Rona

Rona
eps . 16 Nyawa Vero



...kau wanita pujaan ku...


...datanglah pada ku...


...dan jangan pergi lagi dari ku...


...dan dia akan ku musnahkan...


...~ardi grawijaya~...


...siapa kau...


...aku tidak menyukai mu...


...dan jangan menggangguku...


...dia adalah cinta ku...


...dan tidak ada hak mu untuk memerintah ku...


...~Rona Pra Sanjaya~...


...ratu ku...


...bila aku pergi dan sulit untuk kembali...


...aku ingin kau tetap bahagia...


...walau ke bahagian mu...


...tidaklah bersama ku...


...maafkan aku...


...~Vero Arga Pratama~...


...5 tahun yang lalu ......


" rona kamu ko belum pulang " tanya seorang pria menatap rona di depannya


" aku lagi nunggu di jemput " jawab rona


" barang aku aja " ucapnya dengan senyuman


" tidak perlu " cicit rona lemas


" rona kamu sakit " tanya nya lagi


" enggak ko "


" ikut aku yup ketemu Vero " ucapnya lagi


" Vero ! emang dia dimana ? apa dia Uda pulang ? " tanya rona yang kembali semangat dan dengan senyuman diwajahnya


" iya Uda ikut aku "


" tapi dari mana kamu tau " tanya rona menatap cowok itu


" aku kan teman sebangku Vero jelas dong aku tau " jawabnya dengan senyuman


" kalo begitu tunggu apa lagi Ardi , ayo cepat " seru rona bahagia dan naik ke mobil Ardi


" gue aja gak mau , pas nyebut nama Vero dia mau . tenang aja wanita pujaan ku , aku akan memiliki diri mu " dalam hati Ardi tersenyum palsu menatap rona


saat ini mereka ada di halte dan kini Ardi melajukan motornya . membelah jalan kota di siang itu , tapi Ardi tidak tau ada sebuah mobil yang memperlihatkan dan mengikuti mereka .


" si Ardi ngapain El " tanya seorang wanita di belakang Elsa


" mungkin mau ngantar rona pulang " jawab Elsa di kursi kemudi


" kamu ini gimana si ! rona itu kan susah dekat cowok selain Vero " jelas seorang wanita di samping Elsa


" El ikutin terus ! aku dapat firasat aneh ni " pinta wanita di belakang Elsa lagi


" iya Serly " ucap Elsa


" lebih cepat El , keburu pergi jauh nanti " seru wanita di samping Elsa.


" bisa diam gak Nura , aku lagi fokus nyetir ni " pinta Elsa kesal


teman rona sengaja gak pulang , karena menunggu rona mendapatkan jemputan . karena teman rona merasa khawatir dengan kondisi rona yang terpuruk di tinggalkan Vero .


sedangkan Ardi tetap mengemudikan mobil , tapi sekali-kali dia melihat wajah rona sekilas di sampingnya yang terus tersenyum dan tanpa memperhatikan mobil di belakangnya .


selang berapa waktu mobil Ardi pun berhenti di sebuah hotel , sedangkan mobil Elsa agak jauh dari tempat keberadaan Ardi .


" Vero di hotel ini " tanya rona di dalam mobil


" iya , ayo turun "


Ardi dan rona pun masuk hotel tersebut dan kemudian menaiki lift . sedang Elsa , Nura dan Serly baru memasuki hotel.


" tu kan apa ku bilang , firasat buruk ku benar " kata Serly dengan kesal


" ya udah cepat ikutin " pinta Nura yang kesal


" ayo naik lift " saut Elsa


teman rona pun buru-buru naik lift , setelah mengetahui lantai berapa Ardi dan rona berhenti . sedangkan rona terus mengikuti Ardi di belakang dengan perasaan bahagia .


Ardi pun berhenti di sebuah pintu hotel dan melihat tag no.152 pada pintu . kemudian membukanya dan masuk bersama dengan rona yang juga menyusulnya .


" dimana Vero " tanya rona sambil melihat ruang kamar hotel


" bentar ya " jawab Ardi tersenyum


sedangkan temannya rona lagi memeriksa kamar hotel . dengan terburu-buru , sedangkan Ardi sudah memberikan rona air putih yang dia tambahkan sebuah obat didalamnya .


" habiskan lah rona , setelah itu kau akan jadi milikku " dalam hati Ardi tersenyum menatap rona yang sedang duduk sambil minum


selesai rona meminum dan meletakkan gelas di meja yang ada di depannya . tiba-tiba saja kepalanya sedikit pusing.


