Rona

Rona
eps . 31 POV Vero



saat ini aku berada di kantor , tubuh ku terasa tidak enak . pagi tadi saja saat sudah dalam perjalanan , entah mengapa diri ku merasa mual .


" apa ku mungkin aku ke tularan penyakit dari Rona atau mungkin saja karena berolahraga tengah malam " gumam ku pelan di akhiri dengan tersenyum manis


kini aku berbaring di sofa setelah meeting dengan perusahaan lain dan setelahnya aku langsung melaksanakan shalat zhuhur di dalam ruangan ku .


tubuh ku terasa sangat berat , di mana-mana terasa pegal dan di tambah lagi mual . membuat ku sulit untuk berdiri , sehingga kini aku berbaring di sofa panjang ruangan ku .


Tok Tok !!!


suara ketukan pintu membangunkan ku dari tidur yang melelahkan ini . sehingga aku berusaha untuk bangun dan mencoba untuk berdiri . namun , sangat sulit dan aku akhirnya memutuskan untuk duduk bersandar di sofa .


" masuk " seru ku


seorang wanita pun masuk dengan pakaiannya yang modis , tapi walaupun begitu aku tidak tertarik . karena aku sudah punya bidadari hati ku , dan wanita yang ku sebut tadi . dia adalah sekretaris ku yang bernama Winda syahputri .


" maaf pak bila saya menggangu " ujar Winda sopan yang saat ini berdiri membelakangi pintu


" ada apa ? " tanya ku dengan khas dingin


" pak Vero akan melakukan meeting di luar kantor dengan perusahaan Pradipta company dan ini aku di lakukan 1 jam lagi setelah makan siang " jelas Winda panjang lebar pada ku dengan berucap lembut


" mana berkasnya ? " pinta ku dengan tetap pada posisi ku


" ini pak " ucapnya sambil meletakkan berkas di atas meja kaca hitam yang berhias vas bunga kecil di tengahnya di hadapan ku


saat dia memberikan berkas itu , dia mencoba menggoda ku dengan mencondongkan tubuhnya ke bawah . sehingga belahan itu sedikit terlihat , tapi aku tidak tergoda .


" sepertinya dia belum mengenal diri ku " batin ku tersenyum sinis


setelah Winda , sekretaris ku ini kembali berdiri di hadapan ku dengan berbatas meja . aku pun langsung mengambil berkas tersebut yang tadinya terletak di atas meja , sekarang sudah ada dalam genggaman ku . namun , saat aku ingin membaca berkas tersebut.


Dreet Drinn


benda pipi yang ada di saku jas ku berbunyi , sehingga aku kembali meletakkan berkas yang tadi ada di genggaman ku . awalnya tidak ku angkat , saat aku tau yang menelpon ku adalah Kelin , yaitu adik ku . namun , aku tetap mengakat telpon dari adik ku . mengingat bila Rona bersama dengan adik dan juga mama ku .


saat aku sudah menekan tombol hijau pada layar hp ku dan langsung mendekatkannya di daun telinga ku .


" ada apa Kelin ? " tanya ku dengan masih pada posisi dan dengan sikap ku yang dingin berwajah datar


" kak ke rumah sakit sekarang , gak pake lama . cepatan " jawabnya di seberang sana yang terdengar panik atau bisa di sebut terburu-buru , sehingga membuat ku menjadi khawatir


Tutt !!!


disaat aku ingin bertanya lagi , Kelin adikku sudah langsung memutuskan panggilannya . sehingga membuat ku merasa marah dan khawatir menjadi satu . marah karena Kelin tidak menjelaskan apa yang terjadi di rumah .


tanpa pikir panjang lagi , aku pun berusaha berdiri dan langsung melangkahkan ke pintu . namun , aku berhenti sebentar tepat di depan pintu.


" semua jadwal untuk hari ini di cancel dan jangan sekali-kali kau menggoda atasan mu . bila kau tak ingin ku keluarkan dari perusahaan ku , karna aku tidak suka melihat wanita penggoda " ujar ku dengan dingin , yang terdengar seperti membentak atau perintah


" ba...ik pak " ucapnya tertunduk dan ku yakini pasti dia merasa takut


setelah aku mendengar itu aku langsung melangkahkan lebar menuju lift yang jaraknya sekitar 10 meter dari ruangan ku . kini aku sudah berada di lift , dengan perasaan khawatir dan marah masih menyelimuti hati ku . membuat ku tidak sabar , sehingga berulang kali aku menekan tombol menuju ke bawah .


sekarang aku sudah berada di lantai dasar menuju parkiran mobil ku selepas aku keluar dari pintu masuk kantor ku . saat aku sudah mendapatkan mobil ku di parkiran , aku langsung masuk dan kemudian aku langsung kemudikan menunjuk rumah sakit mengikuti pesan singkat dari Kelin .


namun , di tengah perjalanan aku dapat mencium bau yang menyengat hidung ku . sehingga mau tidak mau aku harus berhenti di pinggir jalan untuk mengeluarkan isi perut ku . tapi , yang keluar hanya cairan bening . karena memang aku belum ada makan siang , selain serapan pagi tadi .


setelah rasa mual ku hilang , aku melanjutkan perjalanan ku menggunakan mobil menuju rumah sakit . sesampainya aku di sana , aku menggunakan masker . agar aku tidak merasa mual lagi . aku langsung melangkahkan masuk , mengikuti pesan singkat dari Kelin .


