
...kau wanita pujaan ku...
...datanglah pada ku...
...dan jangan pergi lagi dari ku...
...dan dia akan ku musnahkan...
...~ardi grawijaya~...
...siapa kau...
...aku tidak menyukai mu...
...dan jangan menggangguku...
...dia adalah cinta ku...
...dan tidak ada hak mu untuk memerintah ku...
...~Rona Pra Sanjaya~...
...ratu ku...
...bila aku pergi dan sulit untuk kembali...
...aku ingin kau tetap bahagia...
...walau ke bahagian mu...
...tidaklah bersama ku...
...maafkan aku...
...~Vero Arga Pratama~...
...5 tahun yang lalu ......
" rona kamu ko belum pulang " tanya seorang pria menatap rona di depannya
" aku lagi nunggu di jemput " jawab rona
" barang aku aja " ucapnya dengan senyuman
" tidak perlu " cicit rona lemas
" rona kamu sakit " tanya nya lagi
" enggak ko "
" ikut aku yup ketemu Vero " ucapnya lagi
" Vero ! emang dia dimana ? apa dia Uda pulang ? " tanya rona yang kembali semangat dan dengan senyuman diwajahnya
" iya Uda ikut aku "
" tapi dari mana kamu tau " tanya rona menatap cowok itu
" aku kan teman sebangku Vero jelas dong aku tau " jawabnya dengan senyuman
" kalo begitu tunggu apa lagi Ardi , ayo cepat " seru rona bahagia dan naik ke mobil Ardi
" gue aja gak mau , pas nyebut nama Vero dia mau . tenang aja wanita pujaan ku , aku akan memiliki diri mu " dalam hati Ardi tersenyum palsu menatap rona
saat ini mereka ada di halte dan kini Ardi melajukan motornya . membelah jalan kota di siang itu , tapi Ardi tidak tau ada sebuah mobil yang memperlihatkan dan mengikuti mereka .
" si Ardi ngapain El " tanya seorang wanita di belakang Elsa
" mungkin mau ngantar rona pulang " jawab Elsa di kursi kemudi
" kamu ini gimana si ! rona itu kan susah dekat cowok selain Vero " jelas seorang wanita di samping Elsa
" El ikutin terus ! aku dapat firasat aneh ni " pinta wanita di belakang Elsa lagi
" iya Serly " ucap Elsa
" lebih cepat El , keburu pergi jauh nanti " seru wanita di samping Elsa.
" bisa diam gak Nura , aku lagi fokus nyetir ni " pinta Elsa kesal
teman rona sengaja gak pulang , karena menunggu rona mendapatkan jemputan . karena teman rona merasa khawatir dengan kondisi rona yang terpuruk di tinggalkan Vero .
sedangkan Ardi tetap mengemudikan mobil , tapi sekali-kali dia melihat wajah rona sekilas di sampingnya yang terus tersenyum dan tanpa memperhatikan mobil di belakangnya .
selang berapa waktu mobil Ardi pun berhenti di sebuah hotel , sedangkan mobil Elsa agak jauh dari tempat keberadaan Ardi .
" Vero di hotel ini " tanya rona di dalam mobil
" iya , ayo turun "
Ardi dan rona pun masuk hotel tersebut dan kemudian menaiki lift . sedang Elsa , Nura dan Serly baru memasuki hotel.
" tu kan apa ku bilang , firasat buruk ku benar " kata Serly dengan kesal
" ya udah cepat ikutin " pinta Nura yang kesal
" ayo naik lift " saut Elsa
teman rona pun buru-buru naik lift , setelah mengetahui lantai berapa Ardi dan rona berhenti . sedangkan rona terus mengikuti Ardi di belakang dengan perasaan bahagia .
Ardi pun berhenti di sebuah pintu hotel dan melihat tag no.152 pada pintu . kemudian membukanya dan masuk bersama dengan rona yang juga menyusulnya .
" dimana Vero " tanya rona sambil melihat ruang kamar hotel
" bentar ya " jawab Ardi tersenyum
sedangkan temannya rona lagi memeriksa kamar hotel . dengan terburu-buru , sedangkan Ardi sudah memberikan rona air putih yang dia tambahkan sebuah obat didalamnya .
" habiskan lah rona , setelah itu kau akan jadi milikku " dalam hati Ardi tersenyum menatap rona yang sedang duduk sambil minum
selesai rona meminum dan meletakkan gelas di meja yang ada di depannya . tiba-tiba saja kepalanya sedikit pusing.
" Ardi dimana Vero aku ingin ber..." rona ambruk di sofa dan mata terpejam rapat.