" Ardi dimana Vero aku ingin ber..." rona ambruk di sofa dan mata terpejam rapat.


" Vero Vero Vero terus yang kau cari , aku Ardi yang sudah mencintai mu sejak lama dan lebih dulu ada untuk mu . tapi Vero yang baru hadir , kau Mala lebih dekat dengan dia dan sekarang dia pergi meninggalkan mu . sekarang kau akan jadi milikku " teriak Ardi di awal kata dan kemudian Tersenyum menatap rona


Ardi pun membawa rona di kasur hotel kemudian dia membuka bajunya dan setelah itu mendekat pada rona . tapi pada saat Ardi ingin mencium bibir rona . tiba-tiba saja Nura menarik kaki Ardi hingga kelantai .


" rona bangun " pinta Elsa sedih melihat rona


" dasar laki-laki kurang ajar , rasain " ucap Nura dengan amarah dan menendangi serta menumbuh Ardi yang ada di lantai .


" Nura Uda , jangan sampai mati anak orang . lebih bagus kita bawah rona pulang dulu " pinta Serly sambil menarik tangan Nura


Nura pun melihat rona yang berbaring tak berdaya di kasur hotel , kemudian dia menendang terakhir di bagian tempat sensitifnya Ardi .


" ayo bantu gue bawah rona " pinta Elsa sambil memapah rona


" awas kalo Lo nunjukin wajah Lo di depan gue , teman gue dan rona . kalo Lo berani mendekat pada rona lagi , gue gak akan segan-segan membunuh pria Lo " kata Nura dengan amarah dan kemudian membantu Elsa membawa rona


mereka pun pergi membawa rona , sedangkan Ardi masih berada di lantai karena rasa sakit di tubuhnya yang di berikan Nura .


" lihat aja , aku akan mendapatkan rona " ucap Ardi yang mampu masih tersenyum sinis


sedangkan di sisi lain rona berada di dalam mobil Elsa bersama temannya.


" kita beritahu keluarga rona " pinta Nura meredakan amarahnya


" jangan " ucap Elsa


" kenapa El , apa Lo mau beritahu polisi . boleh juga biar dia tau ra " sebelum Serly menyelesaikan katanya , Elsa langsung nyaut


" gue ini mikirin perasaan rona Serly Nura. hati rona itu seperti kaca . keras , namun mudah retak dan pecah . jadi kita tunggu dulu Vero kembali , baru kita ceritakan semua ini kepada keluarga rona dan untuk sekarang Jangan beritahu rona soal ini . aku takut nanti dia jadi kenapa-napa " jelas Elsa yang sangat merasa khawatir .


" iya sudah kalo gitu rona kita antar pulang " pinta Nura yang juga sedih menatap rona dibelakang disampingnya Serly


" iya , aku gak akan kasih tau siapa pun . asalkan rona tidak kenapa-napa " ucap Serly yang juga sedih memeluk rona


" menurut kalian kenapa rona selalu saja mendapatkan masalah " tanya Nura menatap temannya bergantian


" mungkin sudah menjadi takdir " jawab Elsa sambil mengemudi mobil


" kalo memang karena takdir , berarti kita juga akan seperti rona dong " saut Serly dengan bersikap polosnya


" Serly diam " pinta Elsa dan Nura serentak


" kenapa " tanya Serly


" diam gak " tanya Nura kesal menatap Serly


Serly pun diam karena melihat kangguru sedang marah di hadapannya.


" diam aja ah , nanti kalo gue ngomong lagi Mala hancur gue di bikin kangguru satu ini " dalam hati Serly dan tersenyum membayangkan Nura jadi kangguru


" Serly " pekik Nura menyadarkan Serly yang menatapnya dengan tersenyum


" a.. pa " tanya Serly yang sadar dari hayalannya


" Lo melamun gue jadi apa " tanya Nura yang mengerti sifat Serly


" kangguru " ceplos Serly dan langsung menutup mulutnya dengan tangan


" Serly awas Lo ya " ucap Nura yang sangat merasa kesal dan kemudian kembali menatap kedepan


" Uda jangan ribut , lebih baik kita makan dulu . ini Uda mau sore ni " pinta Elsa dan memberhentikan mobilnya


rona pun terbangun dan Serly pun melepaskan pelukannya kepada rona .


" dimana Vero " sergah rona saat bangun


" Vero kepala kau , Lo mimpi ya " bentak Nura yang merasa kesal kepada rona


" Nura jangan gitu , rona mungkin kamu mimpi . sekarang ayo kita makan dulu " pinta Elsa lembut menatap rona setelah menatap Nura


" tapi ... ya uda ayo makan " ucap rona tersenyum paksa menatap temannya


" kalo gitu turun , sebelum kangguru marah lagi " kata Serly yang kembali usil.


rona dan Elsa pun tertawa kecil , sedangkan Nura menahan kesal dan amarah .


saat ini mereka berada di salah satu kafe menikmati makanan Mereka masing-masing.


