Rona

Rona
eps . 36 Buah Kelapa



setelah perayaan selesai tamu undangan sudah berpulangan dan sama halnya dengan teman-teman Rona dan Vero serta keluarga mereka , sedangkan Anggita dan Rangga ada bersama keluarga mereka . sehingga yang tersiksa hanya Vero dan Rona . mereka berdua memilih untuk duduk sebentar taman untuk mengenang masa indah mereka dulu .


" yank kamu ingat gak , dulu kamu begitu cuek sama aku . aku ingin tau kenapa ? " tanya Vero memecahkan keheningan malam , walau pun Vero sudah tau jawabnya . tapi dia ingin Rona yang langsung mengatakan padanya


" aku takut bila berhubungan dengan pria mengingat banyak berita yang berhubungan dengan pacaran atau teman pria lah . jadi aku menebak , Mereka hanya ingin sesuatu yang lebih dan bisa di manfaatkan yang di miliki oleh seorang wanita " jelas Rona yang tetap menatap danau buatan di hadapannya


" terus ! kenapa kamu mau dengan ku ? " tanya Vero lagi yang masih tetap menatap wajah Rona , karena kini dia duduk miring ke arah Rona


" emmmm ku rasa kamu tau jawabnya " jawab Rona bersemu merah di pipinya


" apa ? kamu kan gak pernah kasih tau " seru Vero tersenyum menatap wajah Rona


" jangan berpura-pura "


" pura-pura soal apa ? "


" jangan bohong ! "


" soal apa aku bohong ? "


" baiklah aku akan beritahu " jawab Rona menatap wajah Vero


kini tatapan mata mereka bertemu , dalam diam mereka terus menatap begitu dalam . seakan mengatakan dari tatapan yang mereka berdua yang sangat dalam .


perlahan dan pasti wajah mereka berdua semakin mendekat dan mendekat sampai tak ada cela . sehingga hidung mereka tersentuh dan mata mereka terpejam perlahan . sampai akhirnya ciuman pun terjadi , dan peraduan mulut sampai pada tingkat level Tinggi . karena ke dua tangan Vero sudah mendekap tubuh Rona begitu erat dan Rona sudah mengalungkan ke dua tangannya di leher Vero .


namun , tiba saja terdengar suara anjing yang menggonggong dan perlahan suara semakin dekat . sehingga paut mulut Mereka berdua pun terlepas sempurna dengan mata sayu .


Guk !!!


mendengar suara anjing yang sudah mendekat dan sekarang sudah berada 5 langkah dari mereka duduk . sehingga kini ke dua mata mereka terbelalak sempurna .


" Rona lari ! " seru Vero memegang erat tangan Rona saat melihat anjing warna hitam dengan taring yang tajam serta lidahnya yang panjang yang menganga lebar menatap ke arah mereka


Vero langsung menggendong Rona , kemudian dia berlari sekuat tenaga sampai akhirnya berada di dalam mobil dengan napas tersengal-sengal karena berlarian . disaat nafas sudah pulih total , mereka saling tatap dan kemudian tertawa bersama .


" yank aku ingin minum " ucap Rona menghentikan tawa diantara mereka


" bentar ya , kita akan cari air mineral untuk kamu " tutur Vero dengan senyuman kepada Rona


" aku mau kelapa kayak kemarin yank " pinta Rona manja sambil bersandar pada bahu Vero


Vero yang sedang menyetir mobil dan fokus kedepan pun langsung memhembuskan nafas dengan kasar .


" apa gak ada yang lain yank " celutuk Vero


" gak "


Vero pun langsung mengarah kepada tujuannya , yaitu ketempat pos di dekat taman yang pada malam itu dia berusaha memanjat kelapa dan Mala kepergok oleh satpam yang sedang patroli .


sesampainya di tujuan Vero langsung turun , kemudian membukakan pintu mobil untuk Rona


" silahkan Baginda ratu ku tercinta " ujar Vero berdramatis sambil mengulurkan tangannya


" terima kasih raja ku " jawab Rona dengan tersenyum sambil menyambut tangan Vero dan kemudian turun dari mobil


kini Rona mengikuti langkah Vero menunjuk sebuah rumah yang terlihat seperti pondok karena ukurannya sedikit kecil , tapi berdinding tembok bukan jerami atau daun kelapa .


