
Flash back on ...
25 tahun lalu ...
seorang pria berjalan dengan terburu-buru menuju sebuah kamar yang merupakan kamar dan di dalam kamar itu dia dapat melihat " seorang wanita yang tidaklah muda . sedang membaca sebuah buku sambil berselonjorkan kaki dan bersandar pada kepala ranjangnya .
" ma " panggil pria pada wanita yang ada di hadapannya yang merupakan mamanya
" Ronal , ada apa nak ? " tanya sang mama saat melihat wajah kekhawatiran di wajah tampannya pria dihadapannya yang bernama Ronal . namun , Ronal hanya diam dengan duduk di pinggir ranjangnya
" apa kau masih merasa tak tenang dengan firasat yang kamu katakan kemarin " ujar mamanya setelah meletakkan buku di sampingnya
" iya ma , aku merasa sesuatu akan terjadi . tapi Ronal tak tahu apa yang akan terjadi ? Ronal takut ma "
" kamu jangan begitu , mungkin kamu hanya mencemaskan kehamilan istri mu dan kamu harus kuat nak "
" tapi ma... "
" kamu berdoa saja kepada sang pencipta , kepada Allah SWT . karena dia yang maha mengetahui apa pun dan dia yang maha penolong para hambanya . mama yakin ... firasat yang kamu rasakan , pasti karena kehamilan istri mu "
Ronal terdiam mendengarkan penjelasan sang mama tercinta . namun , dia masih belum yakin dengan penjelasan sang mama . tapi , dia akan mencoba untuk berfikir positif dan mungkin saja firasat yang dia miliki di hatinya adalah karena kecemasannya terhadap kehamilan sang istri tercintanya .
" apa mungkin ini karena itu ? tapi ... kenapa perasaan ini selalu saja mengganggu ku . ya Allah semoga engkau bisa mengerti hamba , hamba tak ingin kehilangan apa pun " dalam hati Ronal terdiam dalam tatapannya kosong
" ya sudah , sekarang pergi dan temani istri mu . pasti dia sangat membutuhkan mu di sampingnya dan ingat ! kami harus menjadi suami siaga . karena sebentar lagi istri kamu melahirkan " tutur lembut mama dengan senyuman pada putranya
" baiklah ma , mama istirahatlah . Ronal akan menemui wanita tercinta Ronal dan tentunya tercantik seperti mama " ujar Ronal dengan senyuman semanis mungkin pada wanita yang ada dihadapannya
" Uda sana , mama Uda tua "
Ronal pun pergi meninggalkan sang mama dengan senyuman dengan tak lupa kembali menutup pintu kamarnya . sedangkan sang mama hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya . sementara Ronal sudah berada di kamarnya melihat wanita yang sudah berbadan dua sedang berada di balkon , duduk bersandar menikmati gemerlap bintang di atas sana , serta pancaran sinar rembulan yang menerpa wajah cantiknya .
" sayang ... ayo kita tidur . ini sudah sangat malam dan kamu tak boleh sampai sakit " tutur Ronal lembut pada wanita cantik yang kini berada di hadapannya dengan membelakangi suasana indahnya malam dengan menatap wajah cantik sang istri
" ok suami ku tercinta , tapi aku inginnya di gendong " sahut wanita cantik di hadapannya Ronal dengan nada manja , membuat Ronal tersenyum geli
" baiklah istri ku tercinta "
Ronal pun menggendong istrinya dan istrinya melingkarkan tangannya di leher yang kekar milik suaminya tercinta dan kini sekarang pasangan suami istri sudah berbaring di ranjang dengan tangan yang masih terpaut . seakan tak ingin melepaskan atau pun ingin meninggalkan .
" menurut kamu ? anak kita laki-laki atau perempuan ? " tanya sang istri pada suaminya yang berbaring terlentang di sampingnya
" aku tak perduli , bila dia laki-laki atau pun perempuan aku akan sangat menyayanginya . tapi ... aku sangat ingin perempuan " jawab Ronal dengan senyuman hangat menatap mata indah sang istri tercinta
" kita lihat aja "
" baiklah istri ku ... sekarang saatnya untuk tidur . ini sudah sangat malam "
Ronal dan istrinya pun tidur memasuki alam bawa sadar di saksikan oleh indahnya suasana malam . sampai bertepatan jam 2 dini hari , tiba saja sang istri terbangun sambil memegangi perutnya yang terasa sakit . sedangkan Ronal juga terbangun , karena merasakan pergerakan ranjang yang menggangu tidurnya .
" sayang ... kamu kenapa ? " tanya Ronal panik melihat wanita di sampingnya seperti menahan sakit sambil memegangi perutnya . namun , sang istri tidak menjawab , dia hanya meneteskan air mata karena rasa sakit di perutnya
Ronal langsung turun dari ranjang , kemudian berlari ke kamar sang mamanya .