" rona kamu kenapa " tanya Elsa sambil memegang pundak rona yang disampingnya


" gak ko " jawab rona dengan senyuman tipis


" kamu gak tau ya Elsa " tanya Serly depan rona


" tau apa " tanya Nura dan Elsa bersama merasa bingung


" tempat ini adalah tempat rona dan Vero bersantai selain taman " jawab Serly dengan senyuman dan kemudian sedih menatap rona


" maaf rona aku gak tau " ucap Elsa yang merasa sedih dan bersalah


" gapapa ko " jawab rona mencoba tersenyum manis menatap temannya


" iya sudah cepat habisin , setelah itu kita pulang " pinta Nura dan makan dengan terburu-buru


" Nura , eh gak . kangguru kalo makan tu pelan aja " saut Serly usil kepada Nura


mendengar itu rona , Serly dan Elsa tertawa . sedangkan Nura hanya tersenyum tipis menatap rona yang kembali ceria .


sedangkan di sisi lain Ardi berusaha berdiri , namun tak bisa hingga dia memilih untuk tidur di kasur hotel .


" suatu hari nanti , rona akan ada disamping ku . tidur bersama ku " ucapnya tersenyum senang sambil mengelus tempat di sampingnya


...5 tahun lebih setelahnya ......


" Vero kamu segera akan kehilangan rona dan aku akan mendapatkan rona " ucap Ardi menatap Vero yang masih di ikat ada kursi kayu


Vero hanya mendengarkan , karena mulutnya tertutup oleh kain dan tubuhnya lemas . karena Vero hanya dikasih makan sedikit .


sedangkan di rumah rona , semua orang sudah berkumpul dan temannya rona sudah menceritakan masa lalu Ardi yang hampir merenggut kehormatan rona .


" lihat saja , aku akan bikin perhitungan " ucap Revan dengan amarah


" jangan mengotori tangan mu Revan , lebih bagus polisi yang urus masalah ini " pinta Raka yang juga marah , namun dia mencoba menahannya


" tapi bang " sergah Revan cepat


" nurut sama Abang , Abang Uda minta sama orang suruhan Abang dan Uda hubungi polisi menuju alamat yang didapat rona " jelas Raka menatap Revan dan temannya rona bergantian


saat ini rona menaiki taksi di temani Elsa di Elsa dan Jeki . tapi di sini Jeki menyamar jadi supir taksi mengantarkan rona ke tujuan .


" kamu yakin disini rona " tanya Elsa disamping rona


" iya , menurut alamatnya disini " jawab rona menatap bangunan tua


" sekarang masuk " pinta Jeki


rona dan Elsa pun masuk , sedangkan Jeki membawa tas dan koper rona kedalam bangunan tua tersebut.


" assalamualaikum " serentak rona dan Elsa


" wa'alaikumsalam rona , kamu akhirnya sudah datang " ucap Ardi menatap rona tersenyum


" Bu ini barang di mana saya letak " tanya Jeki


" pak sopir letak di situ saja " jawab Ardi sambil menunjuk di salah satu kursi di ruangan tua


Jeki pun Nurut dan meletakkan barang tersebut . kemudian menemui Ardi , sedangkan Ardi merasa bingung menatap Elsa .


" Elsa kenapa ikut kamu " tanya Ardi yang tetap tersenyum menatap rona


" dia mau tau siapa pria yang menolong aku " jawab rona sambil mengelus pundak Elsa


" pak saya boleh izin toilet gak " tanya Jeki untuk membuat Ardi berhenti bertanya


" toilet ? o bentar ya " jawab Ardi menatap Jeki yang dia anggap sopir taksi kemudian dia menelepon salah satu orang


" bos ada apa " tanya seorang pria yang bertubuh tinggi yang baru keluar dari sebuah ruangan .


" antar dia ke toilet " pintanya menuju Jeki


" pak ikut saya " ucapnya tegas menatap Jeki


Jeki pun ikut dan setelah kepergian Jeki . rona dan Elsa pun merasa bingung mau ngapain lagi , sampai akhirnya rona punya ide .


