lelap , sehingga menghilangkan rasa lelah dan kantuknya
Vero kemudian menatap ranjang dan terlihat di sana Rona tidak ada . Vero langsung meletakkan tas kerjanya dan menatap jam dinding pada kamarnya sekitar 11 : 55 wib , kemudian menatap ke arah balkon kamarnya yang terbuka lebar . tanpa pikir panjang , Vero melangkahkan kakinya menuju balkon dan terlihatlah seorang wanita cantik yang tertidur lelap pada kursi goyang .
Vero hanya tersenyum geli , melihat wajah Rona yang di sinari oleh rembulan yang begitu terang di malam ini . Vero sedikit membungkukkan badannya ingin menggendong Rona untuk membawanya tidur di ranjang . tapi , Rona tiba-tiba terbangun karena gangguan Vero .
" sayang , kamu Uda pulang ? " tanya Rona yang sambil mengucek matanya
" emm maaf ya , sayang ku " ujar Vero sedih yang merasa bersalah
" sekarang kamu Uda pulang . aku sudah merasa tenang dan kamu mandilah " pinta Rona setelah mengumpulkan semua nyawanya dan tersenyum menatap wajah Vero di depannya
" baiklah " kata Vero kembali tersenyum sambil menggendong Rona
Rona yang tiba-tiba di gendong Vero , refleks mengalungkan ke dua tangannya di leher Vero .
" lepas yank , lepas . kamu pasti capekan " seru Rona dengan wajah melasnya menatap wajah Vero yang begitu dekat
" hamba tidak lelah atau pun capek ratu ku , hamba akan selalu melayani mu dan hamba akan meletakkan ratu di ranjang tidur " ujar Vero dramatis , membuat Rona kembali senang dan menimbulkan tomat merah di pipinya
Vero yang melihat wajah Rona yang memerah seperti tomat , merasa gemas ingin rasanya Vero menerkam Rona . namun , dia memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu .
setelah Vero meletakkan Rona dengan lembut di ranjang . Vero langsung masuk kamar mandi dan selang 10 menit Vero keluar dengan tubuh yang lebih fresh . kemudian Vero langsung berbaring di ranjang , dengan hanya menggunakan mantel berbulu putih yang sebatas lututnya dan lengan sebatas siku .
Rona yang tadinya tertidur , kini terbangun karena pergerakan di atas ranjang . Rona langsung membelalakkan matanya menghilangkan rasa ngantuknya melihat Vero hanya menggunakan mantel mandi .
" ke..napa gak pake baju ? " tanya Rona terbata-bata menatap Vero di sampingnya
" kan Uda pake baju si yank " jawab Vero sambil tersenyum manis yang memiliki arti
" emang gak boleh ya ? " tanya Vero berpura-pura kesal " aku capek yank , aku ngantuk " lanjutnya melihat ekspresi Rona yang menggemaskan menurutnya
" terserah " ujar Rona kesal sambil membalikkan badannya , membelakangi Vero
" ko gitu ? kenapa ? " tanya Vero
Rona tidak menjawab , membuat Vero tersenyum geli melihat sikap istrinya yang menggemaskan .
" yank "
" sayang "
" ratu ku "
Vero terus menggoda Rona sambil memeluknya dari belakang dan kemudian menciumi leher putih mulus Rona . Rona yang merasa terganggu pun , mendengus kesal . kemudian Rona membalikkan badannya menghadap Vero . Vero langsung tersenyum senang , karena berhasil menggoda istrinya . namun , senyuman Vero seketika luntur .
" tidur , kalo gak keluar . jangan ganggu , aku ngantuk " kata Rona dengan wajah kesalnya
" sayang ? " panggil Vero lagi . tapi , Rona langsung menatap tajam dan seakan berkata tak ingin di ganggu
Vero langsung diam dan langsung memejamkan matanya . Rona yang melihat itu kembali tersenyum , kemudian Rona menyembunyikan wajahnya di dada bidang Vero dan memeluk erat tubuh suami tercinta .
Rona dan Vero terlelap tidur memasuki alam mimpi . sehingga Sinar mentari pagi , menyapa untuk membangunkan tubuh manusia yang masih tertidur di ranjang empuk mereka .
Rona sudah terbangun terlebih dulu setelah shalat subuh dan langsung memasak untuk membuatkan sarapan di dapur , sedangkan Vero kembali tidur setelah shalat subuh tadi .
" sayang , bangun dong . ini Uda jam tujuh " seru Rona membangun Vero dengan menggoyangkan pundak Vero
Vero belum juga mau bangun , sehingga membuat Rona marah . Rona langsung menjentikkan ke dua jari telunjuknya dan jempolnya . merasa memiliki ide dan Rona tersenyum senang .