" Vero Vero Vero terus yang kau cari , aku Ardi yang sudah mencintai mu sejak lama dan lebih dulu ada untuk mu . tapi Vero yang baru hadir , kau Mala lebih dekat dengan dia dan sekarang dia pergi meninggalkan mu . sekarang kau akan jadi milikku " teriak Ardi di awal kata dan kemudian Tersenyum menatap rona
Ardi pun membawa rona di kasur hotel kemudian dia membuka bajunya dan setelah itu mendekat pada rona . tapi pada saat Ardi ingin mencium bibir rona . tiba-tiba saja Nura menarik kaki Ardi hingga kelantai .
" rona bangun " pinta Elsa sedih melihat rona
" dasar laki-laki kurang ajar , rasain " ucap Nura dengan amarah dan menendangi serta menumbuh Ardi yang ada di lantai .
" Nura Uda , jangan sampai mati anak orang . lebih bagus kita bawah rona pulang dulu " pinta Serly sambil menarik tangan Nura
Nura pun melihat rona yang berbaring tak berdaya di kasur hotel , kemudian dia menendang terakhir di bagian tempat sensitifnya Ardi .
" ayo bantu gue bawah rona " pinta Elsa sambil memapah rona
" awas kalo Lo nunjukin wajah Lo di depan gue , teman gue dan rona . kalo Lo berani mendekat pada rona lagi , gue gak akan segan-segan membunuh pria Lo " kata Nura dengan amarah dan kemudian membantu Elsa membawa rona
mereka pun pergi membawa rona , sedangkan Ardi masih berada di lantai karena rasa sakit di tubuhnya yang di berikan Nura .
" lihat aja , aku akan mendapatkan rona " ucap Ardi yang mampu masih tersenyum sinis
sedangkan di sisi lain rona berada di dalam mobil Elsa bersama temannya.
" kita beritahu keluarga rona " pinta Nura meredakan amarahnya
" jangan " ucap Elsa
" kenapa El , apa Lo mau beritahu polisi . boleh juga biar dia tau ra " sebelum Serly menyelesaikan katanya , Elsa langsung nyaut
" gue ini mikirin perasaan rona Serly Nura. hati rona itu seperti kaca . keras , namun mudah retak dan pecah . jadi kita tunggu dulu Vero kembali , baru kita ceritakan semua ini kepada keluarga rona dan untuk sekarang Jangan beritahu rona soal ini . aku takut nanti dia jadi kenapa-napa " jelas Elsa yang sangat merasa khawatir .
" iya sudah kalo gitu rona kita antar pulang " pinta Nura yang juga sedih menatap rona dibelakang disampingnya Serly
" iya , aku gak akan kasih tau siapa pun . asalkan rona tidak kenapa-napa " ucap Serly yang juga sedih memeluk rona
" menurut kalian kenapa rona selalu saja mendapatkan masalah " tanya Nura menatap temannya bergantian
" mungkin sudah menjadi takdir " jawab Elsa sambil mengemudi mobil
" kalo memang karena takdir , berarti kita juga akan seperti rona dong " saut Serly dengan bersikap polosnya
" Serly diam " pinta Elsa dan Nura serentak
" kenapa " tanya Serly
" diam gak " tanya Nura kesal menatap Serly
Serly pun diam karena melihat kangguru sedang marah di hadapannya.
" diam aja ah , nanti kalo gue ngomong lagi Mala hancur gue di bikin kangguru satu ini " dalam hati Serly dan tersenyum membayangkan Nura jadi kangguru
" Serly " pekik Nura menyadarkan Serly yang menatapnya dengan tersenyum
" a.. pa " tanya Serly yang sadar dari hayalannya
" Lo melamun gue jadi apa " tanya Nura yang mengerti sifat Serly
" kangguru " ceplos Serly dan langsung menutup mulutnya dengan tangan
" Serly awas Lo ya " ucap Nura yang sangat merasa kesal dan kemudian kembali menatap kedepan
" Uda jangan ribut , lebih baik kita makan dulu . ini Uda mau sore ni " pinta Elsa dan memberhentikan mobilnya
rona pun terbangun dan Serly pun melepaskan pelukannya kepada rona .
" dimana Vero " sergah rona saat bangun
" Vero kepala kau , Lo mimpi ya " bentak Nura yang merasa kesal kepada rona
" Nura jangan gitu , rona mungkin kamu mimpi . sekarang ayo kita makan dulu " pinta Elsa lembut menatap rona setelah menatap Nura
" tapi ... ya uda ayo makan " ucap rona tersenyum paksa menatap temannya
" kalo gitu turun , sebelum kangguru marah lagi " kata Serly yang kembali usil.
rona dan Elsa pun tertawa kecil , sedangkan Nura menahan kesal dan amarah .
saat ini mereka berada di salah satu kafe menikmati makanan Mereka masing-masing.
