
nama ku Yanti Permatasari , aku lulusan S1 bersamaan dengan Vero waktu itu . waktu dimana diri ku mengenalnya , saat melanjutkan study di Australia dan kini ku tak bersamanya . hanya dendam akan kebencian yang kurasakan terhadap luka yang telah ku terima .
aku hanya ada Yatim piatu . orang tua ku meninggal , saat aku tamatan SMP . orang tua ku meninggal karena kecelakaan pesawat , karena saat itu orang tua ku punya keperluan di luar negeri dan saat mereka kembali untuk menepati janji yang mereka buat , yaitu untuk hadir di acara ke lulus SMP ku . namun , bukan janji yang mereka berikan , melainkan kesepian yang kurasakan . sampai akhirnya aku tinggal sendirian dengan warisan dari orang tua ku .
tetapi , warisan itu hanya bisa ku gunakan sampai aku kuliah . sampai waktu itu aku tidak merasa kesepian dengan adanya ke hadiran Vero di dekat ku . aku menjalankan pendidikan kuliah dengan semangat , karena aku punya Vero yang selalu ada untuk ku . namun , itu hanya berlangsung sebentar . karena dirinya perlahan menjauh dari genggaman ku , di karenakan dirinya kembali ke Jakarta bersama temannya dan aku terpaksa ikut waktu itu .
di saat kami berada di Jakarta , aku bisa merasakan . bila Vero seakan jauh dan kini diri ku telah kehilangan Vero sepenuhnya . namun , kini aku kembali merasa senang . kembali merasa di cintai oleh seorang pria yang baru ku kenal beberapa bulan ini .
dia adalah Ardi , Ardi Grawijaya . seorang pengusaha sukses ,yang menjalankan bisnis papanya . karena papanya sudah menyerah perusahaannya kepada Ardi .
semenjak percintaan satu malam itu . aku bisa merasakan sikap Ardi yang mulai lembut dan hangat pada ku serta senyumannya yang begitu menenangkan hati ku dan sungguh ! aku merasa senang . sampai-sampai aku melupakan beban hati ku terhadap Vero dan Rona . aku sempat mengira percintaan satu malam itu hanyalah mimpi dan awalnya aku tidak menerima semua itu . namun , melihat sikap Ardi yang begitu lembut dan hangat membuat ku luluh dan perlahan aku mau menerima semua yang terjadi di antara kami .
kini Ardi mengajak ku ke suatu tempat dengan mobil yang terus di kemudikan olehnya . aku hanya bisa tersenyum tipis , karena ku tahu . kalo pun aku bertanya , pasti dia tidak akan mau menjawab . jadi aku pasrah membiarkan dia membawa ku kemana . karena jujur , aku mulai tergantung pada dirinya .
" turunlah , kita sudah sampai ! " ujar Ardi dengan suara lembut serta senyuman hangat yang selalu dia perlihatkan untuk ku . karena tanpa ku sadari ternyata mobilnya sudah berhenti
" i..ya " jawab ku terbata-bata karena lamunan ku seketika bubar
aku pun turun dari mobil setelah Ardi membuka pintu untuk ku . aku dapat melihat , malam ini begitu indah . terlihat bintang gemerlap memenuhi langit malam , serta rembulan yang bersinar terang di atas sana . kemudian aku melangkah mengikuti langkah Ardi yang setia menggenggam tangan ku dengan erat .
DEG !!!
perlahan langkah Ardi berhenti membuat ku bingung , karena di sana nampak masih sangat gelap . tapi , tiba-tiba Ardi menjentikkan jari telunjuk dan jempol hingga berbunyi . seketika lampu gemerlap menyala terang di sekeliling ku . aku pun mengedarkan pandangan ku melihat hiasan di sekeliling tempat itu terlihat indah . serta ada sebuah meja dan dua kursi terlapisi oleh kain putih dan ternyata aku baru menyadari bila injakan kaki ku di kain merah yang memanjang ke arah meja dan kursi itu .
" ayo ikut dengan ku sayang ! " seru Ardi yang semakin membuat jantung berdebar lebih kencang seakan ingin melompat keluar
" emm baiklah , tapi sedang apa kita di sini ? " tanya ku , karena aku tak ingin ke ge'eran . bila nanti aku Mala jatuh sakit hanya sebuah melihat hal ini
Ardi tidak menjawab pertanyaan ku dan terus menarik tangan ku dengan lembut ke arah letak keberadaan kursi dan meja yang ada di hadapan kami . kemudian dia mendudukkan ku di salah satu kursi , sedangkan dia juga duduk di hadapan ku dengan begitu karismanya serta senyuman yang tetap menghiasi wajah tampannya .
" sekarang bisa kau katakan ? kita sedang apa disini ? plis jangan membuat ku penasaran ? " tanya ku dengan tidak sabarannya
" tenanglah sayang ! kamu akan segera tau ! " serunya menenangkan ku dan aku bukannya tenang Mala memcibikan bibir ku . merasa kesal
aku pun hanya diam dan terus memperhatikan wajahnya . menjari sesuatu hal dari gerak geriknya serta tatapan matanya . namun , aku tak bisa menemukan apa pun selain sebuah cinta dan ke tulusan .