" ma " panggil Ronal berulang-ulang sambil mengetuk pintunya dengan sedikit keras karena rasa khawatirnya dan panik
selang berapa menit pintu pun terbuka , dan sang mama Langsung berlari menuju kamar anaknya tanpa harus bertanya kenapa . karena dia sudah tau melihat putranya yang terlihat khawatir dan panik .
" bawa istri mu ke rumah sakit sekarang , mama akan menyusul di belakang " ujar mamanya pada Ronal dan Ronal hanya mengangguk . kemudian menggendong istri tercintanya
Ronal langsung melangkahkan menuju mobil yang sudah tersedia di teras rumahnya .
" sabar ya sayang " ucap Ronal
Ronal langsung menancap mobilnya membela jalan aspal pada hari yang masih gelap menuju rumah sakit terdekat . sampai waktu 5 menit Ronal sudah sampai di rumah sakit dan langsung menggendong lagi istrinya yang sedang meringis sakit sambil memegangi perutnya .
" dokter ! suster ! " teriak Ronal di koridor rumah sakit
suster pun langsung mendekat dengan mendorong berangkas pada Ronal dan Ronal langsung meletakkan sang istri di berangkas . kemudian berangkas pun di dorong memasuki sebuah ruang dengan tangan Ronal yang masih terpaut pada sang istri .
" kamu harus kuat sayang , aku mohon " kata Ronal dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan perlahan genggaman tangannya terhadap istrinya pun terlepas
" pak , harus menunggu di luar pak . mohon kerja samanya " ujar seseorang suster pada Ronal yang ingin memasuki ruangan
" tolong istri saya sus "
" pasti pak "
suster langsung menutup rapat pintu putih , sedangkan Ronal perlahan memundurkan langkahnya sampai akhirnya dia terduduk pada kursi . beberapa menit kemudian seorang wanita berlari mendekat pada Ronal .
" gimana ke adaan kakak ku , kak Ronal ? " tanya seorang wanita yang tiba saja muncul di hadapan Ronal , tapi Ronal hanya diam dengan lemas menggelengkan kepalanya
wanita itu pun terduduk lemas dengan rasa cemas dan khawatir terduduk di samping ranjangnya Ronal . sampai berapa waktu kemudian mama dan beberapa orang datang mendekat Ronal yang duduk diam .
" pak Ronal " panggil seorang wanita berjas putih yang ke luar dari ruangan
" saya dok " sahut Ronal sambil berdiri mendekati dokter wanita yang kini di hadapannya
" mari masuk pak , istri bapak membutuhkan pak Ronal "
Ronal pun langsung masuk , dan dia dapat melihat istrinya sedang bertahan untuk buah hatinya . membuat hatinya semakin tak karuan dengan perasaan yang bercampur , sakit , takut , sedih dan senang menjadi satu . sakit melihat istrinya meringis dengan memegangi perutnya , takut kehilangan karena firasat hati yang semakin gejolak.
persalinan pun dilakukan , karena sudah saatnya untuk melahirkan bayi yang akan segera lahir .
" ayo bu , tarik nafas dan buang nafasnya perlahan . kemudian dorong lagi Bu " ujar dokter berulang-ulang
" sayang kamu pasti bisa , kamu harus kuat " kata Ronal menyemangati sang istri yang sedang berjuang untuk anak-anaknya , tanpa melepaskan genggaman tangannya yang masih terpaut pada jemari sang istri tercintanya
selang berapa waktu , bayi perempuan kembar pun lahir . membuat Ronal merasa senang , sama halnya dengan sang istri yang juga tersenyum melihat bayi mungilnya . bahkan keluarga yang menunggu di luar pun dapat mendengar tangisan sang bayi tercinta dan semuanya mengucapkan syukur atas ke selamatan bayi-bayi mungil yang baru lahir .
" terima kasih Winda , aku sangat mencintai mu" ucap Ronal pada sang istri , dan sang istri yang bernama Winda pun hanya mengangguk dengan senyuman pada suami tercintanya
" maaf pak , tolong keluar . saya akan melakukan tugas saya selanjutnya " ujar dokter tiba saja , dengan wajah yang terlihat cemas
" ada apa dok ? " tanya Ronal yang kembali merasa khawatir
dokter tidak menjawab pertanyaan Ronal , bahkan suster langsung mengusir Ronal keluar ruang dengan sopan . Ronal kembali terduduk diam di kursi depan ruang rawat sang istri , sambil menatap pintu putih yang tertutup rapat .