" kita ngapain kesini ? kamu mau macam-macam ? " tutur Rona yang sudah berasumsi jelek , sedangkan Vero hanya tertawa


" ahaha tenang sayang , sekarang kamu duduk di sini " pinta Vero mendudukkan Rona di kursi yang membelakangi pohon besar


" aku takut , kamu mau kemana ? jangan aneh-aneh de ? " ujar Rona sambil memeluk dirinya sendiri


Vero yang sudah tau sikap sensitif Rona , hanya diam . kemudian melangkahkan kaki menuju pintu pada pondok batu tersebut .


Tok !!! Tok !!!


Vero terus mengetuk pintu , namun tak juah ada yang membuka pintu . membuat Vero berdecak kesal , karena punggung jarinya terasa sakit .


" apa mungkin lagi patroli ? atau bapaknya lagi liburan ? aaaaaaa menyebalkan . masa aku harus manjat si ? " gerutu Vero berdecak kesal


Rona yang melihat Vero berbicara sendiri di depan pintu pondok pun , di buat merinding .


" Vero ! " teriak Rona


Vero yang mendengar Rona berteriak memanggil namanya langsung berlari cepat mendekati Rona yang nampak masih duduk pada posisinya dan tidak kenapa-napa .


" ada apa si yank ? jangan bikin aku takut dong ? " tanya Vero menatap Rona dengan kesal


" kamu berbicara dengan siapa di pintu ? " tanya Rona sedikit berbisik yang mampu masih di dengar Vero


" gak ada , aku hanya kesal "


" kesal kenapa ? " tanya Rona dengan bingung


" aku harus manjat pohonnya dulu " jawab Vero dengan lemas tak bersemangat


" emang kemarin itu di beli ? " tanya Rona polos


" gak "


" terus "


" di kasih sama satpam penjaga taman " jawab Vero yang merasa kesal


" manusia atau hantu ? "


Vero yang mendengar pertanyaan polos dari istri tercintanya pun , langsung mendapat ide . kemudian dia tersenyum kemenangan , Rona yang sejak tadi memperhatikan wajah Vero semakin merasa takut . karena Vero tersenyum tiba-tiba .


" sayang "


" yank "


" Vero ! " pekik Rona menyadarkan Vero dari lamunannya


" iya apa ? " tanya Vero yang kembali sadar


" kamu ngapain senyum-senyum ? "


" OOO itu ....Uda gak usah kamu pikirkan , nanti kamu gak sanggup " jawab Vero menahan tawa , karena wajah Rona nampak ke takutan


" cepatlah ambil kelapanya , aku pengen " pinta Rona yang masih pada ke inginannya


" kamu yakin , gak mau besok aja ? " tanya Vero yang tak percaya dengan kemampuan Rona


" sangat yakin , kalo memang ada pun . kamu aja ku kasih dan aku lari bawa kelapanya " ujar Rona dengan senyuman khasnya


" o...jadi mau sama yang lebih bisa di manfaatin ya ? boleh , tapi jangan pulang-pulang . biar aku juga cari yang lain " celoteh Rona yang tak mau kalah dari Vero


Vero yang mendengar perkataan Rona seperti itu dan menggerutu kesal pada diri sendiri . karena salah berkata , sampai akhirnya sang istri sudah marah .