" rona kamu kenapa " tanya Elsa sambil memegang pundak rona yang disampingnya
" gak ko " jawab rona dengan senyuman tipis
" kamu gak tau ya Elsa " tanya Serly depan rona
" tau apa " tanya Nura dan Elsa bersama merasa bingung
" tempat ini adalah tempat rona dan Vero bersantai selain taman " jawab Serly dengan senyuman dan kemudian sedih menatap rona
" maaf rona aku gak tau " ucap Elsa yang merasa sedih dan bersalah
" gapapa ko " jawab rona mencoba tersenyum manis menatap temannya
" iya sudah cepat habisin , setelah itu kita pulang " pinta Nura dan makan dengan terburu-buru
" Nura , eh gak . kangguru kalo makan tu pelan aja " saut Serly usil kepada Nura
mendengar itu rona , Serly dan Elsa tertawa . sedangkan Nura hanya tersenyum tipis menatap rona yang kembali ceria .
sedangkan di sisi lain Ardi berusaha berdiri , namun tak bisa hingga dia memilih untuk tidur di kasur hotel .
" suatu hari nanti , rona akan ada disamping ku . tidur bersama ku " ucapnya tersenyum senang sambil mengelus tempat di sampingnya
...5 tahun lebih setelahnya ......
" Vero kamu segera akan kehilangan rona dan aku akan mendapatkan rona " ucap Ardi menatap Vero yang masih di ikat ada kursi kayu
Vero hanya mendengarkan , karena mulutnya tertutup oleh kain dan tubuhnya lemas . karena Vero hanya dikasih makan sedikit .
sedangkan di rumah rona , semua orang sudah berkumpul dan temannya rona sudah menceritakan masa lalu Ardi yang hampir merenggut kehormatan rona .
" lihat saja , aku akan bikin perhitungan " ucap Revan dengan amarah
" jangan mengotori tangan mu Revan , lebih bagus polisi yang urus masalah ini " pinta Raka yang juga marah , namun dia mencoba menahannya
" tapi bang " sergah Revan cepat
" nurut sama Abang , Abang Uda minta sama orang suruhan Abang dan Uda hubungi polisi menuju alamat yang didapat rona " jelas Raka menatap Revan dan temannya rona bergantian
saat ini rona menaiki taksi di temani Elsa di Elsa dan Jeki . tapi di sini Jeki menyamar jadi supir taksi mengantarkan rona ke tujuan .
" kamu yakin disini rona " tanya Elsa disamping rona
" iya , menurut alamatnya disini " jawab rona menatap bangunan tua
" sekarang masuk " pinta Jeki
rona dan Elsa pun masuk , sedangkan Jeki membawa tas dan koper rona kedalam bangunan tua tersebut.
" assalamualaikum " serentak rona dan Elsa
" wa'alaikumsalam rona , kamu akhirnya sudah datang " ucap Ardi menatap rona tersenyum
" Bu ini barang di mana saya letak " tanya Jeki
" pak sopir letak di situ saja " jawab Ardi sambil menunjuk di salah satu kursi di ruangan tua
Jeki pun Nurut dan meletakkan barang tersebut . kemudian menemui Ardi , sedangkan Ardi merasa bingung menatap Elsa .
" Elsa kenapa ikut kamu " tanya Ardi yang tetap tersenyum menatap rona
" dia mau tau siapa pria yang menolong aku " jawab rona sambil mengelus pundak Elsa
" pak saya boleh izin toilet gak " tanya Jeki untuk membuat Ardi berhenti bertanya
" toilet ? o bentar ya " jawab Ardi menatap Jeki yang dia anggap sopir taksi kemudian dia menelepon salah satu orang
" bos ada apa " tanya seorang pria yang bertubuh tinggi yang baru keluar dari sebuah ruangan .
" antar dia ke toilet " pintanya menuju Jeki
" pak ikut saya " ucapnya tegas menatap Jeki
Jeki pun ikut dan setelah kepergian Jeki . rona dan Elsa pun merasa bingung mau ngapain lagi , sampai akhirnya rona punya ide .