" bagaimana keadaan cucu dan menantu mama nak ? " tanya mama lembut pada Ronal , namun Ronal hanya diam dengan menatap kosong kedepan membuat yang lainnya ikut dengan diam
selang beberapa menit dokter pun keluar dengan wajah lesu dan sedih . membuat semua yang ada di depan ruang rawat itu merasa was-was .
" bagaimana keadaan istri saya dokter ? dia baik-baik aja kan ? " cecar Ronal pada dokter dengan dirinya kini berdiri menatap dokter wanita di hadapannya
" maaf pak " hanya kata maaf yang terucap dari mulut dokter wanita , membuat Ronal menggelengkan kepalanya . merasa tak percaya
Ronal langsung masuk kedalam ruang rawat sang istri , terlihat sang istri Tersenyum menatapnya . membuat Ronal ikut tersenyum sambil melangkah mendekati sang istri tercinta .
" suami ku , kamu harus tetap bahagia . jaga anak-anak kita dengan baik , berikan mereka kebahagiaan " tutur sang istri lembut menatap Ronal dengan senyuman
" panggil Windi " pinta sang istri pada suaminya tercinta , membuat Ronal hanya mengangguk
kemudian Ronal melangkahkan keluar , dan melihat Windi . wanita yang duduk dengan diam di sampingnya tadi , yang merupakan kembaran dari istrinya .
" Windi " panggil Ronal yang kini berdiri di hadapannya wanita yang duduk dengan air mata yang berlaku linangan
" ya kak ? " sahut wanita cantik yang bernama Windi yang merupakan adik Winda
" masuklah "
setelah mengatakan hal itu , Ronal kembali masuk ke dalam ruang di ikuti oleh Windi dibelakangnya . kini Windi berdiri di sisi kiri dan Ronal sisi kanan . kemudian Winda mengambil tangan kanan Ronal dan Windi , membuat ke dua orang dan yang lainnya menatap bingung .
" Windi ... kakak ingin kamu menjadi istri dan ibu dari anak Ronal . kakak mohon , jaga anak kakak " pinta Winda dengan senyuman menatap Windi , adik perempuannya
" sayang ... suami ku . menikahlah dengan Windi " pinta Winda pada Ronal , sang suami tercintanya
semua orang yang mendengar itu terkejut , namun mereka hanya diam tak mampu untuk bersuara . tapi tidak dengan Windi dia merasa sangat terkejut dengan permintaan kakaknya .
" tapi kak , aku sudah ... "
" kakak tau Windi , tapi kakak ingin kamu menikah dengan Ronal sekarang " ujar Winda memotong perkataan Windi
" Windi " panggil Winda sambil menatap wajah adik perempuan dan Windi hanya mengangguk pasrah
" suami ku " panggil Winda yang kini kembali menatap wajah tampan sang suami dan suaminya hanya diam dengan mengaguk lemah
" mama " panggil Winda pada mertuanya , dan mertuanya ikut mengaguk menyetujui keinginan sang menantu tersayangnya
menit pun berganti , Penghulu pun datang dan pernikahan pun terjadi . sampai akhirnya terdengar sah dan di saat itulah Winda menutup mata . membuat orang-orang tercinta dan juga menyanyinya menangis .
" baiklah kak , aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mu . tapi ... aku tak yakin dengan menjadi istri dari suami mu . apakah aku sanggup untuk bertahan ? dalam pernikahan ini ? " dalam hati Windi
" kenapa kamu pergi ? aku hanya membutuhkan diri mu ... aku mohon bangunlah . aku tak percaya dengan pernikahan ini , aku pasti tak bisa mencintai yang lain selain kamu Winda " dalam hati Ronal sambil memeluk tubuh kaku yang tak berjiwa dan hanya raga yang ada dalam dekapannya
" terjadi firasat Ronal itu adalah ini . ya.... Allah kenapa ini harus terjadi ? " dalam hati mama
hari duka dan suka pun terjadi di hari ini . duka karena kehilangan seseorang yang di cintai dan di sayangi serta suka karena kehadiran bayi perempuan kembar . namun , kesedihan itu kini teralihkan pada kehadiran seseorang .
" sayang maaf aku baru datang , aku turut berduka atas meninggalnya kakak mu " ujar seorang pria yang tiba muncul dengan memeluk langsung Windi , membuat Windi semakin merasakan sakit di hatinya dan dengan berat dia harus mengatakan pada pria yang memeluknya .