" apa yang terjadi pa ? " tanya ku setelah aku berdiri tepat di hadapan papa ku yang sedang duduk di kursi tunggu


" masuklah dan kamu akan tau " jawabnya dengan tenang , tapi wajahnya terlihat cemas


aku pun gerak masuk dan membuka pintu tanpa membaca tag pada pintu . saat aku sudah masuk dan terlihat Rona tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca yang kini dia sedang berbaring terlentang di ranjang pasien yang di temani oleh mama , Kelin , kak Anjani dan nenek Rona serta ke dua anak ku yang sedang di gendong oleh mama dan juga nenek Rona mereka semua hanya menampilkan wajah lesu dan juga cemas .


" kamu kenapa ? " tanya ku dengan khawatir dan panik . namun aku mencoba untuk tenang


" aku ...ha.."


" iya , kamu kenapa ? ma ' Kelin ! Rona kenapa ? " tanya ku terburu memotong perkataan Rona


" kamu harus jaga Rona selama 8 bulan ini , jika tidak mama akan bawah Rona pergi " jawab mama yang nampak begitu tenang


" maksud mama apa ? jangan bertele-tele ? " ujar ku yang mulai kesal dan khawatir


" sayang kamu tenang saja , kamu gak ingat ini hari apa ? " tanya Rona pada ku dengan tersenyum manis


" hari ? emang apa ? Uda katakan kamu sakit apa ? " tanya ku dengan tidak sabaran sambil tetap memegang erat tangan kiri Rona


Hahaha hahaha!!!!


tiba-tiba saja mama dan Kelin tertawa . sehingga membuat ku semakin kesal dan marah yang kini terlihat di wajah ku memerah padam . namun , rasa marah dan kesal ku hilang seketika .


" selamat ulang tahun Vero anak papa dan mama " ujar papa yang ternyata sudah ada dalam ruangan sambil membawa kue persegi dan di atasnya terdapat lilin berbentuk angka 28 yang artinya sekarang aku sudah berumur 28 tahun .


" selamat ulang tahun sayang ku " ucap Rona dengan lembut kemudian dia mencium tangan ku yang masih menggenggam tangannya tadi


" sekarang katakan kamu kenapa ? " tanya ku lagi yang kini dengan perasaan tenang , tapi tidak seperti tadi yang marah , kesal dan khawatir . dengan melihat sikap ke dua keluarga , aku merasa yakin . bila akan ada kabar baik di hari ini dan wajah cemas , lesu itu hanya untuk mengerjai ku saja .


" Rona saat ini sedang hamil 4 Minggu dan kamu harus selalu menjaga menantu papa dengan baik . bila menantu papa terluka atau lecet sedikit saja . kamu tau kan apa yang akan papa lakukan ? " ujar papa dengan senyuman yang kini masih pada posisi nya di hadapan ku


aku hanya diam mencerna setiap perkataan yang papa ucapkan . sampai akhirnya aku meneteskan air mata karena bahagia dan perasaan yang haru menyelimuti hati ku .


" kita akan punya bayi lagi ? " tanya ku yang kembali menatap Rona yang tadinya aku menatap papa


" iya sayang , kita akan memberikan Anggita dan Rangga adik " jawab Rona yang ikut merasakan hal yang sama dengan ku


aku pun langsung memeluk Rona begitu erat , dengan air mata yang masih menemani ku dalam rasa haru dan syukur ku kepada Tuhanku . aku terus berucap syukur dalam hati kepada Allah SWT , Tuhan ku akan sebuah karunia-Nya yang sungguh membuat ku merasa bahagia yang begitu indah .


" terima kasih ratu ku , aku mencintaimu " ucap ku pelan berbisik di telinga Rona


aku pun kembali berdiri . namun , aku tangan ku tak ku lepas dari genggaman tangan Rona . aku tetap menggenggam tangannya dengan sangat erat dan aku dapat melihat wajah Rona bersemu merah . sehingga membuat ku semakin Merekakan senyum ku .


" selamat ya Vero , dan terima kasih sudah memberi ku keponakan lagi " ujar bang Raka tersenyum pada ku yang berdiri di ujung ranjang dan di samping kak Anjani yang sedang menggendong bayi perempuan


" Vero ini lilinnya di tiup dong , pegal Lo tangan papa " kata papa yang nampak terlihat kesal


aku pun kembali menatap papa serta kue yang di pegang olah papa . aku pun melepaskan tangan ku dengan lembut yang masih terpaut dengan Rona . kemudian ke dua tapak tangan ku dekatkan , sehingga tapak tangan ku dan jari yang ku rapatkan seperti minta . aku langsung menutup mata dan mengucapkan permohonan doa ku kepada Tuhanku , Allah SWT .


" ya Robbi , ya Tuhan ku . aku hanya menginginkan kebahagiaan dalam keluarga ku . dalam keluarga yang telah terikat dengan benang suci bersama ku . aku berharap pada mu Tuhan ku , agar aku selalu bersama dengan orang-orang yang ku cintai dan ku tak ingin perpisahan . hamba tak ingin kehilangan atau pun perpisahan . hamba tahu , engkau maha mengetahui , maha penolong dan engkau juga tahu apa yang hamba alami . .........." ucap ku dalam hati dan menutup mata


setelahnya aku membuka mata dan langsung meniup lilin ulang tahun ku . sehingga terdengar suara yang begitu bergema di telinga ku . suara bahagia dan gembira dalam senyum tawa .


...Bersambung...


see you next time , assalamualaikum 🙏☺️