" ko jadi debat gini si yank , aku kan cuma bercanda . jangan marah dong ? " bujuk Vero memegang ke dua tangan Rona , namun langsung di tepis oleh Rona


" ambil kelapanya atau aku yang ambil " ujar Rona dengan tetap marah dan kesal


" baiklah biar aku saja "


Vero pun melangkahkan mendekati pohon kelapa yang cukup tinggi , sehingga membuat Vero ke sulitan menelan salivanya . sedangkan Rona mengikuti langkah Vero sampai mendekati pohon kelapa .


" yank kamu yakin ? kamu gak takut jadi janda muda ni ? " tutur Vero dengan wajah memelas menatap Rona yang berdiri di sampingnya


" gak takut , Uda cepatin . GPL ! " seru Rona manatap sekilas wajah Vero dan kembali menatap buah kelapa pada pohon


Vero pun mencoba memanjat setelah melepas sepatu yang dia pakai tadi dan kini Vero sudah sampai di tengah pohon . sehingga Vero tak berani menatap ke bawah karena dia takut ke tinggian dan terus memanjat mencapai buah kelapa . sedangkan Rona terus memperhatikan gerak-gerik Vero yang terus memanjat dengan jantung yang berdebar cepat .


" ya Allah selamatkan suami hamba , hamba hanya ingin buah kelapanya saja dan suami hamda tetap selamat . amiiiin " batin Rona , kemudian Rona mengusap wajahnya dengan kedua tangannya setelah mengucapkan itu


Vero pun akhirnya sampai di buah kelapa dan memetiknya 2 buah saja . karena dia juga menginginkannya .


" sayang awas kena kelapanya " teriak Vero dengan keras dari atas pohon


Rona yang mendengar itu menjauhi pohon kelapa dan bersandar pada pohon beringin yang tanpa dia sadari , dengan terus menatap ke atas memperhatikan Vero di atas pohon .


Duk ! Duk !


Vero pun menjatuhkan buah kelapa yang dia ambilkan hanya 2 saja . kemudian perlahan Vero turun dengan tenang , agar tidak jatuh sampai akhirnya dia sudah menyentuh tanah .


" Alhamdulillah aku masih hidup rupanya " ucap Vero pada dirinya sendiri


kemudian Vero mengambil buah kelapa yang tak jauh dari kakinya terletak . setelah mengambil 2 buah kelapanya , dia langsung mencari keberadaan Rona . saat Vero menemukan Rona dengan hanya menggunakan kepalanya yang celingukan , Vero tampak terkejut dengan memberbelalak matanya melihat Rona bersandar pada pohon beringin .


" sayang kamu ke sini sekarang " pinta Vero sedikit berteriak kepada Rona , namun Rona hanya menggeleng . membuat Vero kesulitan menelan salivanya .


dengan langkah berat Vero mendekati Rona yang bersandar pada pohon beringin .


" ayo pulang yank " seru Vero dengan lembut agar Rona mau nurut


" gak izin dulu , nanti marah Lo " ujar Rona dengan santainya


" ibu bapak kakek nenek saudara saudari Vero dan Rona pulang ya dan terima kasih buat buah kelapanya . dan assalamualaikum " kata Vero dengan cepat dan jelas


Rona yang mendengar itu langsung tertawa dan membuat Vero mendengus kesal .


" yank kamu tau gak ? " kata Vero


" apa ! " seru Rona nampak bingung


" kamu bersandar dimana sekarang ? " tanya Vero dengan tetap memeluk buah kelapa dan tetap memerhatikan wajah Rona


" emang apaan ? " tanya Rona balik


" coba kamu lihat " pinta Vero


Rona pun menuruti . Rona maju selangkah kemudian langsung berbalik . setelahnya dia langsung merinding ke takutan .


" ko kamu gak bilang si yank ? "


" Uda ayo pulang , makanya jadi istri nurut " ujar Vero mengacuhkan Rona


Rona yang melihat Vero sudah melangkah pun mengikuti Vero langsung tanpa harus berpikir panjang lagi . kini Vero dan Rona sudah ada di mobil . sedangkan buah kelapa Vero letakkan di kursi belakang , dan kini suasana mobil hening tak ada pembicaraan dalam perjalanan pulang .


sesampainya mereka ke rumah , Vero turun lebih dulu dan tak lupa mengambil buah kelapa . kemudian masuk rumah dan meninggalkan Rona di luar bersama mobilnya .