" apa mungkin dia ingin memperkenalkan ku dengan wanitanya ? atau dia ingin memjahati ku ? tapi , apa mungkin begitu ? atau bisa saja di ingin mengutarakan isi hatinya ? tapi dengan siapa ? apakah aku ? " tanya ku dalam hati dengan senyuman di akhir kalimat ku
PROK !!! PROK !!!
namun , tiba saja Ardi menepuk ke dua tangannya . sehingga menimbulkan bunyi dan ternyata itu hanyalah isyarat . karena 2 wanita datang dengan membawa makanan serta minuman dan ku yakini bila mereka hanya seorang pelayan .
" silahkan di nikmati tuan dan nyonya ! " seru sopan salah satu pelayan tersebut
" terima kasih " saut ku dengan tersenyum tipis kepada pelayan itu , sedangkan Ardi hanya diam menatap ku dan sekali dia terlihat gelisah
" ti...dak , tidak ada . ayo kita makan , sebelum ke buru dingin " jawabnya dan langsung menyantap makanan di hadapan atas meja
aku serta Ardi menikmati makan malam dengan diam . tidak ada pembicaraan diantara kami , sampai kami selesai makan pun Ardi tetap diam dan terlihat gelisah . karena aku dapat melihat dahinya terlihat basah .
" makanan mu pedas ? " tanya ku yang masih menatapnya bingung
" gak "
" terus ? kenapa dahi mu berkeringat seperti itu ? apa yang sedang kamu pikirkan ? dan kenapa kamu terlihat gelisah ? " tanya ku berturut-turut dengan rasa kesal ku
" emmm baiklah " jawabnya dan seketika dia berdiri dari duduknya yang membuat ku semakin Bingung
kemudian Ardi melangkah ke arah ku dengan wajahnya yang terlihat tanpa senyuman . namun , seketika aku di buat terkejut dengan mata ku sukses terbelalak menatap Ardi yang tiba-tiba sujud di samping ku dengan satu lutut sebelah kanannya menyentuh kain merah di lantai serta satu kakinya ikut menyagah tubuh kekarnya . kemudian Ardi mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jasnya , serta membukanya dan terlihat sebuah cincin berlian di dalamnya .
" Ardi apa yang sedang kamu lakukan ? berdirilah ! jangan membuat ku malu ! " pinta ku dengan pelan yang hanya bisa di dengar oleh ku dan Ardi . sambil mata ku melihat sekeliling ku , untuk mengetahui ada orang yang memerhatikan adegan ini atau tidak serta jantung yang kembali berdetak kencang
" Yanti ! diam lah . jangan membuat ku sulit untuk berucap ! aku sudah lama menunggu hal ini dan ku harap kamu tidak menolak ku ! " ujar Ardi yang terlihat sangat serius pada posisinya
" menunggu ? menolak ? maksud mu apa Ar ? " tanya ku yang mulai mengerti , tapi aku menyakalnya . karena mungkin saja Ardi sedang latihan , latihan untuk melamar gitu misalnya
" Yanti ! " seru Ardi yang mulai jengah dan perasaan kesal kepada ku yang terus menyaut
" baiklah " jawab ku pasrah dan memperhatikannya terus dengan malas
" Yanti Permatasari , aku tau kita mengenal sudah lama dan aku tau , kau masih mencintai dia . tapi izinkan aku untuk berdiri di samping mu dan menjadi pelindung mu . aku serius ingin menjalin hubungan bersama mu , dan aku ingin kita memulai kehidupan baru di masa depan . aku ini kau melupakan masa lalu dan membangun rumah tangga yang baru bersama ku . Yanti Permatasari , mau kah kau berbahagia dengan ku dan menua hidup sampai akhir hidup ku . aku janji aku selalu membahagiakan mu dan tidak apa bila kau tak bisa mencintai ku . cukup aku yang mencintai mu , ku mohon . izin kan ku memiliki mu sepenuhnya untuk ku ? Will you marry me ? " ujar Ardi panjang lebar dengan masih setia pada posisinya
Yanti yang mendengar itu merasa haru . hatinya merasa senang , sedih dan terkejut menjadi satu . sedih karena Ardi memilih dirinya yang sudah memiliki penyakit yang tidak tau kapan akan tanda kehidupan yang sesungguhnya . terkejut karena Yanti tak menduga Ardi akan nekat melakukan ini untuknya .
" Ardi apa kamu yakin ? " tanya Yanti masih dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya
" sangat yakin ! " serunya dengan senyuman
" tapi ...aku tidak tau ? apakah ku masih bisa bertahan atau tidak ? aku takut kau pasti akan pergi dari ku ! bila kau menyerah menjaga ku ! " ujar Yanti yang masih belum bisa mempercayai ini semua
" aku tak peduli kamu berpikir apa tentang ku ! yang ku inginkan ...kau ada untuk ku ! dan ku tak akan meninggalkan mu , sebelum azal menjemput ku . karena ku sungguh mencintai mu dan ku sudah melupakan masa lalu " jawab Ardi dengan mantap meyakinkan ku , bila dirinya sungguh ingin menjalin sebuah ikatan suci pernikahan bersama ku
" aku ..."
belum sempat aku menyelesaikan perkataan ku , tiba saja pandangan ku buram dan perlahan menjadi hitam . namun , aku masih bisa merasakan tubuhku berada dalam dekapan hangat seseorang . sampai akhirnya aku benar tak sadarkan diri dalam dekapan Ardi .
...Bersambung...