" Vero , sayang ada Yanti dan Ardi " teriak Rona berpura-pura
" Yanti !! Ardi !! " ujar Vero yang seketika terbangun dan terduduk di ranjang karena mendengar teriakkan Rona
" dimana ? " tanya Vero menatap Rona setelah turun dari ranjang dengan mantel yang terbuka lebar , karena tali pengikatnya lepas
Rona yang tadinya ingin tertawa dan bukannya takut , kini Mala harus menelan salivanya yang terasa tercegat di lehernya , menatap tubuh sixpack Vero yang menggoda batinnya . sedangkan Vero yang tersulut Amarah , langsung mendekati Rona yang diam mematung dan membuat Vero semakin khawatir , marah dan kesal menjadi satu . khawatir karena di rumah ini ada anak dan istrinya . orang yang paling Vero cintai .
" Rona !! dimana mereka ? dimana Yanti dan Ardi ? anak-anak kita dimana ? " cerocos Vero yang tersulut Amarah sambil mengguncang ke dua pundak Rona
Rangga dan Anggita yang masih tertidur , kini terbangun . mendengar suara amarah Vero dan membuat Vero memhembuskan napas lega . karena buah hatinya , ada di ruangan yang sama dengannya .
sedangkan Rona tidak menjawab hanya diam , tapi Mala memeluk Vero dan itu membuat Vero meredakan sedikit amarahnya . Vero pun memeluk erat Rona , berpikir Rona merasa takut dan tiba-tiba Rona menciumi leher , kemudian turun ke dada bidang Vero . Vero yang tadinya marah , kini di buat bingung dengan ulah absurd istrinya yang tiba saja bercumbu .
" Rona ke..napa jadi be..gini , dimana Ar..di dan yan..ti ? " tanya Vero yang menahan geli serta gelenjar aneh . karena Vero juga menahan hasratnya untuk tidak menerkam Rona
Vero langsung melepaskan Rona dan sedikit memberi jarak dari Rona . seketika membuat Rona sedih dan meneteskan air mata . Vero yang melihat itu , semakin merasa bingung .
" dimana Yanti dan Ardi ? " tanya Vero sambil memegang kedua pundak Rona
" gak ada " jawab Rona singkat tanpa menatap wajah Vero dan tetap menatap sixpack Vero
" Rona , sayang ku . kamu kenapa ? " tanya Vero lagi yang belum mengerti dengan tingkah Rona
Rona tidak menjawab perkataan Vero , dia Mala pergi ke luar kamar menuju dapur . meninggalkan Vero yang cengo merasa sangat bingung dengan tingkah Rona belakangan ini yang sangat sensitif .
" apa yang ku Lakukan ? kenapa jadi aku yang kena ? tapi roti sobek itu menggoda " dalam hati Rona tersenyum nakal , kemudian Rona menggelengkan kepalanya untuk sadar dari pikiran bodohnya .
Rona kembali ke dapur dan segera menyiapkan sarapan dia atas meja dan menunggu Vero untuk sarapan bersama.
sedangkan Vero hanya tersenyum dan menyadari bila Rona ternyata mengerjainya . kemudian Rona terpesona dengan tubuh sixpacknya .
" ada untungnya juga bila aku rajin berolahraga " gumam Vero tersenyum senang
seketika Vero tertawa , perlahan Vero diam dan mendekati bayi mungilnya yang sedang menangis .
" cup cup cup maaf ya sayang , anak papa . jangan nangis lagi , cup " ujar Vero menenangkan ke dua anaknya
Vero terus berusaha mendiamkan anaknya , agar tidur dan dia bisa mandi. hingga jam menunjukkan 8 : 10 pagi , akhirnya ke dua bayi mungilnya tertidur lelap dan Vero langsung menuju kamar mandi . setelah Vero selesai mandi dan memakai setelan jas kantornya . Vero langsung turun kebawah , untuk menyantap sarapannya bersama Rona.
Rona dan Vero seperti biasa , bila makan mereka tidak ada yang berbicara . sampai akhirnya selesai makan Vero mencairkan suasana yang sunyi.
" sayang ! mungkin malam ini aku akan lembur lagi dan pulang larut dan kamu jangan menunggu ku " ujar Vero was-was sambil terus memperhatikan wajah Rona
" terserah " jawab Rona singkat sambil membereskan meja makan
Vero hanya bisa menghembuskan nafasnya , melihat sikap Rona yang berubah-ubah .
" kalo gitu aku pamit yank , assalamualaikum " seru Vero tanpa semangat
" wa'alaikumsalam "
Vero pun langsung keluar rumah tanpa melihat senyum atau pun mencium kening Rona . membuat Vero tidak bersemangat ke kantor , tapi Vero juga tidak mungkin menghentikan atau pun menunda tugas kantornya lagi . dengan berat hati Vero melajukan mobilnya menuju kantor , meninggalkan perkarangan rumahnya . sedangkan Rona dia juga sibuk dengan tugas rumah tangga yang mengurus anak-anaknya yang masih berumur 1 tahun lebih itu .
...Bersambung...