" Ardi kamu mau bawah aku pergi kemana " tanya rona menatap Ardi di depannya dengan berpura-pura tersenyum


" kamu mau nya kemana " tanya Ardi balik sambil tersenyum menatap rona


" ya sudah kemana aja , sekarang dimana Vero . aku mau pisah " jelas rona berpura-pura kesal sambil mengeluarkan beberapa kertas


" itu apa ? boleh aku lihat " tanya Ardi menatap kertas yang di pegang rona


" o ini surat cerai " Jawab rona tersenyum dan memberikan surat itu kepada Ardi


" kalo gitu ayo masuk , Vero sudah menunggu mu " seru Ardi bersemangat


rona dan Elsa pun mengikuti Ardi dari belakang , saat sampai di tempat rona dan Elsa sangat terkejut melihat Vero terduduk lemas tak berdaya . sedangkan Ardi sangat marah mengetahui Jeki yang menyamar sebagai sopir taksi berkelahi dengan orang suruhannya .


" rona kamu menghina ku " bentak Ardi menatap rona dengan amarah dan sedih


" Ardi kalo kamu memang pria mari kita berkelahi " pinta Jeki yang selesai menjatuhkan semua anak buah Ardi


" ayo " bentak Ardi menatap Jeki


disaat Ardi dan Jeki berkelahi . rona dan Elsa mempunyai kesempatan untuk melepaskan Vero dari ikatan . namun saat rona dan Elsa mau membawa Vero keluar tiba-tiba .


" rona ! jika aku tidak bisa memiliki mu , maka siapa pun tidak akan bisa memiliki mu " kata Ardi berjalan pincang dan menodongkan pistol kepada rona


~Dor~


saat sebuah peluru keluar dari pistol dan seharusnya mengenai rona . tapi yang kena ada Vero yang tadinya berdiri di antara rona dan Elsa . kini berdiri berhadapan dengan rona , sehingga Vero terkena peluru di bagian belakang badannya .


" Vero " teriak rona disaat Vero tersenyum padanya dan kemudian terjatuh di depannya


" Vero kamu harus kuat " pinta rona memangku kepala Vero dengan tangisan


" rona , ratu ku kamu jangan nangis . aku gapapa " ucap Vero tersenyum menahan sakit


disaat rona dan Vero sedang terpuruk , sedangkan Jeki berusaha menahan Ardi . sampai akhirnya polisi dan ambulans datang menjemput mereka .


kini rona menemani Vero di dalam ambulans , sedangkan Elsa dan Jeki pulang dengan mobil taksi . sedangkan Ardi di bawa polisi bersama anak buahnya dengan borgol yang menahan tangan mereka .


saat sampai di rumah sakit , rona hanya menangis dan air mata terus berlinang di pipinya di temani Elsa dan jeki .


" Vero kamu harus kuat "


" kamu harus bisa kembali , jangan tinggalkan aku "


" Vero a..ku.. ha "


di saat rona ingin memberitahu Vero tentang kehamilannya , Vero sudah menutup matanya dan itu membuat rona semakin menangis dan takut kehilangan lagi .


kini Vero berada di ruangan operasi , sedangkan rona terus menangis dalam pelukan temannya .


" kamu sabar ya rona , Vero pasti akan baik-baik aja " kata Elsa merasa sedih


" rona kamu juga harus kuat , ingat kamu sedang hamil " saut Serly ikut sedih sambil mengingatkan rona


" iya kamu kuat dan yakin Vero tidak akan kenapa-napa " timpal Nura menguatkan rona


" rona , Vero itu kuat . dia tidak akan meninggalkan mu " ucap Roky yang merasa gelisah dan mencoba menguatkan rona


" berapa lama lagi , ini sudah 4 jam dan dokter belum juga keluar " saut Evan dengan amarahnya menatap pintu


" tenang Evan , dokter lagi berusaha " pinta Jeki menenangkan Evan di sampingnya padahal di dalam hati dia juga marah


" rona sekarang kamu harus periksa kehamilan mu " pinta Raka yang sedih melihat adiknya


" tapi aku ingin disini bang " ucap rona yang masih dalam pelukan temannya


" aku tau kak , tapi kakak juga harus mengingat anak yang ada dalam kandungan kakak dan jangan sampai kakak menyesal nantinya " jelas Revan yang juga bersedih , marah dan khawatir


" Revan kamu gak boleh berkata begitu " sergah Raka cepat kepada Revan di sampingnya


" baiklah aku akan periksa " kata rona yang menuruti ajakan ke dua saudaranya


" kalian temannya rona , disini saja menunggu dokter keluar " pinta Raka menatap teman rona


" iya bang " jawab Jeki mewakili temannya


Raka dan Revan membawa rona ke tempat dokter kandungan yang ada di rumah sakit itu . setelah mereka mendapatkannya , rona pun di periksa kehamilannya .