" Endra maafkan aku , kita harus mengakhiri hubungan kita . aku sudah menikah dengan kak Ronal " kata Windi dengan air mata yang tak henti berlinang sambil melepaskan pelukannya terhadap pria yang memeluknya
" kamu pasti bohongkan , aku sangat mencintaimu Windi " tutur pria setelah melepas pelukannya , yang kini sudah berdiri di hadapan Windi
" maafkan aku "
" pak , Bu ini bayinya "
terucap perkataan itu dengan serentak , membuat Windi menangis menatap dua bayi mungil dalam gendongan suster dan mertuanya sekarang . membuatnya langsung melangkahkan menjauh dari Endra dan mendekati anak kakaknya yang sekarang telah menjadi tanggung jawabnya .
" berikan pada ku suster " ucap Windi pada suster dan suster langsung memberikan bayi mungil pada wanita di hadapannya
" kalo begitu saya permisi dan saya turut berduka " kata suster dengan sopan pada Windi dan Windi hanya tersenyum getir menanggapi perkataan suster
suster itu pun pergi , membiarkan keluarga dalam ruang rawat itu berduka dan bersuka . karena sebuah peristiwa yang menyakitkan dalam kehilangan dan senang dalam kehadiran anggota baru .
" semoga kamu bahagia Windi , aku merelakan mu . tapi ... jika kamu ingin kembali pada ku , aku akan dengan senang hati menerima mu " ujar Endra sambil menatap mata indah wanita tercintanya , yang kini dirinya telah berdiri di hadapan Windi
" terima kasih untuk semuanya " ucap Windi dengan suara yang bergetar karena tangisnya
" assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam "
Endra pun pergi dari rumah sakit dengan air mata , menangis hubungannya yang berakhir dengan wanita tercintanya . sedangkan Windi sudah bertekad , jika dia akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk anak dari kakaknya yang kini telah menjadi anaknya . sedangkan Ronal masih terpuruk dengan terus memeluk erat istri tercintanya yang kini telah pergi untuk selamanya . sementara mama , juga bersedih tentang yang terjadi pada hari ini .
Flash back off ...
" sejak kepergian Winda ... kamu menjadi pria yang pendiam . namun , seiring berjalannya waktu , kamu mulai menerima Windi sebagai istri mu dan menjadi ibu dari anak-anak mu dan bahkan kamu juga mencintai Windi . sampai akhirnya , Windi melahirkan seorang anak laki-laki yaitu Revan . nak , maafkan mama yang tak bisa menjaga anak mu dengan baik saat itu . saat di mana diri mu ingin pergi berlibur bersama Windi yang berasaskan kebahagiaan dan mama Mala kehilangan anak mu . sampai suatu ketika kau menemukan tempat keberadaannya , tapi mama harus kehilangan mu ... karena kecelakaan pesawat itu . nak ... kamu tetap berbahagia di sana nak . mama akan tetap berusaha mendapatkan anak mu yang telah lama hilang " ujar nenek dengan air mata yang tiada hentinya berderai membasahi pipinya menatap beberapa foto kenangan lama
foto yang hanya nenek yang tau , kenangan yang nenek simpang dengan rapat dan kini rasa khawatir nenek akan masa lalu yang telah terkubur , seakan mungkin saja terulang kembali . membuat nenek hanya dapat menangisi di kamarnya , di saksikan oleh kebisuan malam yang gelap gulita .
sementara Rona masih bermain pada gitarnya , sampai akhirnya Rona menemukan sebuah puisi yang pas pada malam yang sunyi nan sungguh sepi .
" aku tak tau , kenapa aku harus membuat puisi seperti ini . mungkin puisi ini untuk mama dan papa aku sangat merindukan kalian . ma , pa selamat malam ... ini puisi dari Rona dengan judulnya ' gelap gulita malam ' ku harap papa dan mama selalu berbahagia di sana . I Love you Mather and father " tutur Rona dengan tersenyum dan tatapan sendu menatap gemerlap bintang dan rembulan malam yang menemaninya di malam ini
terasa di hati ku yang bimbang
ingin ku tenggelam ...
menyusuri lautan yang amat dalam
ingin ku berhenti bertahan
namun tak sanggup hati
menerima gelap gulitanya malam
resah dan gelisahnya hati
ingin ku mengakhiri semua yang terjadi
dengan langit dan matahari sebagai saksi
dengan cinta ku yang tulus murni
ingin ku menjemput mu yang terkasih
disurga mu nanti ...
haruskah ku menanti seorang terkasih ?
atau aku harus menjemput orang yg ku cintai ?
ingin bertahan dan melupakan ,namun hati dan pikiran ku . tak berkeinginan itu terjadi ...
ingin ku tiada dan mengakhiri , namun jiwaraga ku . tak ingin merasakan sakit ...
terus ...apa yg harus ku lakukan , untuk melalui dan melupakan yg sudah terjadi ?
seakan aku terkurung dalam ruang sempit ?
dan seakan hidup ku terasa sulit ....!
dengan firasat hati ku yang selalu melekat ...
...Bersambung...