" Ardi kamu mau bawah aku pergi kemana " tanya rona menatap Ardi di depannya dengan berpura-pura tersenyum
" kamu mau nya kemana " tanya Ardi balik sambil tersenyum menatap rona
" ya sudah kemana aja , sekarang dimana Vero . aku mau pisah " jelas rona berpura-pura kesal sambil mengeluarkan beberapa kertas
" itu apa ? boleh aku lihat " tanya Ardi menatap kertas yang di pegang rona
" o ini surat cerai " Jawab rona tersenyum dan memberikan surat itu kepada Ardi
" kalo gitu ayo masuk , Vero sudah menunggu mu " seru Ardi bersemangat
rona dan Elsa pun mengikuti Ardi dari belakang , saat sampai di tempat rona dan Elsa sangat terkejut melihat Vero terduduk lemas tak berdaya . sedangkan Ardi sangat marah mengetahui Jeki yang menyamar sebagai sopir taksi berkelahi dengan orang suruhannya .
" rona kamu menghina ku " bentak Ardi menatap rona dengan amarah dan sedih
" Ardi kalo kamu memang pria mari kita berkelahi " pinta Jeki yang selesai menjatuhkan semua anak buah Ardi
" ayo " bentak Ardi menatap Jeki
disaat Ardi dan Jeki berkelahi . rona dan Elsa mempunyai kesempatan untuk melepaskan Vero dari ikatan . namun saat rona dan Elsa mau membawa Vero keluar tiba-tiba .
" rona ! jika aku tidak bisa memiliki mu , maka siapa pun tidak akan bisa memiliki mu " kata Ardi berjalan pincang dan menodongkan pistol kepada rona
~Dor~
saat sebuah peluru keluar dari pistol dan seharusnya mengenai rona . tapi yang kena ada Vero yang tadinya berdiri di antara rona dan Elsa . kini berdiri berhadapan dengan rona , sehingga Vero terkena peluru di bagian belakang badannya .
" Vero " teriak rona disaat Vero tersenyum padanya dan kemudian terjatuh di depannya
" Vero kamu harus kuat " pinta rona memangku kepala Vero dengan tangisan
" rona , ratu ku kamu jangan nangis . aku gapapa " ucap Vero tersenyum menahan sakit
disaat rona dan Vero sedang terpuruk , sedangkan Jeki berusaha menahan Ardi . sampai akhirnya polisi dan ambulans datang menjemput mereka .
kini rona menemani Vero di dalam ambulans , sedangkan Elsa dan Jeki pulang dengan mobil taksi . sedangkan Ardi di bawa polisi bersama anak buahnya dengan borgol yang menahan tangan mereka .
saat sampai di rumah sakit , rona hanya menangis dan air mata terus berlinang di pipinya di temani Elsa dan jeki .
" Vero kamu harus kuat "
" kamu harus bisa kembali , jangan tinggalkan aku "
" Vero a..ku.. ha "
di saat rona ingin memberitahu Vero tentang kehamilannya , Vero sudah menutup matanya dan itu membuat rona semakin menangis dan takut kehilangan lagi .
kini Vero berada di ruangan operasi , sedangkan rona terus menangis dalam pelukan temannya .
" kamu sabar ya rona , Vero pasti akan baik-baik aja " kata Elsa merasa sedih
" rona kamu juga harus kuat , ingat kamu sedang hamil " saut Serly ikut sedih sambil mengingatkan rona
" iya kamu kuat dan yakin Vero tidak akan kenapa-napa " timpal Nura menguatkan rona
" rona , Vero itu kuat . dia tidak akan meninggalkan mu " ucap Roky yang merasa gelisah dan mencoba menguatkan rona
" berapa lama lagi , ini sudah 4 jam dan dokter belum juga keluar " saut Evan dengan amarahnya menatap pintu
" tenang Evan , dokter lagi berusaha " pinta Jeki menenangkan Evan di sampingnya padahal di dalam hati dia juga marah
" rona sekarang kamu harus periksa kehamilan mu " pinta Raka yang sedih melihat adiknya
" tapi aku ingin disini bang " ucap rona yang masih dalam pelukan temannya
" aku tau kak , tapi kakak juga harus mengingat anak yang ada dalam kandungan kakak dan jangan sampai kakak menyesal nantinya " jelas Revan yang juga bersedih , marah dan khawatir
" Revan kamu gak boleh berkata begitu " sergah Raka cepat kepada Revan di sampingnya
" baiklah aku akan periksa " kata rona yang menuruti ajakan ke dua saudaranya
" kalian temannya rona , disini saja menunggu dokter keluar " pinta Raka menatap teman rona
" iya bang " jawab Jeki mewakili temannya
Raka dan Revan membawa rona ke tempat dokter kandungan yang ada di rumah sakit itu . setelah mereka mendapatkannya , rona pun di periksa kehamilannya .