" bagaimana ke adaan janin adik saya dok " tanya Raka kepada dokter wanita


" untuk sekarang ibu dan janinnya tidak kenapa-napa , tapi ingat ya Bu . ibu tidak boleh stres dan juga tertekan . bila ibu terus seperti itu , janin ibu akan dalam masalah " jelas dokter itu menatap Raka dan rona yang duduk di depannya


" dengar tu kak " saut Revan tiba-tiba yang berdiri di belakang rona


" Revan " bentak Raka dengan sedikit keras


" baiklah dok , terima kasih " ucap rona tersenyum paksa menatap dokternya


" kalo gitu saya akan berikan ibu vitamin untuk menambah kesehatan ibu dan janin " kata dokter sambil memberikan obat kepada rona


" saya permisi dulu ya dok " ucap Raka yang kembali menatap dokter


" iya silahkan " saut dokter


mereka pun keluar dari ruangan dokter setelah mengucapkan salam dan sekarang mereka menuju ruangan Vero di rawat .


di saat Raka , Revan ,dan rona sampai di depan ruangan Vero . dokter pun keluar dari ruangan Vero di operasi .


" siapa disini keluarga pasien " ucap dokter pria sambil menatap bergantian orang didepan ruangan Vero


" saya dok , bagaimana keadaan suami saya " saut rona sambil berdiri di depan dokter


" untuk sekarang keadaan pasien koma dan pasien tidak dapat bergerak . namun dia masih bisa mendengar suara " jelas dokter menatap rona dan yang lainnya


rona yang mendengar itu pun sungguh merasakan sakit di hatinya . dia ingin menangis , namun itu tidak bisa dilakukan . karena masih ada nyawa yang juga dia jaga .


" boleh saat melihat suami saya dokter " tanya rona dengan mata berkaca-kaca


" boleh , tapi harus bergiliran " jawab dokter yang merasa iba kepada rona


rona pun langsung masuk meninggalkan dokter yang diam di depan pintu . dokter pun menatap Raka , Raka yang ditatap pun mendekat .


" apa yang dokter bilang itu benar " tanya Raka menatap dokter di depannya


" benar , tapi itu hanya sebagian dan saya akan menjelaskannya lagi . pasien memang koma dan dia bisa mendengar . namun tidak bisa bergerak , jadi kemungkinan kecil pasien akan selamat atau juga bisa tiada . akibat peluru yang hampir mengenai paru-paru " jelas dokter


menatap Raka dengan kacamata putihnya


" jadi apa yang harus saya lakukan , agar keselamatan Vero bisa tercapai " tanya Raka


" kalian harus selalu memberi kabar baik kepada pasien , agar dia mempunyai semangat untuk hidup " jelas dokter itu lagi


" baiklah dokter " ucap Raka dengan kesedihan di matanya


sedangkan rona dapat mendengar itu , karena saat dia masuk . dia masih bersandar ada pintu dan kini dia merosot lemas di lantai terduduk menatap wajah Vero yang pucat pasi .


perlahan dengan kekuatan dan keyakinan rona pun berusaha bangkit . kemudian dia melangkah mendekat di samping Vero .


" Vero apa kau mendengar ku ? "


" Vero aku ingin kamu bangun . karena aku gak bisa hidup bila kamu gak ada disisi ku "


" Vero apa kamu gak mau membesarkan anak mu yang ada dalam perut ku "


" Vero saat ini aku sudah hamil anak mu , aku sudah mengandung buah hati kecil kita dan aku tidak akan bisa membesarkan anak kita bila kamu gak ada didekat ku "


" Vero sadar lah , kamu sudah berjanji . Vero aku ratu mu kan , maka turuti Kata ku "


" Vero , raja ku . bangun lah , apa kau ingin aku menangis ? "


" Vero ku mohon bangun lah , aku dan anak mu membutuhkan mu "


rona pun terus berbicara , berharap Vero merespons dan kembali sadar . namun nihil , yang rona lihat hanya mata yang terpejam rapat , bibir yang pucat dan tubuh yang kaku .


rona hanya menatap Vero dengan senyuman palsu dan harapan Vero cepat sembuh dan kembali memeluk dirinya seperti biasanya .


sedangkan temannya rona sangat merasa kasian terhadap kisah cinta Vero dan rona . terutama rona yang selalu mendapat rasa sakit dan tangisan yang tiada hentinya di rasakan rona . sedangkan keluarga rona hanya bisa menguatkan rona .


...Bersambung...


see you in season next


assalamualaikum***