" yeeeee Uda marah lagi aja " celutuk Rona memasuki rumah dan langsung mengunci pintu


Vero sudah berada di kamar mandi membersihkan diri , sedangkan buah kelapa tadi dia letakan di atas meja makan . sementara Rona langsung mengupas buah kelapa dengan pisau besar di dapur .


Rona langsung meneguk habis buah kelapa satunya dengan pipa kecil yang sudah tersedia di dapur , sehingga kerongkongannya terasa sangat segar . kemudian Rona langsung masuk kamar dan melihat Vero baru keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk di pinggangnya .


Rona menelan salivanya melihat Air bening bercucuran di tubuh Vero . Vero yang sudah mengetahui kehadiran Rona hanya mendiamkan dan memakai bajunya di kamar mandi .


Rona yang melihat Vero kembali masuk kamar mandi hanya bisa diam dan kemudian mendekati lemari baju yang ada di kamarnya .


saat Vero sudah keluar dari kamar mandi hanya memakai kaos lengan pendek dan celana pendek sebatas pahanya . kemudian Vero langsung ke luar kamar menuju dapur . sementara Rona memasuki kamar mandi dengan menghembuskan nafas kasar .


Vero sudah meneguh habis air buah kelapa , kemudian dia membiarkan buah kelapa begitu saja di atas meja dan langsung naik keatas memasuki kamar dan ternyata Rona sudah berbaring di ranjang .


Vero langsung menutup pintu kamar dan kemudian mendekati ranjang dan menaikinya .


Vero kini sudah berbaring terlentang menatap langit kamar dengan ke dua tangannya sebagai bantal dan perlahan menutup mata . Rona yang ternyata pura-pura tertidur pun langsung tersenyum penuh arti mengetahui Vero ada di sampingnya .


" kamu marah ? " tanya Rona tiba saja langsung memeluk Vero dan Vero hanya diam


" yank , jangan diam dong . seram tau ! " seru Rona membujuk Vero


Rona terusan membujuk Vero sampai ide terakhirnya adalah mencium bibir Vero . awalnya Vero tak membalas , tapi sekarang Vero sudah langsung menindih Rona .


" jangan ulangi lagi " ucap Vero menatap lekat bola mata indah Rona


" iya raja ku , aku gak ulangi lagi " seru Rona dengan senyuman penuh air , dengan tangan yang sudah mengalungkan tangannya di leher sang suami


" Rona jangan menggoda ku ! " ujar Vero


" siapa yang menggoda ? " tanya Rona


" baiklah bila kamu ingin ini ! " seru Vero dan langsung menerkam Rona


Rona tak menolak permainan Vero , malahan dia sangat menyukainya .


gairah dan gelora pun terjadi lagi . namun , malam ini tidak sepanas di malam-malam sebelumnya . karena Vero ingat bila Rona sedang hamil dan walau pun Vero belum puas tapi dia harus menjaga anak dan istrinya untuk tetap sehat .


" kenapa berhenti ? " tutur Rona dengan mata sayu yang penuh gairah


" Uda kamu tidur , ini sudah tengah malam " ujar Vero menghiraukan perkataan Rona


Vero langsung memeluk erat Rona , agar Rona tak banyak bicara . sedangkan Rona berdecak kesal di dada bidang Vero .


" nurut ratu ku ! " seru Vero dengan penekanan


Rona perlahan memejamkan matanya dalam pelukan Vero dan Vero sama halnya . kini tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benang dan hanya selimut yang menutupi tubuh mereka . malam yang sungguh indah dan menakutkan bagi Rona dan Vero .


...Bersambung...