" bagaimana ke adaan janin adik saya dok " tanya Raka kepada dokter wanita
" untuk sekarang ibu dan janinnya tidak kenapa-napa , tapi ingat ya Bu . ibu tidak boleh stres dan juga tertekan . bila ibu terus seperti itu , janin ibu akan dalam masalah " jelas dokter itu menatap Raka dan rona yang duduk di depannya
" dengar tu kak " saut Revan tiba-tiba yang berdiri di belakang rona
" Revan " bentak Raka dengan sedikit keras
" baiklah dok , terima kasih " ucap rona tersenyum paksa menatap dokternya
" kalo gitu saya akan berikan ibu vitamin untuk menambah kesehatan ibu dan janin " kata dokter sambil memberikan obat kepada rona
" saya permisi dulu ya dok " ucap Raka yang kembali menatap dokter
" iya silahkan " saut dokter
mereka pun keluar dari ruangan dokter setelah mengucapkan salam dan sekarang mereka menuju ruangan Vero di rawat .
di saat Raka , Revan ,dan rona sampai di depan ruangan Vero . dokter pun keluar dari ruangan Vero di operasi .
" siapa disini keluarga pasien " ucap dokter pria sambil menatap bergantian orang didepan ruangan Vero
" saya dok , bagaimana keadaan suami saya " saut rona sambil berdiri di depan dokter
" untuk sekarang keadaan pasien koma dan pasien tidak dapat bergerak . namun dia masih bisa mendengar suara " jelas dokter menatap rona dan yang lainnya
rona yang mendengar itu pun sungguh merasakan sakit di hatinya . dia ingin menangis , namun itu tidak bisa dilakukan . karena masih ada nyawa yang juga dia jaga .
" boleh saat melihat suami saya dokter " tanya rona dengan mata berkaca-kaca
" boleh , tapi harus bergiliran " jawab dokter yang merasa iba kepada rona
rona pun langsung masuk meninggalkan dokter yang diam di depan pintu . dokter pun menatap Raka , Raka yang ditatap pun mendekat .
" apa yang dokter bilang itu benar " tanya Raka menatap dokter di depannya
" benar , tapi itu hanya sebagian dan saya akan menjelaskannya lagi . pasien memang koma dan dia bisa mendengar . namun tidak bisa bergerak , jadi kemungkinan kecil pasien akan selamat atau juga bisa tiada . akibat peluru yang hampir mengenai paru-paru " jelas dokter
menatap Raka dengan kacamata putihnya
" jadi apa yang harus saya lakukan , agar keselamatan Vero bisa tercapai " tanya Raka
" kalian harus selalu memberi kabar baik kepada pasien , agar dia mempunyai semangat untuk hidup " jelas dokter itu lagi
" baiklah dokter " ucap Raka dengan kesedihan di matanya
sedangkan rona dapat mendengar itu , karena saat dia masuk . dia masih bersandar ada pintu dan kini dia merosot lemas di lantai terduduk menatap wajah Vero yang pucat pasi .
perlahan dengan kekuatan dan keyakinan rona pun berusaha bangkit . kemudian dia melangkah mendekat di samping Vero .
" Vero apa kau mendengar ku ? "
" Vero aku ingin kamu bangun . karena aku gak bisa hidup bila kamu gak ada disisi ku "
" Vero apa kamu gak mau membesarkan anak mu yang ada dalam perut ku "
" Vero saat ini aku sudah hamil anak mu , aku sudah mengandung buah hati kecil kita dan aku tidak akan bisa membesarkan anak kita bila kamu gak ada didekat ku "
" Vero sadar lah , kamu sudah berjanji . Vero aku ratu mu kan , maka turuti Kata ku "
" Vero , raja ku . bangun lah , apa kau ingin aku menangis ? "
" Vero ku mohon bangun lah , aku dan anak mu membutuhkan mu "
rona pun terus berbicara , berharap Vero merespons dan kembali sadar . namun nihil , yang rona lihat hanya mata yang terpejam rapat , bibir yang pucat dan tubuh yang kaku .
rona hanya menatap Vero dengan senyuman palsu dan harapan Vero cepat sembuh dan kembali memeluk dirinya seperti biasanya .
sedangkan temannya rona sangat merasa kasian terhadap kisah cinta Vero dan rona . terutama rona yang selalu mendapat rasa sakit dan tangisan yang tiada hentinya di rasakan rona . sedangkan keluarga rona hanya bisa menguatkan rona .
...Bersambung...
see you in season next
assalamualaikum***